Home / Romansa / AH! BRONDONGKU SAYANG / Bab 50 : Arhan Sakit

Share

Bab 50 : Arhan Sakit

Author: Kim Hwang Ra
last update Petsa ng paglalathala: 2026-05-10 23:52:35

Fajar baru saja menyingsing, Alia sudah sibuk menata kotak-kotak makanan. Meski tubuhnya terasa berat karena kelelahan emosional semalam, rutinitas sebagai istri tetap ia jalankan dengan presisi yang kaku.

Rendra turun dengan kemeja yang sudah rapi, namun dasinya masih tersampir longgar. Ia menghampiri Alia yang sedang menuangkan kopi.

"Pagi," sapa Rendra, suaranya parau khas orang baru bangun tidur.

Alia menoleh sekilas, memberikan senyum tipis yang tidak sampai ke mata. "Pagi. Semua barang su
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • AH! BRONDONGKU SAYANG   Bab 98 : Do'a Aneh

    “Aku menginap di rumah teman SMA-ku,” sahut Alia cepat. Suaranya diatur sedatar mungkin. “Kamu pikir aku sanggup pulang kerumah?”Rendra menghela nafas, “Aku tau, tapi….” Rendra menyipitkan matanya. “Teman SMA yang mana, Alia? Setahuku, semua teman SMA-mu yang dekat sudah pindah ke luar kota setelah menikah. Siapa namanya? Di mana rumahnya?”Alia sudah mengantisipasi kecurigaan itu. “Risa. Kamu mungkin ngga bakal ingat karena dia jarang datang ke acara kumpul-kumpul. Dia baru aja pulang dari luar negri sebulan yang lalu karena mutasi kerja dan sekarang ngontrak rumah di daerah dekat pinggiran kota. Apa aku harus memberikan nomor teleponnya juga, biar kamu bisa menginterogasinya seperti penjahat?”Mendengar nada bicara Alia yang mulai meninggi dan penuh penekanan, Rendra tampak goyah.“Tidak.... bukan begitu maksudku,” ujar Rendra, suaranya melunak drastis. Ia menoleh, menatap istrinya dengan pandangan memelas. “Aku cuma panik. Aku takut kamu kenapa-napa di jalan.”Alia hanya diam, mem

  • AH! BRONDONGKU SAYANG   Bab 97 : Rahasia Besar

    Jam makan siang, Alia duduk sendiri di kantin kampus. Menikmati uap hangat dari kuah bakso untuk meredakan sedikit rasa capeknya, meski bukan capek karena hal kerja. Baru saja Alia hendak menyuap satu bakso kecil ke dalam mulutnya, bayangan tubuh tegap yang sangat familier tiba-tiba menghalangi pantulan cahaya matahari di mejanya."Permisi, Bu Dosen. Boleh kami bergabung? Meja lain udah pada penuh," suara berat Arhan terdengar, disusul dengan tindakan pemuda itu yang langsung menarik kursi dan duduk tepat di sebelah Alia tanpa menunggu jawaban.Di belakangnya, Rio menyusul sambil membawa nampan berisi nasi ayam. Rio mengambil tempat duduk tepat di depan Alia dan Arhan. "Siang, Bu Alia. Maaf ya Bu, kami lancang langsung duduk. Tapi kantin beneran kayak pasar, rame banget." ujar Rio merasa tidak enak, berbeda dengan Arhan yang tampak sangat santai.Alia meletakkan sendoknya, mencoba memasang wajah formalnya kembali. "Ah, iya, tidak apa-apa."Arhan melirik ke arah mangkuk Alia yang masih

  • AH! BRONDONGKU SAYANG   Bab 96 : Kode Rahasia

    Setelah menyelesaikan sarapan pagi mereka berdua segera bergegas menuju kampus. Begitu sepeda motor milik Arhan mulai memasuki kawasan jalan utama menuju universitas, kegelisahan Alia semakin memuncak. Sepasang matanya terus bergerak gelisah, menatap kerumunan mahasiswa yang mulai memadati trotoar dan area sekitar gerbang kampus."Arhan, stop. di sini aja," ujar Alia tiba-tiba ketika mereka masih berjarak sekitar lima puluh meter dari gerbang utama."Kenapa, Kak? Ini belum sampai di area parkir dalam.""Ngga apa-apa. Kamu tahu sendiri kan gimana cepatnya gosip menyebar di kampus kita?""Siap, Ibu Dosen Cantik. Sampai bertemu di kelas," sahut Arhan pelan, sengaja menekankan kalimatnya sebelum Alia turun dari sepeda motor Arhan.********Tepat jam sepuluh pagi, Begitu memasuki kelas, pandangan Alia secara tidak sengaja langsung bertabrakan dengan sepasang mata hitam milik Arhan yang duduk di barisan belakang bersama sahabatnya, Rio. Arhan langsung menegakkan tubuhnya, menopang dagunya d

  • AH! BRONDONGKU SAYANG   Bab 95 : Pagi Cerah

    Sinar matahari pagi menerobos masuk melalui celah gorden kamar tamu yang lupa ditutup rapat semalam. Alia melenguh pelan, mencoba menggerakkan badannya. Namun, begitu ia menggeser posisi tubuhnya di atas kasur, sebuah rasa nyeri yang tumpul seketika menjalar di area pinggang dan bagian bawah tubuhnya. Kepalanya juga terasa agak berat dan pening.Detik itu juga, potongan-potongan ingatan tentang apa yang terjadi semalam mendadak berputar kembali di benaknya seperti rol film."Aaaahhh!"Alia menjerit spontan, menutup wajahnya dengan kedua tangan. Rasa syok, malu, dan tidak percaya bercampur aduk menjadi satu di dalam dadanya. Ia telah tidur dengan mahasiswanya sendiri!Sementara itu, di lantai bawah, Arhan yang sedang berada di dapur langsung memasang telinga. Mendengar suara lengkingan yang sangat ia kenali dari arah kamar tamu, pemuda itu langsung meletakkan spatula yang dipegangnya dan berlari cepat melewati koridor.Brak!Arhan membuka pintu kamar dengan tergesa-gesa. "Kak Alia! Ken

  • AH! BRONDONGKU SAYANG   Bab 94 : Malam Yang Panas

    Awalnya, Arhan menautkan bibir mereka dengan lembut, memberikan lumatan-lumatan kecil yang manis. Namun, ketika dia merasakan Alia menyambut ciumannya dengan antusiasme yang sama, Arhan langsung memperdalam ciuman mereka. Lidah mereka saling bertautan, bertukar saliva di tengah desahan napas yang kian memburu.“Manis sekali, Kak…” gumam Arhan di sela-sela pagutan panas mereka, menghirup napas sedalam mungkin dari bibir Alia.Mereka terus berciuman dengan panas di bawah benderangnya lampu kamar, sesekali menyunggingkan senyum di tengah ciuman saat gairah mereka saling beradu. Didorong oleh adrenalin yang membakar, Alia tiba-tiba membalikkan posisi mereka dengan gerakan yang lincah. Kini, Alia berada di posisi atas, menduduki perut rata Arhan.Dengan gerakan yang perlahan namun pasti, jemari Alia membuka kaos yang dikenakan Arhan satu per satu, lalu menyisihkannya dari bahu kokoh pemuda itu. Begitu kain itu terlepas, terpampanglah bentuk tubuh a

  • AH! BRONDONGKU SAYANG   Bab 93 : Apa Alia Berkhianat?

    Melihat Arhan yang berada di atas tubuhnya dengan jarak sedekat ini, pikiran Alia mendadak terlempar kembali pada sekelumit kejadian traumatis di pesta beberapa jam lalu. Bayangan Rendra yang tersenyum palsu, merayakan pertunangan sandiwara dengan Desy di atas panggung, seketika melintas. Rasa muak, jijik, dan kemarahan atas pengkhianatan suaminya itu membakar dada Alia. Rasa sakit itu menjadi sebuah keputusasaan yang liar. Melihat ketulusan, ketampanan, dan tatapan penuh gairah dari pemuda di atasnya saat ini, Alia seperti kehilangan akal sehatnya. Dia tidak peduli lagi pada dunia. Dia hanya ingin membalas rasa sakit itu dengan cara yang paling ekstrem.“Sepertinya hadiah ulang tahunku dari kamu belum aku terima, kan?” ujar Alia tiba-tiba. Suaranya terdengar begitu tenang.Bersamaan dengan kalimat itu, kedua lengan Alia bergerak lambat, naik melingkari leher Arhan, menarik tubuh pemuda itu agar semakin merapat. Arhan sedikit terkejut dengan respons berani

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status