author-banner
Kim Hwang Ra
Kim Hwang Ra
Author

Novel-novel oleh Kim Hwang Ra

Menikah Karena Visa

Menikah Karena Visa

Elena Santoso, arsitek muda asal Cakrawana, hampir kehilangan izin tinggal di Castelvaux. Terdesak waktu, ia nekat mengajak Daniel Harper—rekan kerja yang pendiam dan tak pernah ia perhitungkan—untuk menikah pura-pura demi menyelamatkan kariernya. Tapi semua jadi rumit saat mereka harus tinggal bersama di kota kecil Tenebris. Keluarga Daniel percaya sepenuhnya pada kebohongan mereka. Saat masa lalu Elena datang mengejar, dan media mulai mencium skandal, perasaan yang seharusnya pura-pura berubah jadi sesuatu yang nyata. Kini, Elena harus memilih: mempertahankan kebohongan demi ambisinya, atau jujur pada hati—meski itu berarti kehilangan segalanya.
Baca
Chapter: BAB 234 : Tamat
Cahaya matahari menembus tirai kamar dengan lembut, menghangatkan udara pagi yang segar. Burung-burung di luar jendela berkicau riang, dan dari dapur terdengar samar suara panci serta aroma kopi yang baru diseduh. Elena masih terlelap di pelukan Daniel ketika pintu kamar tiba-tiba diketuk keras. “Bangun! Hei, pengantin baru! Sudah jam delapan, kalian mau tidur sampai siang?” suara ceria itu jelas milik Lily, adik Daniel. Daniel bergumam pelan, separuh sadar. “Mmhh… Lily… lima menit lagi…” Pintu terbuka sedikit, dan kepala Lily menyembul masuk. “Lima menit? Lima menitmu bisa jadi satu jam, Kak. Mama nyuruh turun sarapan, semua orang udah nunggu.” Elena langsung membuka mata, panik kecil. Ia menyadari posisi mereka masih berpelukan, rambutnya berantakan dan selimut agak melorot. “Lily! Kau nggak bisa asal masuk begini—” Lily tertawa kecil, menutup pintu lagi tapi masih sempat menyelipkan kalimat, “Kau sekarang bagian dari keluarga, kak Elena. Nggak usah malu-malu!” Pintu te
Terakhir Diperbarui: 2025-10-12
Chapter: BAB 233 : Epilog tanpa Prolog
Setahun kemudian Musim semi membawa keharuman manis ke seluruh taman pusaka yang kini dipenuhi bunga liar. Tempat yang dulu hanyalah proyek kini berubah menjadi lokasi paling indah di Maple Hollow — dan di sinilah, di bawah langit biru muda, Elena dan Daniel akhirnya mengucapkan janji suci mereka. Tamu-tamu dari berbagai kalangan berbeda berkumpul: rekan kerja dari Molgrad yang sibuk mengambil foto, keluarga besar Daniel Harper yang duduk di barisan depan bersama ibu dan nenek Rose, hingga keluarga Elena yang datang dari Cakrawana dengan pakaian tradisional lembut berwarna biru dan emas. Suasana terasa hangat, seolah budaya dua tempat itu menyatu dalam satu napas cinta. Daniel berdiri di altar sederhana yang dihiasi daun maple dan kain tenun khas Cakrawana. Ketika Elena berjalan perlahan menghampirinya dengan gaun putih gading dan buket bunga liar di tangan, Daniel sampai kehilangan kata. Ia tersenyum gugup tapi matanya tak lepas dari Elena. “Kalau aku pingsan, tolong tangk
Terakhir Diperbarui: 2025-10-12
Chapter: BAB 232 : Usai Tiga Bulan
Tiga bulan berlalu sejak Daniel mulai mengerjakan proyek besarnya. Kini, rancangan itu akhirnya rampung sepenuhnya. Hanya tinggal menunggu tahap pembangunan fisik selama dua bulan ke depan. Saat Daniel menatap hasil desain yang terbentang di layar komputernya, ia tak bisa menahan senyum kecil — rasa puas sekaligus lega bercampur jadi satu. Proyek ini bukan sembarang taman. Ia dan Elena menamainya “Taman Lintas Budaya”, sebuah ruang hijau yang memadukan keindahan khas Cakrawana — tempat asal Elena — dengan nuansa hangat dan arsitektur khas Molgrad. Setiap detailnya seolah bercerita tentang perjalanan mereka; tentang dua dunia yang berbeda namun akhirnya berpadu menjadi satu kesatuan yang harmonis. Sejak Daniel menyatakan perasaannya tiga bulan lalu, hubungan mereka berubah menjadi sesuatu yang nyata. Tidak lagi sekadar rekan kerja atau pasangan pura-pura demi visa. Kini mereka benar-benar hidup bersama, berbagi ruang, waktu, bahkan rutinitas kecil sehari-hari yang dulu terasa sepel
Terakhir Diperbarui: 2025-10-12
Chapter: BAB 231 : Momen Terindah
Sore itu, langit Molgrad mulai berwarna jingga saat para karyawan beranjak pulang dari kantor. Elena sempat menoleh ke arah meja Daniel yang kosong.“Kamu nggak pulang bareng?” tanyanya sebelum berpisah. Daniel tersenyum tipis, menatap layar laptopnya. "Aku ada urusan sedikit, kamu duluan aja. Jangan lupa makan, ya.” Elena mengangguk. “Baiklah. Tapi jangan pulang kelamaan.” “Janji,” jawab Daniel dengan senyum kecil. Namun janji itu ternyata membuat Elena menunggu hingga malam. Waktu terus berjalan. Pukul delapan malam, Daniel belum juga pulang. Telepon yang Elena lakukan hanya berakhir di nada sambung tanpa jawaban. Hatinya mulai tak tenang.“Dia jarang begini…” gumamnya cemas sambil menatap layar ponsel. Pukul sepuluh lewat, baru sebuah panggilan masuk dari nomor tak dikenal."Halo?” Suara di seberang terdengar tergesa, distorsi samar di antara deru angin. “Anda Elena, istri Daniel Harper?” “Iya, benar. Ada apa ini?” “Mohon maaf, kami butuh Anda segera datang ke a
Terakhir Diperbarui: 2025-10-11
Chapter: BAB 230 : Menuju Kebahagiaan
Keesokan paginya, udara Molgrad terasa sejuk dengan langit yang cerah. Elena dan Daniel berjalan berdampingan di trotoar bandara sambil membawa koper besar milik ayah Daniel. Lelaki paruh baya itu tampak santai, tapi senyumnya menyimpan sedikit berat hati. “Kalian nggak usah repot-repot nganter, Ayah bisa naik taksi sendiri,” katanya sambil tertawa kecil. “Nggak bisa begitu, Yah,” sahut Daniel cepat. “Nanti Nenek kirim surat marah kalau tahu kita nggak nganterin Ayah.” “Benar, Yah,” tambah Elena tersenyum. “Nanti beliau pikir kita anak durhaka.” Mereka bertiga tertawa bersama. Begitu sampai di area keberangkatan, suasananya mulai terasa sendu. Suara pengumuman penerbangan bergema dari pengeras suara, dan aroma kopi dari kafe bandara mengiringi keheningan kecil di antara mereka. Ayah Daniel menatap keduanya dengan lembut.“Daniel, jaga dirimu baik-baik, Nak. Ayah tahu kamu keras kepala… tapi kali ini keras kepalamu mengarah ke hal yang benar.” Daniel menunduk sedikit, tersen
Terakhir Diperbarui: 2025-10-11
Chapter: BAB 229 : Akhir yang Bagus
Daniel menatap ayahnya cukup lama, mencoba mencerna kabar itu. Pindah ke Maple Hollow? Kota tempat semuanya dimulai — dan juga tempat semua kenangan masa lalu tertinggal. Elena menunduk, memikirkan banyak hal yang akan berubah jika mereka benar-benar menerima tawaran itu. Namun, sebelum suasana menjadi terlalu berat, Daniel akhirnya tersenyum kecil. "Yah… kalau itu memang yang terbaik untuk pengembangan taman kota dan proyek baru, aku akan pikirkan,” katanya tenang. “Tapi kali ini aku nggak mau meninggalkan Molgrad sepenuhnya. Aku masih punya mimpi yang belum selesai di sini.” Ayahnya menatap anaknya dengan tatapan bangga."Ayah sudah tebaik kamu akan jawab apa"Elena menoleh ke Daniel, "Kamu beneran mau milih tinggal di Molgrad?" “Iya. Aku bisa mengelola usaha pembibitan keluarga dari jarak jauh. Lagipula, sekarang semua bisa dilakukan online. Ada manajer di sana, aku bisa kontrol dari sini,” jelas Daniel dengan mantap. Elena menatapnya, tersenyum lebar.“Itu artinya kamu bi
Terakhir Diperbarui: 2025-10-10
AH! BRONDONGKU SAYANG

AH! BRONDONGKU SAYANG

Lima tahun menikah, Alia terjebak dalam rumah tangga yang terasa seperti penjara—suami yang dingin, kata-kata yang menyakitkan, dan mertua yang menuntut cucu seolah hidup Alia hanya berharga jika ia bisa memberi keturunan. Hingga suatu malam sebuah kecelakaan kecil mempertemukannya dengan Arhan, seorang mahasiswa yang tanpa sengaja melihat bagaimana suami Alia merendahkan harga dirinya di depan umum meski berbisik. “Udah mandul, masih nyusahin.” Satu kalimat itu mengubah segalanya. Bukan hanya bagi Alia-tapi juga bagi Arhan Ketika perhatian kecil berubah menjadi kedekatan, dan kedekatan berubah menjadi kebutuhan… muncul fakta yang selama ini dikubur: Alia bukanlah pihak yang mandul. Rahasia itu menjadi pintu ke hubungan terlarang yang tak pernah mereka bayangkan. Yang bisa memberi Alia sesuatu yang tak akan pernah ia dapatkan dari suaminya. Namun setiap pilihan memiliki konsekuensi. Dan di antara rasa bersalah, hasrat, dan luka yang lama terpendam, Alia harus memilih: menyelamatkan dirinya… atau mempertahankan pernikahan yang sejak awal tak pernah memihaknya.
Baca
Chapter: Bab 145 : Apa Ini Cinta?
Keesokan harinya, fajar menyingsing di atas lereng bukit dengan warna keemasan yang lembut. Kabut tipis masih membungkus pepohonan karet, membawa aroma tanah basah dan udara pegunungan yang sangat segar. Suara jangkrik malam perlahan berganti dengan cicitan burung liar dan kokok ayam jantan dari kejauhan. Di rumah panggung kayu itu, suasana begitu hangat dan tentram—sebuah kontras yang sempurna dibanding badai yang sedang mengamuk di luar sana. Alia terbangun dari tidurnya dengan perasaan yang jauh lebih ringan. Di teras depan yang menghadap langsung ke hamparan kebun hijau, Bagas sudah duduk santai di atas bangku kayu panjang. Mahasiswa cerdas itu mengenakan kaus polos dan celana kain sederhana, kacamata bingkai hitamnya bertengger rapi saat dia memegang secangkir kopi hitam panas yang berasap tipis. Di sampingnya, Pak Danu sedang merapikan beberapa papan kayu bakar. "Pagi, Kak Alia," sapa Bagas dengan nada suara yang tenang dan renyah. Senyuman tipisnya terkembang, senyuman
Terakhir Diperbarui: 2026-10-15
Chapter: Bab 146 : Empat Bulan Berlalu
Empat bulan berlalu sejak tragedi penyisiran hutan perbatasan yang sia-sia itu. Waktu terus berjalan di kota, namun bagi Rendra dan Arhan, hidup mereka seolah telah mati dan membusuk di tempat.Di pusat kota, nama Rendra tak lagi menjadi simbol kejayaan pengusaha muda berprestasi. Pencarian skala besar yang gagal, laporan kepolisian yang menggantung, serta hilangnya sang istri secara misterius perlahan membocorkan skandal keretakan rumah tangganya ke publik. Dewan komisaris perusahaan akhirnya memutus posisinya sebagai CEO demi menyelamatkan saham perusahaan yang merosot tajam.Penthouse mewah milik Rendra kini tak ubahnya seperti makam yang megah. Tirai-tirai jendela raksasa tidak pernah lagi dibuka, membiarkan ruangan besar itu tenggelam dalam remang-remang yang suram. Rendra duduk di sudut sofa, tubuhnya jauh lebih kurus dengan janggut tipis yang tidak terurus. Matanya yang merah dan cekung menatap kosong ke arah lemari kaca, tempat foto pernikahan formalnya dengan Alia masih berdi
Terakhir Diperbarui: 2026-09-27
Chapter: Bab 147 : Fakta Menyakitkan
Sementara Rendra dan Arhan sedang menyusuri lorong Rumah Sakit Medika untuk mencari rekam medis, di rumah panggung lereng bukit udara pagi terasa begitu sejuk. Matahari bersinar cerah menembus celah-celah daun karet, menyinari teras kayu tempat Bidan Marni seorang bidan desa senior yang ramah dan yang sedang menata peralatan medis sederhananya di atas meja.Alia duduk di tepi tempat tidur kamar utama, mengenakan daster hamil yang longgar. Perutnya yang makin membuncit kini terasa kencang dan bergerak-gerak pelan. Di sampingnya, Bagas berdiri dengan sigap memegang buku catatan kehamilan berwarna merah muda."Coba berbaring santai ya, Mbak Alia," ujar Bidan Marni lembut seraya mengoleskan gel dingin ke permukaan perut Alia.Bidan Marni kemudian menempelkan ujung alat fetal doppler portabel ke perut Alia. Dalam hitungan detik, suara detak jantung janin bergema memenuhi ruangan kayu yang tenang itu—cepat, ritmis, dan sangat kuat.Dug-dug-dug-dug-dug...Bagas yang berdiri di dekat kepala r
Terakhir Diperbarui: 2026-09-27
Chapter: Bab 144: Kamu Salah Paham!
Bagas menghela napas panjang. Dia menarik sebuah kursi kayu dan duduk tepat di samping tempat tidur Alia, membetulkan letak kacamatanya dengan gerakan tenang yang sama sekali tidak mencerminkan tindakan nekat yang baru saja dilakukannya."Aku lihat Ibu nangis tiap hari di ruang dosen," lanjut Bagas pelan, kini tatapannya melunak. "Aku tahu Pak Rendra jarang menganggap Ibu, dan aku tahu Arhan cuma bocah egois yang mengira obsesinya adalah cinta. Dan sekarangn ini mereka berdua sedang menghancurkan hidup Ibu. Jadi... kenapa Ibu ngga biarkan mereka bertengkar dan saling menyalahkan aja?"Alia menatap mahasiswa bimbingannya itu dengan napas memburu. "Tapi cara kamu ini gila, Bagas! Penculikan? Pemalsuan? Kamu bisa dipenjara!""Aku sudah memperhitungkan semuanya," balas Bagas mantap. "Aku sudah menyiapkan tempat yang bakal buat Ibu nyaman. Tidak ada seorang pun dari keluarga Pak Rendra yang tahu. Kalau Ibu menghilang secara 'misterius', mereka akan sibuk memburu bayangan dan saling menghan
Terakhir Diperbarui: 2026-09-11
Chapter: Bab 143: Dimana Alia?
"Ini... ini tulisan dia," bisik Arhan, suaranya tercekat di tenggorokan.Rendra yang sejak tadi menahan napas langsung menoleh tajam. "Siapa? Kamu tahu siapa bajingan ini?!""Bagas," jawab Arhan, matanya melotot menatap kosong. "Dia mahasiswa bimbingan Kak Alia juga, satu kelas denganku. Dia anak kesayangan jurusan. Aku sering liat tulisan tangan ini di papan tulis waktu dia presentasi tugas kelompok. Nggak salah lagi, ini tulisan Bagas!"Mendengar nama itu, Rendra tidak membuang waktu. Rendra langsung mengerahkan seluruh koneksi dan tim keamanan siber perusahaannya, sementara Arhan memberikan segala detail informasi mengenai Bagas.Bagas layaknya hantu. Semenjak tulisan yang dia kirim dibelakang polaroid, dia hilang seperti di telan bumi bahkan tempat tinggalnya kosong dan pemilik kosan bilang kalau dia sudah pindah sebulan yang lalu, dan tidak tahu kemana dia pindah setelahnya. Bagas yang hilang begitu juga Alia, tak ada yang tahu dia kemana seakan dunia dua pria itu hancur melihat
Terakhir Diperbarui: 2026-07-10
Chapter: Bab 142: Penculikan
Deru mesin sepeda motor, dia tidak memedulikan angin malam yang menghantam wajahnya tanpa ampun, ataupun beberapa kali bannya selip saat melewati jalanan berbatu yang sepi."Bertahan, Kak... please, bertahan," bisik Arhan di balik helmnya, napasnya memburu.Begitu sampai di koordinat yang dituju, Arhan langsung mengerem keretanya dengan kasar hingga menciptakan bunyi decitan panjang di atas tanah kering. Arhan melompat dari motornya tanpa mencabut kunci. Dia berlari menerobos pintu besi gudang yang sudah berkarat dan setengah terbuka."Kak Alia?! Kak?!" teriak Arhan, suaranya menggema parau di dalam ruangan luas yang pengap dan berdebu itu.Dia menyalakan senter dari ponselnya, mengarahkan cahayanya ke segala penjuru arah. Jantungnya berdegup kencang, bersiap menghadapi penyergapan atau baku hantam dengan bajingan yang nekat menculik dosennya.Namun, tidak ada siapa-siapa di sana. Gudang itu kosong, sampai akhirnya sorot senter ponselnya menangkap sebuah kursi kayu yang tegak di tengah
Terakhir Diperbarui: 2026-07-07
Anda juga akan menyukai
All About Love
All About Love
Romansa · Selay Rahmi
2.9K Dibaca
Crazy Zee
Crazy Zee
Romansa · Raf
2.9K Dibaca
My Goddamn Lover
My Goddamn Lover
Romansa · AlphQueen
2.9K Dibaca
I NEED YOU
I NEED YOU
Romansa · Apple Blossom
2.9K Dibaca
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status