author-banner
Kim Hwang Ra
Kim Hwang Ra
Author

Novels by Kim Hwang Ra

AH! BRONDONGKU SAYANG

AH! BRONDONGKU SAYANG

Lima tahun menikah, Alia terjebak dalam rumah tangga yang terasa seperti penjara—suami yang dingin, kata-kata yang menyakitkan, dan mertua yang menuntut cucu seolah hidup Alia hanya berharga jika ia bisa memberi keturunan. Hingga suatu malam sebuah kecelakaan kecil mempertemukannya dengan Arhan, seorang mahasiswa yang tanpa sengaja melihat bagaimana suami Alia merendahkan harga dirinya di depan umum meski berbisik. “Udah mandul, masih nyusahin.” Satu kalimat itu mengubah segalanya. Bukan hanya bagi Alia-tapi juga bagi Arhan Ketika perhatian kecil berubah menjadi kedekatan, dan kedekatan berubah menjadi kebutuhan… muncul fakta yang selama ini dikubur: Alia bukanlah pihak yang mandul. Rahasia itu menjadi pintu ke hubungan terlarang yang tak pernah mereka bayangkan. Yang bisa memberi Alia sesuatu yang tak akan pernah ia dapatkan dari suaminya. Namun setiap pilihan memiliki konsekuensi. Dan di antara rasa bersalah, hasrat, dan luka yang lama terpendam, Alia harus memilih: menyelamatkan dirinya… atau mempertahankan pernikahan yang sejak awal tak pernah memihaknya.
Read
Chapter: Bab 143: Dimana Alia?
"Ini... ini tulisan dia," bisik Arhan, suaranya tercekat di tenggorokan.Rendra yang sejak tadi menahan napas langsung menoleh tajam. "Siapa? Kamu tahu siapa bajingan ini?!""Bagas," jawab Arhan, matanya melotot menatap kosong. "Dia mahasiswa bimbingan Kak Alia juga, satu kelas denganku. Dia anak kesayangan jurusan. Aku sering liat tulisan tangan ini di papan tulis waktu dia presentasi tugas kelompok. Nggak salah lagi, ini tulisan Bagas!"Mendengar nama itu, Rendra tidak membuang waktu. Rendra langsung mengerahkan seluruh koneksi dan tim keamanan siber perusahaannya, sementara Arhan memberikan segala detail informasi mengenai Bagas.Bagas layaknya hantu. Semenjak tulisan yang dia kirim dibelakang polaroid, dia hilang seperti di telan bumi bahkan tempat tinggalnya kosong dan pemilik kosan bilang kalau dia sudah pindah sebulan yang lalu, dan tidak tahu kemana dia pindah setelahnya. Bagas yang hilang begitu juga Alia, tak ada yang tahu dia kemana seakan dunia dua pria itu hancur melihat
Last Updated: 2026-07-10
Chapter: Bab 142: Penculikan
Deru mesin sepeda motor, dia tidak memedulikan angin malam yang menghantam wajahnya tanpa ampun, ataupun beberapa kali bannya selip saat melewati jalanan berbatu yang sepi."Bertahan, Kak... please, bertahan," bisik Arhan di balik helmnya, napasnya memburu.Begitu sampai di koordinat yang dituju, Arhan langsung mengerem keretanya dengan kasar hingga menciptakan bunyi decitan panjang di atas tanah kering. Arhan melompat dari motornya tanpa mencabut kunci. Dia berlari menerobos pintu besi gudang yang sudah berkarat dan setengah terbuka."Kak Alia?! Kak?!" teriak Arhan, suaranya menggema parau di dalam ruangan luas yang pengap dan berdebu itu.Dia menyalakan senter dari ponselnya, mengarahkan cahayanya ke segala penjuru arah. Jantungnya berdegup kencang, bersiap menghadapi penyergapan atau baku hantam dengan bajingan yang nekat menculik dosennya.Namun, tidak ada siapa-siapa di sana. Gudang itu kosong, sampai akhirnya sorot senter ponselnya menangkap sebuah kursi kayu yang tegak di tengah
Last Updated: 2026-07-07
Chapter: Bab 141: Drama Apa Ini?
Hanya dalam hitungan detik, dada Alia terasa sesak, pandangannya yang memang sudah kabur oleh air mata langsung diselimuti titik-titik hitam yang berputar cepat, hingga akhirnya kesadarannya tumbang sepenuhnya. Tubuhnya mendadak lemas, jatuh pasrah di dalam dekapan pria asing bertopeng tersebut.Pria itu mendengus pelan, memastikan korbannya benar-benar sudah tidak berdaya. Dia mengangkat tubuh Alia yang pingsan ke atas bahunya, menyambar koper pakaian Alia di sudut ruangan, lalu melangkah keluar melalui pintu penghubung rahasia di dalam kamar mandi yang entah bagaimana bisa dia akses. Kamar hotel nomor 204 itu kembali sunyi senyap, menyisakan bau kimia yang menguar tipis di udara dan selimut yang acak-acakan di atas ranjang.Sementara itu, di luar gedung hotel Arhan berjalan gontai menyusuri trotoar. Langkah kakinya terasa begitu berat, seolah ada beban berton-ton yang mengikat pergelangan kakinya. Dia merogoh saku celananya, berniat mengambil kunci sepeda motor namun kedua sakunya k
Last Updated: 2026-07-06
Chapter: Bab 140: Siapa Dia?
"Benar, Pak Rendra..." cicit Arhan, suaranya dibuat bergetar seolah ketakutan setengah mati pada wibawa Rendra. Dia mengeluarkan beberapa map folio dan sebuah laptop kecil dari dalam tasnya, memperlihatkannya kepada Rendra dan dua pria tegap di belakangnya. "Aku cuma mengantar berkas-berkas ini atas perintah Bu Alia. Tadi sore setelah urusan di rektorat selesai, aku kembali ke ruang dosen untuk mengambil barang-barang ini. Karena jalanan macet dan aku harus mengurus administrasiku dulu, aku baru aja sampai di hotel ini. A ku gak ada niat macem-macem kok, Pak."Rendra menatap map-map folio yang ditunjukkan Arhan dengan tatapan tidak percaya. Dia melirik ke arah salah satu pria berjas kulit di belakangnya. Pria itu, yang ternyata adalah seorang mantan interogator kepolisian yang disewa Rendra, maju selangkah lalu menatap intens ke arah gestur tubuh Arhan dan Alia."Bu Alia," pria tegap itu membuka suara, nadanya menyelidik. "Pelacakan kami menunjukkan adanya panggilan dari nomor satelit
Last Updated: 2026-07-06
Chapter: Bab 139: Melindungi Monster
"Arhan... cinta itu bukan seperti ini," bisik Alia pelan, suaranya terdengar sangat lelah. "Kamu gak bisa maksa seseorang buat tinggal dengan cara membakar seluruh dunianya."Arhan menunduk, bahunya bergetar lagi. "Aku tahu, Kak... aku tahu aku bodoh. Tapi tolong... tolong jangan tinggalin aku. Aku bakal kerja apa aja setelah ini. Aku bakal keluar dari kampus kalau Kakak mau. Aku bakal buru-buru cari kerjaan legal, kumpulin uang buat beli susu bayi ini. Asalkan... asalkan Kak Alia ada di sampingku. Tolong, Kak..."Suasana di dalam kamar hotel melati itu kembali sunyi, hanya menyisakan suara isak tangis Arhan yang perlahan mereda menjadi helaan napas pasrah. Alia menatap langit-langit kamar dengan pandangan kosong. Hidupnya sudah bergeser dari satu drama pernikahan yang dingin, masuk ke dalam lingkaran obsesi anak muda yang berbahaya.Arhan perlahan bangkit dari posisi berlututnya. Dia meletakkan ponsel murah berisi rekaman video itu di atas kasur, tepat di depan Alia."Ini... aku sera
Last Updated: 2026-07-06
Chapter: Bab 138: Pengakuan
Arhan mematikan rekaman suara di ponselnya, lalu memasukkannya kembali ke dalam saku jaket dengan gerakan santai. Dia melangkah maju, mengikis jarak di antara mereka, membuat Alia terus mundur ketakutan hingga bagian belakang lututnya membentur tepian ranjang."Maaf ya, Kak Alia sayang... aku terpaksa harus main kotor kayak gini," ucap Arhan, suaranya kembali normal, namun nadanya terdengar begitu dingin dan penuh manipulasi.Arhan membungkukkan tubuhnya, menatap lurus ke dalam mata Alia yang dipenuhi air mata keputusasaan. "Siang tadi di koridor, aku sadar satu hal saat melihat Rendra membelamu. Pria dewasa yang mapan kayak dia gak bakal pernah bisa dikalahin oleh bocah kayak aku. Kalau aku main bersih, Kak Alia cepat atau lambat pasti bakal milih balik sama dia karena kemapanannya, atau Kak Alia bakal milih hidup mandiri dan ninggalin aku."Arhan menyunggingkan senyuman liciknya, tangannya perlahan terangkat untuk mengusap air mata di pipi Alia yang kaku karena syok."Aku gak mau ke
Last Updated: 2026-07-05
Menikah Karena Visa

Menikah Karena Visa

Elena Santoso, arsitek muda asal Cakrawana, hampir kehilangan izin tinggal di Castelvaux. Terdesak waktu, ia nekat mengajak Daniel Harper—rekan kerja yang pendiam dan tak pernah ia perhitungkan—untuk menikah pura-pura demi menyelamatkan kariernya. Tapi semua jadi rumit saat mereka harus tinggal bersama di kota kecil Tenebris. Keluarga Daniel percaya sepenuhnya pada kebohongan mereka. Saat masa lalu Elena datang mengejar, dan media mulai mencium skandal, perasaan yang seharusnya pura-pura berubah jadi sesuatu yang nyata. Kini, Elena harus memilih: mempertahankan kebohongan demi ambisinya, atau jujur pada hati—meski itu berarti kehilangan segalanya.
Read
Chapter: BAB 234 : Tamat
Cahaya matahari menembus tirai kamar dengan lembut, menghangatkan udara pagi yang segar. Burung-burung di luar jendela berkicau riang, dan dari dapur terdengar samar suara panci serta aroma kopi yang baru diseduh. Elena masih terlelap di pelukan Daniel ketika pintu kamar tiba-tiba diketuk keras. “Bangun! Hei, pengantin baru! Sudah jam delapan, kalian mau tidur sampai siang?” suara ceria itu jelas milik Lily, adik Daniel. Daniel bergumam pelan, separuh sadar. “Mmhh… Lily… lima menit lagi…” Pintu terbuka sedikit, dan kepala Lily menyembul masuk. “Lima menit? Lima menitmu bisa jadi satu jam, Kak. Mama nyuruh turun sarapan, semua orang udah nunggu.” Elena langsung membuka mata, panik kecil. Ia menyadari posisi mereka masih berpelukan, rambutnya berantakan dan selimut agak melorot. “Lily! Kau nggak bisa asal masuk begini—” Lily tertawa kecil, menutup pintu lagi tapi masih sempat menyelipkan kalimat, “Kau sekarang bagian dari keluarga, kak Elena. Nggak usah malu-malu!” Pintu te
Last Updated: 2025-10-12
Chapter: BAB 233 : Epilog tanpa Prolog
Setahun kemudian Musim semi membawa keharuman manis ke seluruh taman pusaka yang kini dipenuhi bunga liar. Tempat yang dulu hanyalah proyek kini berubah menjadi lokasi paling indah di Maple Hollow — dan di sinilah, di bawah langit biru muda, Elena dan Daniel akhirnya mengucapkan janji suci mereka. Tamu-tamu dari berbagai kalangan berbeda berkumpul: rekan kerja dari Molgrad yang sibuk mengambil foto, keluarga besar Daniel Harper yang duduk di barisan depan bersama ibu dan nenek Rose, hingga keluarga Elena yang datang dari Cakrawana dengan pakaian tradisional lembut berwarna biru dan emas. Suasana terasa hangat, seolah budaya dua tempat itu menyatu dalam satu napas cinta. Daniel berdiri di altar sederhana yang dihiasi daun maple dan kain tenun khas Cakrawana. Ketika Elena berjalan perlahan menghampirinya dengan gaun putih gading dan buket bunga liar di tangan, Daniel sampai kehilangan kata. Ia tersenyum gugup tapi matanya tak lepas dari Elena. “Kalau aku pingsan, tolong tangk
Last Updated: 2025-10-12
Chapter: BAB 232 : Usai Tiga Bulan
Tiga bulan berlalu sejak Daniel mulai mengerjakan proyek besarnya. Kini, rancangan itu akhirnya rampung sepenuhnya. Hanya tinggal menunggu tahap pembangunan fisik selama dua bulan ke depan. Saat Daniel menatap hasil desain yang terbentang di layar komputernya, ia tak bisa menahan senyum kecil — rasa puas sekaligus lega bercampur jadi satu. Proyek ini bukan sembarang taman. Ia dan Elena menamainya “Taman Lintas Budaya”, sebuah ruang hijau yang memadukan keindahan khas Cakrawana — tempat asal Elena — dengan nuansa hangat dan arsitektur khas Molgrad. Setiap detailnya seolah bercerita tentang perjalanan mereka; tentang dua dunia yang berbeda namun akhirnya berpadu menjadi satu kesatuan yang harmonis. Sejak Daniel menyatakan perasaannya tiga bulan lalu, hubungan mereka berubah menjadi sesuatu yang nyata. Tidak lagi sekadar rekan kerja atau pasangan pura-pura demi visa. Kini mereka benar-benar hidup bersama, berbagi ruang, waktu, bahkan rutinitas kecil sehari-hari yang dulu terasa sepel
Last Updated: 2025-10-12
Chapter: BAB 231 : Momen Terindah
Sore itu, langit Molgrad mulai berwarna jingga saat para karyawan beranjak pulang dari kantor. Elena sempat menoleh ke arah meja Daniel yang kosong.“Kamu nggak pulang bareng?” tanyanya sebelum berpisah. Daniel tersenyum tipis, menatap layar laptopnya. "Aku ada urusan sedikit, kamu duluan aja. Jangan lupa makan, ya.” Elena mengangguk. “Baiklah. Tapi jangan pulang kelamaan.” “Janji,” jawab Daniel dengan senyum kecil. Namun janji itu ternyata membuat Elena menunggu hingga malam. Waktu terus berjalan. Pukul delapan malam, Daniel belum juga pulang. Telepon yang Elena lakukan hanya berakhir di nada sambung tanpa jawaban. Hatinya mulai tak tenang.“Dia jarang begini…” gumamnya cemas sambil menatap layar ponsel. Pukul sepuluh lewat, baru sebuah panggilan masuk dari nomor tak dikenal."Halo?” Suara di seberang terdengar tergesa, distorsi samar di antara deru angin. “Anda Elena, istri Daniel Harper?” “Iya, benar. Ada apa ini?” “Mohon maaf, kami butuh Anda segera datang ke a
Last Updated: 2025-10-11
Chapter: BAB 230 : Menuju Kebahagiaan
Keesokan paginya, udara Molgrad terasa sejuk dengan langit yang cerah. Elena dan Daniel berjalan berdampingan di trotoar bandara sambil membawa koper besar milik ayah Daniel. Lelaki paruh baya itu tampak santai, tapi senyumnya menyimpan sedikit berat hati. “Kalian nggak usah repot-repot nganter, Ayah bisa naik taksi sendiri,” katanya sambil tertawa kecil. “Nggak bisa begitu, Yah,” sahut Daniel cepat. “Nanti Nenek kirim surat marah kalau tahu kita nggak nganterin Ayah.” “Benar, Yah,” tambah Elena tersenyum. “Nanti beliau pikir kita anak durhaka.” Mereka bertiga tertawa bersama. Begitu sampai di area keberangkatan, suasananya mulai terasa sendu. Suara pengumuman penerbangan bergema dari pengeras suara, dan aroma kopi dari kafe bandara mengiringi keheningan kecil di antara mereka. Ayah Daniel menatap keduanya dengan lembut.“Daniel, jaga dirimu baik-baik, Nak. Ayah tahu kamu keras kepala… tapi kali ini keras kepalamu mengarah ke hal yang benar.” Daniel menunduk sedikit, tersen
Last Updated: 2025-10-11
Chapter: BAB 229 : Akhir yang Bagus
Daniel menatap ayahnya cukup lama, mencoba mencerna kabar itu. Pindah ke Maple Hollow? Kota tempat semuanya dimulai — dan juga tempat semua kenangan masa lalu tertinggal. Elena menunduk, memikirkan banyak hal yang akan berubah jika mereka benar-benar menerima tawaran itu. Namun, sebelum suasana menjadi terlalu berat, Daniel akhirnya tersenyum kecil. "Yah… kalau itu memang yang terbaik untuk pengembangan taman kota dan proyek baru, aku akan pikirkan,” katanya tenang. “Tapi kali ini aku nggak mau meninggalkan Molgrad sepenuhnya. Aku masih punya mimpi yang belum selesai di sini.” Ayahnya menatap anaknya dengan tatapan bangga."Ayah sudah tebaik kamu akan jawab apa"Elena menoleh ke Daniel, "Kamu beneran mau milih tinggal di Molgrad?" “Iya. Aku bisa mengelola usaha pembibitan keluarga dari jarak jauh. Lagipula, sekarang semua bisa dilakukan online. Ada manajer di sana, aku bisa kontrol dari sini,” jelas Daniel dengan mantap. Elena menatapnya, tersenyum lebar.“Itu artinya kamu bi
Last Updated: 2025-10-10
You may also like
COWOK BERMATA DINGIN
COWOK BERMATA DINGIN
Romansa · Andi Sasa
4.5K views
Sang Penari Pujaan Hati
Sang Penari Pujaan Hati
Romansa · pramudining
4.5K views
Rahasia Hati Mafia Dingin
Rahasia Hati Mafia Dingin
Romansa · Ziya_Khan21
4.5K views
Seamin Tak Seiman
Seamin Tak Seiman
Romansa · Queennsa
4.5K views
Misi Bertemu Cinta
Misi Bertemu Cinta
Romansa · Alvin NH+
4.5K views
Mercusuar
Mercusuar
Romansa · Andrea Lee
4.5K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status