Home / Romansa / AH! BRONDONGKU SAYANG / Bab 95 : Pagi Cerah

Share

Bab 95 : Pagi Cerah

Author: Kim Hwang Ra
last update publish date: 2026-05-23 22:02:09

Sinar matahari pagi menerobos masuk melalui celah gorden kamar tamu yang lupa ditutup rapat semalam. Alia melenguh pelan, mencoba menggerakkan badannya. Namun, begitu ia menggeser posisi tubuhnya di atas kasur, sebuah rasa nyeri yang tumpul seketika menjalar di area pinggang dan bagian bawah tubuhnya. Kepalanya juga terasa agak berat dan pening.

Detik itu juga, potongan-potongan ingatan tentang apa yang terjadi semalam mendadak berputar kembali di benaknya seperti rol film.

"Aaaahhh!"

Alia menj
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • AH! BRONDONGKU SAYANG   Bab 103 : Keputusan Pahit

    "Iya, Bu," balas Rendra, sekaligus menutupi fakta bahwa dialah yang sebenarnya ditolak oleh Alia di villa malam itu. "Seminggu ini jadwal kantor pusat sedang banyak pekerjaan karena audit eksternal. Aku selalu pulang tengah malam dan langsung tidur karena kecapekan."Rendra melirik Alia sekilas sebelum melanjutkan. "Alia juga sama. Minggu ini di kampusnya lagi padat jadwal ujian. Dia sering pulang sore. Kami berdua sama-sama sibuk dan stres dengan pekerjaan masing-masing. Bagaimana mungkin kami bisa memikirkan hal seperti itu kalau untuk mengobrol saja waktunya hampir tidak ada?"Ibu Rendra mendengus kencang, menyandarkan kembali tubuhnya ke jok belakang dengan melipat kedua tangannya di dada. Wajahnya tampak sangat tidak puas."Alasan saja! Bilang saja kalau istrimu itu yang memang tidak berniat memberikanmu keturunan," cibir ibunya dengan nada meremehkan. "Wanita karier kalau sudah keasyikan memang egois. Tidak memikirkan kewajibannya melayani suami di ranjang. Mau jadi apa pernikah

  • AH! BRONDONGKU SAYANG   Bab 102 : Kebohongan Pertama

    Satu minggu telah berlalu, malam ini suasana di salah satu ballroom hotel bintang lima di pusat kota tampak sangat megah dan berkilauan. Rendra dan ibunya memutuskan untuk mengadakan sebuah pesta makan malam kecil-kecilan—yang sebenarnya tidak bisa dibilang kecil karena dihadiri oleh belasan kolega bisnis penting keluarga mereka.Malam ini adalah tenggat waktu di mana Alia harus "membuktikan" rahimnya sehat. Namun, sejak acara dimulai dua jam yang lalu, tidak ada satu pun orang di ruangan itu—baik Rendra, ibunya, maupun Desy—yang membahas atau menyinggung tentang perjanjian tersebut."Rendra," panggil Alia pelan, menyentuh lengan jas suaminya yang sedang asyik mengobrol.Rendra menoleh sejenak, "Ya, ada apa?""Aku... aku mau ke kamar mandi sebentar," bisik Alia.Rendra hanya mengangguk sekilas. "Oh, ya sudah. Jangan lama-lama."Tanpa menjawab, Alia langsung membalikkan badannya dan melangkah keluar dari ballroom yang bising itu, mencari ketenangan di koridor luar hotel yang lebih sepi

  • AH! BRONDONGKU SAYANG   Bab 101 : Perasaan Aneh

    Keesokan paginya, mereka berdua kembali ke rutinitas masing-masing. Rendra mengantarkan Alia hingga ke depan gerbang kampus sebelum pria itu melesat membelah jalanan menuju kantor pusat perusahaannya.Alia menjalani hari itu seperti biasa. Ia mencoba menenggelamkan seluruh kemelut pikirannya ke dalam lembar-lembar materi perkuliahan. Setelah mengajar di beberapa kelas yang cukup menguras tenaga, sore harinya seluruh jadwal mengajar Alia akhirnya selesai. Lorong-lorong gedung utama lantai dua mulai tampak lengang ketika Alia berjalan perlahan menuju tangga utama yang menghubungkan area tersebut dengan lobi bawah.Namun, tepat saat kakinya baru saja akan menginjak anak tangga pertama, sebuah suara berat yang sangat ia kenali terdengar sayup-sayup dari arah lorong buntu di sebelah kanan tangga—area dekat loker mahasiswa yang memang selalu sepi jika sore hari."Kamu jangan begini, Han. Dari kemarin ditelpon susah banget, dipesan juga cuma dibaca," suara lembut seorang wanita terdengar man

  • AH! BRONDONGKU SAYANG   Bab 100 : Kenikmatan Yang Tertunda

    Deg!Mendengar kalimat Rendra, jantung Alia seolah berhenti berdetak seketika. Bagaimana mungkin ia bisa melakukan hubungan intim dengan suaminya malam ini, sementara belum genap dua puluh empat jam yang lalu, tubuhnya baru saja dipenuhi oleh benih gairah dan sentuhan tanpa ampun dari Arhan?"Rendra... tunggu dulu," ujar Alia cepat, menahan dada Rendra dengan kedua telapak tangannya ketika pria itu mulai memajukan wajahnya untuk mencium bibirnya.Rendra menghentikan gerakannya, dahinya berkerut tipis. "Kenapa, Alia? Ada yang salah?"Alia memaksakan sebuah senyuman tipis yang tampak lemas, lalu memegang kepalanya sendiri. "Tapi... kayaknya tidak enak badan.... bolehkah kita melakukannya lain kali aja?" tolak Alia dengan halus, berharap suaminya bisa mengerti.Rendra terdiam sejenak. Ia menatap wajah Alia yang memang tampak sedikit pucat di bawah temaramnya lampu kamar."Pusing lagi?" gumam Rendra, nadanya terdengar agak kecewa. "Padahal aku sengaja bawa kamu ke sini biar kita punya wak

  • AH! BRONDONGKU SAYANG   Bab 99 : Villa Malam Itu

    Bzzz… Bzzz… Bzzz…Layar ponselnya menyala, Alia buru-buru merogoh tasnya, mematikan dering ponsel tanpa mengangkatnya, lalu menatap Arhan dengan tatapan yang sudah sepenuhnya mengeras."Maaf, Arhan. Aku harus pergi dan untuk tadi malam….. mungkin aku terbawa suasana aja," ujar Alia dengan suara yang bergetar namun tegas.Tanpa menunggu respons, Alia membalikkan badannya. Ia membuka pintu gudang dengan cepat dan melangkah keluar setengah berlari, dan meninggalkan Arhan di sana.Alia tiba di depan mobil Rendra dengan napas yang sedikit memburu. Ia segera membuka pintu penumpang dan masuk ke dalam, mencoba mengatur raut wajahnya seolah-olah tidak terjadi apa-apa baru saja."Kamu ngambil tas dan berkas aja kenapa bisa sampai dua puluh menit?" omel Rendra sambil mulai menginjak pedal gas. "Selalu saja buat masalah.""Maaf," sahut Alia pendek, matanya menatap lurus ke kaca depan. "Tadi merapikan beberapa dokumen nilai mahasiswa dulu di meja, makanya agak lama."Rendra hanya mendengus, namun

  • AH! BRONDONGKU SAYANG   Bab 98 : Do'a Aneh

    “Aku menginap di rumah teman SMA-ku,” sahut Alia cepat. Suaranya diatur sedatar mungkin. “Kamu pikir aku sanggup pulang kerumah?”Rendra menghela nafas, “Aku tau, tapi….” Rendra menyipitkan matanya. “Teman SMA yang mana, Alia? Setahuku, semua teman SMA-mu yang dekat sudah pindah ke luar kota setelah menikah. Siapa namanya? Di mana rumahnya?”Alia sudah mengantisipasi kecurigaan itu. “Risa. Kamu mungkin ngga bakal ingat karena dia jarang datang ke acara kumpul-kumpul. Dia baru aja pulang dari luar negri sebulan yang lalu karena mutasi kerja dan sekarang ngontrak rumah di daerah dekat pinggiran kota. Apa aku harus memberikan nomor teleponnya juga, biar kamu bisa menginterogasinya seperti penjahat?”Mendengar nada bicara Alia yang mulai meninggi dan penuh penekanan, Rendra tampak goyah.“Tidak.... bukan begitu maksudku,” ujar Rendra, suaranya melunak drastis. Ia menoleh, menatap istrinya dengan pandangan memelas. “Aku cuma panik. Aku takut kamu kenapa-napa di jalan.”Alia hanya diam, mem

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status