공유

Part 35 Musuh Lama

last update 최신 업데이트: 2026-01-04 09:11:08

“Apa kau benar-benar sudah menyerah dengan hubungan kalian?” Pertanyaan Seth menyadarkan Rhea dari lamunannya. Siang itu, keduanya makan di kantin. Tanpa Genna yang sakit dan tidak masuk kerja. Membuat suasana di antara mereka lebih sering diselimuti kesenyapan karena Rhea yang berubah menjadi pendiam. Sejak seorang Dario Carlos kembali ke hidup wanita itu, batinnya menggeram.

Mengingat bahwa dirinyalah yang juga ikut andil dalam kehancuran hubungan sang paman dengan wanita itu, Seth tak bisa memprotes untuk perubahan diri Rhea. Wanita itu menjadi lebih pendiam dan tertutup, bahkan dirinya nyaris tak pernah melihat senyum lagi di wajah murung itu.

“Percayalah, paman Enrio akan melakukan apa pun untuk membebaskanmu dari pernikahan itu. Jangan pernah menyerah.”

“Aku hamil.” Rhea menelan nasi di mulutnya, kemudian mendorong piringnya yang masih tersisa setengah dan meneguk air putihnya.

Seth membeku. Untuk sepuluh detik penuh, pria itu hany
이 책을.
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Ada Kembar Empat Di Balik Selimut   Part 50 Sumpah Enrio

    ‘Bagaimana cara dia terlibat dengan proyek itu?’ Rhea menarik napas dengan perlahan. ‘Awasi saja perkembangannya. Pastikan saja dia tidak mengambil manfaat yang tak dibutuhkan hanya karena pernikahan Angela dan Enrio.’Rhea mengetuk pintu setelah Dario mengakhiri panggilan tersebut. Mendorong pintu dan berjalan masuk dengan ketenangan yang terjaga. “Makan malammu.”Dario menutup berkas dan mematikan layar komputer. Menyingkirkan semua yang ada di depannya untuk nampan yang dibawa Rhea. “Anak-anak?”“Sudah tidur setelah makan.”Dario mengangguk singkat. Menangkap lengan Rhea sebelum membalikkan badan. “Temani aku.”Rhea membeku, memberikan satu anggukan dan duduk di kursi di depan meja. Tak ada perbincangan apa pun selama Dario menandaskan isi piring dan cangkir kopinya. “Aku akan membawanya ke dapur.”“Biarkan saja.”Rhea kembali duduk di kursinya. Dario meletakkan nampan tersebut ke sudut meja, menatap lurus p

  • Ada Kembar Empat Di Balik Selimut   Part 49 Ibu Enrio

    Angela mengernyit, menatap Enrio yang memberinya anggukan singkat sebelum kemudian berpaling pada Rhea. Yang sama terkejutnya dengan Angela.Rhea menatap wanita paruh baya tersebut. Sejak mengenal Enrio dan berhubungan dengan pria itu, Enrio memang cukup tertutup tentang ibunya. Dan dari gosip yang pernah didengar dan tak sepenuhnya ia percaya, mengatakan bahwa ibu Enrio sudah mati dalam sebuah kecelakaan. Bahkan ada yang mengabarkan kalau wanita itu telah bunuh diri.Hubungan ibu Dario dan ibu Enrio memang tidak cukup baik. Sama seperti pertikaian antara Dario dan Enrio. Selebihnya, dirinya tak tahu apa pun.“Saya sangat senang bertemu dengan Anda, nyonya Renata.”“Panggil saja mama.” Renata merangkum wajah Angela dengan lembut. “Kau sangat cantik. Lebih cantik dari yang kubayangkan.”Rhea seketika merasa berada di tempat yang tidak tepat. Sejenak ia membalas tatapan Enrio lalu melangkah ke samping. Dan ia baru mendapatkan langkah p

  • Ada Kembar Empat Di Balik Selimut   Part 48 Wanita Itu

    Dengusan dingin yang membalasnya tentu saja bukan milik Enrio. Wajah Rhea terdongak dan meneguk ludahnya yang terasa pekat dengan ketegangan di wajah Dario. "D-dario?""Ya, sangat jelas ini aku, istriku.""A-aku ... kupikir kita salah kamar.""Ini memang kamar untuk kita.""T-tapi ...""Kenapa? Kau tak suka kejutannya?" Dario menelengkan kepalanya ke samping. Ya, memang ia sudah memesan ruangan ini dengan pengaturan sebaik mungkin untuk pasangan yang baru menikah."J-jadi ini memang ..." Rasa panas menyebar ke seluruh permukaan wajah Rhea.Dario tersenyum, sedikit merundukkan wajah untuk menyapukan ciuman di bibir Rhea. Bersamaan dengan denting pintu lift yang terdengar di belakangnya. "Aku harus mengurus sesuatu. Kau bersiaplah.""B-bersiap?"Dario mengambil kantong putih yang tepat berada di samping mereka. Menggenggamkan kantong tersebut di tangan Rhea.Rhea tak perlu membuka kanto

  • Ada Kembar Empat Di Balik Selimut   Part 47 Ancaman Paul

    Rhea tercekat napasnya sendiri. Menatap keraguan yang melekati tatapan Seth. "Kenapa dengan golongan darahmu?""Golongan darahku A-, dan mereka B. B+, B-, atau B saja tapi mereka memiliki golongan darah yang sama. Apakah mungkin aku anak angkat keluarga ini?""Apa yang kau bicarakan, Seth? Kau tidak mabuk, kan?"Seth menggeleng dengan lesu, kemudian menjatuhkan kepalanya di punggung sofa sambil memasang muka cemberut yang dibuat-buat. "Pikiranku lebih aneh lagi saat mabuk.""Oh ya?""Hanya pemikiranku saja. Aku selalu menjadi orang yang asing di tengah paman Enrio dan Dario. Mereka ... seolah tidak sama denganku.""Apa maksudmu?""Kau tahu, kakek dan nenek memiliki mata hijau. Itulah sebabnya paman Dario, paman Enrio dan papaku juga memilikinya. Dan kau bisa lihat mereka." Seth menunjuk keempat kembar. Yang memang memiliki manik hijau meski dengan cara yang berbeda. Ada yang terang seperti milik Caiiley, sediki

  • Ada Kembar Empat Di Balik Selimut   Part 46 Permohonan Rhea

    “Kau terlihat seperti bersungguh-sungguh,” gumam Dario tak peduli.“Aku memang.” Rhea merasakan matanya yang mulai perih dan kembali terbatuk. “Meskipun Enrio berusaha membujukku, aku sudah memutuskan keputusanku dan tak akan merubahnya. Aku tak mungkin menukar cintaku dengan si kembar. Aku akan mulai melupakan perasaan cintaku padanya.”Mata Dario memicing tajam.“Kumohon percayalah padaku.”“Kau terlalu banyak memohon, Rhea. Kau tak berpikir aku akan bosan mendengarnya?”“Aku akan melakukan apa pun yang kau inginkan?”“Apa pun?”Rhea mengangguk dengan cepat.“Tak masalah jika aku ingin anak darimu, kan?”Rhea membelalak. “A-anak?” Suaranya tercekat keras.“Kau tahu, anak adalah ikatan yang tak akan diputuskan dengan mudah. Yang akan selalu mengingatkan batasan untukmu saat kau lupa diri.”“T-tapi …”Dario melepaskan pegangannya, tubuh Rhea kembali tenggelam dan berusaha

  • Ada Kembar Empat Di Balik Selimut   Part 45 Pengaturan Diam-Diam Angela

    Dario melirik tak tertarik pada wanita yang sudah berdiri telanjang di hadapannya tersebut. Jubah tidurnya teronggok di lantai, melingkari kedua kaki jenjang tersebut. Well, harus diakuinya, wanita itu memiliki tubuh yang sempurna. Lekukan yang begitu menggoda dan ukuran dada yang membuat pria manapun meneteskan air liur. Tak lebih kecil dari yang dimiliki Rhea, tetapi milik Rhea terasa pas di tangannya.Sial, kenapa dia memikirkan Rhea? Matanya kembali menatap manik si wanita yang berpose memamerkan kesempurnaan tubuh dan wajahnya. Sangat tahu bagaimana cara menyenangkan seorang pria, dan lagi-lagi ia tak suka berselera pada wanita yang terlalu menginginkannya. Kepolosan Rhea selalu memberinya kepuasan dan saat ini juga, dirinya membayangkan membawa wanita itu ke tempat tidur. Dan sebaiknya bayangan ini tidak bertahan lama karena ia ingin segera melaksanakannya.“Berapa dia membayarmu?”Senyum si wanita membeku, dan seketika menyadari ketidak tertari

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 책을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 책을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status