Home / Romansa / Ada Kembar Empat Di Balik Selimut / Part 34 Menyenangkan Pandangan

Share

Part 34 Menyenangkan Pandangan

last update Last Updated: 2026-01-03 09:10:27

“Jadi biarkan dia memastikan kecurigaan apa pun yang dirasakannya.”

Rhea merasakan telapak tangannya yang mulai berkeringat. “Sebenarnya apa yang kau butuhkan dengan semua ini, Dario?!” Kemarahannya menutupi kegugupan yang memenuhi dadanya. “Kau lebih percaya anak buahmu dibandingkan aku, hah?”

“Seingatku, memang tidak ada kepercayaan di antara kita, sayang. Dan jangan buat aku salah paham karena kau mencemburui anak buahku sendiri. Toh aku tidak meniduri mereka.”

“Tidak ada!” Rhea melotot marah pada Eric dengan wajah yang merah padam. “Kalau kau juga tak mempercayaiku, kau bisa menemui dokter yang memeriksaku untuk memuaskan rasa penasaran tuanmu!” bentaknya kemudian mengambil kembali kertas hasil lab di meja, meremasnya dan melemparnya ke tempat sampah. Lalu berkata pada Dario dengan kemarahan yang lebih besar. “Kenapa aku harus repot-repot ke rumah sakit kalau anak buahmu lebih pintar dari dokter di sana?!”

“Maafkan saya, Nyonya. Saya
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Mifta Nur Auliya
bedanya hamilnya novel indo asli akan mudah dan rentan keguguran,beda lagi kehamilan versi luar atau cina walaupun di gempur kayak apa tetp bertahan
goodnovel comment avatar
Ivana Oktaviana
betul2 tahan napas klo Dario udh beraksi, blm kta2nya yg menusuk
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Ada Kembar Empat Di Balik Selimut   Part 50 Sumpah Enrio

    ‘Bagaimana cara dia terlibat dengan proyek itu?’ Rhea menarik napas dengan perlahan. ‘Awasi saja perkembangannya. Pastikan saja dia tidak mengambil manfaat yang tak dibutuhkan hanya karena pernikahan Angela dan Enrio.’Rhea mengetuk pintu setelah Dario mengakhiri panggilan tersebut. Mendorong pintu dan berjalan masuk dengan ketenangan yang terjaga. “Makan malammu.”Dario menutup berkas dan mematikan layar komputer. Menyingkirkan semua yang ada di depannya untuk nampan yang dibawa Rhea. “Anak-anak?”“Sudah tidur setelah makan.”Dario mengangguk singkat. Menangkap lengan Rhea sebelum membalikkan badan. “Temani aku.”Rhea membeku, memberikan satu anggukan dan duduk di kursi di depan meja. Tak ada perbincangan apa pun selama Dario menandaskan isi piring dan cangkir kopinya. “Aku akan membawanya ke dapur.”“Biarkan saja.”Rhea kembali duduk di kursinya. Dario meletakkan nampan tersebut ke sudut meja, menatap lurus p

  • Ada Kembar Empat Di Balik Selimut   Part 49 Ibu Enrio

    Angela mengernyit, menatap Enrio yang memberinya anggukan singkat sebelum kemudian berpaling pada Rhea. Yang sama terkejutnya dengan Angela.Rhea menatap wanita paruh baya tersebut. Sejak mengenal Enrio dan berhubungan dengan pria itu, Enrio memang cukup tertutup tentang ibunya. Dan dari gosip yang pernah didengar dan tak sepenuhnya ia percaya, mengatakan bahwa ibu Enrio sudah mati dalam sebuah kecelakaan. Bahkan ada yang mengabarkan kalau wanita itu telah bunuh diri.Hubungan ibu Dario dan ibu Enrio memang tidak cukup baik. Sama seperti pertikaian antara Dario dan Enrio. Selebihnya, dirinya tak tahu apa pun.“Saya sangat senang bertemu dengan Anda, nyonya Renata.”“Panggil saja mama.” Renata merangkum wajah Angela dengan lembut. “Kau sangat cantik. Lebih cantik dari yang kubayangkan.”Rhea seketika merasa berada di tempat yang tidak tepat. Sejenak ia membalas tatapan Enrio lalu melangkah ke samping. Dan ia baru mendapatkan langkah p

  • Ada Kembar Empat Di Balik Selimut   Part 48 Wanita Itu

    Dengusan dingin yang membalasnya tentu saja bukan milik Enrio. Wajah Rhea terdongak dan meneguk ludahnya yang terasa pekat dengan ketegangan di wajah Dario. "D-dario?""Ya, sangat jelas ini aku, istriku.""A-aku ... kupikir kita salah kamar.""Ini memang kamar untuk kita.""T-tapi ...""Kenapa? Kau tak suka kejutannya?" Dario menelengkan kepalanya ke samping. Ya, memang ia sudah memesan ruangan ini dengan pengaturan sebaik mungkin untuk pasangan yang baru menikah."J-jadi ini memang ..." Rasa panas menyebar ke seluruh permukaan wajah Rhea.Dario tersenyum, sedikit merundukkan wajah untuk menyapukan ciuman di bibir Rhea. Bersamaan dengan denting pintu lift yang terdengar di belakangnya. "Aku harus mengurus sesuatu. Kau bersiaplah.""B-bersiap?"Dario mengambil kantong putih yang tepat berada di samping mereka. Menggenggamkan kantong tersebut di tangan Rhea.Rhea tak perlu membuka kanto

  • Ada Kembar Empat Di Balik Selimut   Part 47 Ancaman Paul

    Rhea tercekat napasnya sendiri. Menatap keraguan yang melekati tatapan Seth. "Kenapa dengan golongan darahmu?""Golongan darahku A-, dan mereka B. B+, B-, atau B saja tapi mereka memiliki golongan darah yang sama. Apakah mungkin aku anak angkat keluarga ini?""Apa yang kau bicarakan, Seth? Kau tidak mabuk, kan?"Seth menggeleng dengan lesu, kemudian menjatuhkan kepalanya di punggung sofa sambil memasang muka cemberut yang dibuat-buat. "Pikiranku lebih aneh lagi saat mabuk.""Oh ya?""Hanya pemikiranku saja. Aku selalu menjadi orang yang asing di tengah paman Enrio dan Dario. Mereka ... seolah tidak sama denganku.""Apa maksudmu?""Kau tahu, kakek dan nenek memiliki mata hijau. Itulah sebabnya paman Dario, paman Enrio dan papaku juga memilikinya. Dan kau bisa lihat mereka." Seth menunjuk keempat kembar. Yang memang memiliki manik hijau meski dengan cara yang berbeda. Ada yang terang seperti milik Caiiley, sediki

  • Ada Kembar Empat Di Balik Selimut   Part 46 Permohonan Rhea

    “Kau terlihat seperti bersungguh-sungguh,” gumam Dario tak peduli.“Aku memang.” Rhea merasakan matanya yang mulai perih dan kembali terbatuk. “Meskipun Enrio berusaha membujukku, aku sudah memutuskan keputusanku dan tak akan merubahnya. Aku tak mungkin menukar cintaku dengan si kembar. Aku akan mulai melupakan perasaan cintaku padanya.”Mata Dario memicing tajam.“Kumohon percayalah padaku.”“Kau terlalu banyak memohon, Rhea. Kau tak berpikir aku akan bosan mendengarnya?”“Aku akan melakukan apa pun yang kau inginkan?”“Apa pun?”Rhea mengangguk dengan cepat.“Tak masalah jika aku ingin anak darimu, kan?”Rhea membelalak. “A-anak?” Suaranya tercekat keras.“Kau tahu, anak adalah ikatan yang tak akan diputuskan dengan mudah. Yang akan selalu mengingatkan batasan untukmu saat kau lupa diri.”“T-tapi …”Dario melepaskan pegangannya, tubuh Rhea kembali tenggelam dan berusaha

  • Ada Kembar Empat Di Balik Selimut   Part 45 Pengaturan Diam-Diam Angela

    Dario melirik tak tertarik pada wanita yang sudah berdiri telanjang di hadapannya tersebut. Jubah tidurnya teronggok di lantai, melingkari kedua kaki jenjang tersebut. Well, harus diakuinya, wanita itu memiliki tubuh yang sempurna. Lekukan yang begitu menggoda dan ukuran dada yang membuat pria manapun meneteskan air liur. Tak lebih kecil dari yang dimiliki Rhea, tetapi milik Rhea terasa pas di tangannya.Sial, kenapa dia memikirkan Rhea? Matanya kembali menatap manik si wanita yang berpose memamerkan kesempurnaan tubuh dan wajahnya. Sangat tahu bagaimana cara menyenangkan seorang pria, dan lagi-lagi ia tak suka berselera pada wanita yang terlalu menginginkannya. Kepolosan Rhea selalu memberinya kepuasan dan saat ini juga, dirinya membayangkan membawa wanita itu ke tempat tidur. Dan sebaiknya bayangan ini tidak bertahan lama karena ia ingin segera melaksanakannya.“Berapa dia membayarmu?”Senyum si wanita membeku, dan seketika menyadari ketidak tertari

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status