เข้าสู่ระบบ“Apakah benar di club akan diadakan acara?” tanya Dean tanpa memberikan sapaan lebih dulu atau kalimat pembuka lainnya. “Benar, Tuan. Saat ini saya sedang mengawasi beberapa ruangan VIP yang sedang kami bedah, karena ruangan-ruangan itu akan kami jadikan sebagai tempat transit artis dan juga asistennya nanti,” jawab Kokoh, dan dapat didengar oleh Dean suara-suara berisik manusia dan juga beberapa gesekan barang berat yang sedang dipindah posisi disana. “Siapa artisnya?” tanya Arkananta penasaran. “Aduh, saya juga nggak terlalu ingat namanya, nggak yang terkenal banget sih, dan ini juga karena ada salah satu pengusaha yang sedang berulang tahun, jadi tim mereka menyewa club kita untuk merayakannya dan meminta kita untuk menjaga keamanan supaya tidak ada tamu diluar undangan yang datang, dan juga harus memastikan supaya tidak ada paparazi disini,” ucap Kokoh. “Lalu tujuan kamu menghubungi Rey untuk apa?” tanya Dean. “Tadi tuan Rey sempat menanyakan tentang job desk Caramel di mala
“Benar kata mommy, laki-laki itu harus aktif dan agresif ya kalau menyangkut tentang wanita. Patutlah aku sampai saat ini masih single.” Dean terus menggeser layar handphone untuk melihat semua postingan akun media sosial Caramel.“Pantas saja wanita itu terlihat sangat depresi dan juga menyedihkan, ternyata hubungan asmara keduanya sangat lah lama ya. Hahaha,” gumam Dean, kemudian ia berpindah posisi menjadi tiduran dengan posisi miring ke kiri.“Tapi, pacaran juga untuk apa jika endingnya tetap berpisah? Buang-buang waktu iya, dinikahin enggak.” Mulut lantam Dean kembali bersabda, pria itu sangat kasihan sekali terhadap percintaan buruk yang dijalani oleh Caramel.“Apakah lebih baik aku minta Kokoh untuk memindahkan saja tempat kerja Caramel di cabangku? Setidaknya wanita itu tidak akan bisa ditemukan dan di ganggu lagi oleh mantan kekasihnya,” lirih Dean dengan tubuh sudah duduk tegak di kasur.“Walaupun rencanaku sangat to much, tapi peranku membuat keputusan ini pasti akan sangat
“Dean, apakah mau kita bawa masalah ini ke hukum saja?” Rey memperhatikan gerak-gerik Dean yang hanya fokus pada layar ponsel, auranya terlihat sedang marah pada suatu hal sehingga Rey berinisiatif untuk mendekat pada Dean. “Kau mendapat kabar update apa dari orang suruhanmu itu?” tanya Rey setelah berhasil mengintip sesuatu yang sedang dilihat Dean. “Aku juga tadi sempat menanyakan jadwal kegiatan Dirga untuk hari esok kepada sekretarisnya. Dia ada waktu senggang di sore hari, apakah kau mau menemui dia di antara jam 4 sampai 6?” tanya Rey dan ia masih berhati-hati memilih kalimat supaya amarah Dean tidak semakin terpancing. “Tidak perlu. Biarkan saja waktu yang memaksanya untuk meminta maaf kepadaku,” sahut Dean dan sungguhan membuat Rey sangat syok. “Kau serius, Bro?” Rey mengedipkan mata beberapa kali saking tidak menyangkanya jika Dean akan membuat keputusan seperti ini. “Ya, aku serius. Sekarang kau istirahatlah, terima kasih banyak karena sudah membantuku untuk menemukan
Caramel tersedak, ia langsung segera minum air putih, rasa sakit sekaligus panas pada tenggorokannya sangat terasa sekali, karena ia memilih seafood dengan varian saus padang. “Oh, jadi ini alasan kamu selalu memblokir nomorku dan sama sekali tidak memberikan aku kesempatan untuk menemuimu lagi, Caramel?” Caramel mengepalkan tangannya melihat pria yang teramat sangat ia benci pada kehidupan ini justru kembali lagi menampakkan wajah di hadapannya dengan urat malu yang sudah putus. “Apa? Kenapa kau memelototi aku seperti itu? Urusan kita bahkan belum pernah selesai, Cara, tapi justru kau malah sudah jalan dengan pria lain? Wahhhh, bravooo!!!!” Gesta bertepuk tangan dengan raut wajah yang sangat menyebalkan. “Urusan apa? Bukankah aku dan kamu sudah tidak punya urusan apapun? Kau urus saja jalang itu, supaya dia makin pintar merawat badan juga wajahnya agar kamu semakin terpikat!” ucap Caramel, ucapannya sangat sarkas membuat Andi dan juga Gesta sangat terkejut, karena Caramel yang se
“Kokoh ….” Caramel terdiam sebentar, karena ia tidak akan mungkin mengatakan alasan yang sebenarnya, bisa-bisa kejadian memalukan itu akan tersebar kemana-mana. Kokoh menarik Caramel supaya menjauh lebih dulu dari orang-orangnya Dean. “Maaf, Koh, Cara pikir Cara bisa mengakses CCTV, ternyata tidak semudah itu ya?” ucap Caramel, ia masih belum menemukan alasan yang pas untuk menjawab pertanyaan dari Kokoh. “Sekarang memang seperti itu, ini semua dikarenakan telah terjadi beberapa hal. Lalu, kau belum menjawab pertanyaan Kokoh yang tadi. Kenapa kamu tiba-tiba banget mau memeriksa rekaman CCTV? Kamu kan paling malas jika Kokoh suruh untuk memeriksa CCTV jika telah terjadi suatu hal. Namun sekarang …?” tanya Kokoh. “Itu hanya tentang meluruskan kesalahpahaman saja dengan pelanggan, Koh. Tapi bukan suatu hal yang sangat fatal kok,” jawab Caramel. Sebisa mungkin Caramel tidak menunjukkan wajah paniknya saat mengatakan sebuah kebohongan itu. “Jika memang hal seperti ini terjadi lagi dan
“Aku hanya bertanya saja, kenapa kamu sampai terkejut seperti itu?” Sisil menatap curiga pada Caramel, karena menganggap respon yang diberikan sahabatnya ini terlalu berlebihan, padahal pertanyaan yang sedang ia tanyakan hanyalah pertanyaan biasa yang bisa ditanyakan oleh siapa saja. “Aku sedang tidak memiliki hubungan apapun dengan lawan jenis, Sil. Memangnya ada apa? Kenapa tiba-tiba sekali malah bertanya mengenai tuan Dean?” tanya Caramel, ia bertanya dengan sangat hati-hati supaya dirinya tidak terjebak dengan pertanyaannya sendiri. “Aku ingin mengejutkan kamu begitu kamu sedang menutup pintu ruanganmu dan tidak sengaja mendengar ucapanmu tadi. Apakah kau memiliki hubungan dengan tuan Dean?” Sekali lagi Sisil bertanya dan kali ini bisa dengan segera disangkal oleh Caramel. “Tidak ada hubungan apapun. Aku menyebut nama tuan Dean hnya karena takut tidak bisa mengakses CCTV karena jabatanku disini hanyalah sebagai kepala divisi saja kan. Jadi aku sempat berpikir kalau yang bisa me







