Share

Terlalu Sibuk

Author: Dita SY
last update Huling Na-update: 2025-10-18 08:00:53
Pada pukul sembilan malam, Dirga menutup Klinik yang dibangun dari hasil keringat sendiri saat bekerja di Pabrik milik orang tua Febby.

Dalam waktu satu tahun saja, ia bisa mendirikan Klinik yang diimpikan sejak dulu.

Baginya Klinik yang diberi nama D-&-F itu adalah rumah kedua, yang menjadi tempat untuk mewujudkan mimpinya sebagai Dokter Hebat setelah sempat vakum beberapa tahun.

Dulu, namanya sebagai seorang Dokter Kandungan Terbaik harus hancur karena skandal perselingkuhan, tetapi setelah semua berlalu, ia kembali mendapatkan surat ijin praktek.

Tidak mudah mendapatkan semua seperti sekarang. Terlalu banyak yang harus dikorbankan, termasuk waktu bersama Istri dan kedua anaknya.

Saat ini ... setelah semua petugas medis dan petugas administrasi pulang, Dirga mulai mengemasi mejanya dan memegang ponsel yang sejak tadi diletakkan di samping foto sang istri.

Deg!

Matanya membulat sempurna saat melihat belasan kali panggilan tak terjawab masuk dari 'My Wife' nama yang te
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (4)
goodnovel comment avatar
Ognindi Wingky
sbnrnya spt g masuk akal aja kl Anggun selamat.. khan mbl masuk jurang n selamat mbl penjara khansemua pakai tralis... tp yaa sutraaa namanya Novel yaaa
goodnovel comment avatar
Harsa Amerta Nawasena
Kita ikuti saja novel ini sampai episode terakhir dan aku rasa tebakanku benar, kalau Dirga suami yang penyayang, lembut dan setia hanya kepada Febby istrinya dan kedua anaknya
goodnovel comment avatar
Harsa Amerta Nawasena
Dan siapapun itu, entah Anggun yang berubah wajah dan nama menjadi Jelita karena OPLAS akibat kecelakaan ledakan mobil yang menimpanya dahulu, aku YAKIN Dirga gak bakal tergoda.
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Ah! Enak Mas Dokter   Membunuh Prams

    Amerika~Dokter Yohanes melangkah masuk ke ruang operasi yang dingin dan steril, udara berhembus pelan dari ventilasi di atas langit-langit.Lampu-lampu operasi yang terang menyilaukan menyorot meja bedah yang sudah tertata rapi dengan alat-alat bedah berkilau dan tertutup kain steril berwarna hijau.Wajahnya tampak serius, alisnya berkerut tipis saat menatap setiap sudut ruangan. Dengan gerakan cekatan, ia memeriksa kondisi alat-alat, scalpel, klem, jarum, serta tabung-tabung oksigen yang tersusun sempurna.Tangannya yang sudah terbiasa bekerja di bawah tekanan menyentuh monitor jantung dan oksimeter, memastikan semua alat berfungsi tanpa cela.Napasnya teratur, tapi ada ketegangan yang merayap di dada, menandakan betapa penting operasi ini.Sambil menyesuaikan masker dan pelindung wajah, ia mengangguk pelan pada Perawat yang berdiri di samping, memberi isyarat bahwa ruang sudah siap dan waktu operasi segera dimulai."Katakan pada keluarga pasien kecil kita, operasi ketiga akan dimul

  • Ah! Enak Mas Dokter   Kata Cinta

    Suara desahan Prams yang berat dan kasar menggema di seluruh kamar, menembus keheningan yang dingin oleh AC yang menyala kencang.Elina tersenyum manis, menatap sosok pria di atasnya dengan mata setengah terpejam, dada berdebar tak menentu."Euhmm! Ssttt! Tuan." Ia mengigit bibir, menikmati sentuhan nakal tangan sang Mafia di dadanya yang bulat dan kenyal.Tubuh Prams yang tinggi, berotot dan berkilat keringat itu mengungkungnya dengan kekuatan yang membuat Elina seakan terperangkap dalam pusaran gelora.Keringat mereka bercampur, menetes di punggung dan lengan Elina, membasahi kain sprei yang licin."Ughh!" Mata Elina terpejam rapat. Suara desahan lembut terus keluar dari mulut yang sulit dikendalikan. Prams tersenyum mesum, "Kau merindukannya, bukan?" Elina membuka mata, "Apa Tuan tidak rindu?" Ia membalik pertanyaan, membuat wajah Prams memerah seperti udang rebus.Tidak mungkin seorang Prams mengakui perasaannya. Prams tidak pernah bisa luluh oleh wanita, pikirnya. Namun, kenya

  • Ah! Enak Mas Dokter   Jawaban Elina

    Prams menatap Elina lekat. Mencoba menyelami perasaan wanita itu saat ini. Apa mungkin masih ada cinta untuknya di hati Elina? Atau sudah berganti laki-laki lain? Namun, saat mengingat kecupan tadi. Ia yakin cinta Elina padanya belum padam. Masih membara seperti dulu. "Katakan! Apa kau sudah menikah?" Prams mengulang kembali pertanyaannya. Ada harapan yang ia gantungkan setinggi langit.'Katakan Honey!' bisik Prams dalam hati sambil terus menatap Elina.Wanita di depannya menarik napas panjang. Membuka mulut perlahan lalu menjawab, "Saya belum pernah menikah Tuan."Deg! Senyuman merekah di wajah Prams setelah mendengar jawaban Elina tentang statusnya itu. "Kau tidak sedang berbohong?" Tatapan Prams semakin lekat.Elina mengerutkan kening. "Kalau saya menjawab saya sudah menikah, apa Tuan akan pergi dan menyerah? Apa Tuan akan berubah pikiran dan tidak mau menjadi Ayah yang baik untuk Edgar?"Prams tersenyum kecil, melepas genggaman tangannya lalu melangkah mendekati Elina. "Kau t

  • Ah! Enak Mas Dokter   Ungkapan Hati Elina

    Elina merapatkan bibir. Kedua mata membulat sempurna, terkejut dengan ucapan yang keluar dari mulutnya sendiri.Mendengar pengakuan Elina, Prams mendongak. Senyuman sinis terukir di wajah yang basah terkena air liur. "Jadi benar .... " Ia berdiri dan menatap Elina dengan sorot mata tajam. Melihat ibunya ditatap seperti itu, Edgar semakin emosi. Bocah empat tahun itu melangkah mendekati Prams. Namun, dengan cepat Wylan menggendongnya. "Lepas! Lepaskan aku!" Edgar memberontak, tetapi tenaganya tak cukup kuat untuk melepaskan diri dari pelukan Wylan. "Jangan nakal Tuan Muda. Kamu harus tahu, yang kamu ludahi itu Ayah kandungmu. Dia Daddymu."Mata Edgar melotot. Suara napasnya memburu dengan dada kembang kempis tak karuan. "Aku mau tulun! Lepaskan aku!" Ia masih berusaha memberontak dari dekapan Wylan."Paman tidak akan menyakitimu, Nak. Paman dan Daddy datang ke sini untuk membawamu dan Ibumu pergi dari rumah kecil ini. Kamu akan tinggal di Istana. Paham?" "Aku tidak mau! Lepaskan

  • Ah! Enak Mas Dokter   Pertemuan dengan Cinta Lama

    Wylan melirik Prams sambil mengulum senyum. Terlihat jelas wajah pucat sang Mafia saat mendengar suara wanita dari balik pintu pagar.Seumur hidup bekerja dengan keluarga Marco, baru pertama kali ia melihat Prams jatuh cinta pada wanita sewaan. Seandainya saja Elina tidak pernah pergi dari hidup Bos-nya, mungkin saja mantan wanita sewaan itu sudah menjadi Nyonya Besar. Namun, Elina justru memilih pergi dari kehidupan sang Mafia tanpa alasan yang jelas.Wylan melirik Prams. "Sepertinya Elina sudah pulang dari Rumah Sakit," ucapnya sangat pelan, mirip seperti gumaman. Yang dilirik sejak tadi masih diam seperti manekin dengan wajah pucat pasinya. Wylan pun bersiap menekan bel yang ada di dinding pinggir pintu pagar. "Tuan siap bertemu lagi dengan Elina?" Wylan menahan senyuman yang nyaris mengembang di bibirnya.Mendengar itu, Prams melirik sinis. "Tekan bel itu! Jangan main-main denganku!" desisnya mengancam. "Baik Tuan." Wylan menelan ludah, menundukkan kepala lalu menekan bel ter

  • Ah! Enak Mas Dokter   Memastikan

    "Kau yakin anak itu anak Elina?" Prams menatap Wylan yang masih tercengang setelah mendengar jawabannya tadi."Saya yakin Tuan. Mari saya antar Anda ke sana." Wylan membungkukkan tubuh lalu melangkah cepat menuju mobil.Di belakang, Prams mengikuti sambil menyelipkan senjata ke balik pinggang.Setelah keduanya masuk, mobil itu pun melaju menuju rumah Elina di kawasan terpencil tengah Kota.Kemungkinan jam sekarang ini Elina belum pulang dari Rumah Sakit tempatnya bekerja. Waktu yang tepat untuk melihat anak laki-laki itu.Sepanjang perjalanan, Prams hanya diam menatap ke depan. Sementara Wylan fokus mengendarai mobil sambil sesekali melirik ke arah Bos-nya.Dari raut wajah Prams yang murung, ada kerinduan terpancar di tatapan mata itu. Rasa cinta Prams terlihat begitu besar untuk Elina.Hubungan yang kandas beberapa tahun kemungkinan akan kembali bersemi seperti dulu saat mereka bertemu nanti. Apalagi ada anak dari hubungan terlarang mereka dulu.Wylan kembali menoleh ke samping saat

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status