Share

Sinyal Restu

Author: Dita SY
last update publish date: 2025-07-15 09:00:19

Setelah berpetualang dari rumah sakit ke kantor Polisi, Dirga mendapat undangan makan malam dari calon mertua.

Tidak mungkin dia menolak tawaran membahagiakan itu, apalagi calon mertuanya terlihat menunjukkan sinyal restu, meski dia masih menyamar menjadi Dudung.

Saat ini, Dirga masih berada di bangunan sederhana halaman belakang rumah mewah Fandi. Ia baru saja mengenakan pakaian dari Bu Ida, yang dipinjam sementara karena tidak membawa pakaian dari rumah.

Selesai b
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
Aisyah
baca terus sampe habis, KLO ga salah sampe 490 bab
goodnovel comment avatar
Yuka yuka
moga endingnya Febby SMA Dirga bersatu...️...️
goodnovel comment avatar
Winda Luqi
si Andi dibikin perannya goblok sama oo. aja thour ya.biar Febby dan Dirga bahagia.terus si anggun dibikin gila masuk rumah sakit jiwa.biar imbang .yg baik dpt karma baik,yg jahat dan licik dapat karma jelek.
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 649: Terbawa Emosi

    Suara sirine mobil polisi yang berlalu-lalang di sekitar gerbang sekolah mulai menjauh saat Dirga memacu mobil sedannya membelah jalanan malam Jakarta yang mulai lengang.Surat laporan kehilangan anak sudah resmi diterbitkan oleh pihak kepolisian, lengkap dengan foto Dylan yang disebar ke seluruh unit patroli.Namun, bukannya merasa lega, ketegangan di dalam mobil itu justru terasa semakin mencekik.​Di kursi belakang, Farah duduk sambil memeluk boneka kelincinya erat-erat. Matanya yang bulat tampak sembab.Ia tahu ada sesuatu yang sangat buruk sedang terjadi pada kakaknya, dan rasa bersalah mulai menghantui pikiran kecilnya.​"Daddy .... " panggil Farah dengan suara mencicit yang sangat pelan.​Dirga melirik dari kaca spion tengah. Wajahnya terlihat sangat kaku dan lelah."Iya, Farah? Ada apa, Nak?"​"Farah mau jujur

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 648: Diculik?

    Matahari sore telah sepenuhnya tenggelam di ufuk barat, digantikan oleh kegelapan malam yang pekat.Di dalam area gedung sekolah dasar internasional itu, kepanikan luar biasa sedang melanda.Di ruang kepala sekolah yang biasanya tenang, Febby duduk dengan tubuh gemetar hebat dan air mata yang terus mengalir deras membasahi pipinya.Di sampingnya, Dirga berdiri dengan wajah yang pucat pasi, guratan kecemasan dan kemarahan bercampur menjadi satu di wajahnya.​Sejak jam pulang sekolah pukul dua siang tadi, Dylan tidak pernah ke luar dari gerbang sekolah.Pak Joko yang menjemput Farah dan Dylan sempat menunggu hingga koridor sepi, namun Dylan tak kunjung muncul.Saat Pak Joko melapor, Dirga dan Febby langsung memacu mobil mereka menuju sekolah dengan jantung yang berdegup kencang.​"Bagaimana bisa seorang anak kelas tiga hilang dari lingkunga

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 647: Hukuman

    "Aku lelah .... " Dylan menghela napas panjang sambil mengusap peluh yang membasahi wajahnya.Matahari akhirnya tenggelam di balik gedung-gedung pencakar langit Jakarta.Bagi Dylan, hari pertamanya di jalanan terasa seperti berabad-abad.Kakinya yang tanpa alas terasa melepuh, dan sekujur tubuhnya berdenyut nyeri akibat sisa-sisa pukulan kemarin.​Saat lampu merah terakhir menyala di jam tujuh malam, Biru mengajak Dylan kembali ke markas.Di sepanjang jalan setapak menuju gubuk seng, Dylan berjalan tertatih-tatih sambil memeluk kaleng biskuit penyoknya.Di dalam kaleng itu, hanya ada beberapa koin ratusan rupiah dan dua lembar uang seribuan yang sudah sangat lusuh.​"Duitmu sedikit sekali, Dylan," bisik Biru dengan cemas sambil melirik isi kaleng milik Dylan."Aku nggak bisa cari duit seperti kamu, Biru." Dylan menghe

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 646: Kita Berteman?

    Pintu ruangan kayu lapuk itu ditarik paksa hingga terbuka. Sang ketua anak jalanan masuk dengan tatapan mata yang sangat bengis, diikuti oleh dua anak buahnya yang bertubuh besar.​Tanpa belas kasihan, mereka langsung melucuti semua barang berharga yang melekat di tubuh Dylan.Sepatu sekolah yang mahal, jam tangan pintar yang baru dibelikan Daddy-nya bulan lalu, hingga sisa uang jajan di saku celananya dirampas begitu saja.Seragam sekolah internasionalnya yang kotor dan robek dipaksa untuk dilepas.​"Sekarang kamu pakai ini!" bentak sang ketua sambil melemparkan sepotong kaos oblong yang sangat kusam, berlubang di bagian bahu, serta celana pendek kain yang sudah pudar warnanya.Baju itu adalah baju bekas milik anak jalanan lain yang sudah tidak terpakai, sangat mirip dengan baju yang biasa dipakai Biru.​Dylan yang tubuhnya masih dipenuhi lebam kebiruan dan

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 645: Tertangkap!

    Suara kunyahan kacang di dalam terowongan beton yang sunyi itu mendadak terhenti.Dylan dan Biru saling pandang saat mendengar suara derap langkah kaki yang berat mendekati mulut terowongan."Ssttthhh!" Biru menutup mulut Dylan dengan tangannya.Mata Dylan berotasi, memperhatikan tempat sempit yang mereka duduki.Sementara Biru memberi kode dengan kedipan matanya berulang kali.Sebelum mereka sempat bergerak untuk melarikan diri, sebuah bayangan besar langsung menutupi cahaya remang dari luar.​"Kena kalian!" tawa renyah terdengar menggema di terowongan gelap itu."Argggghhhh!"​Sebuah tangan kekar langsung mencengkeram kerah seragam Dylan yang sudah kotor, menariknya ke luar dari terowongan dengan kasar hingga ia terjerembap di atas tanah becek.Biru yang mencoba menarik tangan Dylan pun langsung

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 644: Bersembunyi!

    Hush! Hush! Hush!Napas Dylan memburu seperti hendak putus.Suara derap langkah kaki anak-anak jalanan yang mengejarnya masih terdengar menggema di lorong-lorong seng yang sempit.Langkah kaki kecil Dylan yang terbiasa berlari di atas rumput lapangan sekolah yang halus kini terasa sangat berat melompati genangan air berlumpur dan tumpukan sampah tajam.​Tiba-tiba, sebuah tangan yang kotor namun kuat menarik kerah seragamnya dari balik celah sempit di antara dua dinding kayu yang rapuh.Dylan hampir saja berteriak karena panik, namun sebuah telapak tangan langsung membekap mulutnya dengan erat.​"Ssshh! Ini aku, Biru," bisik sebuah suara yang serak dan terengah-engah.​Dylan mendongak. Di balik keremangan, sepasang mata biru jernih menatapnya dengan sangat waspada.Wajah Biru kini semakin berantakan, dengan lebam baru

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status