Beranda / Romansa / Ah! Mantap Sekali Mbak / Bab 68. Rencana Rocky

Share

Bab 68. Rencana Rocky

last update Tanggal publikasi: 2026-02-26 19:30:01

"Rocky, aku butuh bantuanmu," kata Roni dalam panggilan telepon, menghubungi Rocky.

"Wah, tumben kau meminta bantuan. Ada apa? Katakan saja," balas Rocky, pura-pura tidak mengetahui masalah yang sedang dihadapi Roni.

"Rocky... sebelumnya aku minta maaf telah mengganggu waktumu. Tapi aku tidak tahu harus meminta bantuan ke siapa. Aku sudah mencoba melapor ke polisi, tapi hasilnya tetap sama. Jadi, aku sangat berharap kau bisa membantuku," kata Roni.

"Iya, katakan saja. Aku akan berusaha membantu
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 199

    Sebelum melakukan penerbangan pulang, Roni dan Meli terlebih dahulu diberikan pakaian yang cocok dan melepas pakaian suku yang mereka kenakan."Eee bibi, maksud saya tante hehe, ini anda perlu mengganti pakaian dulu," ujar Xyro merasa gugup saat berbicara dengan ibu barunya, apalagi ibu barunya hampir seumuran dengannya, lebih persis seumuran istrinya Maria begitu."Terima kasih, tapi bagaimana cara mengenakan ini?" tanya Meli sambil mengangkat bra yang juga disiapkan untuknya.Xyro seketika bingung harus menjelaskan bagaimana. "Sebentar tante," Xyro pergi menemui Bara untuk bertanya. Tepat saat dia masuk ke ruang ganti tempat dimana Bara dan Roni berada, baru saja membuka tabir Xyro seketika kaget sekaligus tercegang melihat apa yang dia lihat, begitu pun dengan Bara yang di situ. Ya, saat Bara memberi pakaian ganti untuk papanya, papanya tanpa merasa malu langsung melepas pakaian adat suku yang dia kenakan, membuat Bara dan Xyro melihat anggota tubuh papa mereka. Yang lebih mencenga

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 198

    Di saat kabar bahagia akan segera tiba ke rumah, malah di situ datanglah sebuah bencana yang datang menimpa salah satu istri Roni, iya dia adalah Ayu, istri keduanya, dimana laki-laki yang waktu itu membantu Ayu dan Miya, iya dia adalah Marjuki, dimana Marjuki terlihat baru saja tiba di rumah mewah itu dengan niatan datang melamar Ayu untuk dia jadikan istrinya.Di saat Marjuki datang kondisi rumah sedang sepi, dimana Mbak Maya saat ini sedang berada di perusahaan membantu Maria, sementara Miya dia pergi ke butiknya untuk melihat-lihat setelah cukup lama tak datang.Saat Marjuki tiba, salah satu pembantu di rumah itu memberitahu Ayu kalau ada tamu, dan Marjuki dipersilahkan masuk dan duduk di sofa ruang tamu.Karena cuma Ayu yang ada di rumah maka hanya dialah yang menemani Marjuki duduk tanpa tahu maksud kedatangan Marjuki kali ini."Terima kasih sudah membiarkan saya masuk," kata Marjuki, dan dibalas hanya dengan senyuman oleh Ayu."Ini tehnya, Tuan," kata pembantu membawakan teh un

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 197

    Dengan mengendap-endap, Bara dan Xyro terus lanjut berjalan hingga akhirnya mereka tiba di sebuah tempat di mana ada dinding kayu, di dalamnya banyak sekali gubuk dan anak-anak berlarian. Melihat itu, Bara merasa kalau mereka sudah tiba di kediaman penghuni hutan itu."Sepertinya kita sudah tiba di tempat tinggal mereka," kata Bara."Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang, Kak?" tanya Xyro, sebab hanya Bara yang bisa memutuskan mereka harus ngapain."Sekarang kita harus bisa masuk ke dalam untuk menemui pemimpin mereka, untuk membicarakan maksud kita sekaligus bertanya mengenai Papa. Tapi kita harus tetap berhati-hati, jangan sampai mereka mengira kita adalah musuh," ucap Bara.Akan tetapi, baru saja mereka melangkah mendekati dinding pagar kayu yang membentang sebagai perbatasan tempat tinggal suku itu, Bara dan Xyro tak sengaja menginjak ranjau yang terpasang di sana. Ranjau itu berbentuk tali yang mengikat. Dalam sedetik, Xyro dan Bara langsung tertarik ke atas dengan kaki terika

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 196

    "lama-lama aku lihat kasihan juga orang tua ini, walau dia pernah jadi jahat sebelumnya sampai-sampai ingin membunuh cucunya sendiri, semoga saja dia lekas bertaubat, tapi bagaimana ini apakah bara akan setuju kenikahi gadis yang dianggapnya anaknya, sepertinya ini sangat rumit," gumam Mbak Maya.mungkin sebutan jahat masih kurang untuk di berikan kepada tuan kim saking kejam dan liciknya dia dulu."Bolehkah saya bertemu dengan Sera sebentar, saya ingin memastikan apakah anda memperlakukannya dengan baik," kata Mbak Maya."Iya tentu saja, Sualo tolong antarkan ke kamar Sera," perintah Tuan Kim. Mbak Maya pun diantar ke kamar di mana Sera berada.Waktu membuka pintu kamar itu, Mbak Maya mendapati Sera sedang sibuk menggambar di atas kertas yang berada di depannya. Mbak Maya menyapanya."Hai manis, sedang apa?"Mendengar suara yang tak asing di telinganya, Sera langsung menoleh dan melihat wanita yang selama ini merawatnya dengan penuh kasih sayang."Nenek, kok nenek bisa di sini?" tany

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 195

    Di dalam ruangannya Tuan Kim yang sedang nyantai sambil menghisap rokoknya mendapat kabar dari bawahannya kalau ada di luar seorang wanita marah-marah."Apa maksudmu melaporkan hal semacam ini padaku, apakah ini penting untuk dilaporkan? Kalau dia buat rusuh langsung beri pelajaran saja, tidak usah melapor segala," kesal Tuan Kim, sebab dia mendengar laporan tidak penting dari bawahannya."Maaf tuan, tapi dia sepertinya ada kaitannya dengan cucu anda. Wanita itu marah-marah ingin bertemu anda dan mengambil cucu anda katanya," jelas bawahan itu."Menarik juga, siapa sebenarnya wanita yang kau maksud? Kalau begitu biarkan dia masuk, saya ingin tahu siapa dia," kata Tuan Kim.Mbak Maya pun dibiarkan masuk untuk bertemu dengan Tuan Kim. Setibanya di depan ruangan Tuan Kim yang diberitahu oleh penjaga tadi, Mbak Maya tanpa pikir panjang langsung menendang pintu itu hingga terbuka."Hai, apa tidak sopan bertamu dengan cara itu?" kata Tuan Kim tak menyangka pintu ruangannya ditendang begitu

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 194

    Bara dan Xyro terus melanjutkan perjalanan dengan diikuti oleh kelima bawahan Rocky. Semakin dalam mereka memasuki hutan, semakin gelap pula rasanya di sana karena sinar matahari tertutup oleh pohon-pohon besar yang lebat dan tinggi."Apa kita berjalan ke arah yang benar, Kak? Takutnya nanti kita nyasar," tanya Xyro yang mulai ragu dengan arah langkah mereka."Iya, ini benar. Arah mata kompas tidak salah. Kita berjalan ke arah timur, sesuai dengan pemberitahuan petugas tadi," jawab Bara sambil meyakinkan adiknya."Hai Bara, sepertinya akan lebih baik kalau kita berpencar saja. Kalian berjalan ke arah kiri, nanti kami ke arah kanan. Bagaimana?" usul salah satu orang suruhan Rocky."Iya, itu ide bagus. Tapi ingat, kalau hari mulai gelap, kalian harus segera mencari tempat istirahat. Jangan lupa menyalakan api supaya binatang buas tak berani mendekat," ujar Bara setuju dengan usulan itu."Baiklah, kalau begitu kamu juga harus tetap berhati-hati. Ayo kita lanjut berjalan ke arah kanan. Na

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status