Home / Romansa / Ah! Mantap Sekali Mbak / Bab 69. Kecerdikan Roni.

Share

Bab 69. Kecerdikan Roni.

last update publish date: 2026-02-26 19:32:22

Keesokan harinya, Roni menunggu kedatangan Rocky di rumahnya.

Sebenarnya, dia tahu bahwa Rocky adalah pelakunya karena dia mengenali suaranya. Hanya saja, Roni berpura-pura tidak tahu agar dia bisa mengetahui maksud dan tujuan Rocky menculik Bara—padahal Bara sudah dianggap anaknya.

"Aku akan lihat apa maksudmu melakukan ini, Rocky. Apakah kau bermaksud merebut Maya dariku atau ada maksud lain," kata Roni dalam hati.

Beberapa saat kemudian, sebuah mobil sedan hitam pun sampai di rumah itu. Roni
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 183

    Sekepergian Ali dan Sasa, Xyro merenung di samping ranjang tempat mamanya berbaring koma. Ia melamun sambil terus memegangi tangan sang mama, berharap sekali mamanya cepat siuman dan bisa melihat kembali senyum cantiknya. Tubuh mamanya kini tampak semakin kurus, membuat Xyro sering kali meneteskan air mata.Walaupun dirinya sering bandel dan kerap berdebat, namun wanita yang paling Xyro cintai dan sayangi di dunia ini tetaplah mamanya—tak ada yang bisa menggantikan posisinya."Ma... cepatlah sembuh. Xyro rindu senyum dan tawa mama. Xyro benar-benar tak sanggup melihat mama menderita seperti ini. Kalau bisa, biar Xyro saja yang menggantikan posisi mama," ucapnya dengan mata berkaca-kaca.Ia lalu meletakkan pipinya di atas tangan mamanya sambil memejamkan mata. Perjalanan bolak-balik dari Indonesia ke Amerika membuat tubuhnya benar-benar letih, sampai akhirnya ia pun tertidur sambil tetap menggenggam tangan sang mama.Sementara itu, di tempat lain—tepatnya di kamar mandi hotel yang dipe

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 182

    Di saat Xyro dan Ali sedang beristirahat sambil mengobrol di depan rumah sederhana itu, tiba-tiba seseorang datang dengan membawa perlengkapan bayi. Iya, orang itu adalah Rocky. Karena Xyro dan Ali tak pernah bertemu dengannya, mereka pun bertanya-tanya."Hai Li, lihat siapa orang itu, apakah dia saudara atau kerabat Tante Maya?""Setahuku sih Tante Maya gak memiliki saudara," kata Ali."Lalu siapa dia, bentar... jangan-jangan pacarnya tante lagi," pikir Xyro."Mana mungkin, sepertinya hanya teman deh. Wajar Tante Maya kan begitu cantik, pastilah banyak pria tampan yang datang mengunjungi, apalagi tahu papa sudah tiada," ujar Ali.Tanpa menyapa Ali dan Xyro, Rocky langsung masuk ke dalam. Hal itu membuat Xyro semakin penasaran. Saat dia hendak masuk, Lia keluar."Hai Lia, siapa orang itu? Apa dia pacar mama kamu?" tanya Xyro langsung."Mana ada, dia itu Paman Rocky, teman mama sama papa. Dia memang sering berkunjung," jelas Lia."Oh begitu ya, kukira mama kamu sudah membuka hati lagi

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 181

    Hari itu juga Xyro langsung terbang ke Indonesia dengan membawa adiknya, dia tidak perlu menunda lagi, melihat adiknya yang baru saja lahir tak mendapatkan kehangatan dan ASI, membuatnya tak perlu menunda waktu. Sementara di tempat Roni berada terlihat hari sudah akan petang tapi dia masih terus bekerja membangun kembali gubuk untuk mereka tinggali.Meli yang melihat Roni dari pagi terus bekerja keras sendirian pergi menghampiri dengan membawa beberapa daging hasil buruan yang tersisa.“Roni… ayo istirahat dulu, kamu dari pagi aku lihat bekerja terus, besok dilanjutkan lagi, hari juga akan segera petang,” ucap Meli.“Iya sebentar lagi, aku mau menyelesaikan satu lagi ini, oya Meli persediaan makanan bagaimana, apa masih cukup untuk besok?” tanya Roni.“Sayangnya tidak Roni, aku memberikan anak-anak makan, jadi hanya tersisa malam ini saja,” kata Meli memberitahu.“Begitu ya, baiklah nanti malam aku akan pergi berburu deh, kamu jaga anak-anak ya,” ucap Roni malah berniat pergi berburu

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 180

    Keesokan paginya Roni dan Meli turun dari bukit untuk kembali ke gubuk. Setibanya di gubuk, alangkah terkejutnya mereka saat melihat tempat itu sangat kacau. Semua gubuk yang ada hangus terbakar, banyak mayat-mayat berserakan di sana, baik laki-laki maupun perempuan, dan juga suara tangis semua anak mereka yang memeluk orang tua mereka yang sudah tak bernyawa.Ya, sepertinya itu adalah bekas pembantaian dari suku luar. Tak ada tersisa satupun orang dewasa di tempat itu. Meli yang melihat kejadian itu segera mencari sosok sang ayah. Kepanikan mulai terasa saat dia tak juga kunjung menemukan papanya, hingga di bawah pohon besar Roni melihat sebuah tongkat tertancap di tanah dengan kepala kepala suku berada tertancap di atasnya. Dengan berat hati Roni pun memberitahu Meli mengenai papanya yang juga menjadi korban.Meli yang melihat kenyataan itu langsung menangis histeris. Bagaimana tidak, sosok ayah yang selalu dia cintai dan sayangi berakhir dengan kepalanya dipenggal dan dipajang di a

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 179

    Kembali ke Roni. Pagi harinya, ia dibawa menghadap ke seluruh anggota suku. Ya, hari ini adalah hari penentuan: apakah Roni akan diusir atau diizinkan tinggal beberapa hari lagi di tempat itu.Namun, seperti yang sudah bisa ditebak, Tuan Taka sangat menginginkan agar Roni segera pergi. Tanpa basa-basi, ia pun langsung mengambil alih keputusan.“Baik, saya akan mengingatkan kalian tentang peraturan yang berlaku di suku kita. Bahwa orang asing tidak boleh terlalu lama tinggal di dalam suku ini. Oleh karena itu, hari ini adalah batas waktunya. Jika dia tidak mau pergi, maka dia harus dibunuh,” ujar Taka tegas.Roni menatap ke arah kerumunan lalu berkata, “Baik, saya akan pergi. Tapi dengan satu syarat. Kegiatan kalian dalam mengadakan pesta kawin harus dihentikan. Itu juga melanggar aturan dalam suku kalian. Saya tidak berniat ikut campur, tapi saya tahu hal itu sangat ditentang oleh pemimpin kalian. Dan satu lagi, Anda, Taka, harus tunduk kepada kepala suku.”Suasana mendadak hening. Se

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 178

    Sementara di dalam kamar sebuah gubuk rumah ketua suku itu, terlihat roni sedang tertidur pulas, di dalam mimpinya dia bermimpi bertemu dengan tiga orang perempuan cantik yang terus memanggil namanya sambil menangis.Roni tampak bingung dan tidak tahu siapa mereka dan roni merasa seperti mengenal mereka tapi roni lupa dimana dia pernah bertemu mereka."Siapa mereka kenapa dia terus memanggil namaku sambil menangis, apakah aku ada hubungannya dengan mereka?," gumam roni di dalam mimpinya."Hai siapa kalian, kenapa kalian menangis sambil menyebut namaku..?," tanya roni sambil melanglah mendekat, tapi semakin roni mendekat ketiga peremuan itu terlihat semakin kenjauh dimatanya, di tambah lagi ketiga perempuan itu tidak menjawabnya,ereka hanya memanggil sambil menangis berlinang air mata.Hal itu tambah membingungkan bagi roni, dan tiba-tiba roni merasakan sesuatu di bawahnya, yang membuatnya merasa sangat geli sekali.Semakin lama rasa geli itu semakin tak wajar, hal itu membuat roni akh

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status