Compartir

Bab 6

Autor: Aulia
Dulu, teman-teman yang mengatakan bahwa dirinya dan Kenny adalah pasangan serasi, pasangan yang ditakdirkan bersama.

Namun, kini satu per satu berdiri di puncak moralitas dan menyalahkannya. Menyalahkannya karena dalam hubungan dirinya dan Kenny, dia tidak mengizinkan kehadiran orang ketiga. Menyalahkannya karena Kenny jelas-jelas menipunya selama tujuh tahun, tetapi itu malah menjadi kesalahannya.

Syifa dilarikan ke rumah sakit. Sisca menyusul. Tubuh Kenny hanya mengalami luka lecet. Dia tidak mengizinkan dokter memeriksanya, bersikeras menunggu operasi Syifa.

Syifa mengalami pendarahan hebat. Anak itu pun tak bisa diselamatkan. Bahkan rahimnya pun harus diangkat karena kehilangan darah yang terlalu banyak.

Kenny sangat menderita. "Syifa, maaf, maaf. Ini salahku. Aku nggak seharusnya mengirimmu ke luar negeri selama tujuh tahun. Aku nggak seharusnya mengabaikanmu. Aku nggak seharusnya mengira semua hal yang selama ini diam-diam kamu lakukan untukku dilakukan oleh Sisca. Aku mencintai orang yang salah. Selama ini aku selalu mengira itu dia."

Mendengar itu, Sisca tertegun dan bingung. Hal-hal yang Syifa lakukan untuk Kenny, selama ini Kenny mengira adalah dirinya?

Di mata Sisca yang berair, tersungging senyuman. Tangannya gemetar saat mengusap air mata. Namun, sejak kecil hingga dewasa, dia juga telah melakukan banyak hal untuk Kenny, diam-diam menjadi bank darahnya. Sejak usia lima tahun, dia tahu Kenny memiliki kondisi trombosit rendah.

Kenny membutuhkan transfusi darah secara berkala. Sejak kecil, yang paling Sisca takuti adalah Kenny akan meninggal.

Orang tuanya tak mampu menolak kemauannya, jadi sejak kecil dia sudah mendonorkan darah untuk Kenny. Karena itu dia sering sakit, sementara Kenny semakin sehat.

Tubuh Sisca menjadi lemah, mudah terserang flu dan demam. Kemudian saat SMP, orang tuanya dengan tegas ingin membawanya pergi, tak ingin dia benar-benar mempertaruhkan nyawanya demi Kenny.

Kenny mengira karena dia berlutut di rumah Keluarga Hanif selama tujuh hari, orang tuanya baru mengizinkannya tinggal. Padahal sebenarnya, Sisca mengancam dengan nyawanya sendiri. Orang tuanya yang patah hati akhirnya melepaskannya.

Melihat Kenny mengatakan menyesal telah mencintainya, menyesal telah bersikap dingin pada Syifa, Sisca juga ingin berkata bahwa dia pun menyesal. Seandainya dia tahu cintanya dengan Kenny akan sehancur ini, dia pasti tidak akan membiarkannya tumbuh sejak awal.

Sisca berjalan menuju lift. Tak jauh darinya, Kenny tiba-tiba jatuh dengan keras ke lantai. Kali ini, Sisca memilih untuk tidak menyelamatkannya.

Di malam yang sunyi, Sisca sendirian di vila, tetapi media sosial malam ini sangat ramai. Semua orang yang mengenalnya dan Kenny membagikan sebuah video.

Dalam video itu, wajah pengantin wanita tak terlihat, sementara pengantin pria memasangkan cincin pada jarinya. Di bawahnya ada sebaris teks.

[ Ulang tahun pernikahan ketujuh Tuan Lingga dan Nyonya Lingga! ]

Bibir merah Sisca melengkung membentuk senyuman sinis. Ulang tahun pernikahan ketujuh? Kenny dan Syifa juga sudah tujuh tahun menikah. Sebenarnya mereka sedang memberi selamat kepada siapa?

Adegan Kenny dan Syifa di atas panggung tadi telah mereka unggah, bahkan kini sudah menyebar luas di internet. Seluruh jagat maya mengucapkan selamat.

[ Nyonya Lingga bahagia sekali! ]

[ Tuan Lingga dan Nyonya Lingga pamer kemesraan! ]

[ Pernikahan abad ini terulang kembali! ]

Saat ini, Kenny masih terbaring di rumah sakit. Mana mungkin dia punya pikiran untuk mengurus berita-berita itu.

Ponsel Sisca berdering. Dia menekan tombol jawab.

"Sisca, Kenny sekarang sangat membutuhkan darah. Cepat datang ke rumah sakit untuk transfusi!"

Di mata Sisca yang basah, hanya ada ketegasan. "Maaf, aku bukan istri Kenny, bukan pula pacarnya, dan nggak ada hubungan darah dengannya. Aku nggak punya kewajiban atau tanggung jawab untuk menyelamatkannya."

"Kamu ... sudah tahu?"

Sisca mencibir dingin. "Terima kasih atas luka yang kamu berikan padaku tujuh tahun lalu. Setidaknya tujuh tahun kemudian aku nggak perlu berdebat soal perceraian dengan Kenny. Kalau malam ini dia mati karena kehabisan darah, sebagai seseorang yang bukan istri maupun pacarnya, aku juga nggak akan menghadiri pemakamannya."

"Sisca! Kamu sama seperti kakekmu, selamanya adalah orang yang paling kubenci!"

Kakek Kenny, Denny, menutup telepon.

Sepanjang malam, Sisca tidak tidur. Dia membereskan semua hal yang berkaitan dengan dirinya dan Kenny.
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App

Último capítulo

  • Akta Nikah Palsu, Bukti Cinta Palsu   Bab 21

    [ Ini adalah surat cinta yang nggak berani kukirimkan. Sisca, sepertinya aku menyukaimu. Tapi di sisimu ada Kenny. Saat kamu memandangnya, matamu berbinar. Aku tahu ini hanya bisa menjadi cinta diam-diam. ]Sisca yang mengenakan gaun pengantin putih bersih pun berkaca-kaca. Dia benar-benar tidak menyangka, ternyata sejak SMA Levi sudah diam-diam menyukainya. Dengan mata berair, dia memandang Levi.Saat itu, terdengar suara satpam hotel yang tergesa-gesa. "Pak Levi, ada orang yang ingin bunuh diri di atap hotel kita. Itu ... itu Pak Kenny."Tangan Sisca gemetar. Dia pikir kemarin dia sudah berbicara dengan sangat jelas kepada Kenny.Levi memandangnya. "Sisca, biar aku yang tangani."Sisca menggeleng. "Levi, pernikahan tetap dilangsungkan seperti biasa. Ditunda 20 menit, boleh?"Levi memeluknya, menyahut dengan nada lembut, "Aku tahu kalau dia benar-benar kenapa-napa, kamu pasti akan merasa sedih. Aku akan menunggumu."Air mata menggenang di mata Sisca. Meskipun dia sudah tidak punya ten

  • Akta Nikah Palsu, Bukti Cinta Palsu   Bab 20

    Kenny tidak menyangka, selama lima tahun dia mencarinya di luar negeri, ternyata Sisca selama ini berada di dalam negeri bersama Levi.Kenny terbang kembali ke Kota Simaraka dan tiba keesokan harinya. Dia langsung menuju Grup Obris, menerobos masuk ke kantor presdir.Tak disangka, orang pertama yang dia temui adalah Sisca. Matanya memerah. Dia bergegas memeluk Sisca dengan erat.Tubuhnya gemetar saat berkata, "Sisca, Sisca, akhirnya aku menemukanmu."Selama bertahun-tahun ini, Kenny mencari ke seluruh dunia. Sisca tahu itu. Kali ini, pernikahan diumumkan secara terbuka. Sisca juga sudah memperkirakan Kenny akan kembali."Kenny, ini kantor suamiku."Tubuh Kenny menegang. Dengan marah, dia berkata, "Nggak, aku nggak akan setuju kamu menikah dengan orang lain. Kamu hanya bisa menjadi milikku! Aku sudah mencarimu begitu lama.""Kenny, aku hanya tinggal di luar negeri selama satu tahun. Empat tahun ini aku berada di Kota Simaraka." Sisca menatap Kenny dengan tatapan dingin. Nadanya saat ber

  • Akta Nikah Palsu, Bukti Cinta Palsu   Bab 19

    Kenny melihat helikopter yang ditumpangi Sisca terbang menjauh. Helikopternya sendiri berhenti di atas hamparan rumput. Untuk waktu yang lama, dia sama sekali tidak bergerak.Sepasang mata merah itu dipenuhi rasa sakit. Kalimat terakhir Sisca adalah penjelasan apa pun sudah tidak penting lagi baginya. Nada lemah itu dipenuhi kekecewaan dan ketegasan terhadapnya.Dia telah begitu menyakiti Sisca, tetapi Sisca tidak mengatakan satu kata pun. Balasan terkejam yang dia berikan padanya adalah menghilang sepenuhnya dari dunianya!Kenny jatuh sakit. Tubuhnya roboh dengan keras. Dia dilarikan ke rumah sakit. Setelah diselamatkan selama tiga hari tiga malam, barulah dia sadar.Yang datang menjenguknya hanya satu orang, yaitu Revan. Dia berkata, "Kak Kenny, toko gaun pengantin tempat kamu dan Syifa mengadakan pernikahan itu ... milik Sisca."Kenny benar-benar putus asa. Dia mencabut jarum infus di punggung tangannya. Darah terus mengalir.Seperti orang gila, dia bergegas menuju toko gaun pengant

  • Akta Nikah Palsu, Bukti Cinta Palsu   Bab 18

    Sebulan lalu, saat Sisca meninggalkan Kota Simaraka, Kenny mengumumkan hubungannya dengan Syifa secara terang-terangan. Kini, belum sampai sebulan setelahnya, Kenny justru memohon padanya. Sungguh menggelikan.Sisca kembali ke hotel. Namun, di pintu masuk hotel, dia bertemu dengan Levi.Suara Levi rendah dan berat. "Kenny tadi datang ke hotel, tapi aku sudah menyuruh satpam untuk mengusirnya."Sisca berkata, "Mm, terima kasih, Pak Levi."Sorot mata Levi meredup. "Sisca, kamu bisa langsung panggil namaku. Kita teman sekelas."Sudut bibir Sisca sedikit terangkat. "Mm, beberapa hari ini aku mungkin akan merepotkanmu, Levi.""Nggak merepotkan kok."Mobil Kenny juga berhenti di depan hotel. Begitu dia turun dari mobil, tatapan Levi langsung penuh kewaspadaan. Sisca melirik Kenny yang berdiri di belakangnya."Sekarang antara Keluarga Hanif dan Keluarga Lingga, selain sebagai penggugat dan tergugat, keduanya sudah nggak ada hubungan apa pun. Pak Kenny, lebih baik kita bertemu di pengadilan sa

  • Akta Nikah Palsu, Bukti Cinta Palsu   Bab 17

    "Tujuh tahun lalu, karena rasa bersalah, aku diam-diam memindahkan seluruh saham atas namaku kepada Sisca. Dan sekarang semua saham itu sudah diakuisisi oleh Keluarga Obris. Dulu Kakek memaksaku harus menikahi Syifa. Aku ingin seluruh saham Grup Lingga yang ada di tanganmu. Dan sekarang, Grup Lingga sudah hancur."Denny memuntahkan darah. "Apa yang kamu katakan?"Senyuman Kenny semakin dalam. "Sisca yang selama ini mengendalikan saham Grup Lingga. Kakek sendiri yang menjual Grup Lingga."Denny seketika murka. "Bajingan! Ambil kembali saham itu! Itu hasil jerih payah seumur hidupku. Kamu malah memberikannya pada keturunan tua bangka dari Keluarga Hanif itu! Kenny, dulu seharusnya aku membunuh Sisca sekalian. Membiarkannya hidup hanya mencelakai Keluarga Lingga!"Kenny merasakan kebencian Denny terhadap Keluarga Hanif dan Sisca. Selama ini, dia dibutakan. Dia hanya mengira ketidaksukaan Denny pada Sisca karena Sisca memiliki sifat yang manja. Namun, dia salah. Ternyata, itu adalah dendam

  • Akta Nikah Palsu, Bukti Cinta Palsu   Bab 16

    Bahkan demi Syifa, dia telah mengangkat rahim Sisca.Saat ini, Kenny bahkan tak berani membayangkan, ketika Sisca terbaring di ruang operasi waktu itu, betapa putus asanya dia.Dia hanya merasa harus memberi kompensasi kepada Syifa. Hanya merasa toh Sisca juga tidak bisa punya anak, jadi kehilangan rahim pun tidak masalah.Namun, dia tidak pernah terpikir bahwa rahim yang rapuh itu sebenarnya pernah mengandung dua anaknya, bahwa Sisca sebenarnya pernah membayar harga yang sangat besar demi memberinya hadiah terbaik.Sementara dia? Dia telah menghancurkan semuanya, kehilangan semuanya.Setiap kali menjalani program hamil, Sisca selalu datang diam-diam tanpa memberitahunya. Waktu-waktu di laporan itu, semuanya saat dia berada di perusahaan.Suatu kali, saat Kenny meneleponnya, suara Sisca terdengar tidak biasa. "Kenny, kenapa kamu terus telepon? Aku nggak enak badan."Dia segera pulang ke rumah, melihat Sisca berwajah pucat dan tubuhnya meringkuk. Selain itu, dia mencium bau darah.Namun

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status