Short
Aku Mengkhianati Istriku Demi Kakakku

Aku Mengkhianati Istriku Demi Kakakku

Oleh:  HanuTamat
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
31Bab
74Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Pada tahun ketiga pernikahan Kirana Ananta dan Jayden Sagara, pria itu gugur dalam tugas. Kakak kembarnya, Kayden Sagara, pulang membawa sebuah lencana berlumuran darah dan berkata pada Kirana dengan suara serak, "Kirana, Jayden ... dia nggak bakal kembali lagi." Saat itu juga, Kirana jatuh pingsan. Setelah siuman, Kirana seperti orang kehilangan akal dan bersikeras ingin mencarinya, tetapi ibu mertuanya memeluknya erat-erat dan menahannya. Setelah itu, Kirana pernah menelan pil tidur, menyayat pergelangan tangannya, bahkan melompat ke sungai. Tiga kali dia mencoba mengakhiri hidupnya, tiga kali pula dia berhasil diselamatkan. Semua orang berkata, "Komandan Jayden dan Kirana benar-benar saling mencintai ...." Ya, benar. Sangat mencintai. Begitu dalamnya cinta itu hingga tiga bulan setelah Jayden mati, barulah Kirana tahu .... Yang mati sama sekali bukan dia.

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 1

Pada malam setelah percobaan bunuh dirinya yang ketiga berhasil digagalkan, Kirana datang ke rumah mertuanya dengan wajah pucat. Dia ingin mencari beberapa barang peninggalan Jayden dari ibu mertuanya untuk mengobati rindunya. Namun, terdengar suara percakapan pelan dari dalam ruangan.

"Jayden, sampai kapan kau mau terus menyembunyikan ini? Kirana sudah tiga kali mencoba bunuh diri demi dirimu!"

Jari-jari Kirana seketika mencengkeram telapak tangannya.

Jayden?

Mengapa ibu mertuanya memanggil Kayden, kakak iparnya, dengan nama Jayden?

"Ibu, tunggu sebentar lagi." Suara itu jelas suara Kayden, tetapi nada bicaranya sangat mirip dengan kelembutan Jayden saat menenangkannya.

"Sebelum meninggal, Kak Kayden memintaku menjaga kakak ipar. Tapi kondisi kakak ipar terlalu lemah. Kalau dia mendengar kabar kematian Kak Kayden, dia pasti nggak bakal sanggup hidup. Jadi, aku cuma bisa menggantikan identitas Kak Kayden untuk sementara, memberinya seorang anak. Dengan adanya anak itu sebagai sandaran, kakak ipar baru bisa terus hidup."

Darah Kirana seketika membeku. Dia hampir tidak percaya dengan apa yang didengarnya.

Jadi, yang mati adalah Kayden, bukan Jayden.

Suaminya masih hidup, tetapi menyamar sebagai kakaknya, dan setiap malam tidur sekamar dengan Dhea Baskoro!

"Tapi bagaimana dengan Kirana?" Suara ibu mertuanya terdengar makin cemas. "Setiap hari kau tidur di kamar Dhea. Apa kau nggak pernah memikirkan perasaan Kirana?"

"Dia lebih kuat daripada kakak ipar ...."

Kalimat itu menusuk jantung Kirana seperti pisau. Kirana terhuyung mundur dan tanpa sengaja menjatuhkan sapu yang bersandar di dinding.

Suasana di dalam rumah seketika hening.

Kirana berbalik dan langsung berlari, seolah ada monster buas mengejarnya dari belakang.

Saat berlari, dia tiba-tiba merasakan nyeri di telapak tangannya. Ketika membuka genggamannya, barulah Kirana sadar bahwa lencana yang sedari tadi digenggam erat telah menggores telapak tangannya hingga berdarah.

Selama tiga bulan ini, dia memeluk lencana itu setiap malam saat tidur, bahkan berkali-kali terbangun dari mimpi sambil menangis. Namun, kini, benda itu tiba-tiba terasa begitu menggelikan.

Ternyata suaminya tidak mati.

Jayden hanya ingin menjaga perasaan kakak iparnya, sehingga memilih membuat Kirana percaya bahwa dirinya sudah mati!

Lima tahun lalu, Kirana dan Jayden pertama kali bertemu di sebuah acara hiburan lingkungan militer.

Jayden adalah seorang komandan yang tegas dan tangguh, sedangkan Kirana adalah penari dari rombongan kesenian militer.

Banyak perempuan mengejar Jayden, dan tidak sedikit pula pria yang mengejar Kirana. Namun, malam itu, Jayden berdiri di bawah panggung, menatapnya dengan sorot mata yang begitu membara hingga Kirana menyelesaikan tarian Pasukan Merah Wanita. Kemudian, dia melangkah naik ke atas panggung dan menyampirkan jaket militernya ke pundak Kirana di depan semua orang.

Jayden berkata, "Kirana, anginnya kencang. Jangan sampai masuk angin."

Kirana mengenakan jaket Jayden, wajahnya memerah karena malu.

Setelah itu, Jayden mulai mengejarnya. Setiap kali hendak berangkat menjalankan tugas, dia selalu menyempatkan diri memutar arah hanya untuk menemui Kirana di rombongan kesenian.

Pada hari Kirana menerima pernyataan cintanya, Jayden mabuk berat. Dia memeluk Kirana dan berputar-putar di halaman sambil berkata, "Kirana, dalam hidupku ini, hanya ada kau seorang cintaku."

Setelah menikah, semua orang berkata bahwa Komandan Jayden sangat memanjakan istrinya.

Kirana pun pernah percaya bahwa Jayden mencintainya sepenuh hati.

Namun, sekarang?

Demi merawat kakak iparnya, pria itu menyamar sebagai kakaknya sendiri, tidur seranjang dengan kakak iparnya, bahkan berniat menghamilinya.

Sementara Kirana? Kirana seperti orang bodoh, menangis demi dirinya, ingin mati demi dirinya, dan tersiksa setengah mati karena dirinya.

Apa Jayden pernah memikirkan bahwa Kirana juga bisa merasakan sakit?

Saat Kirana pulang ke rumah dalam keadaan linglung, Bibi Santi, sang mak comblang, kembali datang.

"Kirana, Komandan Elio bakal dipindah tugaskan ke pulau terpencil setengah bulan lagi. Ini sudah ketujuh kalinya dia memintaku datang menanyakan keputusanmu .... Katanya, kalau kali ini kau masih menolak, seumur hidup dia nggak bakal kembali."

Elio Darmana, rekan seperjuangan Jayden.

Sejak Kirana diumumkan menjadi janda, pria itu berkali-kali datang melamarnya.

Enam kali sebelumnya, Kirana menolak.

Karena Kirana merasa, seumur hidup ini, dia hanya akan mencintai Jayden seorang.

Namun, sekarang ....

Kirana mendongak dan berkata tenang, "Baik. Aku bakal menikah."

Bibi Santi tercengang. "Ka ... kau serius?"

"Serius." Kirana tersenyum tipis. "Tolong sampaikan pada Elio, setengah bulan lagi aku bakal menikah dengannya dan ikut ke pulau bersamanya."

Tirai pintu mendadak tersibak. Jayden berdiri di ambang pintu dengan wajah muram. "Adik Ipar, kau mau menikah dengan siapa?"

Kirana menatapnya dan mendadak merasa lucu.

"Kak Kayden," ucapnya pelan. "Itu urusanku."

Meskipun ucapan itu ditujukan kepada mak comblang, tetapi tangan Jayden justru mencengkeram pergelangan tangan Kirana dengan kuat hingga terasa sakit. "Ada aku yang menjaga adik ipar, dia nggak perlu menikah lagi. Lagian, dia sangat mencintai Jayden, mustahil dia mau menikah lagi. Bibi Santi, jangan datang lagi. Kalau nggak, jangan salahkan aku mengusirmu!"

Bibi Santi menatap bingung. "Tapi Kirana sudah setuju ...."

Sebelum Bibi Santi selesai bicara, Kirana buru-buru menarik lengannya. "Bibi, bukannya tadi Bibi bilang mau ke koperasi? Cepat pergi, nanti keburu tutup."

Bibi Santi terdistraksi dan segera mengangguk sebelum bergegas pergi.

Setelah Bibi Santi pergi, Jayden akhirnya mengembuskan napas lega. Dia melangkah mendekat setengah langkah, jakunnya bergerak naik turun. "Dik Kirana, walau Jayden sudah meninggal, jangan khawatir. Aku bakal menjagamu. Kalau nanti mak comblang seperti ini datang lagi, langsung usir saja."

Saat itu, Kirana hanya merasa semua ini menggelikan.

Jayden jelas-jelas menipunya dan setiap hari tidur di kamar kakak iparnya, tetapi masih takut dia pergi dan menikah lagi?

Di dunia ini, mana ada logika seperti itu?

Namun, Kirana tidak membongkarnya. Dia hanya mengangguk.

Bagaimanapun, setengah bulan lagi dia akan menikah dengan orang lain dan pergi dari tempat ini selamanya. Saat itu, pria ini tidak akan bisa mengaturnya lagi.

Malam harinya, Kirana sedang membereskan barang-barangnya. Tiba-tiba, dari kamar sebelah terdengar bunyi ranjang kayu berderit.

Dulu, setiap mendengar suara seperti ini, dia hanya mengira hubungan kakak iparnya sangat harmonis.

Namun, sekarang, setiap helaan napas dari balik dinding terasa seperti pisau tumpul yang mengiris dagingnya.

Itu jelas erangan tertahan Jayden saat terbawa hasrat, suara yang dulu hanya dia dengarkan di telinga Kirana.

"Ah!"

Sebuah jeritan memecah malam. Saat Kirana berlari keluar, dia melihat Jayden sedang menggendong Dhea yang pakaiannya berantakan sambil berlari keluar. Di bawah cahaya bulan, celana tidur putih wanita itu basah oleh noda merah yang mencolok.

Kompleks perumahan militer langsung gempar. Bibi Laras dari rumah sebelah menjulurkan kepala.

"Aduh, ada apa ini?"

"Kudengar mereka terlalu berlebihan saat berhubungan, sampai berdarah ...."

"Ck ck, biasanya Kayden terlihat dingin dan serius. Nggak kusangka, dia begitu memanjakan istrinya ...."

Kirana berdiri di tengah kerumunan, tubuhnya terasa dingin.

Dia berbalik hendak pergi, tetapi Bibi Laras menariknya. "Kirana, kau ini adik iparnya. Kau harus ikut ke rumah sakit!"

Agar tidak menjadi bahan gunjingan, Kirana hanya bisa mengenakan jaket dan bergegas ke rumah sakit.

Di lorong rumah sakit, aroma disinfektan menusuk hidung hingga mata Kirana terasa perih.

Jayden mondar-mandir dengan gelisah. Saat melihatnya, pria itu tampak tertegun.

"Kenapa kau datang?"

Kirana menarik sudut bibirnya. "Sebagai adik ipar, sudah seharusnya aku datang menjenguk."

Pintu ruang operasi tiba-tiba terbuka. Dokter berjalan keluar.

"Bapak, tenang saja. Istri Anda nggak apa-apa. Dia cuma lagi hamil. Aktivitas suami istri harus lebih dikendalikan ...."

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Tidak ada komentar
31 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status