Compartir

Bab 8

Autor: Aulia
"Operasi kuretase?" Suara Kenny terdengar rendah saat melontarkan pertanyaan itu.

Dokter menjelaskan, "Operasi kuretase mungkin karena rahim tumbuh miom dan sebagainya, semuanya perlu dilakukan prosedur itu."

Suara Kenny dingin dan berat. "Angkat rahim Sisca, lalu kirimkan untuk dilihat Syifa. Mata Syifa sudah bengkak karena nangis, dia nggak boleh nangis lagi. Selesaikan operasi secepatnya."

"Setelah anestesi disuntikkan, harus menunggu satu jam baru bisa melakukan operasi."

Kenny malah merasa waktunya terlalu lama. Dalam nadanya terselip ketidaksabaran. "Sisca sudah pingsan. Langsung bedah dan ambil rahimnya!"

Di sudut mata Sisca mengalir setetes air mata. Mengambil rahimnya hanya demi membuat Syifa tidak menangis ....

Setelah rahimnya diangkat, Sisca mengalami pendarahan hebat. Saat dia sadar, itu sudah dua hari kemudian. Tatapan Kenny yang dingin memancarkan hawa beku.

"Kamu sudah sadar."

Tenggorokan Sisca kering. Belum sempat dia berbicara, Kenny sudah berkata dengan nada dingin, "Kamu pendarahan hebat. Syifa yang mendonorkan darah untuk menyelamatkanmu. Sisca, kamu harus tahu balas budi, paham?"

Di samping, Syifa yang sedang mengupas jeruk berkata dengan malu-malu, "Kenny, aku nggak meminta Sisca berterima kasih padaku. Aku tahu kamu peduli pada Sisca. Aku nggak keberatan setengah darah di tubuhku diberikan padanya. Kalau untuk menyelamatkan Sisca harus memakai seluruh darahku,mati pun aku rela."

Perkataan Syifa benar-benar terdengar indah. Selanjutnya, Kenny berkata, "Sisca, bayarlah utangmu pada Syifa dengan status."

Sisca memandang Kenny. Di matanya, tak ada lagi cahaya. Dia menahan rasa sakit, bangkit dari ranjang.

Begitu Kenny melihatnya seperti itu, dia langsung mendekat, menarik tangannya dengan keras dan memarahinya, "Kamu mau apa? Kamu nggak peduli hidup matiku, nggak peduli hidup mati Syifa. Sisca, kamu yang berutang pada kami!"

Wajah Sisca pucat, tetapi di matanya ada ketenangan. Dia tersenyum mengejek. "Kenny, benarkah aku yang berutang pada kalian?"

Syifa, yang berada tidak jauh dari mereka, menangis dan berkata, "Kenny, aku nggak menginginkan apa pun. Aku hanya ingin kamu dan Sisca baik-baik saja. Aku bisa ... nggak bertemu lagi denganmu."

Setelah berkata demikian, Syifa langsung pingsan. Kenny segera melepaskan Sisca, cepat-cepat memeluk Syifa.

Matanya penuh amarah. Dia berkata, "Sisca, nggak semua orang akan memanjakanmu. Setelah Syifa mendonorkan darah untukmu, dia merawatmu, nggak pernah meninggalkan ruang rawat ini, hanya karena takut kamu nggak bangun."

"Aku dan dia nggak bersalah padamu. Kamu juga harus tahu diri. Sekarang kakekmu juga sudah meninggal. Di Kota Simaraka, kamu nggak punya satu keluarga pun."

Sisca tiba-tiba mengerti, betapa salahnya dulu dia tidak memilih pergi ke luar negeri bersama orang tuanya.

Kenny menggendong Syifa dan cepat-cepat meninggalkan ruang rawat. Sisca meninggalkan rumah sakit dengan menahan rasa sakit.

Dia membuka ponselnya. Di dalamnya ada banyak pesan dari pengacara.

[ Bu Sisca, pembeli untuk setengah aset lainnya sudah tiba di Kota Simaraka. Mereka sekarang sedang menunggumu, ingin menandatangani kontrak. ]

Sisca kembali pergi ke firma hukum, menangani seluruh sisa setengah aset terakhir Keluarga Hanif. Untuk saham yang diberikan Kenny kepadanya, dia sudah mendapatkan pembelinya, yaitu musuh bebuyutan Kenny, Levi.

Sisca mengirim pesan kepada Levi.

[ Siapkan 60 triliun. Seluruh saham Grup Lingga yang ada di tanganku akan kujual padamu. ]

Sisca hanya menerima satu kata balasan dari Levi.

[ Oke. ]

Awalnya, Sisca berniat mengembalikan saham Grup Lingga itu kepada Kenny. Meskipun Kenny berselingkuh, dia masih ingin menyisakan sedikit harga diri untuk mereka berdua. Namun, setelah mengalami semua ini, Sisca tidak punya rencana itu lagi.

Dia ingin menghancurkan Grup Lingga, juga menghancurkan Kenny. Sama seperti Kenny menghancurkannya sepenuhnya!

Sisca melihat ke arah mal di kejauhan. Di layar besar terpampang Kenny mengumumkan pernikahannya dengan Syifa, juga pengakuan cinta yang mendalam.

"Maaf, rumor di luar mengatakan aku dan Sisca adalah suami istri. Sebenarnya selama ini semua orang salah paham. Tujuh tahun lalu yang kunikahi adalah Syifa. Tapi karena aku ingin melindungi istriku, Sisca yang merupakan adik perempuanku pun membantuku dan muncul rumor tujuh tahun ini."

"Sekali lagi, maaf. Sekarang kesalahpahaman telah diluruskan. Aku tegaskan, dari awal sampai akhir, istriku hanya satu orang, yaitu Syifa."
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App

Último capítulo

  • Akta Nikah Palsu, Bukti Cinta Palsu   Bab 21

    [ Ini adalah surat cinta yang nggak berani kukirimkan. Sisca, sepertinya aku menyukaimu. Tapi di sisimu ada Kenny. Saat kamu memandangnya, matamu berbinar. Aku tahu ini hanya bisa menjadi cinta diam-diam. ]Sisca yang mengenakan gaun pengantin putih bersih pun berkaca-kaca. Dia benar-benar tidak menyangka, ternyata sejak SMA Levi sudah diam-diam menyukainya. Dengan mata berair, dia memandang Levi.Saat itu, terdengar suara satpam hotel yang tergesa-gesa. "Pak Levi, ada orang yang ingin bunuh diri di atap hotel kita. Itu ... itu Pak Kenny."Tangan Sisca gemetar. Dia pikir kemarin dia sudah berbicara dengan sangat jelas kepada Kenny.Levi memandangnya. "Sisca, biar aku yang tangani."Sisca menggeleng. "Levi, pernikahan tetap dilangsungkan seperti biasa. Ditunda 20 menit, boleh?"Levi memeluknya, menyahut dengan nada lembut, "Aku tahu kalau dia benar-benar kenapa-napa, kamu pasti akan merasa sedih. Aku akan menunggumu."Air mata menggenang di mata Sisca. Meskipun dia sudah tidak punya ten

  • Akta Nikah Palsu, Bukti Cinta Palsu   Bab 20

    Kenny tidak menyangka, selama lima tahun dia mencarinya di luar negeri, ternyata Sisca selama ini berada di dalam negeri bersama Levi.Kenny terbang kembali ke Kota Simaraka dan tiba keesokan harinya. Dia langsung menuju Grup Obris, menerobos masuk ke kantor presdir.Tak disangka, orang pertama yang dia temui adalah Sisca. Matanya memerah. Dia bergegas memeluk Sisca dengan erat.Tubuhnya gemetar saat berkata, "Sisca, Sisca, akhirnya aku menemukanmu."Selama bertahun-tahun ini, Kenny mencari ke seluruh dunia. Sisca tahu itu. Kali ini, pernikahan diumumkan secara terbuka. Sisca juga sudah memperkirakan Kenny akan kembali."Kenny, ini kantor suamiku."Tubuh Kenny menegang. Dengan marah, dia berkata, "Nggak, aku nggak akan setuju kamu menikah dengan orang lain. Kamu hanya bisa menjadi milikku! Aku sudah mencarimu begitu lama.""Kenny, aku hanya tinggal di luar negeri selama satu tahun. Empat tahun ini aku berada di Kota Simaraka." Sisca menatap Kenny dengan tatapan dingin. Nadanya saat ber

  • Akta Nikah Palsu, Bukti Cinta Palsu   Bab 19

    Kenny melihat helikopter yang ditumpangi Sisca terbang menjauh. Helikopternya sendiri berhenti di atas hamparan rumput. Untuk waktu yang lama, dia sama sekali tidak bergerak.Sepasang mata merah itu dipenuhi rasa sakit. Kalimat terakhir Sisca adalah penjelasan apa pun sudah tidak penting lagi baginya. Nada lemah itu dipenuhi kekecewaan dan ketegasan terhadapnya.Dia telah begitu menyakiti Sisca, tetapi Sisca tidak mengatakan satu kata pun. Balasan terkejam yang dia berikan padanya adalah menghilang sepenuhnya dari dunianya!Kenny jatuh sakit. Tubuhnya roboh dengan keras. Dia dilarikan ke rumah sakit. Setelah diselamatkan selama tiga hari tiga malam, barulah dia sadar.Yang datang menjenguknya hanya satu orang, yaitu Revan. Dia berkata, "Kak Kenny, toko gaun pengantin tempat kamu dan Syifa mengadakan pernikahan itu ... milik Sisca."Kenny benar-benar putus asa. Dia mencabut jarum infus di punggung tangannya. Darah terus mengalir.Seperti orang gila, dia bergegas menuju toko gaun pengant

  • Akta Nikah Palsu, Bukti Cinta Palsu   Bab 18

    Sebulan lalu, saat Sisca meninggalkan Kota Simaraka, Kenny mengumumkan hubungannya dengan Syifa secara terang-terangan. Kini, belum sampai sebulan setelahnya, Kenny justru memohon padanya. Sungguh menggelikan.Sisca kembali ke hotel. Namun, di pintu masuk hotel, dia bertemu dengan Levi.Suara Levi rendah dan berat. "Kenny tadi datang ke hotel, tapi aku sudah menyuruh satpam untuk mengusirnya."Sisca berkata, "Mm, terima kasih, Pak Levi."Sorot mata Levi meredup. "Sisca, kamu bisa langsung panggil namaku. Kita teman sekelas."Sudut bibir Sisca sedikit terangkat. "Mm, beberapa hari ini aku mungkin akan merepotkanmu, Levi.""Nggak merepotkan kok."Mobil Kenny juga berhenti di depan hotel. Begitu dia turun dari mobil, tatapan Levi langsung penuh kewaspadaan. Sisca melirik Kenny yang berdiri di belakangnya."Sekarang antara Keluarga Hanif dan Keluarga Lingga, selain sebagai penggugat dan tergugat, keduanya sudah nggak ada hubungan apa pun. Pak Kenny, lebih baik kita bertemu di pengadilan sa

  • Akta Nikah Palsu, Bukti Cinta Palsu   Bab 17

    "Tujuh tahun lalu, karena rasa bersalah, aku diam-diam memindahkan seluruh saham atas namaku kepada Sisca. Dan sekarang semua saham itu sudah diakuisisi oleh Keluarga Obris. Dulu Kakek memaksaku harus menikahi Syifa. Aku ingin seluruh saham Grup Lingga yang ada di tanganmu. Dan sekarang, Grup Lingga sudah hancur."Denny memuntahkan darah. "Apa yang kamu katakan?"Senyuman Kenny semakin dalam. "Sisca yang selama ini mengendalikan saham Grup Lingga. Kakek sendiri yang menjual Grup Lingga."Denny seketika murka. "Bajingan! Ambil kembali saham itu! Itu hasil jerih payah seumur hidupku. Kamu malah memberikannya pada keturunan tua bangka dari Keluarga Hanif itu! Kenny, dulu seharusnya aku membunuh Sisca sekalian. Membiarkannya hidup hanya mencelakai Keluarga Lingga!"Kenny merasakan kebencian Denny terhadap Keluarga Hanif dan Sisca. Selama ini, dia dibutakan. Dia hanya mengira ketidaksukaan Denny pada Sisca karena Sisca memiliki sifat yang manja. Namun, dia salah. Ternyata, itu adalah dendam

  • Akta Nikah Palsu, Bukti Cinta Palsu   Bab 16

    Bahkan demi Syifa, dia telah mengangkat rahim Sisca.Saat ini, Kenny bahkan tak berani membayangkan, ketika Sisca terbaring di ruang operasi waktu itu, betapa putus asanya dia.Dia hanya merasa harus memberi kompensasi kepada Syifa. Hanya merasa toh Sisca juga tidak bisa punya anak, jadi kehilangan rahim pun tidak masalah.Namun, dia tidak pernah terpikir bahwa rahim yang rapuh itu sebenarnya pernah mengandung dua anaknya, bahwa Sisca sebenarnya pernah membayar harga yang sangat besar demi memberinya hadiah terbaik.Sementara dia? Dia telah menghancurkan semuanya, kehilangan semuanya.Setiap kali menjalani program hamil, Sisca selalu datang diam-diam tanpa memberitahunya. Waktu-waktu di laporan itu, semuanya saat dia berada di perusahaan.Suatu kali, saat Kenny meneleponnya, suara Sisca terdengar tidak biasa. "Kenny, kenapa kamu terus telepon? Aku nggak enak badan."Dia segera pulang ke rumah, melihat Sisca berwajah pucat dan tubuhnya meringkuk. Selain itu, dia mencium bau darah.Namun

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status