LOGIN"Bu Leora, Anda telah berhasil memesan Memoar Kematian. Kami sudah mengatur seseorang untuk merekam Anda secara diam-diam kapan pun dan di mana pun. Mulai sekarang, ke mana pun Anda pergi dan apa pun yang Anda lakukan, setiap momen Anda akan direkam secara diam-diam hingga Anda meninggal." Petugas menyerahkan kontrak di tangannya kepada Leora untuk melakukan konfirmasi terakhir. Leora mengambil pena dan tanpa ragu menandatangani namanya. Alasan dia memesan Memoar Kematian ini adalah karena dia telah didiagnosis menderita kanker dan hidupnya paling lama hanya tersisa satu bulan.
View MoreEkspresi Elise seketika berubah drastis. Dia mengulang pertanyaannya dengan kaku seperti mesin, "Soren, apa maksudmu?"Ketiga orang lainnya juga terpaku di tempat. Tepat ketika mereka hendak mengatakan sesuatu, tiba-tiba rasa sakit yang luar biasa menyerang perut mereka.Mereka membuka mulut. Namun sebelum sempat melontarkan pertanyaan, mereka memuntahkan banyak darah.Sakit.Rasa sakit yang menusuk-nusuk dari dalam perut seketika menjalar ke seluruh tubuh. Mereka merasa seolah ada seseorang yang membelah perut mereka hidup-hidup, lalu mengaduk dan meremukkan seluruh organ dalam mereka dengan tangan.Mereka bahkan tidak mampu mengucapkan sepatah kata pun.Soren tampak tersenyum. Dia menatap ketiga orang yang terjatuh ke lantai dan meronta kesakitan, lalu berkata dengan tenang, "Setelah begitu banyak hal terjadi, kalian ternyata masih saja lengah terhadap orang seperti Elise. Supnya sudah diberi racun, kalian benar-benar nggak menyadarinya? Enak?"Entah karena merasa semua ini begitu me
Di tengah rentetan pertanyaan tajam dari resepsionis, wajah ketiga orang itu semakin pucat. Pada akhirnya, mereka semua terdiam dan pergi dengan langkah lesu.Mereka tidak ingin kembali ke rumah sakit dan melihat wajah Elise yang selalu berpura-pura lemah dan menyedihkan, jadi mereka memutuskan pulang bersama ke kediaman Keluarga Salim.Alden ingin melihat kamar Leora yang dulu. Namun, begitu membuka pintu utama kediaman Keluarga Salim, dia malah melihat Elise yang sudah selesai diperban dan tampak pucat keluar dari dapur.Ekspresi ketiga orang itu langsung berubah. Ibu Leora bahkan berkata, "Untuk apa kamu masih datang ke sini? Cepat kemasi barang-barangmu dan pergi dari Keluarga Salim!"Elise berusaha keras menahan kebencian di matanya, lalu memaksakan seulas senyum. "Aku tahu aku sudah melakukan banyak kesalahan dulu. Aku juga tahu kalian nggak akan memaafkanku lagi ....""Tapi setelah bertahun-tahun bersama, aku tetap merasa berat untuk meninggalkan semuanya ....""Ayah, Ibu, Kak A
Ketiga orang yang bergegas menuju perusahaan Memoar Kematian sama sekali tidak mengetahui apa yang sedang terjadi di rumah sakit. Saat ini, hanya ada satu hal dalam pikiran mereka, yaitu membawa pulang abu Leora.Sudah cukup lama berlalu. Jenazah Leora jelas sudah tidak mungkin mereka dapatkan kembali, tetapi masih ada kemungkinan abunya belum ditebarkan.Ketika teringat bahwa malam itu mereka tidak pergi ke kamar jenazah untuk melihat Leora untuk terakhir kalinya hanya karena Elise, penyesalan kembali memenuhi mata mereka.Setibanya di lobi perusahaan, resepsionis yang awalnya selalu memasang senyum ramah perlahan menghapus senyumnya setelah melihat jelas wajah ketiga orang di hadapannya."Ada keperluan apa?"Kalau bukan karena memaki orang saat jam kerja bisa membuat gajinya dipotong, resepsionis itu pasti sudah memaki mereka habis-habisan. Dia juga sudah menonton episode terbaru Memoar Kematian. Semakin lama menonton, semakin sakit hatinya melihat penderitaan Leora.Ketika akhirnya
[ Aku nangis. Aku nggak ngerti kenapa gadis sebaik ini harus mengalami semua penderitaan itu. ][ Kebaikan terakhir yang dia terima ternyata berasal dari staf Memoar Kematian. Sementara orang-orang yang katanya peduli sama dia, malah jadi orang-orang yang paling dalam menyakitinya. ][ Dia masuk ke ruang operasi tanpa menoleh sedikit pun .... Dia pasti tahu bahwa sekalipun menoleh, nggak akan ada seorang pun yang melihatnya. ][ Begini caranya dia meninggal, 'kan? Sebenarnya dia masih bisa hidup beberapa hari lagi, tapi mungkin begini juga lebih baik. Kalau terus bertahan, pada akhirnya dia sendiri yang akan semakin menderita. ][ Melihat semuanya dari sudut pandang Leora benar-benar membuatku sesak. Aku bahkan merasa kematian justru menjadi sebuah pembebasan baginya. Terus terjerat sama manusia-manusia sampah ini benar-benar terlalu menyakitkan. ][ Semoga di kehidupan berikutnya Kak Leora bisa hidup dengan baik dan dicintai seseorang. Jangan pernah bertemu lagi dengan orang-orang ini






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews