Compartir

Bab 7

Autor: Aulia
Sisca mengambil palu dan menghancurkan satu per satu foto prewedding mereka. Seluruh lantai penuh dengan pecahan kaca.

Pakaian yang dibelikan Kenny pun dia kemas, termasuk perhiasan emas dan perak, juga tas-tasnya. Tengah malam, dia menyuruh rumah lelang barang bekas untuk mengangkut semuanya.

Hadiah-hadiah yang saling mereka berikan sejak kecil juga tak terkecuali. Sisca melihat boneka kelinci itu. Itu dibelikan Kenny untuknya saat kecil, ketika dia menangis dan Kenny menenangkannya. Juga setumpuk buku latihan ujian masuk universitas. Itu adalah buku yang Kenny gunakan untuk membimbingnya belajar, memaksanya harus menyelesaikannya.

Sisca membawa semua itu ke halaman, membakarnya satu per satu.

Ponsel kembali berbunyi. Pesan dari nomor asing.

[ Aku nggak pernah tahu ternyata dia begitu mencintaiku. Sampai nggak peduli pada nyawa sendiri! ]

Sisca hanya membalas satu kalimat.

[ Syifa, selamat, kamu telah mendaur ulang sampahku! ]

Tiga jam kemudian, Sisca menerima kabar bahwa Kenny sudah sadar.

Di rumah sakit milik Keluarga Lingga, masih ada lima kantong darahnya yang disimpan di sana, semuanya untuk berjaga-jaga kalau-kalau Kenny kenapa-kenapa.

Beberapa tahun ini tubuh Kenny tidak bermasalah, tidak pernah terluka, jadi setiap setengah tahun, dia pergi mendonorkan darah untuk disimpan, hanya karena takut Kenny tiba-tiba mengalami sesuatu dan membutuhkannya.

Semalam, dengan luka Kenny yang cukup berat, lima kantong darah itu seharusnya sudah tidak tersisa setetes pun.

Hubungan 27 tahun antara dirinya dan Kenny, ternyata hanya butuh paling lama lima jam untuk dibereskan sampai bersih.

Sisca dibawa paksa ke rumah sakit oleh pengawal Kenny. Setelah mendorong pintu ruang rawat, dia melihat Kenny sedang memeluk Syifa.

Di mata Kenny penuh amarah. "Sisca! Kamu ternyata menyuap dokter, membuat Syifa kehilangan anaknya sekaligus membuat rahimnya diangkat!"

Sisca mendengar Kenny menuduhnya atas hilangnya rahim Syifa.

Saat itu, dokter di samping ikut mengadu, "Pak Kenny, Bu Sisca bilang kalau aku nggak mengangkat rahim Bu Syifa, dia akan membuat seluruh keluargaku nggak bisa bertahan hidup di Kota Simaraka."

Kenny melepaskan Syifa, berjalan ke arahnya. Untuk pertama kalinya, Kenny langsung mencekik leher Sisca.

"Sisca, gimana bisa kamu menggunakan uang dan kekuasaan untuk menekan orang lain dan menyakiti Syifa? Sejak kapan kamu berubah sampai nggak bisa dikenali seperti ini?"

Mendengar itu, mata Sisca langsung berkaca-kaca saat memandang Kenny. Wajah Kenny yang pilu dan murka itu bukan lagi untuknya.

Rasa sakit di lehernya begitu nyata. Demi Syifa, Kenny menyakitinya. Sisca mengangkat sudut bibirnya dan berkata, "Kenny, cuma rahim kok. Aku bahkan ingin membeli nyawanya dengan uang."

Seketika, Kenny murka dan menampar wajah Sisca dengan keras. Tubuh Sisca yang kurus terjatuh ke lantai.

Suara Kenny dingin saat berkata, "Bawa Sisca ke ruang operasi. Angkat rahimnya."

Dua dokter menahan tubuhnya.

Mendengar itu, Sisca merasa terkejut. "Kenny, apa yang kamu katakan? Apa yang ingin kamu lakukan padaku?"

Tatapan Kenny yang dingin menyapu Sisca. "Sisca, manusia nggak boleh berutang pada orang lain. Kamu juga begitu. Karena berutang pada Syifa, kamu harus kembalikan. Setelah lunas, aku akan tetap menyayangimu seperti dulu."

Dengan satu tatapan Kenny, dua dokter langsung membawanya pergi. Dia ingin melawan, tetapi seorang dokter memegang jarum bius, langsung menusukkannya ke tubuhnya.

Seketika, pandangan Sisca mulai kabur. Dia melihat Kenny kembali memeluk Syifa. "Syifa, jangan nangis. Kalau kamu nangis, hatiku hancur."

Sisca pingsan. Gambaran masa muda memenuhi benaknya. Dirinya yang berusia 20 tahun berada dalam pelukan Kenny, menangis sampai terisak-isak, dan Kenny tersenyum nakal di telinganya. Suara seksinya penuh kemanjaan, "Sisca, aku paling suka kamu nangis. Kalau kamu nangis, aku jadi penuh semangat."

Ternyata jika benar-benar sayang, hati seseorang akan hancur saat melihat orang yang disayang menangis.

Rasa sakit di perut kembali datang.

Percakapan antara dokter dan Kenny, Sisca mendengarnya dengan samar tetapi cukup jelas.

"Pak Kenny, Bu Sisca sebelumnya pernah menjalani kuretase. Rahimnya masih mau diangkat?"
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App

Último capítulo

  • Akta Nikah Palsu, Bukti Cinta Palsu   Bab 21

    [ Ini adalah surat cinta yang nggak berani kukirimkan. Sisca, sepertinya aku menyukaimu. Tapi di sisimu ada Kenny. Saat kamu memandangnya, matamu berbinar. Aku tahu ini hanya bisa menjadi cinta diam-diam. ]Sisca yang mengenakan gaun pengantin putih bersih pun berkaca-kaca. Dia benar-benar tidak menyangka, ternyata sejak SMA Levi sudah diam-diam menyukainya. Dengan mata berair, dia memandang Levi.Saat itu, terdengar suara satpam hotel yang tergesa-gesa. "Pak Levi, ada orang yang ingin bunuh diri di atap hotel kita. Itu ... itu Pak Kenny."Tangan Sisca gemetar. Dia pikir kemarin dia sudah berbicara dengan sangat jelas kepada Kenny.Levi memandangnya. "Sisca, biar aku yang tangani."Sisca menggeleng. "Levi, pernikahan tetap dilangsungkan seperti biasa. Ditunda 20 menit, boleh?"Levi memeluknya, menyahut dengan nada lembut, "Aku tahu kalau dia benar-benar kenapa-napa, kamu pasti akan merasa sedih. Aku akan menunggumu."Air mata menggenang di mata Sisca. Meskipun dia sudah tidak punya ten

  • Akta Nikah Palsu, Bukti Cinta Palsu   Bab 20

    Kenny tidak menyangka, selama lima tahun dia mencarinya di luar negeri, ternyata Sisca selama ini berada di dalam negeri bersama Levi.Kenny terbang kembali ke Kota Simaraka dan tiba keesokan harinya. Dia langsung menuju Grup Obris, menerobos masuk ke kantor presdir.Tak disangka, orang pertama yang dia temui adalah Sisca. Matanya memerah. Dia bergegas memeluk Sisca dengan erat.Tubuhnya gemetar saat berkata, "Sisca, Sisca, akhirnya aku menemukanmu."Selama bertahun-tahun ini, Kenny mencari ke seluruh dunia. Sisca tahu itu. Kali ini, pernikahan diumumkan secara terbuka. Sisca juga sudah memperkirakan Kenny akan kembali."Kenny, ini kantor suamiku."Tubuh Kenny menegang. Dengan marah, dia berkata, "Nggak, aku nggak akan setuju kamu menikah dengan orang lain. Kamu hanya bisa menjadi milikku! Aku sudah mencarimu begitu lama.""Kenny, aku hanya tinggal di luar negeri selama satu tahun. Empat tahun ini aku berada di Kota Simaraka." Sisca menatap Kenny dengan tatapan dingin. Nadanya saat ber

  • Akta Nikah Palsu, Bukti Cinta Palsu   Bab 19

    Kenny melihat helikopter yang ditumpangi Sisca terbang menjauh. Helikopternya sendiri berhenti di atas hamparan rumput. Untuk waktu yang lama, dia sama sekali tidak bergerak.Sepasang mata merah itu dipenuhi rasa sakit. Kalimat terakhir Sisca adalah penjelasan apa pun sudah tidak penting lagi baginya. Nada lemah itu dipenuhi kekecewaan dan ketegasan terhadapnya.Dia telah begitu menyakiti Sisca, tetapi Sisca tidak mengatakan satu kata pun. Balasan terkejam yang dia berikan padanya adalah menghilang sepenuhnya dari dunianya!Kenny jatuh sakit. Tubuhnya roboh dengan keras. Dia dilarikan ke rumah sakit. Setelah diselamatkan selama tiga hari tiga malam, barulah dia sadar.Yang datang menjenguknya hanya satu orang, yaitu Revan. Dia berkata, "Kak Kenny, toko gaun pengantin tempat kamu dan Syifa mengadakan pernikahan itu ... milik Sisca."Kenny benar-benar putus asa. Dia mencabut jarum infus di punggung tangannya. Darah terus mengalir.Seperti orang gila, dia bergegas menuju toko gaun pengant

  • Akta Nikah Palsu, Bukti Cinta Palsu   Bab 18

    Sebulan lalu, saat Sisca meninggalkan Kota Simaraka, Kenny mengumumkan hubungannya dengan Syifa secara terang-terangan. Kini, belum sampai sebulan setelahnya, Kenny justru memohon padanya. Sungguh menggelikan.Sisca kembali ke hotel. Namun, di pintu masuk hotel, dia bertemu dengan Levi.Suara Levi rendah dan berat. "Kenny tadi datang ke hotel, tapi aku sudah menyuruh satpam untuk mengusirnya."Sisca berkata, "Mm, terima kasih, Pak Levi."Sorot mata Levi meredup. "Sisca, kamu bisa langsung panggil namaku. Kita teman sekelas."Sudut bibir Sisca sedikit terangkat. "Mm, beberapa hari ini aku mungkin akan merepotkanmu, Levi.""Nggak merepotkan kok."Mobil Kenny juga berhenti di depan hotel. Begitu dia turun dari mobil, tatapan Levi langsung penuh kewaspadaan. Sisca melirik Kenny yang berdiri di belakangnya."Sekarang antara Keluarga Hanif dan Keluarga Lingga, selain sebagai penggugat dan tergugat, keduanya sudah nggak ada hubungan apa pun. Pak Kenny, lebih baik kita bertemu di pengadilan sa

  • Akta Nikah Palsu, Bukti Cinta Palsu   Bab 17

    "Tujuh tahun lalu, karena rasa bersalah, aku diam-diam memindahkan seluruh saham atas namaku kepada Sisca. Dan sekarang semua saham itu sudah diakuisisi oleh Keluarga Obris. Dulu Kakek memaksaku harus menikahi Syifa. Aku ingin seluruh saham Grup Lingga yang ada di tanganmu. Dan sekarang, Grup Lingga sudah hancur."Denny memuntahkan darah. "Apa yang kamu katakan?"Senyuman Kenny semakin dalam. "Sisca yang selama ini mengendalikan saham Grup Lingga. Kakek sendiri yang menjual Grup Lingga."Denny seketika murka. "Bajingan! Ambil kembali saham itu! Itu hasil jerih payah seumur hidupku. Kamu malah memberikannya pada keturunan tua bangka dari Keluarga Hanif itu! Kenny, dulu seharusnya aku membunuh Sisca sekalian. Membiarkannya hidup hanya mencelakai Keluarga Lingga!"Kenny merasakan kebencian Denny terhadap Keluarga Hanif dan Sisca. Selama ini, dia dibutakan. Dia hanya mengira ketidaksukaan Denny pada Sisca karena Sisca memiliki sifat yang manja. Namun, dia salah. Ternyata, itu adalah dendam

  • Akta Nikah Palsu, Bukti Cinta Palsu   Bab 16

    Bahkan demi Syifa, dia telah mengangkat rahim Sisca.Saat ini, Kenny bahkan tak berani membayangkan, ketika Sisca terbaring di ruang operasi waktu itu, betapa putus asanya dia.Dia hanya merasa harus memberi kompensasi kepada Syifa. Hanya merasa toh Sisca juga tidak bisa punya anak, jadi kehilangan rahim pun tidak masalah.Namun, dia tidak pernah terpikir bahwa rahim yang rapuh itu sebenarnya pernah mengandung dua anaknya, bahwa Sisca sebenarnya pernah membayar harga yang sangat besar demi memberinya hadiah terbaik.Sementara dia? Dia telah menghancurkan semuanya, kehilangan semuanya.Setiap kali menjalani program hamil, Sisca selalu datang diam-diam tanpa memberitahunya. Waktu-waktu di laporan itu, semuanya saat dia berada di perusahaan.Suatu kali, saat Kenny meneleponnya, suara Sisca terdengar tidak biasa. "Kenny, kenapa kamu terus telepon? Aku nggak enak badan."Dia segera pulang ke rumah, melihat Sisca berwajah pucat dan tubuhnya meringkuk. Selain itu, dia mencium bau darah.Namun

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status