Compartir

Bab 9

Autor: Aulia
Di mata jernih Sisca tidak ada sedikit pun riak emosi.

Hari ini adalah hari kedua setelah hari jadi pernikahannya dengan Kenny, sekaligus hari jadi tujuh tahun yang sebenarnya bagi Kenny dan Syifa.

Ponselnya berdering. Itu adalah panggilan dari Kenny.

Sisca mengangkatnya. Dari sana terdengar suara marah Kenny. "Sisca, aku perintahkan kamu kembali ke rumah sakit! Kondisi tubuh Syifa bermasalah. Kamu harus datang untuk merawatnya!"

Sisca menatap layar dan berkata dengan tenang, "Bukankah rahimku sudah kamu ambil buat ganti rugi ke dia? Sekarang masih ingin aku merawatnya?"

"Sisca, kamu harus ngerti. Tubuh Syifa mengalami cedera seberat ini dan anak tiga bulan di dalam kandungannya tiada, semua karena kemunculanmu. Apa kamu tahu bagaimana perasaan seorang ibu yang kehilangan anaknya?"

Hati Sisca terasa perih. Dalam benaknya terlintas dua anak yang telah tiada itu. Setelah keluar dari rumah sakit sebelumnya, dia memasukkan anak-anak itu ke kotak pendingin dan menyuruh orang mengirimkannya ke restoran tempat dia dan Kenny merayakan enam tahun hari jadi pernikahan mereka.

Selama Kenny pergi ke restoran itu, manajer restoran akan menyerahkan hadiah hari jadi tahun ketujuh sekaligus yang terakhir kepadanya.

"Kenny, aku tahu."

Dengan nada memerintah, Kenny berkata, "Karena kamu tahu, datanglah merawat Syifa. Aku akan memaafkanmu. Kamu tetap di sisiku. Kamu dan Syifa akan menerima perlakuan yang sama."

Mendengar Kenny ingin memiliki keduanya sekaligus, di benak Sisca terngiang sumpah pernikahan Kenny. "Sisca, aku mencintaimu, sepanjang hidup hanya akan mencintaimu seorang."

Para teman masa kecil mereka pun bersorak.

"Kenny, kalau kamu mengkhianati Sisca, gimana?"

"Kalau begitu, aku akan melompat dari lantai teratas Grup Lingga."

Tawa dan sorak-sorai itu masih terngiang jelas di telinganya.

Dengan sisa tenaga terakhir, Sisca berkata dengan tenang, "Kenny, kita putus."

Di antara mereka tidak pernah ada pernikahan resmi. Pernikahan tanpa akta selama tujuh tahun itu akhirnya hanya bisa diakhiri dengan kata "putus".

Setelah mengakhiri panggilan, Sisca mencari sebuah kafe. Dia menangani hal-hal yang harus dilakukan dan menelepon pengacara.

"Halo, Bu Sisca, ada apa?"

"Pertama, untuk posisi presdir Revan, pakai seluruh saham di tanganku untuk mendukung kakaknya. Kedua, perusahaan keluarga Zidan mengalami kekosongan keuangan, sebarkan beritanya, gugat Zidan untuk mengembalikan 10 triliun kepadaku."

"Ketiga, Denny dulu membunuh putra dan menantunya sendiri. Dalam warisan yang ditinggalkan kakekku, ada bukti. Serahkan bukti itu kepada polisi."

Saat perebutan kekuasaan keluarga Revan dulu, Kenny dilarang ikut campur oleh Denny. Waktu itu, Kenny murung karena tidak bisa membantu sahabatnya.

Sisca yang pulang ke rumah Keluarga Hanif, memohon pada kakeknya, meminta kakeknya diam-diam membantu Revan. Makanya, sekarang Revan memperoleh perusahaan keluarganya.

Soal Denny yang secara tidak langsung menyebabkan kematian putra dan menantunya sendiri, kakek Sisca tahu semuanya.

Denny sendiri yang datang memohon pada kakeknya untuk tidak mengungkapkannya, makanya kakeknya menahan diri. Namun, kakeknya sampai mati pun tidak akan menyangka, orang tua itu justru menjebaknya.

Revan adalah sahabat baik Kenny. Pertikaian internal keluarga Revan penuh korupsi, kekurangan dana mencapai 10 triliun. Setengah tahun lalu, Revan sendiri datang mencari Sisca untuk meminjam uang, memintanya jangan memberi tahu Kenny. Sisca pun meminjamkannya.

Namun, balasannya adalah mereka semua membantu Kenny menipunya.

Sisca tidak membutuhkan balas budi. Namun, mereka tidak seharusnya mentertawakannya di belakang, menganggapnya bodoh.

Orang-orang yang pernah dia bantu itu berdiri di pihak berlawanan untuk menyakitinya. Kebaikan yang dia berikan pada mereka akan dia tarik kembali satu per satu.

Orang terakhir yang dia temui adalah Levi.

"Sisca, yang kamu minta terlalu mendesak. Dalam satu jam, aku hanya bisa mengumpulkan setengahnya. Setengahnya lagi pasti akan masuk ke rekeningmu dalam satu minggu ke depan."

Di mata jernih Sisca tidak ada sedikit pun riak emosi.

Suara Levi berat. "Kamu benar-benar sudah memikirkannya? Kalau saham Grup Lingga dijual padaku, aku akan mengakuisisi Grup Lingga, membuat Kenny nggak punya kesempatan bangkit lagi."

Sisca mengambil pena, tanpa ragu menandatangani surat pengalihan saham.

Setelah menandatangani kontrak penjualan, Levi sendiri yang mengantarnya ke bandara.

"Sisca, kamu ... nggak bisa tetap di sini?"

Sisca menoleh menatap Levi. Dia menghindari topik itu, lalu berkata, "Levi, selamat. Mulai hari ini, dari lima keluarga konglomerat teratas di Kota Simaraka, hanya keluargamu yang tersisa."

Mereka semua akan membayar harga atas apa yang telah mereka lakukan.

Sisca berbalik dan masuk ke gerbang keberangkatan, pergi tanpa menoleh lagi.

'Kenny, mulai sekarang kita akan berjalan di jalan masing-masing dan saling membenci!'
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App

Último capítulo

  • Akta Nikah Palsu, Bukti Cinta Palsu   Bab 21

    [ Ini adalah surat cinta yang nggak berani kukirimkan. Sisca, sepertinya aku menyukaimu. Tapi di sisimu ada Kenny. Saat kamu memandangnya, matamu berbinar. Aku tahu ini hanya bisa menjadi cinta diam-diam. ]Sisca yang mengenakan gaun pengantin putih bersih pun berkaca-kaca. Dia benar-benar tidak menyangka, ternyata sejak SMA Levi sudah diam-diam menyukainya. Dengan mata berair, dia memandang Levi.Saat itu, terdengar suara satpam hotel yang tergesa-gesa. "Pak Levi, ada orang yang ingin bunuh diri di atap hotel kita. Itu ... itu Pak Kenny."Tangan Sisca gemetar. Dia pikir kemarin dia sudah berbicara dengan sangat jelas kepada Kenny.Levi memandangnya. "Sisca, biar aku yang tangani."Sisca menggeleng. "Levi, pernikahan tetap dilangsungkan seperti biasa. Ditunda 20 menit, boleh?"Levi memeluknya, menyahut dengan nada lembut, "Aku tahu kalau dia benar-benar kenapa-napa, kamu pasti akan merasa sedih. Aku akan menunggumu."Air mata menggenang di mata Sisca. Meskipun dia sudah tidak punya ten

  • Akta Nikah Palsu, Bukti Cinta Palsu   Bab 20

    Kenny tidak menyangka, selama lima tahun dia mencarinya di luar negeri, ternyata Sisca selama ini berada di dalam negeri bersama Levi.Kenny terbang kembali ke Kota Simaraka dan tiba keesokan harinya. Dia langsung menuju Grup Obris, menerobos masuk ke kantor presdir.Tak disangka, orang pertama yang dia temui adalah Sisca. Matanya memerah. Dia bergegas memeluk Sisca dengan erat.Tubuhnya gemetar saat berkata, "Sisca, Sisca, akhirnya aku menemukanmu."Selama bertahun-tahun ini, Kenny mencari ke seluruh dunia. Sisca tahu itu. Kali ini, pernikahan diumumkan secara terbuka. Sisca juga sudah memperkirakan Kenny akan kembali."Kenny, ini kantor suamiku."Tubuh Kenny menegang. Dengan marah, dia berkata, "Nggak, aku nggak akan setuju kamu menikah dengan orang lain. Kamu hanya bisa menjadi milikku! Aku sudah mencarimu begitu lama.""Kenny, aku hanya tinggal di luar negeri selama satu tahun. Empat tahun ini aku berada di Kota Simaraka." Sisca menatap Kenny dengan tatapan dingin. Nadanya saat ber

  • Akta Nikah Palsu, Bukti Cinta Palsu   Bab 19

    Kenny melihat helikopter yang ditumpangi Sisca terbang menjauh. Helikopternya sendiri berhenti di atas hamparan rumput. Untuk waktu yang lama, dia sama sekali tidak bergerak.Sepasang mata merah itu dipenuhi rasa sakit. Kalimat terakhir Sisca adalah penjelasan apa pun sudah tidak penting lagi baginya. Nada lemah itu dipenuhi kekecewaan dan ketegasan terhadapnya.Dia telah begitu menyakiti Sisca, tetapi Sisca tidak mengatakan satu kata pun. Balasan terkejam yang dia berikan padanya adalah menghilang sepenuhnya dari dunianya!Kenny jatuh sakit. Tubuhnya roboh dengan keras. Dia dilarikan ke rumah sakit. Setelah diselamatkan selama tiga hari tiga malam, barulah dia sadar.Yang datang menjenguknya hanya satu orang, yaitu Revan. Dia berkata, "Kak Kenny, toko gaun pengantin tempat kamu dan Syifa mengadakan pernikahan itu ... milik Sisca."Kenny benar-benar putus asa. Dia mencabut jarum infus di punggung tangannya. Darah terus mengalir.Seperti orang gila, dia bergegas menuju toko gaun pengant

  • Akta Nikah Palsu, Bukti Cinta Palsu   Bab 18

    Sebulan lalu, saat Sisca meninggalkan Kota Simaraka, Kenny mengumumkan hubungannya dengan Syifa secara terang-terangan. Kini, belum sampai sebulan setelahnya, Kenny justru memohon padanya. Sungguh menggelikan.Sisca kembali ke hotel. Namun, di pintu masuk hotel, dia bertemu dengan Levi.Suara Levi rendah dan berat. "Kenny tadi datang ke hotel, tapi aku sudah menyuruh satpam untuk mengusirnya."Sisca berkata, "Mm, terima kasih, Pak Levi."Sorot mata Levi meredup. "Sisca, kamu bisa langsung panggil namaku. Kita teman sekelas."Sudut bibir Sisca sedikit terangkat. "Mm, beberapa hari ini aku mungkin akan merepotkanmu, Levi.""Nggak merepotkan kok."Mobil Kenny juga berhenti di depan hotel. Begitu dia turun dari mobil, tatapan Levi langsung penuh kewaspadaan. Sisca melirik Kenny yang berdiri di belakangnya."Sekarang antara Keluarga Hanif dan Keluarga Lingga, selain sebagai penggugat dan tergugat, keduanya sudah nggak ada hubungan apa pun. Pak Kenny, lebih baik kita bertemu di pengadilan sa

  • Akta Nikah Palsu, Bukti Cinta Palsu   Bab 17

    "Tujuh tahun lalu, karena rasa bersalah, aku diam-diam memindahkan seluruh saham atas namaku kepada Sisca. Dan sekarang semua saham itu sudah diakuisisi oleh Keluarga Obris. Dulu Kakek memaksaku harus menikahi Syifa. Aku ingin seluruh saham Grup Lingga yang ada di tanganmu. Dan sekarang, Grup Lingga sudah hancur."Denny memuntahkan darah. "Apa yang kamu katakan?"Senyuman Kenny semakin dalam. "Sisca yang selama ini mengendalikan saham Grup Lingga. Kakek sendiri yang menjual Grup Lingga."Denny seketika murka. "Bajingan! Ambil kembali saham itu! Itu hasil jerih payah seumur hidupku. Kamu malah memberikannya pada keturunan tua bangka dari Keluarga Hanif itu! Kenny, dulu seharusnya aku membunuh Sisca sekalian. Membiarkannya hidup hanya mencelakai Keluarga Lingga!"Kenny merasakan kebencian Denny terhadap Keluarga Hanif dan Sisca. Selama ini, dia dibutakan. Dia hanya mengira ketidaksukaan Denny pada Sisca karena Sisca memiliki sifat yang manja. Namun, dia salah. Ternyata, itu adalah dendam

  • Akta Nikah Palsu, Bukti Cinta Palsu   Bab 16

    Bahkan demi Syifa, dia telah mengangkat rahim Sisca.Saat ini, Kenny bahkan tak berani membayangkan, ketika Sisca terbaring di ruang operasi waktu itu, betapa putus asanya dia.Dia hanya merasa harus memberi kompensasi kepada Syifa. Hanya merasa toh Sisca juga tidak bisa punya anak, jadi kehilangan rahim pun tidak masalah.Namun, dia tidak pernah terpikir bahwa rahim yang rapuh itu sebenarnya pernah mengandung dua anaknya, bahwa Sisca sebenarnya pernah membayar harga yang sangat besar demi memberinya hadiah terbaik.Sementara dia? Dia telah menghancurkan semuanya, kehilangan semuanya.Setiap kali menjalani program hamil, Sisca selalu datang diam-diam tanpa memberitahunya. Waktu-waktu di laporan itu, semuanya saat dia berada di perusahaan.Suatu kali, saat Kenny meneleponnya, suara Sisca terdengar tidak biasa. "Kenny, kenapa kamu terus telepon? Aku nggak enak badan."Dia segera pulang ke rumah, melihat Sisca berwajah pucat dan tubuhnya meringkuk. Selain itu, dia mencium bau darah.Namun

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status