Share

7.

last update Last Updated: 2025-12-08 12:07:24
Begitu kalimat dominan itu keluar dari mulut Ling Xuan, Bai Yuer terdiam. Wajahnya merah, napasnya pendek, tapi tidak ada penolakan sedikit pun di matanya. Justru sorotnya menjadi lebih dalam, seperti sedang menantang sekaligus menyerah.

Ling Xuan memperhatikan itu. Ia menghela napas perlahan, lalu mengangkat tubuhnya sedikit. Dengan sisa tenaga yang baru saja kembali mengalir, ia mengubah posisi mereka. Dalam sekejap, Bai Yuer terbaring di bawahnya sementara ia bertumpu dengan satu tangan di tanah, menatap gadis itu dari jarak sangat dekat.

Jarak mereka tinggal hitungan sentimeter.

“Jadi,” bisik Ling Xuan dengan suara rendah dan meyakinkan. “Apa kau benar-benar ingin mengulanginya?”

Wajah Bai Yuer semakin panas. Tangannya terangkat, lalu berhenti di udara.

Kulit Ling Xuan langsung bersentuhan dengan ujung jarinya, membuatnya tersentak kecil. Panas tubuhnya yang belum stabil membuat Bai Yuer merona lebih parah, tetapi gadis itu tidak menarik tangannya.

Tubuh mereka hampir bersentuhan p
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Aku Bangkit dari Lembah Neraka   57. Dikucilkan

    Keheningan di alun-alun tidak langsung pecah.Para murid perlahan kembali ke kegiatan masing-masing, seolah apa yang baru saja terjadi hanyalah ujian rutin. Namun jarak yang terbentuk di sekitar Ling Xuan tidak ikut memudar. Justru sebaliknya, ia menjadi jelas.Sekte Pohon tidak membutuhkan pengumuman untuk mengambil sikap. Pada hari itu, Ling Xuan ditempatkan terpisah.Ia tidak diusir, dan tidak pernah dinyatakan bersalah. Tidak ada nama hitam, tidak ada teguran. Di atas kertas, Ling Xuan tetap murid Sekte Pohon.Namun jalur yang ia lalui berbeda.Tempat tinggalnya berada di tepi wilayah murid, dekat kebun obat lama yang jarang disentuh. Jadwal kultivasinya tidak pernah bentrok dengan murid inti. Ketika ia datang ke aula pembelajaran, bangku di sekitarnya selalu kosong, seolah ada kesepakatan diam yang tak pernah dibicarakan.Bukan permusuhan. Lebih tepatnya… dikucilkan.Ling Xuan merasakannya dengan jelas. Ini bukan pertama kalinya.Dulu, di Sekte Batu, ia pernah berdiri di tengah k

  • Aku Bangkit dari Lembah Neraka   56. Masuk Sekte Pohon

    Di lembah pemulihan bagian dalam Sekte Pohon, Ling Rou terbaring tenang di atas ranjang kayu roh.Napasnya mengalun pelan seiring cahaya hijau lembut yang berdenyut di dadanya, sementara Ling Yue duduk di sisinya tanpa bergerak, menggenggam tangan adiknya seolah takut jika dilepas sedikit saja kehidupan itu akan kembali menjauh.Kabut tipis menyelimuti lembah, menahan suara dunia luar, dan jauh di balik pepohonan roh yang berbisik pelan, Ling Xuan telah melangkah ke wilayah murid Sekte Pohon, meninggalkan adiknya dalam perlindungan alam demi menghadapi jalannya sendiri yang kini jauh lebih sunyi dan tajam.Gerbang Sekte Pohon terbuka tanpa suara. Dua batang pohon raksasa berdiri berhadap-hadapan, akarnya menembus tanah seperti urat nadi dunia. Di antara keduanya, kabut hijau tipis mengalir perlahan, membawa aroma tanah basah dan daun tua.Ling Xuan melangkah masuk.Tidak ada terompet penyambutan. Tidak ada sorak murid. Bahkan tidak ada tatapan penasaran yang terang-terangan.Yang ada

  • Aku Bangkit dari Lembah Neraka   55. Tingkah anak muda

    Namun sudah terlambat.Tekanan lenyap, dan mereka semua terhempas mati. Langit kembali cerah.Proyeksi bayangan runtuh menjadi serpihan hitam yang menguap.Hutan terdiam.Mu Qinghe berdiri perlahan.Ia menatap dua murid muda di hadapannya, dengan ekspresi seseorang yang baru saja menyaksikan sejarah lahir.“…Langit benar-benar gila,” gumamnya.Ia tertawa kecil, kelelahan bercampur kekaguman.“Aku pikir aku hanya menyelamatkan satu nyawa.”Ia menatap Ling Xuan dan Bai Yuer.“Ternyata… aku membangunkan takdir.”Cahaya di sekitar Ling Xuan dan Bai Yuer perlahan meredup.Mereka saling menatap.Untuk sesaat, dunia terasa sunyi.Akar-akar yang retak perlahan menutup. Tunas-tunas hijau tumbuh di tanah yang hangus, seolah luka alam dipaksa untuk sembuh lebih cepat dari seharusnya.Ling Xuan berdiri terdiam.Tubuhnya sudah pulih jauh lebih baik, namun dadanya terasa kosong. Seolah sesuatu yang hangat tadi… masih tertinggal, namun tidak lagi menyelimuti.Di hadapannya, Bai Yuer berdiri membelak

  • Aku Bangkit dari Lembah Neraka   54. Melihat keadaan sang murid

    Akar hijau kembali menjalar di dalam klinik, membentuk kubah pelindung. Lapisan qi kehidupan menyatu rapat, memisahkan ruangan dari dunia luar, menahan setiap gangguan, suara, dan aura berbahaya.Mu Qinghe berdiri di sisi ranjang Ling Rou, menatap wajah gadis itu yang kini telah memiliki rona hidup.Ia mengangkat tangan, menekan ringan kening Ling Rou. Cahaya hijau lembut meresap, membuat napas gadis itu semakin teratur.Ling Yue menahan napas. “Kakek Tabib…”Mu Qinghe menoleh sedikit, sorot matanya tajam namun hangat.“Hanya sebentar,” katanya tenang. “Tunggulah di sini. Jangan keluar dari perisai ini apa pun yang terjadi.”Ia melangkah mundur satu langkah, lalu menatap ke arah luar, seolah bisa menembus dinding dan jarak.“Kakek tua ini,” lanjutnya pelan, namun ada tekanan yang tak bisa disembunyikan, “akan memeriksa keadaan muridnya.”Sebelum Ling Yue sempat berkata apa-apa, tubuh Mu Qinghe memudar. Ia menyatu dengan aliran kehidupan, berpindah melalui akar, tanah, dan nadi dunia.

  • Aku Bangkit dari Lembah Neraka   53. Penyembuhan Ling Rou

    Akar hijau berkilau menembus lantai klinik seperti urat nadi raksasa. Cahaya kehidupan menyebar, menekan bau obat pahit dan darah yang memenuhi ruangan.Mu Qinghe tidak membuang waktu.Begitu kakinya menyentuh lantai, ia sudah berada di sisi ranjang Ling Rou.“Meridian jantung runtuh. Qi menipis. Racun obat sudah menyatu dengan darah,” gumamnya cepat. Tangannya bergerak tanpa jeda, menekan beberapa titik akupuntur di dada dan perut Ling Rou. Cahaya hijau menyala di ujung jarinya, masuk ke tubuh gadis itu seperti aliran hangat.Ling Rou tersentak. Napasnya tersendat.Mu Qinghe tidak berhenti. Ia mengangkat kedua tangan, membentuk segel hidup. Akar-akar di lantai bergerak, menjalar ke arah ranjang, lalu berhenti beberapa jengkal dari tubuh Ling Rou, berdenyut seirama dengan jantungnya.“Bangunlah!” bisiknya, bukan sebagai perintah, melainkan dorongan lembut. “Jangan lepaskan hidupmu.”Qi kehidupan membanjiri ruangan.Di sudut, Bai Yuer yang sejak tadi menunggu terpaku. Matanya membelala

  • Aku Bangkit dari Lembah Neraka   52. Menjadi murid Tabib Agung

    Ling Xuan tidak ragu sedikit pun.“Apa pun,” ucapnya tegas. “Selama adikku tetap hidup.”Mu Qinghe tersenyum kecil.“Aku tidak butuh harta,” katanya. “Tidak butuh sumpah kosong. Dan aku tidak kekurangan murid.”Ia mencondongkan tubuh sedikit ke depan.“Justru karena itu,” lanjutnya pelan, “aku sangat memilih.”Ling Xuan menegang. “Maksud Senior…?”Mu Qinghe menatap tajam ke dalam matanya.“Ilmu yang kupelajari,” katanya tenang, “bukan sekadar teknik penyembuhan. Ia adalah jalur hidup. Jalur yang menuntut kesabaran, pengendalian diri, dan belas kasih yang tidak palsu.”Udara terasa berat.Lava Maw menahan napas.“Jika aku menyelamatkan adikmu,” lanjut Mu Qinghe, suaranya tegas, “kau harus menjadi muridku.”Kata-kata itu jatuh perlahan… namun beratnya seperti gunung.Ling Xuan terdiam.Menjadi murid Tabib Agung Sekte Pohon. Bukan kehormatan biasa. Itu adalah ikatan. Jalan hidup baru. Jalur kultivasi yang tidak bisa ditinggalkan sesuka hati.Api itu… jalannya sekarang. Batu Api di dalam

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status