Share

18: FITNAH

Author: Azhel qiyya
last update publish date: 2026-09-30 12:45:13

Pagi itu, tepat jam 10.15, gerbang utama Wijaya Estate yang biasanya tertutup rapat dan dijaga 4 security kekar, tiba-tiba terbuka paksa.

Sebuah mobil Alphard putih masuk dengan ngebut, klaksonnya ditekan panjang, tidak peduli ada Bi Ijah yang sedang menyapu halaman dan hampir tertabrak.

Security yang jaga gerbang tidak berani menghentikan mobil itu, karena mereka kenal plat nomornya. Itu mobil milik Tante Riana. Tante Riana adalah adik kandung dari Almarhumah Ib
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Aku Ibu Tiri Mantan suamiku   19: Surat Wasiat Bu Ratna

    Jam 9 pagi, di ruang keluarga lantai 2 paviliun utama. Setelah kejadian fitnah DNA palsu kemarin, Aluna, Mahendra, dan Devano sepakat untuk membuka kotak kayu jati tua yang ditemukan Bi Ijah di gudang paviliun belakang. Di dalam kotak itu ada amplop coklat yang sudah sangat menguning, tulisannya sudah agak pudar, tapi masih terbaca: _Untuk Mahendra dan Devano - Dari Ratna Mahendra memegang amplop itu dengan tangan gemetar. Devano duduk di sebelah Papanya, Aluna duduk di tengah mereka, memegang perutnya yang hamil 11 minggu 5 hari. "Mas, buka pelan-pelan ya Mas, kertasnya sudah tua..." kata Aluna. Mahendra membuka amplop itu dengan cutter kecil, takut robek. Di dalamnya ada 2 lembar surat tulis tangan dan 1 flashdisk hitam kecil. Mahendra membaca surat pertama dengan suara bergetar, dibacakan keras agar Devano dan Aluna dengar. *SURAT PERTAMA - UNTUK MAHENDRA:* _"Un

  • Aku Ibu Tiri Mantan suamiku   18: FITNAH

    Pagi itu, tepat jam 10.15, gerbang utama Wijaya Estate yang biasanya tertutup rapat dan dijaga 4 security kekar, tiba-tiba terbuka paksa. Sebuah mobil Alphard putih masuk dengan ngebut, klaksonnya ditekan panjang, tidak peduli ada Bi Ijah yang sedang menyapu halaman dan hampir tertabrak. Security yang jaga gerbang tidak berani menghentikan mobil itu, karena mereka kenal plat nomornya. Itu mobil milik Tante Riana. Tante Riana adalah adik kandung dari Almarhumah Ibu Ratna Wijaya, ibu kandung Devano yang sudah meninggal 10 tahun lalu karena kanker. Setelah Ibu Ratna meninggal, Tante Riana memang sering keluar masuk komplek Wijaya Estate dengan alasan menjaga Devano, keponakannya. Di dalam mobil itu ada dua orang: Tante Riana yang memakai kacamata hitam besar, baju bermerek, tas Hermes oranye, dan di sebelahnya ada Belinda, mantan calon tunangan Devano yang dijodohkan Tante Riana, yang wajahnya masih agak bengkak bekas tamparan Aluna dua ming

  • Aku Ibu Tiri Mantan suamiku   17: Lamaran ke Dua

    Pagi itu, tepat di usia kehamilan Aluna 10 minggu, paviliun utama Wijaya Estate kembali heboh. Bukan karena USG, bukan karena Belinda datang lagi, tapi karena Mahendra Wijaya, Tuan Besar yang tidak pernah merayakan hal-hal kecil, tiba-tiba menyuruh semua pelayan menghias paviliun utama dengan bunga-bunga putih dan lampu-lampu kecil kuning hangat. "Bi Ijah, panggil tukang bunga! Saya mau 100 tangkai mawar putih! Dan panggil catering! Saya mau dinner romantis di taman belakang malam ini!" perintah Mahendra jam 7 pagi sambil memakai apron dapur, apron yang tidak pernah dia pakai selama 55 tahun hidupnya. Bi Ijah yang melihat Tuan Besarnya memakai apron dan mengocok telur untuk membuat pancake untuk Aluna, hampir pingsan karena kaget. "Tuan Besar... Tuan Besar masak?" "Iya, saya masak untuk istri saya dan anak saya. Ada masalah?" Bi Ijah menggeleng cepat. "Tidak ada Tuan Besar! Tidak ada! Bi Ijah p

  • Aku Ibu Tiri Mantan suamiku   16: USG 4D ARKANA

    Jam 8 pagi, komplek Wijaya Estate sudah heboh seperti mau ada presiden datang. Bukan presiden, tapi Nyonya Besar Aluna mau USG 4D pertama di usia kehamilan 9 minggu 4 hari. Bi Ijah dari jam 5 pagi sudah menyiapkan bubur kacang hijau untuk Aluna, karena kata orang tua dulu, makan kacang hijau bikin anak rambutnya lebat. Semua pelayan di paviliun utama berdiri berbaris di depan pintu sambil membawa tas-tas perlengkapan bayi yang baru dibeli Mahendra semalam lewat online. Mahendra sendiri, Tuan Besar Wijaya Group yang biasanya bangun jam 5 pagi untuk meeting dengan investor Singapura, hari ini bangun jam 7 pagi dan tidak mandi dengan terburu-buru. Dia memakai kemeja putih lengan panjang yang rapi, celana bahan hitam, dan parfum mahal yang biasanya hanya dia pakai untuk rapat direksi. Tapi hari ini bukan untuk rapat, hari ini untuk menemani istrinya melihat wajah anaknya. "Sayang, sudah siap?" panggil Mahendra dari ruang tamu p

  • Aku Ibu Tiri Mantan suamiku   15: CEMBURU

    Jam 4 pagi.Hujan sudah reda, tapi hawa dingin masih menusuk tulang dan menyelinap masuk lewat celah jendela kamar utama paviliun yang sedikit terbuka. Listrik sudah kembali normal setelah semalam mati lampu karena petir.Di atas ranjang king size yang empuk dan hangat, Aluna terbangun dengan napas ngos-ngosan, keringat dingin membasahi kening nya, dan kedua tangannya langsung memegang perutnya yang baru berusia 8 minggu.Mimpi buruk lagi.Mimpi yang sama untuk ketiga kalinya dalam seminggu ini.Di dalam mimpinya, dia berada di sebuah aula besar yang kosong. Dia memakai dress putih hamil, perutnya sudah besar 9 bulan. Di depannya berdiri Devano dengan jas hitam rapi, wajahnya dingin seperti dulu saat menceraikannya.Devano mengulurkan tangan padanya."Aluna, sini. Arkana butuh papa kandungnya, bukan kakeknya. Kamu salah pilih suami, Aluna. Anak ini butuh aku, bukan Papa ku."Di belakang Devano, ada Tante Riana dan Belinda yang tertawa sambil menunjuk-nunjuk perut Aluna."Anak haram! A

  • Aku Ibu Tiri Mantan suamiku   14: Devano Mabuk, Masuk Kamar Aluna

    jam 1 dini hari.Hujan turun sangat lebat membasahi seluruh komplek Wijaya Estate. Petir menyambar-nyambar membuat listrik di beberapa paviliun berkedip.Devano baru saja pulang dari bar di SCBD. Dia tidak mabuk berat, hanya sempoyongan dikit. Dia minum 3 gelas whiskey, bukan 10 botol seperti seminggu lalu. Dia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk lebih menyayangi diri nya.seketika janji itu hancur saat dia melihat foto Aluna di Instagram. Foto Aluna yang di-posting oleh akun gosip @lambe_wijaya.Foto Aluna dan Mahendra di dokter kandungan siang tadi. Mahendra memeluk Aluna dari belakang sambil menatap layar USG. Captionnya: _Selamat ya Tuan Besar Mahendra dan Nyonya Besar Aluna! Calon pewaris Wijaya Group sehat! Detak jantung Arkana sudah terdengar!Arkana. Anaknya. orang yang pertama kali mendengar detak jantungnya adalah Mahendra, ayah Devano sendiri. bukan dia sebagai ayah biologis Arkana.Devano membanting HP nya ke jok mobil dan menerobos hujan untuk segera sampai dirumah.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status