แชร์

Bab 124

ผู้เขียน: Celine
Aku tentu saja tahu Bu Ratna bermaksud baik mengingatkanku, tapi kata "hati-hati" ini sedikit banyak menusuk hatiku.

Lihat saja, kebaikan Ardi kepada Zelda sudah sampai di tahap di mana Fadil yang juga dokter magang merasa Ardi pilih kasih sampai-sampai dia memilih untuk melakukan hal seperti ini. Membuat Jessy yang selalu bersama Zelda merasa iri, membuat Bu Ratna yang sudah sangat senior di sini mengingatkanku untuk hati-hati pada Zelda. Jadi, aku ini sebenarnya apa?

Delapan tahun. Aku mengiku
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (16)
goodnovel comment avatar
Dwi
Cerita terlalu muter2
goodnovel comment avatar
Dine
Narasi kejadian buruk yg menimpa Raisa lebih dipanjang2in dr deadline cerai, kyk jelek dan tdk berdaya trs si Raisa, gak sesuai judulx yg katax mewek2 diceraiin
goodnovel comment avatar
Vid
judulnya di dalam hati
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 983

    Devi melanjutkan, "Lagi pula, sejak awal sampai akhir, bukankah kamu lebih tahu dari siapa pun apakah Kak Raisa hanya memanfaatmu atau tidak? Ketika kamu dirawat di rumah sakit begitu lama, apakah perhatiannya padamu itu palsu? Steven hampir saja membunuh Kak Raisa, tapi setelah Kak Raisa kembali, dia sama sekali tidak melampiaskan hal itu padamu. Dia tetap menjagamu, berbuat baik padamu seperti biasa. Sekarang kamu malah menyindirnya di sini, apa itu pantas?"Suasana di dalam ruang rias mendadak sunyi.Talia yang tadinya penuh dengan sarkasme, sekarang mengatupkan bibirnya dengan rapat.Para penata rias terkejut mendengar kata-kata Devi. Mereka menundukkan kepala dalam diam, berpura-pura sibuk dengan peralatan masing-masing, seolah-olah tidak mendengar apa pun.Aku segera melangkah maju untuk menarik Devi dengan lembut. "Devi, pernikahanmu akan segera dimulai. Jangan sampai jadwal riasmu terganggu. Cepatlah bersiap."Kemudian, aku beralih untuk menggenggam tangan Talia. "Lia, ikutlah

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 982

    Aku dan Devi baru saja tertawa bersama, tetapi wajah yang muncul di cermin itu tampak begitu dingin dan tajam. Tatapannya penuh cibiran yang membuatku terperanjat.Butuh waktu beberapa saat bagiku untuk mengenali siapa pemilik wajah itu. "Lia, kenapa kamu ada di sini?"Sosok di cermin itu adalah Talia, wanita yang sempat aku temui di rumah sakit beberapa waktu lalu.Penampilannya hari ini sedikit berbeda dari pertemuan kami sebelumnya.Talia mengenakan gaun pendek berwarna merah menyala dengan riasan yang jauh lebih menggoda. Namun, matanya terasa lebih dingin, terutama saat dia menatapku. Kebencian di matanya seolah bisa berubah menjadi belati yang siap menikamku."Sepertinya Kak Raisa tidak senang melihatku datang, ya?" Nada bicaranya masih sama seperti hari itu, penuh dengan permusuhan. "Awalnya aku juga tidak ingin mengganggumu. Tapi aku tidak bisa menemukan bajingan itu. Aku dengar hari ini dia akan menghadiri pernikahan ini, jadi aku datang ke sini untuk mencarinya."Ternyata, Ta

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 981

    Apa?Aku menoleh ke arahnya dengan tatapan terkejut.Namun, yang aku lihat adalah ekspresi penuh penyesalan di wajah Ardi. "Aku tidak bisa meluangkan waktu untuk menemanimu melakukan pemeriksaan kehamilan. Sebagai suami, aku sudah lalai. Aku bersalah."Cara menggoda dan merayu pria ini benar-benar makin bervariasi setiap harinya.Aku pun tertawa mendengar penjelasannya. "Memangnya tidak ada orang lain yang menemaniku? Hari ini kamu sibuk bekerja, jadi Ibu menemaniku melakukan pemeriksaan. Semuanya baik-baik saja. Aku sama sekali tidak berniat menyalahkanmu.""Ah, aku memang adalah pria paling beruntung di dunia. Aku mendapatkan istri yang begitu pengertian. Aku sungguh diberkati," ujar Ardi dengan nada dramatis. Namun, Ardi tiba-tiba mengganti topik, "Tapi kenapa kamu terlihat seperti sedang murung? Apa terjadi sesuatu hari ini?""Tidak," jawabku, tidak ingin membuat Ardi khawatir.Meskipun Talia menyimpan kebencian yang mendalam padaku, dia hanya mengucapkan beberapa kalimat tajam saj

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 980

    Aroma rokok itu benar-benar menyengat. Sejak dulu aku adalah tipe orang yang sama sekali tidak tahan dengan bau asap rokok. Setelah Talia mengembuskan asap tepat ke arahku dua kali berturut-turut, aku tidak bisa menahannya, langsung mulai terbatuk.Namun, saat aku menatap sepasang mata Talia yang dipenuhi ejekan tajam, penghinaan, serta kebencian, aku mendadak tidak bisa mengatakan apa-apa.Talia bertanya padaku apakah aku puas dengan akhir ini.Bagaimana mungkin aku merasa puas? Aku memang ingin Tommy ditangkap. Aku juga telah melakukan banyak hal untuk itu. Namun, aku tidak pernah berniat untuk mencelakai Talia sedikit pun.Lagi pula, menurut perkataan Talia sebelumnya, dia sudah muak dengan kendali Tommy dan eksploitasi Keluarga Tanadi terhadapnya. Seharusnya dia merasa senang melihat kejatuhan Keluarga Tanadi, lalu segera memulai hidup baru.Aku tidak menyangka bahwa setelah Keluarga Tanadi hancur dan Tommy melarikan diri, nasib Talia justru menjadi seperti ini.Dia hidup dengan sa

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 979

    Nyonya Lina tidak bertanya lebih jauh. Dia mengikutiku naik ke lantai dua menuju departemen kebidanan dan ginekologi untuk menjalani pemeriksaan.Sebenarnya, beberapa rekan kerja di departemen itu berniat memberiku jalur khusus, tetapi aku menolaknya sambil tersenyum. Aku memilih melakukannya sesuai prosedur rumah sakit untuk menunggu giliran USG. Aku tidak diperbolehkan pergi ke kamar mandi agar kandung kemih tetap penuh untuk keperluan pemeriksaan, tetapi Nyonya Lina yang sudah tidak tahan setelah duduk sebentar, langsung bergegas ke toilet.Aku duduk sendirian di ruang tunggu, lalu mengeluarkan ponsel untuk membaca majalah elektronik. Tak lama kemudian, seseorang duduk di sampingku."Kenapa cepat sekali?" tanyaku dengan santai, mengira Nyonya Lina sudah kembali.Nyonya Lina mengeluh perutnya sakit karena makan semangka dingin tadi pagi. Sepertinya ini sudah memicu masalah pencernaannya. Logikanya, dia akan memakan waktu cukup lama di toilet, tidak mungkin kembali secepat ini.Namun,

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 978

    Aku sudah cukup lama tidak bertemu dengannya.Perubahannya benar-benar drastis, hingga aku sempat mengira telah salah orang pada pandangan pertama.Aku tidak bisa menahan diri untuk memperhatikannya lebih lama, tetapi dia tampaknya masih tenggelam dalam amarahnya, tidak menyadari tatapanku. Dia menyambar tasnya dari kursi belakang sambil terus mengumpat, "Bajingan! Sampah! Tidak tahu diri!"Dulu wanita ini memang memiliki kepribadian yang terus terang, bahkan sering memaki seperti itu. Namun, raut wajahnya saat ini terasa sangat asing bagiku. Aku bertanya-tanya dalam hati, siapa sosok pria yang dia maki-maki tadi."Kak Raisa! Astaga, ini benar-benar kamu! Tadi aku takut salah orang saat melihatmu dari jauh. Untung ada Bibi di sampingmu, jadi aku yakin ini pasti kamu." Tiba-tiba, sebuah bayangan muncul di sampingku.Aku menoleh, melihat Devi berdiri di depanku dengan senyum cerah. Dia menggenggam tanganku dengan erat, sementara matanya tampak berbinar. "Aneh sekali. Kak Raisa, biasanya

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 897

    "Raisa, kamu ingin menutup mulut kami dengan teh susu, ya? Baiklah, kamu berhasil! Aku mau rasa mangga dan kelapa," kata Bu Ratna sambil tersenyum."Bolehkah aku meminta dua gelas? Ini pilihan yang sulit, aku ingin keduanya." Devi tidak bisa menolak teh susu.Aku mengangguk sambil tersenyum. "Tentu

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 889

    Seketika itu, penyesalan, rasa sakit, serta ketakutan, semuanya menyerbu hatiku. Aku tiba-tiba meraih rem tangan di konsol tengah, berusaha mengaktifkan rem darurat.Tidak ada gunanya.Mobil meluncur ke bawah tanpa terkendali.Aku sama sekali tidak berdaya menghentikannya.Pada saat ini, aku seolah

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 916

    Di luar jendela, malam yang gelap gulita dan kembang api yang gemerlap saling melengkapi.Di balik jendela, hatiku tiba-tiba berdetak kencang setelah merasakan jari Ardi bergerak sedikit. Kegembiraan yang luar biasa menghantam jantungku. Aku menggenggam erat tangan Ardi dengan hati-hati, tidak bisa

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 931

    "Aku tahu, aku tahu. Aku hampir kehilangan nyawa, tapi aku berhasil mengambilnya kembali. Selain itu, nyawaku diselamatkan oleh istriku sendiri." Ardi masih tersenyum.Dia menangkup wajahku, menciumku sekali, lalu menarikku ke dalam pelukannya. Bibirnya tepat berada di telingaku ketika dia berbisik

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status