Share

Bab 375

Author: Celine
Zelda tiba-tiba bereaksi saat ini, dia buru-buru melepaskan tangannya yang sedang memeluk lengan Ardi. Wajah mungilnya memerah dan dia melambaikan tangannya dengan malu-malu untuk menyangkal. "Tidak, tidak, aku tidak berpacaran dengan Kak Ardi. Kami, kami kemari hanya untuk mencari sarung tanganku yang tertinggal di sini malam itu. Kami tidak, tidak …."

Terlalu banyak hal lucu hari ini.

Jelas kami hanya makan bersama sebagai sepasang teman, tetapi Ardi menuduh kalau kami berpacaran dan sedang berkencan.

Rian yang sebenarnya teman baikku, memegang tanganku dan berpura-pura menjadi pasanganku. Akan tetapi, kekasih sejati yang sudah tidur dengan Ardi berkali-kali, malah dengan putus asa menyangkal hubungan mereka.

Aku tidak mengerti. Hubungan Zelda dan Ardi sudah sampai pada titik ini, kenapa mereka masih tidak mau mengakui hubungan mereka yang sudah mendalam?

"Zelda." Ardi berbicara saat ini. Dia menyela kata-kata Zelda dengan suaranya yang berat, tatapan matanya melirik pada tanganku da
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Niniekenind Enind
semakin lama raisa semakin bego katax pingin cerai secepatx namun hatix masih ke Ardi bego dipelihara
goodnovel comment avatar
Goez Titatar Sunda
kenapa masih terus bertahan menepilah entah kemana dan berapa lama
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 920

    Setelah Paman Dika memarkirkan mobil, dia langsung mengikutiku masuk. Tadi aku hanya sibuk berbicara dengan Pak Sandy, tidak memperhatikannya.Saat ini Paman Dika tiba-tiba membuka mulut mengatakan hal ini, membuatku terkejut. "Kamu melihatnya di tempat kejadian kecelakaan?"Saat kecelakaan terjadi, otakku kosong, sementara mataku hanya tertuju pada Ardi yang tertabrak. Aku hanya ingin segera berlari ke sisinya untuk memeriksa kondisinya, sama sekali tidak memiliki waktu untuk memperhatikan situasi di sekitar.Aku tidak menyangka Paman Dika mampu mengenali orang asing.Seolah membaca pikiranku, Paman Dika menjelaskan, "Sebenarnya aku juga tidak memperhatikan orang ini, tapi orang ini penampilannya terlalu menonjol. Waktu itu banyak orang berjalan menuju tempat Pak Ardi mengalami kecelakaan, tapi hanya dia seorang yang berjalan keluar dari samping Pak Ardi. Aku kebetulan bertatapan muka dengannya, jadi aku memperhatikannya."Setelah Paman Dika menunjuk pria pendek itu, dia menaikkan nad

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 919

    Dasar bodoh! Ardi si bodoh ini! Dia pasti sudah gila sampai memikirkan rencana seperti ini.Menggunakan dirinya sendiri sebagai umpan untuk memancing tikus yang bersembunyi di tempat gelap itu keluar? Dia bahkan bisa memikirkan cara seperti ini!Seumur hidupku, aku belum pernah mendengar rencana yang lebih bodoh dari ini!Aku memaki Ardi, tetapi hatiku juga merasa sangat sakit. Air mata yang panas bergulir di pelupuk mataku, sementara suaraku tercekat, "Dia memang seorang idiot.""Ya, waktu itu aku memang menolaknya, bahkan mengingatkannya kalau ini bukan cara yang baik. Tapi sepertinya dia tidak mendengarkan kata-kataku." Suara Pak Sandy merendah.Benar, Ardi memang tidak mau mendengarkan.Sekarang aku curiga bahwa kasus kecelakaan kali ini tidak hanya berada dalam perhitungan pelaku, tetapi juga sudah berada dalam perhitungan Ardi.Karena aku teringat kata-kata ayah mertuaku sebelumnya. Ayah mertuaku mengatakan bahwa Ardi tiba-tiba memintanya menarik pengawal yang ditempatkan di samp

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 918

    Ketika membicarakan hal ini, raut wajahku menjadi serius. Aku mengangguk sambil berkata dengan suara pelan, "Mereka menemukan tiga orang tersangka. Ketiganya dicurigai. Polisi menyuruhku datang untuk mengidentifikasi mereka.""Ternyata begitu." Paman Dika mengangguk, tidak berbicara lagi, hanya diam-diam mempercepat laju kendaraan.Mobil segera tiba di kantor polisi. Setelah turun, aku langsung berlari masuk dengan tidak sabaran. Di kantor polisi hanya ada Pak Sandy.Begitu melihatku, dia langsung berdiri. "Dokter Raisa.""Pak Sandy, apa hanya kamu sendiri yang ada di sini? Di mana tersangkanya?" Aku bahkan tidak berbasa-basi dengan Pak Sandy, langsung bertanya dengan tidak sabaran.Pak Sandy juga tidak banyak berbasa-basi, langsung membawaku masuk ke sebuah ruangan.Di dalam ruangan yang terpisah oleh satu lapis kaca, aku bisa melihat tiga orang berdiri di seberang ruangan. Di hadapan mereka duduk Bu Neila.Ternyata yang menangani kasus ini bersama Pak Sandy malam ini adalah Bu Neila.

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 917

    Sekarang juga sedang masa tahun baru, setiap keluarga sibuk merayakan tahun baru. Malam ini terlebih lagi adalah hari reuni seluruh keluarga. Aku mengira perkembangan kasus ini tidak akan berjalan secepat ini. Setidaknya aku harus menunggu sampai tahun baru selesai, baru akan ada hasilnya.Aku tidak menduga, bukan hanya ada perkembangannya, tetapi juga begitu cepat. Setelah kasus ini diserahkan, kantor polisi sudah menangkap tersangka hanya dalam waktu dua hari.Hasil ini membuatku tidak sabar untuk melihatnya.Aku bahkan tidak memiliki waktu untuk memberi tahu siapa pun. Setelah merapikan selimut Ardi, aku langsung merapatkan jaket dengan erat, lalu keluar dari pintu rumah sakit dengan tergesa-gesa.Namun, sangat sulit mendapat mobil di malam tahun baru seperti ini. Aku mengeratkan jaket sambil berdiri di tengah terpaan angin dingin. Tidak ada satu pengemudi pun yang menerima pesananku di aplikasi. Aku memasukkan tangan yang mulai mendingin beserta ponselku ke dalam saku, bersiap perg

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 916

    Di luar jendela, malam yang gelap gulita dan kembang api yang gemerlap saling melengkapi.Di balik jendela, hatiku tiba-tiba berdetak kencang setelah merasakan jari Ardi bergerak sedikit. Kegembiraan yang luar biasa menghantam jantungku. Aku menggenggam erat tangan Ardi dengan hati-hati, tidak bisa menahan diri untuk memanggilnya, "Ardi."Apakah dia akan sadar?Akhirnya Ardi akan sadar. Hatiku pun akhirnya bisa merasa tenang.Namun, kenyataan seolah mempermainkan diriku. Ardi tidak bangun. Kedua matanya tetap tertutup, sementara bulu matanya yang halus terbentang dengan tenang di wajahnya. Semua tanda menunjukkan bahwa Ardi tidak akan bangun.Namun, aku tadi jelas-jelas merasakan jarinya bergerak. Jangan-jangan ... itu hanya halusinasiku saja?Aku ingin memanggilnya lagi, atau menggoyangkan tangannya, mencoba membangunkannya. Namun, aku tidak melakukannya.Aku bahkan tidak tega membangunkannya.Mungkin Ardi terlalu lelah. Selama ini dia sudah menanggung terlalu banyak hal. Dia memang s

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 915

    Hanya saja, kata-kata Nyonya Lina tiba-tiba berhenti di tengah jalan.Benar juga, aku bukan anak kandung ibu mertuaku, tetapi aku juga bukan anak kandung Nyonya Lina. Dia adalah ibu angkatku, bukan ibu kandungku.Suasana di ruang perawatan menjadi sedikit canggung. Wajah Nyonya Lina juga tampak sedikit kikuk, tetapi dia mengubah topik dengan kaku, memaksakan diri menutupinya. "Dia adalah anak perempuan yang susah payah aku besarkan. Akulah yang benar-benar menyayanginya!""Ya, ya, aku memang hanya ibu mertuanya, bukan ibu kandungnya. Tapi aku bisa belajar darimu untuk menjadi ibunya, berusaha memperlakukan Raisa sebaik mungkin, tidak membiarkannya tersakiti lagi sedikit pun. Bagaimana?" Ibu mertuaku tetap membujuk Nyonya Lina.Wajah Nyonya Lina akhirnya tampak sedikit membaik. Aku pun segera membuka mulut, "Bu, tenggorokan Ibu belum sembuh, kenapa sudah berbicara sebanyak ini? Pasti kamu merasa sakit karena banyak bicara. Apa kamu ingin minum air?""Dasar anak nakal, aku tahu kamu meng

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status