Share

Bab 387

Penulis: Celine
Aromanya hangat dan manis, aroma madunya sangat unik.

Aku menatap Rian dengan heran.

Rian tersenyum malu-malu. "Bu Ratna bilang perutmu kurang nyaman selama beberapa hari ini. Aku juga khawatir kamu akan mabuk perjalanan hari ini. Aku sudah menyiapkan air madu ini sebelum datang kemari. Tak kusangka, kamu tidak sempat minum di dalam mobil tadi, tapi kamu bisa meminumnya sekarang."

Rian sangat perhatian sampai dia bisa mempertimbangkan detail seperti ini. Saat ini, bohong kalau aku bilang hatiku tidak tergerak.

Suamiku yang tinggal bersamaku hanya tahu bagaimana menuduhku, mengancamku dan bahkan mempermalukanku. Akan tetapi, dia tidak pernah memerhatikan kondisi fisikku. Namun, Rian yang hanya temanku, tidak melewatkan satu detail pun tentangku dan terus menjagaku dengan sangat hati-hati.

Aku menatap Rian, hatiku sedikit tergerak, tetapi aku tidak tahu bagaimana harus berterima kasih padanya.

"Wah, Dokter Rian sangat perhatian pada Dokter Raisa, bahkan sampai menyiapkan air madu sebelum
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (2)
goodnovel comment avatar
Goez Titatar Sunda
bilang kalo iya kenapa masah buat mu kaso bom aja tuh si jessi sekalian dah ribet amat perasaan si jessi ini ga ada kerjaan kali
goodnovel comment avatar
Vid
sampai disini belom mewek2 ...untung aja w lompat saking kesel bacanya dr kmren2,
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 924

    Apakah ada orang yang senang bekerja lembur?Bu Neila memang seorang polisi baik yang mencintai pekerjaannya. Aku bisa melihat bahwa kecintaannya pada pekerjaan ini seperti kecintaanku pada pekerjaan medis. Meskipun bekerja lembur, aku tidak akan merasa lelah. Aku merasa bisa mendapatkan rasa pencapaian dan kepuasan yang besar dengan mengobati satu pasien lagi.Namun, aku tidak akan sesenang ini karena bekerja lembur, juga tidak akan sampai memerah malu karenanya.Tunggu, raut wajah Bu Neila saat ini tampak malu-malu.Saat ini, dia bukan lagi seorang polisi wanita yang berani dan tegas itu, melainkan tampak seperti gadis yang sedang jatuh cinta.Aku melihat pipinya yang memerah malu, cahaya di matanya, serta senyum manis yang ada di sudut bibirnya. Tiba-tiba aku teringat wajah Pak Sandy yang memerah karena amarah di ruang interogasi tadi. Kemudian, ketika Galen muncul lagi, wajahnya sudah lebam karena dipukuli.Aku langsung memahaminya. Pandanganku melihat ke arah Pak Sandy yang masih

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 923

    Aku tidak akan pernah melupakan suara Galen. Ketika mendengar suaranya, reaksi fisikku terasa nyata. Dia adalah orang misterius itu, pasti dia juga adalah pelakunya.Namun, polisi lalu lintas palsu itu juga pernah berinteraksi denganku dan Ardi. Dia juga membuatku merasa tidak nyaman dan tidak tenang. Perilakunya yang menyamar sebagai polisi lalu lintas sangat sensitif, membuat orang tidak bisa tidak mencurigai motifnya.Sementara pria pendek yang dikenali Paman Dika itu bertindak tidak wajar di tempat kejadian. Kesan Paman Dika tentangnya juga sangat dalam, menunjukkan bahwa orang ini juga tidak sederhana.Pada saat ini, tiba-tiba terlintas sebuah ide di otakku. Sebuah dugaan yang berani muncul di pikiranku. Aku pun menatap Bu Neila."Bu Neila, apakah ada kemungkinan kalau pelaku dalam kasus ini tidak hanya satu orang?" tanyaku.Mungkin tikus itu tidak hanya satu, melainkan ada banyak.Mereka adalah sekelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan yang diinginkan.Sebenarnya,

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 922

    Bu Neila sudah selesai mengurus prosedur, sedang bersiap masuk ke ruangan sambil menasihatiku, "Meskipun tidak ada tulang yang patah, kamu tetap harus beristirahat dengan baik. Jangan lalai. Oh ya, aku ingat rumah sakitmu menyedikan jasa suntik untuk kecantikan. Wanita menyukai kecantikan, jadi lebih baik jangan sampai lukanya meninggalkan bekas.""Baiklah." Aku menjawabnya singkat, lalu menarik lengan bajunya. "Bu Neila, aku memiliki pertanyaan. Apakah ketiga tersangka ini saling mengenal?""Mereka tidak saling mengenal." Bu Neila mungkin tidak menyangka topik pembicaraanku akan berubah secepat ini. Dia tanpa sadar menjawabku, lalu menjelaskan, "Ketiga orang ini muncul di samping mobil van pada waktu yang berbeda, tidak muncul bersamaan. Ketika membawa mereka bertiga masuk, Sandy sudah menanyakannya. Mereka sendiri juga mengatakan tidak saling mengenal."Keningku mengerut makin dalam. "Tidak saling mengenal?"Aku tentu saja percaya pada kata-kata Bu Neila. Dia tidak akan membohongiku,

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 921

    "Brak!" Bu Neila menghantam meja dengan keras, lalu langsung berdiri.Pada waktu yang sama, aku juga akhirnya mengeluarkan suara, "Itu dia!""Dokter Raisa, apa kamu yakin?" Pak Sandy juga terus menatap setiap gerak-gerik Galen yang ada di seberang. Wajah Pak Sandy tampak sangat muram. Ketika Bu Neila disinggung dengan kata-kata Galen, Pak Sandy tampak mengerutkan kening, seakan ingin segera pergi ke sana.Ketika mendengar suaraku, Pak Sandy menghentikan langkahnya, lalu bertanya padaku lagi, "Bagaimana kamu membuat penilaian itu?""Suaranya." Aku masih mengepalkan tinjuku dengan erat hingga kukuku hampir menembus telapak tanganku.Tenggorokanku masih kering, bahkan sulit untuk mengeluarkan suara. Namun, yang menyebabkanku sulit mengeluarkan suara bukan karena tenggorokanku yang membutuhkan air, melainkan karena ketakutan.Ketakutan yang tidak asing.Itu adalah orang misterius yang selama ini mengganggu dan mengancamku dengan nomor yang tidak dikenal.Dia pernah mengirimkan pesan singka

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 920

    Setelah Paman Dika memarkirkan mobil, dia langsung mengikutiku masuk. Tadi aku hanya sibuk berbicara dengan Pak Sandy, tidak memperhatikannya.Saat ini Paman Dika tiba-tiba membuka mulut mengatakan hal ini, membuatku terkejut. "Kamu melihatnya di tempat kejadian kecelakaan?"Saat kecelakaan terjadi, otakku kosong, sementara mataku hanya tertuju pada Ardi yang tertabrak. Aku hanya ingin segera berlari ke sisinya untuk memeriksa kondisinya, sama sekali tidak memiliki waktu untuk memperhatikan situasi di sekitar.Aku tidak menyangka Paman Dika mampu mengenali orang asing.Seolah membaca pikiranku, Paman Dika menjelaskan, "Sebenarnya aku juga tidak memperhatikan orang ini, tapi orang ini penampilannya terlalu menonjol. Waktu itu banyak orang berjalan menuju tempat Pak Ardi mengalami kecelakaan, tapi hanya dia seorang yang berjalan keluar dari samping Pak Ardi. Aku kebetulan bertatapan muka dengannya, jadi aku memperhatikannya."Setelah Paman Dika menunjuk pria pendek itu, dia menaikkan nad

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 919

    Dasar bodoh! Ardi si bodoh ini! Dia pasti sudah gila sampai memikirkan rencana seperti ini.Menggunakan dirinya sendiri sebagai umpan untuk memancing tikus yang bersembunyi di tempat gelap itu keluar? Dia bahkan bisa memikirkan cara seperti ini!Seumur hidupku, aku belum pernah mendengar rencana yang lebih bodoh dari ini!Aku memaki Ardi, tetapi hatiku juga merasa sangat sakit. Air mata yang panas bergulir di pelupuk mataku, sementara suaraku tercekat, "Dia memang seorang idiot.""Ya, waktu itu aku memang menolaknya, bahkan mengingatkannya kalau ini bukan cara yang baik. Tapi sepertinya dia tidak mendengarkan kata-kataku." Suara Pak Sandy merendah.Benar, Ardi memang tidak mau mendengarkan.Sekarang aku curiga bahwa kasus kecelakaan kali ini tidak hanya berada dalam perhitungan pelaku, tetapi juga sudah berada dalam perhitungan Ardi.Karena aku teringat kata-kata ayah mertuaku sebelumnya. Ayah mertuaku mengatakan bahwa Ardi tiba-tiba memintanya menarik pengawal yang ditempatkan di samp

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status