Share

Bab 542

Author: Celine
Di pintu berdiri sosok yang sudah lama tidak kulihat.

Bukan satu orang, tapi dua.

Ardi dan kekasih kesayangannya Zelda.

Baru saja aku memikirkan mereka, kini mereka sudah muncul di hadapanku, sampai aku sempat tertegun dan tidak yakin.

Satu alasan lain yang membuatku tidak yakin, karena penampilan Zelda sangat berbeda dari sebelumnya.

Zelda dulunya gadis kecil yang manis dan menggemaskan, tubuhnya mungil, matanya bulat seperti almond, dan pipinya juga agak tembam.

Namun sekarang Zelda sangat kurus, pipinya tampak cekung, wajahnya kusam dan pucat. Matanya terlihat lebih besar, tapi sedikit menonjol dengan aneh, tampak pucat dan kehilangan kehidupan.

"Aduh, sudah lama tidak melihat Pak Ardi, siapa orang yang berdiri di sampingnya?"

"Bukankah itu Dokter Zelda? Selain dia, siapa lagi yang bisa begitu dimanjakan oleh Pak Ardi? Lihat saja, Pak Ardi sangat menjaganya."

"Kenapa baru sekitar sepuluh hari tidak terlihat, dia sudah sangat berbeda. Dia kurus sampai menakutkan, apakah dia sakit?"

"
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 926

    Senyum dan mata yang tidak asing itu, tatapan lembut yang tidak asing itu, serta panggilan yang begitu tidak asing.Semua ini membuat air mataku mengalir deras dengan cepat.Tinjuku kembali terangkat, tetapi tak peduli bagaimanapun juga, aku tidak sanggup memukulnya.Sepasang mata lembut Ardi telah meluluhkan hatiku. Air mataku tidak bisa berhenti mengalir, jadi aku hanya bersandar di bahunya seperti ini. Wajahku terbenam di lekukan lehernya, sementara air mata mengalir deras tanpa terkendali.Sebuah telapak tangan besar mengusap punggungku, lalu suara Ardi yang lemah sekaligus lembut terdengar, "Kenapa kamu menangis? Jangan menangis, nanti matamu bengkak dan sakit lagi."Pria ini masih berani bertanya kenapa aku menangis? Bukankah dia lebih tahu alasannya dibandingkan aku?Aku mencengkeram ujung bajunya, lalu menangis makin keras.Tidak ada yang tahu bahwa semua ketenangan dan keteguhan hatiku sebelumnya hanyalah sandiwara belaka. Sikap santai dan tenangku juga hanya topeng. Tidak ada

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 925

    Ini adalah lagu berbahasa Jaryan, yang juga adalah lagu dari drama terkenal berjudul "Libur Panjang". Lagu ini terasa manis dan penuh semangat. Karena suasana hatiku yang cukup baik, aku tidak bisa menahan diri untuk bersenandung mengikuti melodi.Aku sudah menangkap pelakunya, membereskan seluruh sarang tikus yang tadinya bersembunyi di tempat gelap. Mulai sekarang, orang-orang di sekitarku tidak akan terluka lagi. Aku juga akhirnya tidak perlu lagi merasa cemas dan takut orang-orang di sekitarku akan terluka.Hatiku pun merasa lega. Mulai sekarang aku akhirnya bisa tidur dengan tenang.Namun, saat aku bernyanyi, suasana hatiku perlahan kembali memburuk.Aku merindukan Ardi. Pada hari yang seharusnya menjadi hari reuni seluruh keluarga ini, aku juga ingin bersamanya, seperti Pak Sandy dan Bu Neila tadi.Namun, Ardi masih dalam keadaan koma, masih belum bisa makan bersamaku di malam tahun baru ini. Dia juga tidak bisa melihat kembang api pergantian tahun bersamaku, tidak bisa berpeluka

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 924

    Apakah ada orang yang senang bekerja lembur?Bu Neila memang seorang polisi baik yang mencintai pekerjaannya. Aku bisa melihat bahwa kecintaannya pada pekerjaan ini seperti kecintaanku pada pekerjaan medis. Meskipun bekerja lembur, aku tidak akan merasa lelah. Aku merasa bisa mendapatkan rasa pencapaian dan kepuasan yang besar dengan mengobati satu pasien lagi.Namun, aku tidak akan sesenang ini karena bekerja lembur, juga tidak akan sampai memerah malu karenanya.Tunggu, raut wajah Bu Neila saat ini tampak malu-malu.Saat ini, dia bukan lagi seorang polisi wanita yang berani dan tegas itu, melainkan tampak seperti gadis yang sedang jatuh cinta.Aku melihat pipinya yang memerah malu, cahaya di matanya, serta senyum manis yang ada di sudut bibirnya. Tiba-tiba aku teringat wajah Pak Sandy yang memerah karena amarah di ruang interogasi tadi. Kemudian, ketika Galen muncul lagi, wajahnya sudah lebam karena dipukuli.Aku langsung memahaminya. Pandanganku melihat ke arah Pak Sandy yang masih

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 923

    Aku tidak akan pernah melupakan suara Galen. Ketika mendengar suaranya, reaksi fisikku terasa nyata. Dia adalah orang misterius itu, pasti dia juga adalah pelakunya.Namun, polisi lalu lintas palsu itu juga pernah berinteraksi denganku dan Ardi. Dia juga membuatku merasa tidak nyaman dan tidak tenang. Perilakunya yang menyamar sebagai polisi lalu lintas sangat sensitif, membuat orang tidak bisa tidak mencurigai motifnya.Sementara pria pendek yang dikenali Paman Dika itu bertindak tidak wajar di tempat kejadian. Kesan Paman Dika tentangnya juga sangat dalam, menunjukkan bahwa orang ini juga tidak sederhana.Pada saat ini, tiba-tiba terlintas sebuah ide di otakku. Sebuah dugaan yang berani muncul di pikiranku. Aku pun menatap Bu Neila."Bu Neila, apakah ada kemungkinan kalau pelaku dalam kasus ini tidak hanya satu orang?" tanyaku.Mungkin tikus itu tidak hanya satu, melainkan ada banyak.Mereka adalah sekelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan yang diinginkan.Sebenarnya,

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 922

    Bu Neila sudah selesai mengurus prosedur, sedang bersiap masuk ke ruangan sambil menasihatiku, "Meskipun tidak ada tulang yang patah, kamu tetap harus beristirahat dengan baik. Jangan lalai. Oh ya, aku ingat rumah sakitmu menyedikan jasa suntik untuk kecantikan. Wanita menyukai kecantikan, jadi lebih baik jangan sampai lukanya meninggalkan bekas.""Baiklah." Aku menjawabnya singkat, lalu menarik lengan bajunya. "Bu Neila, aku memiliki pertanyaan. Apakah ketiga tersangka ini saling mengenal?""Mereka tidak saling mengenal." Bu Neila mungkin tidak menyangka topik pembicaraanku akan berubah secepat ini. Dia tanpa sadar menjawabku, lalu menjelaskan, "Ketiga orang ini muncul di samping mobil van pada waktu yang berbeda, tidak muncul bersamaan. Ketika membawa mereka bertiga masuk, Sandy sudah menanyakannya. Mereka sendiri juga mengatakan tidak saling mengenal."Keningku mengerut makin dalam. "Tidak saling mengenal?"Aku tentu saja percaya pada kata-kata Bu Neila. Dia tidak akan membohongiku,

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 921

    "Brak!" Bu Neila menghantam meja dengan keras, lalu langsung berdiri.Pada waktu yang sama, aku juga akhirnya mengeluarkan suara, "Itu dia!""Dokter Raisa, apa kamu yakin?" Pak Sandy juga terus menatap setiap gerak-gerik Galen yang ada di seberang. Wajah Pak Sandy tampak sangat muram. Ketika Bu Neila disinggung dengan kata-kata Galen, Pak Sandy tampak mengerutkan kening, seakan ingin segera pergi ke sana.Ketika mendengar suaraku, Pak Sandy menghentikan langkahnya, lalu bertanya padaku lagi, "Bagaimana kamu membuat penilaian itu?""Suaranya." Aku masih mengepalkan tinjuku dengan erat hingga kukuku hampir menembus telapak tanganku.Tenggorokanku masih kering, bahkan sulit untuk mengeluarkan suara. Namun, yang menyebabkanku sulit mengeluarkan suara bukan karena tenggorokanku yang membutuhkan air, melainkan karena ketakutan.Ketakutan yang tidak asing.Itu adalah orang misterius yang selama ini mengganggu dan mengancamku dengan nomor yang tidak dikenal.Dia pernah mengirimkan pesan singka

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status