Share

Bab 942

Penulis: Celine
Pipiku seketika memanas, sementara pandanganku juga menjadi tidak tenang. Aku tidak berani menatap mata Ardi.

Ardi sudah mengerti bahwa aku sengaja menyingkirkannya untuk mendengarkan pembicaraan ibu mertuaku dengan tamu.

Namun, Ardi tidak membongkar rahasiaku. Sebaliknya, dia tersenyum lagi sambil berkata, "Istriku memang sangat perhatian. Dia khawatir Ibu belum menyiapkan buah untuk tamu, jadi dia sengaja mengantarkan buah untuk Ibu."

"Benar sekali, Raisa memang sangat perhatian." Ibu mertuaku tersenyum sambil menyetujui, lalu mendesak Ardi, "Tapi dia sudah berdiri terlalu lama. Cepat bawa dia naik untuk beristirahat. Jangan lupa untuk memijat kakinya, jangan sampai kakinya bengkak."

"Baiklah, Bu, kamu tenang saja. Aku akan menjaga Raisa dengan baik." Ardi tersenyum sambil merangkul bahuku, lalu melambaikan tangan pada ibu mertuaku. "Ibu sebaiknya segera pergi untuk menjamu tamu. Jangan membuat tamunya merasa tidak nyaman. Kami akan naik ke atas untuk beristirahat."

Ardi merangkulku,
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 942

    Pipiku seketika memanas, sementara pandanganku juga menjadi tidak tenang. Aku tidak berani menatap mata Ardi.Ardi sudah mengerti bahwa aku sengaja menyingkirkannya untuk mendengarkan pembicaraan ibu mertuaku dengan tamu.Namun, Ardi tidak membongkar rahasiaku. Sebaliknya, dia tersenyum lagi sambil berkata, "Istriku memang sangat perhatian. Dia khawatir Ibu belum menyiapkan buah untuk tamu, jadi dia sengaja mengantarkan buah untuk Ibu.""Benar sekali, Raisa memang sangat perhatian." Ibu mertuaku tersenyum sambil menyetujui, lalu mendesak Ardi, "Tapi dia sudah berdiri terlalu lama. Cepat bawa dia naik untuk beristirahat. Jangan lupa untuk memijat kakinya, jangan sampai kakinya bengkak.""Baiklah, Bu, kamu tenang saja. Aku akan menjaga Raisa dengan baik." Ardi tersenyum sambil merangkul bahuku, lalu melambaikan tangan pada ibu mertuaku. "Ibu sebaiknya segera pergi untuk menjamu tamu. Jangan membuat tamunya merasa tidak nyaman. Kami akan naik ke atas untuk beristirahat."Ardi merangkulku,

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 941

    Namun, aku bukan ibu mertuaku. Dari sudut pandangku, aku tidak berharap Keluarga Wijaya memiliki keterkaitan dan hubungan apa pun dengan Keluarga Tanadi.Karena Tommy adalah musuh yang sudah membunuh orang tuaku.Kejayaan Keluarga Tanadi ternoda oleh darah orang tuaku. Ini adalah dendam berdarah yang mendalam, jadi aku tidak mungkin melupakan, apa lagi memaafkan mereka.Namun, aku tidak bisa mendengar pembicaraan selanjutnya. Karena pada saat itu aku mendengar suara pelayan, "Nyonya Raisa, kenapa kamu ada di sini? Buah-buahannya sudah aku cuci. Kamu ingin makan di mana?"Pelayan itu mengejutkanku, juga mengejutkan ibu mertuaku dan Nyonya Amelia yang sedang berbincang di ruang teh kecil.Pembicaraan di dalam terhenti mendadak, lalu pintu terbuka, menampilkan sosok ibu mertuaku di ambang pintu. "Raisa?""Aku ... aku datang mengantarkan buah untuk kalian." Aku sedikit panik, tetapi aku segera tersadar dan mencari alasan untuk menutupi.Kebetulan pelayan berjalan mendekat pada saat itu. Ak

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 940

    Suara ini terdengar tua dan renta. Sepertinya ini memang suara Nyonya Amelia itu.Hanya saja, kenapa dia menangis?Kenapa juga dia menangis pada ibu mertuaku? Apa yang dia minta dari ibu mertuaku?Nada suara ibu mertuaku tenang dan acuh tak acuh seperti biasanya, "Nyonya Amelia, kamu terlalu berlebihan. Kamu adalah senior, sementara aku hanya junior. Bagaimana mungkin kamu memohon padaku? Hanya saja, aku benar-benar tidak bisa melakukan apa-apa dalam hal ini. Meskipun kamu memohon padaku, itu tidak akan ada gunanya.""Senior junior apanya? Orang yang berada di posisi atas adalah senior yang sebenarnya. Nyonya Yuliana, wanita tua ini hari ini datang ke Keluarga Wijaya tanpa malu memang karena hal ini. Johan tidak mau bertemu denganku, aku juga mengerti maksudnya. Tapi aku ingin menyampaikan pesan padanya melaluimu." Emosi Nyonya Amelia tampaknya mulai stabil, bicaranya pun melambat.Beberapa saat kemudian, Nyonya Amelia melanjutkan dengan suara berat, "Apa pun syarat yang diajukan Kelua

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 939

    Apakah alasan Ardi tidak ingin aku berjalan terlalu cepat adalah untuk mencegahku sampai ke ruang tamu dan bertemu Nyonya Amelia itu?Kenapa dia takut aku bertemu dengan Nyonya Amelia?Apakah ada rahasia pada Nyonya Amelia itu?Ardi sangat mengetahui bahwa Tommy adalah musuh yang membunuh orang tuaku. Meskipun Nyonya Amelia bukan ibu kandung Tommy, dia pasti ada hubungannya dengan Tommy. Jika aku bertemu dengannya, mungkin aku bisa mencari cara untuk membuat Tommy kembali.Kenapa Ardi menghalangi aku bertemu dengan Nyonya Amelia?Ardi seolah menyadari keanehan dalam pandanganku. Dia tersenyum sambil bertanya, "Ada apa, Sayang?""Aku ingin tidur, sekarang, segera, saat ini juga." Aku menatap mata Ardi yang tersenyum, sementara nada suaraku lebih serius, "Bisakah kamu berjalan lebih cepat? Aku ingin segera kembali."Senyum di mata Ardi meredup. Dia tidak mengatakan apa-apa lagi, hanya membantuku berjalan dalam diam.Ketika memasuki ruang utama, aku tidak melihat sosok ibu mertuaku dan Ny

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 938

    Keluarga Tanadi?Saat mendengar dua kata itu, aku mengira aku salah mendengar.Tiga bulan sudah berlalu sejak anak buah Tommy yang ada di dalam negeri sudah tertangkap semua. Namun, Tommy sendiri masih berada di luar negeri. Polisi sudah berkali-kali berkoordinasi dengan pemerintah setempat, tetapi masih tidak berhasil menangkap Tommy.Keluarga Wijaya juga sudah melakukan berbagai upaya, tetapi Tommy sangat licik seperti ular berbisa yang bersembunyi di dalam lubang. Dia bahkan tidak menunjukkan kepalanya. Jadi, kami tidak memiliki cara untuk menangkapnya.Karena kehamilanku, aku juga tidak memiliki energi lebih. Jadi, masalah ini hanya bisa ditunda untuk sementara. Keluarga Tanadi sudah jatuh dari lingkaran keluarga elit di Nowa. Saat ibu mertuaku membawaku menghadiri pesta, aku tidak pernah lagi melihat orang dari Keluarga Tanadi.Bahkan aku tidak mendengar seorang pun membicarakan Keluarga Tanadi.Sebuah keluarga kuat yang telah berdiri begitu lama di Nowa, yang pernah menjadi salah

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 937

    "Kamu ...." Aku sama sekali tidak menyangka Ardi akan mengatakan kalimat seperti itu, membuatku merasa sangat malu.Ibu mertuaku memang orang yang cukup terbuka, tidak keberatan kami bermesraan di depannya. Sebaliknya, dia cukup suka melihat kami bermesraan. Dia merasa bahwa ini membuktikan hubungan kami yang baik.Namun, perkataan Ardi ini sudah berlebihan.Benar saja, kening ibu mertuaku berkerut, lalu dia menatap Ardi dengan pandangan muak. "Kamu benar-benar terobsesi dengan istrimu! Apa kentut istrimu juga berbau harum bagimu?""Bu, bagaimana Ibu bisa tahu? Aku merasa dari ujung rambut sampai ujung kaki istriku semuanya harum. Seperti kue kecil yang harum, lembut, manis, juga lezat." Ardi berbicara sambil memelukku dengan lebih erat. Dia mendekap seluruh tubuhku ke dalam pelukannya, lalu mencium rambutku.Nada suaranya terdengar terpesona, "Hmm, hari ini aroma osmanthus. Aku suka osmanthus."Pandangan ibu mertuaku tampak makin muak. Dia mengangkat cangkirnya, membelakangi kami, lal

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status