Partager

Bab 55 : Sebelum Kamu

Auteur: Amoora bee
last update Date de publication: 2026-07-25 21:13:26

Dada Jenny berdesir hebat. Tatapannya terkunci pada wanita berambut sebahu yang tengah tertawa hangat bersama ibu mertuanya di halaman rumah. Rasa canggung dan tidak nyaman seketika menjalar ke seluruh tubuhnya. Tanpa sadar, insting kepemilikannya berontak.

Jenny bergerak cepat melangkah di samping Xander, lalu menyelipkan jemarinya ke selipan lengan suaminya—sebuah gestur sederhana untuk menegaskan pada siapa pun yang melihat bahwa pria di sisinya adalah miliknya.

Xander melirik gerakan reflek
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Aku Supermodel, bukan Istri Pewaris   Bab 126 : Suamiku Galak

    Bandara internasional cukup ramai siang itu.Jenny duduk sendirian di salah satu restoran, mengenakan setelan pakaian sederhana tetapi tetap terlihat mencolok. Kacamata hitam bertengger di atas kepalanya, sementara tangannya sibuk menyendok makanan.“Itu Jenny Wong kan?” bisik seseorang.Beberapa orang di meja mulai ramai berbisik.“Iya.”“Beneran sendirian?”“Iya. Berarti benar dong berita yang beredar. Padahal menikahnya masih barusan.Seseorang diam-diam mengangkat ponsel dan mulai mengambil foto Jenny.Tak lama kemudian, sebuah unggahan muncul di media sosial.“Jenny Wong terlihat sendirian di bandara setelah muncul rumor. Benarkah rumah tangganya dengan pewaris tunggal William Grup bermasalah?”Foto Jenny yang sedang makan langsung menyebar dengan cepat. Komentar pun kembali berdatangan.“Kasihan banget.”“Kayaknya mereka benar-benar pisah.”“Mereka sudah jarang terlihat tampil bersama.”“Jangan-jangan sudah bercerai?!”Sementara orang-orang sibuk membuat kesimpulan sendiri, Jenn

  • Aku Supermodel, bukan Istri Pewaris   Bab 125 : Narasi Aneh!

    Siang hari di sela-sela pertemuan Xander dengan beberapa investor di Sydney, Ryan berdiri mendekat di sampingnya. Menyodorkan tablet yang menyala di atas meja.Dahi Xander berkerut sangat dalam. Membaca detail setiap narasi yang tersebar.“Jenny Wong Hadiri Award Tanpa Suami.”“Keretakan Rumah Tangga Jenny Wong.”“Xander William Tak Dampingi Sang Istri di Malam Penghargaan.”“Jenny Wong Bercerai?”Narasi demi narasi terus bermunculan. Media Sosial Jenny mulai di banjiri komentar tidak masuk akal.Xander mengepalkan tangannya di atas meja. Rahangnya mengeras seketika. “Cari tahu media mana yang pertama kali membuat berita sampah ini!” geramnya dengan suara terlampau datar.Tatapannya kembali lurus ke depan. Menutup layar tablet di tangannya. Dan kembali melanjutkan pembicaraan bisnis. Meeting kembali berjalan dengan serius. Namun, hatinya terus memikirkan kondisi Jenny.Ia kembali menjeda meeting sesaat, dan beralih kepada asistennya. “Ryan, cari tahu kondisi istri saya sekarang.”Ryan

  • Aku Supermodel, bukan Istri Pewaris   Bab 124 : Detektif Kamar

    Pikiran Jenny langsung berlari ke mana-mana. Xander sedang sendirian di negara orang, sementara dirinya bahkan tidak tahu apa yang sedang dilakukan suaminya di sana.Entah kenapa, mendengar bel kamar hotel di tengah malam membuat pikirannya mulai menciptakan berbagai kemungkinan yang sebenarnya tidak masuk akal.“Sebentar,” kata Xander sambil bangkit dari ranjang dan hampir memencet tombol di layar ponselnya.“Jangan!”Xander seketika berhenti dengan dahi berkerut. “Jangan apa?” pria itu menoleh lagi ke arah pintu saat bel kembali berbunyi.Jenny langsung duduk tegak di depan kamera dengan tatapan tajam siap menguliti Xander. “Jangan di matikan teleponnya,” serunya semakin curiga.“Hm? Kenapa emangnya?”“Aku mau lihat siapa yang datang. Arahkan kameranya ke pintu!”Xander mengangkat alisnya. “Sayang, ini hotel.” Pria itu tidak paham dengan jalan pikiran istrinya.Jenny tetap menatap tajam penuh selidik. Ia tidak akan memberi sedetik pun kesempatan untuk Xander membohonginya. Lebih bai

  • Aku Supermodel, bukan Istri Pewaris   Bab 123 : Pulang Sekarang!

    Jenny kembali melirik ponsel di tangan Vero. “Biarin…bilang aja aku masih ngobrol,” bisiknya lirih ke telinga Vero.Vero menggeleng dan menahan lengan Jenny. Ia bersikeras menyerahkan ponselnya ke genggaman tangan Jenny.Jenny menghela napas pelan. Kemudian mengangkat telepon suaminya dengan sangat santai.“Halo.”“Kamu dimana? Aku telepon dari tadi enggak kamu jawab,” protes Xander begitu mendengar suara istrinya.“Kamu sudah dapat jawaban dari Vero kan, apa perlu aku jelaskan lagi.” Jenny berjalan sedikit menjauh dari keramaian agar tidak terlalu terdengar rekan-rekannya. “Aku belum buka hp, kenapa?”Xander menghela napas cukup keras, hingga Jenny bisa mendengarnya dengan sangat jelas. “Pulang sekarang.”“Nanti dulu, aku masih ngobrol.”“Jenny.” Suara Xander mulai terdengar tidak sabar menghadapi istrinya. “Pulang.”“Aku enggak minum, kok. Aku juga menjauhi area asap rokok. Jadi semua tetap aman.” Jenny tetap kekeh tidak mau mengindahkan permintaan suaminya begitu saja. Lagipula dia

  • Aku Supermodel, bukan Istri Pewaris   Bab 122 : Benar-Benar Pergi

    Jenny sedikit tersenyum mendengar celotahan putus asa suaminya. Dia memang kesal dengan keputusan Xander, tapi kata-kata manis itu sedikit mengobati rasa kesalnya.Setelah memastikan pintu tertutup dan Xander sudah benar-benar turun, Jenny langsung berdiri dari ranjang. Cepat-cepat dia berjalan ke balkon, mengintip suaminya yang baru saja masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan rumah mereka.“Huft…” Jenny mendengus kesal. “Beneran pergi ternyata.”Jenny kembali masuk ke kamar dengan mata yang kembali memanas dan merah. Entahlah, setelah memastikan Xander benar-benar berangkat, ternyata membuatnya kembali sedih.Setelah hampir satu jam berada di kamar mandi, akhirnya Jenny segera turun ke bawah.“Non, sarapannya sudah siap.” Mbok Ratih menarik kursi makan, lalu menuangkan segelas air ke gelas Jenny. “Tadi pesan Bapak, Non Jenny enggak boleh telat makan.”Jenny hanya mengangguk dan langsung menyuap sarapannya dengan malas. Setelah menghabiskan seluruh jajaran menu yang disiapkan Mbo

  • Aku Supermodel, bukan Istri Pewaris   Bab 121 : Ngambek

    Xander akhirnya segera menyusul istrinya. Dia membuka pintu kamar perlahan. Jenny sudah berbaring di ranjang dan membelakanginya.“Sayang…”Tidak ada jawaban, ataupun pergerakan dari Jenny.Xander mencoba berjalan mendekat, lalu duduk di sisi tempat tidur. “Aku minta maaf,” ucapnya lembut, dengan wajah penuh penyesalan.Jenny tetap terdiam, bahkan tidak mau memandang wajah suaminya sedikit pun.“Aku benar-benar lupa soal acara kamu. Aku salah kali ini, maaf…”Alih-alih menjawab, Jenny malah menarik selimut sedikit lebih tinggi dan langsung memejamkan matanya.Xander menarik napas dalam-dalam, menahan rasa kesalnya sendiri. Dia sadar bahwa dia sudah melakukan kesalahan, tapi dia juga berharap istrinya bisa memahami kondisinya. “Sayang, aku sudah berusaha minta maaf.”“Aku tahu,” gumam Jenny acuh tak acuh, masih tetap dengan mata terpejam.“Terus kenapa masih tetap marah?” suara Xander mulai terdengar frustasi, ia tidak suka pergi dalam kondisi bertengkar.Jenny sedikit menggeser tubuh

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status