Share

Bab 131 : Perintah Itu

Author: Amoora bee
last update publish date: 2026-10-03 21:43:08

Sandra berdiri di depan ruangan tim legal. Ia menatap pintu ruangan itu dengan dahi mengernyit. Sepanjang karir nya sebagai model, dia tidak pernah diminta langsung bertemu dengan bagian legal perusahaan.

Tok. Tok. Tok

Pintu ruangan terbuka. Kepala tim legal dan HRD agensi sudah menantinya.

“Pagi,” sapa Sandra tepat ketika pintu terbuka. Ia melangkah masuk, dan duduk dengan gerakan tenang dan anggun. “Saya mendapat pesan panggilan pertemuan dengan tim legal. Ada urusan apa, ya?”

Sang HRD mengga
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Aku Supermodel, bukan Istri Pewaris   Bab 131 : Perintah Itu

    Sandra berdiri di depan ruangan tim legal. Ia menatap pintu ruangan itu dengan dahi mengernyit. Sepanjang karir nya sebagai model, dia tidak pernah diminta langsung bertemu dengan bagian legal perusahaan.Tok. Tok. TokPintu ruangan terbuka. Kepala tim legal dan HRD agensi sudah menantinya.“Pagi,” sapa Sandra tepat ketika pintu terbuka. Ia melangkah masuk, dan duduk dengan gerakan tenang dan anggun. “Saya mendapat pesan panggilan pertemuan dengan tim legal. Ada urusan apa, ya?”Sang HRD menggangguk membenarkan pesan pertemuan pagi itu. Ia menyodorkan sebuah map ke meja Sandra. “Ada beberapa hal yang harus kami selesaikan dengan Mbak Sandra, silahkan dibaca lebih dahulu.”Sandra tidak langsung membuka map itu. Ia hanya menyentuh permukaa map, lalu kembali menatap HRD selama beberapa detik. Perasaannya mulai tidak karuan, menyadari ada sesuatu yang salah.“Silahkan dibaca terlebih dahulu, Mbak,” tegur HRD sekali lagi.Tanpa pikir lama, Sandra langsung membuka map itu. “Hah?!” matanya t

  • Aku Supermodel, bukan Istri Pewaris   Bab 130 : Pintar

    Menjelang malam akhirnya mereka telah kembali ke Indonesia. Jenny turun dari pesawat dengan wajahnya yang masih mengantuk berat, padahal sepanjang perjalanan dia sudah tidur sangat nyenyak. Berbeda dengan Xander yang tetap terlihat kesal dan dingin.Meta dan Vero sudah menunggunya di bandara. Begitu melihat sosok Jenny, Meta langsung melangkah maju dengan wajah serius. “Jen, setelah sampai di rumah kita perlu bicara.”Jenny mengerutkan dahinya. “Ada apa, Kak?” tanyanya santai, dan langsung masuk ke dalam kabin mobil.Meta menyamai langkah Jenny, dan berdiri di samping pintu mobil. “Produser reality show-mu menghubungiku.”“Soal?”Meta menghela napas pendek. “Mereka mulai mempertanyakan status pernikahanmu. Sekarang pulang dulu, kita lanjut di rumahmu.” Meta langsung menutup pintu mobil Jenny, dan beralih ke mobil perusahaan.Sepanjang perjalanan pulang, Jenny beberapa kali menguap, lalu sibuk memakan camilan ringan yang khusus disiapkan Vero untuknya. Sementara Xander mulai sibuk meme

  • Aku Supermodel, bukan Istri Pewaris   Bab 129 : Tetap Santai

    Setelah seluruh pekerjaan Xander selesai, akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Pagi menjelang siang Jenny, Xander dan Ryan sudah berada di dalam private jet William Group.Pesawat sudah lepas landas. Xander dan Ryan kembali bekerja di dalam pesawat, memeriksa beberapa berkas dan membahas hasil kontrak dengan investor.Sementara Jenny menatap kedua pria itu dengan tatapan sinis. Ia melipat kedua tangannya di depan dada, dan mengerucutkan bibirnya. “Kalian enggak bosan bekerja terus? Aku di sini berasa cuma jadi pajangan.” Tangan Jenny seketika menutup laptop milik Xander.“Lah aku kan memang kesini buat bekerja, bukan buat santai-santai, Sayang,” balas Xander, tangannya kembali membuka layar laptopnya tanpa memperhatikan wajah Jenny.“Xander!” Jenny langsung menarik laptop dari meja Xander, memindahkannya ke meja Ryan. “Emang enggak kerja beberapa jam saja bisa bikin kamu bangkrut kah?! Aku jauh-jauh nyusulin kamu, cuma dianggurin, disuruh lihat kamu kerja terus.”Xan

  • Aku Supermodel, bukan Istri Pewaris   Bab 128 : Baru Permulaan

    “Sayang, permintaanmu enggak masuk akal.”Jenny langsung mengerucutkan bibirnya. Kedua tangannya berkacak pinggang. “Kenapa enggak masuk akal? Kamu kan bisa melakukan apapun demi istri dan anakmu.”“Ya enggak mungkin bisa adopsi Koala, kalau kamu mintanya ikan, anjing, hamster atau apapun itu aku bisa usahakan. Kalau koala ya mana mungkin sih?” Xander berusaha menyadarkan logika Jenny yang mula tersesat.“Kamu enggak mau berjuang buat kita berarti.”Xander memijat pelipisnya. Baru beberapa menit matanya terbuka, tapi istrinya sudah mulai mencari masalah yang sangat tidak bisa dinalar. “Aku belikan boneka koala yang banyak.” Xander menyibakkan selimut, berpikir masalah sudah teratasi.“Aku mau yang asli, yang bisa dipeluk.”“Enggak bisa, Jenny Wong.”“Xander!” pekik Jenny tetap tak mau kalah. Ia pun sebenarnya juga tak paham mengapa pagi itu sangat ingin memelihara koala. Sebuah ide yang sama sekali tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. “Pokoknya aku mau koala, titik!”Xander langsung

  • Aku Supermodel, bukan Istri Pewaris   Bab 127 : Serba Salah

    Begitu tiba di kamar hotel, Jenny langsung menuju ke kamar mandi. Ia membersihkan diri jauh lebih cepat dari biasanya. Tidak sampai setengah jam, Jenny sudah keluar dengan piyama tidurnya.“Xander… aku capek,” rengeknya manja, lalu memeluk pinggang suaminya dari belakang.Xander yang sedang membongkar koper Jenny, langsung berhenti. Ia membalikkan badannya, memeluk Jenny dan mencium keningnya beberapa kali. “Ya udah ayo istirahat sekarang.”“Gendong…” bisik Jenny lirih, sambil menempelkan pipinya ke dada Xander.Xander terkekeh kecil. Dua hari terakhir kamarnya terasa begitu sepi, tetapi malam ini sudah kembali ramai oleh rengekan manja istrinya. Perlahan ia menyelipkan satu tangan ke bawah lutut Jenny dan satu lagi menopang punggungnya, lalu mengangkat istrinya menuju ranjang.Ia merapikan rambut Jenny yang menutupi wajah. “Sayang, kamu kesini bukan karena berita gila itu kan?” tanya Xander demi memastikan kondisi istrinya.“Hah? Bukan lah!” Jenny mengerucutkan bibirnya, menahan kesa

  • Aku Supermodel, bukan Istri Pewaris   Bab 126 : Suamiku Galak

    Bandara internasional cukup ramai siang itu.Jenny duduk sendirian di salah satu restoran, mengenakan setelan pakaian sederhana tetapi tetap terlihat mencolok. Kacamata hitam bertengger di atas kepalanya, sementara tangannya sibuk menyendok makanan.“Itu Jenny Wong kan?” bisik seseorang.Beberapa orang di meja mulai ramai berbisik.“Iya.”“Beneran sendirian?”“Iya. Berarti benar dong berita yang beredar. Padahal menikahnya masih barusan.Seseorang diam-diam mengangkat ponsel dan mulai mengambil foto Jenny.Tak lama kemudian, sebuah unggahan muncul di media sosial.“Jenny Wong terlihat sendirian di bandara setelah muncul rumor. Benarkah rumah tangganya dengan pewaris tunggal William Grup bermasalah?”Foto Jenny yang sedang makan langsung menyebar dengan cepat. Komentar pun kembali berdatangan.“Kasihan banget.”“Kayaknya mereka benar-benar pisah.”“Mereka sudah jarang terlihat tampil bersama.”“Jangan-jangan sudah bercerai?!”Sementara orang-orang sibuk membuat kesimpulan sendiri, Jenn

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status