공유

Bab 82 : Baik

작가: Amoora bee
last update 게시일: 2026-08-10 18:47:43

Vero berkeliling di sekitar lokasi syuting demi mencari keberadaan Jenny. Asisten muda itu mondar-mandir sembari mencoba menghubungi ponsel Jenny yang tak kunjung diangkat.

“Pak Ryan!” cicit Vero cemas saat tak sengaja berpapasan dengan asisten pribadi Xander yang bertubuh jangkung itu. “Ci Jenny hilang!”

“Hah?!” Ryan menyipitkan mata, refleks mengedarkan pandangan mengitari area syuting. “Ponselnya tidak aktif?”

“Aktif, tapi enggak diangkat.” Vero berjongkok lemas di atas rumput. “Tadi terakhi
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Aku Supermodel, bukan Istri Pewaris   Bab 94 : Kenyataan Yang Harus Dihadapi

    Keesokan paginya, Jenny sengaja meringkuk lama-lama di dalam selimut. Ponselnya sudah bergetar sejak lima belas menit lalu.Drrt. Drrt.Jenny terpaksa membuka satu mata dengan sangat malas, melihat layar, lalu langsung menutup kembali ponselnya.“Sayang, kamu enggak buruan bangun?” Xander baru saja selesai mandi. Ia keluar dengan handuk yang masih terlilit di pinggang dengan rambut masih setengah basah, memandang tubuh istrinya yang bersembunyi di dalam selimut.Jenny mengintip suaminya sekilas, lalu kembali memejamkan mata. “Aku enggak mau bangun.”“Kenapa?”“Aku malas.”Xander duduk di tepi ranjang, tepat di samping tubuh Jenny yang terlilit selimut. “Malas apa?” tanya Xander sambil merapikan rambut Jenny yang menutupi wajahnya.“Semuanya.” Jenny menarik selimut sampai menutupi kepalanya. “Aku malas ketemu brand. Malas konferensi pers. Malas jawab wartawan. Malas lihat berita. Malas baca komentar. Pokoknya malaaasss...”Xander melipat bibirnya, menahan tawa melihat tingkah menggemas

  • Aku Supermodel, bukan Istri Pewaris   Bab 93 : Ada Aku, Sayang

    Xander sudah berada di dalam ballroom sejak tadi. Dia sengaja datang lebih awal untuk menyapa para investor yang baru tiba.“Pak Xander,” panggil Ryan sopan sambil memotong obrolan atasannya dengan salah satu investor.Xander melirik Ryan sekilas. Dia paham betul asistennya tidak mungkin memotong pembicaraan penting kalau tidak ada hal yang darurat.Pria itu bergeser mendekati Ryan. “Ada apa?” tanyanya datar.“Pak, Ci Jenny baru saja mengumumkan pernikahan kalian di depan media,” bisik Ryan cepat seraya menyerahkan ponselnya yang menampilkan siaran langsung berita hiburan.Mata Xander sempat membelalak sekilas. Dia benar-benar tidak menyangka Jenny akan mengumumkan hubungan mereka malam ini. Namun kagetnya hanya bertahan beberapa detik. “Apa yang terjadi?"“Sepertinya Ci Jenny menjawab secara impulsif karena dipancing pertanyaan para wartawan, Pak,” sahut Ryan sigap.Tanpa membuang waktu, Xander langsung melangkah cepat keluar ballroom menuju kerumunan wartawan yang sedang mengerubung

  • Aku Supermodel, bukan Istri Pewaris   Bab 92 : Siapa Bilang Single?

    Tiga minggu terakhir, banyak hal berubah. Dalam tiga minggu terakhir, perusahaan Andy Pratama mengalami tekanan besar setelah insiden di hotel itu. Andy pun memilih menarik diri dari dunia bisnis untuk sementara waktu.Sementara beberapa investor baru bergabung dalam program Jenny setelah Xander melakukan evaluasi besar-besaran.“Terima kasih ya untuk semua kru yang sudah bekerja keras selama satu bulan ini, acara reality show ini enggak akan sukses tanpa kerja keras kalian semua.” Jenny berdiri di atas panggung setelah acara gladi resik untuk penutupan reality show yang akan di gelar malam ini.Seluruh kru bertepuk tangan dan saling memberi pelukan satu sama lain. Setelah berjuang bersama selama sebulan penuh, kerja keras mereka benar-benar terbayar.“Dan pastinya…” Jenny merangkul model muda yang berdiri di sebelahnya dengan senyuman lebar. “Bintang malam ini adalah Chika.”Chika memang telah terpilih sebagai pemenang, dan mendapat kontrak eksklusif dari Star Model Management. Dan an

  • Aku Supermodel, bukan Istri Pewaris   Bab 91 : Giliran Aku Yang Kerja

    Bab 91 : Giliran Aku Yang Kerja“Apa-apaan ini? Saya sedang berbicara deng-“ Andy mengentikan geramannya begitu melihat sosok pria yang menerobos masuk.“Pak Xander William.”Xander melangkah masuk dengan ekspresi datar. Tatapannya langsung tertuju pada istrinya yang sedang ketakutan. Ia semakin mempercepat langkahnya, melepas jasnya, dan menyampirkannya ke bahu Jenny.“Ayo pulang.” Xander meraih jemari Jenny tanpa sudi menoleh ke arah Andy, seolah pria itu tidak ada.Jenny menggigit bibirnya pelan. Bahunya perlahan turun setelah kehadiran suaminya. Ia mempererat jemarinya yang berada dalam genggaman Xander, dan mengikuti langkah Xander menuju pintu.“Pak Xander William. Sepertinya Anda terlalu berlebihan. Saya hanya berbicara dengan model Anda.” Andy tersenyum sinis melihat sisi protektif Xander kepada Jenny.Xander menghentikan langkahnya. Pria itu tetap membelakangi Andy Pratama, dan mulai berkata dengan suara yang sangat tenang. “Koreksi ucapan Anda.”Ruangan seketika menjadi suny

  • Aku Supermodel, bukan Istri Pewaris   Bab 90 : Jangan Naif

    Meta berjalan memasuki lobi sebuah hotel bintang lima. Dia memang sudah diperintah Xander buat mendampingi Jenny siang itu. Manajer itu duduk tenang di ujung sofa, menanti kehadiran model utamanya.Tak lama kemudian, dia melihat Jenny turun dari mobil didampingi Vero. Meta langsung berdiri menghampiri. “Jenny,” panggilnya.Jenny tersenyum lalu melambaikan tangan dengan semangat. “Kak Meta, udah bawa semua berkasnya?” tanya Jenny sopan.Meta menyerahkan map berisi laporan program Jenny, lengkap dengan hasil rating beberapa episode terakhir yang sudah dia siapkan dari semalam.“Jen, Pak Xander minta aku menemani kamu bertemu Pak Andy.” Meta menatap Jenny dengan sangat serius. “Pria itu bukan orang yang gampang diatasi, Jen.”Jenny menghela napas pendek. Dia tahu suaminya tetap tidak bakal membiarkan dirinya menyelesaikan masalah ini sendirian. Tapi kali ini, dia beneran ingin membuktikan kalau dia bisa berdiri di atas kakinya sendiri.“Kak, Pak Andy mintanya ketemu berdua aja sama aku.

  • Aku Supermodel, bukan Istri Pewaris   Bab 89 : Kenyataan tentang suamiku

    Jenny akhirnya memutuskan buat pulang bersama Laura dan Niko—suami Laura—sehabis acara pembukaan toko roti mereka selesai. Di dalam mobil, Jenny mulai menceritakan semua kelakuan Tante Amel, ibunya Viona, selama ini.“Gila! Aku gak nyangka Tante Amel seniat itu, loh! Masa dia masih berharap Xander balik sama Viona? Padahal jelas-jelas anaknya sendiri udah bisa move on dan terima kenyataan,” cerocos Laura menggebu-gebu tanpa jeda.Niko melirik dan tertawa geli melihat kehebohan istrinya di bangku depan, lalu kembali fokus menyetir.Jenny yang duduk di kursi belakang ikut menanggapi. “Iya kan! Masa dia masih ngarep suamiku jadi menantunya? Dia kira dengan meneror aku, terus aku bakal langsung ngelepasin Xander gitu aja? Mimpi kali tuh orang!”Niko terkekeh lagi sambil melirik Jenny lewat spion tengah. Dua wanita ini kalau disatukan memang pas banget, persis kaya minyak ketemu api—langsung menyala-nyala.Laura mendadak memutar badannya ke belakang. Tatapannya berubah serius mengunci mata

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status