LOGINKarena patah hati, aku iseng download aplikasi kencan online, tapi malah ketahuan teman kakakku yang terkenal dingin dan kejam! Parahnya, dia ternyata teman kencanku sendiri, padahal aku sudah menggodanya habis-habisan! “Sylvia, gimana kalau semua chat nakalmu kita praktekkan di dunia nyata?”
View MoreTangan besar Bian terangkat, ibu jarinya yang kasar mengusap pelan jejak air mata di sudut mata Sylvia. Sentuhan lembut yang begitu kontras dengan wajah dinginnya itu membuat sekujur tubuh Sylvia meremang."Kalau begitu bersikaplah dewasa, Sylvia," ucap Bian dingin, rahangnya mengeras. "Hapus air matamu. Berhenti meratapi kandasnya hubunganmu dengan pria murahan itu."Sylvia tertegun, terpaku pada kedalaman mata Bian yang entah mengapa terasa begitu melindungi di balik tembok esnya.Hanya dengan beberapa kata tajam itu, Bian berhasil menampar kesadaran Sylvia. Ting tong! Ting tong!Suara bel pintu depan yang dibunyikan secara brutal merusak momen menegangkan itu. Bian menarik tubuhnya kembali, melepaskan kungkungannya seolah tidak terjadi apa-apa, membiarkan Sylvia meraup oksigen yang sedari tadi terasa sulit ia hirup."Berisik," dengus Bian kesal, merapikan gulungan lengan kemejanya. "Habiskan makananmu, aku akan membukakan pintu."Tanpa menunggu jawaban, pria bertubuh tegap itu me
Sepasang mata Sylvia yang sembab terkunci dalam tatap dalam Maxwell di hadapan selama beberapa saat sebelum gadis itu memaksakan untuk memutus kontak mata dan menarik tangannya dari genggaman pria itu.“A-aku sudah jawab, kan?” gumam Sylvia. “Ayo pulang.”*** Sejak malam kejadian memalukan sekaligus menyakitkan itu, Sylvia benar-benar mengurung diri. Ia tak sudi keluar dari kamar, mengabaikan perutnya yang keroncongan, dan memilih bolos kuliah berhari-hari.Tok! Tok! Tok!"Syl, buka pintunya!" Suara cemas Damien, kakak kandungnya, terdengar dari balik pintu untuk yang kesekian kalinya. "Sudah dua hari kamu nggak makan, Sylvia! Kamu mau mati kelaparan di dalam sana, Hah?! Kalau kamu nggak buka juga, aku dobrak pintu ini sekarang!""Sylvia nggak lapar, Kak! Tinggalin Sylvia sendiri!" teriak Sylvia dari balik selimut, suaranya parau dan serak. "Biarin aja katamu! Kalau kamu mati, siapa yang repot? kamu ini beneran kayak anak kecil deh!" seru Damien lagi, tapi langkah kakinya terdengar
Bukannya menjawab, pria itu justru memangkas jarak.Hanya dalam dua langkah lebar, pria itu kini sudah ada tepat di hadapan Sylvia. Tanpa permisi, Maxwell melepas jas luar yang ia kenakan dan langsung membungkus tubuh mungil Sylvia di hadapannya.Sylvia menggigit bibir bawahnya ketika indra penciumannya dimanjakan aroma khas maskulin dari jas kebesaran yang tengah memeluknya tersebut. "Kenapa menangis?”Suara Maxwell terdengar lebih rendah, berat, tapi cenderung lebih lembut itu membuat Sylvia mendongak. “Nggak menangis, Kak. Ini–”“Jangan bohong padaku, Sylvia.”Gadis itu menggigit bibirnya, menahan agar isakannya tidak lolos dari dari bibir.Dunia benar-benar sedang mempermainkannya! Seakan kesialannya dengan Gerald tadi tidak cukup, dunia tega sekali menggiringnya pada pria otoriter ini.“Maaf,” ucap Sylvia pada akhirnya. Ia menekan isakannya kuat-kuat sembari memeluk dirinya sendiri. “Nggak mau dimarahi.”Tampaknya pria itu akhirnya menaruh kasihan padanya karena setelahnya, Max
"Ahh, sempit banget!"Sylvia mengerang pelan sambil memperbaiki bunny suit-nya yang melorot, sehingga membuat buah dadanya sedikit mencuat keluar. Tangannya kemudian membetulkan telinga kelinci di kepala yang miring karena gerakannya.“Nggak apa deh, demi kasih kejutan,” gumam Sylvia, meneguhkan hatinya meski kakinya mulai kesemutan karena ia sedang berjongkok di dalam lemari baju sempit milik kekasihnya.Hari ini adalah hari ulang tahun kekasih Sylvia yang ke-26 dan di hari yang istimewa ini, Sylvia memutuskan untuk tampil beda. Ia yang biasanya tampil sederhana dan polos dengan baju tertutup yang agak kebesaran kini berdandan dan memakai kostum bunny seksi, tak lupa dengan bando telinga kelinci dan stocking jaring-jaring yang membuat dia tampak seperti model sebuah majalah dewasa.Oh, kekasihnya jelas akan terkejut! Saat Sylvia sibuk membayangkan reaksi kekasihnya itu, ia samar-samar mendengar suara seseorang memasukkan sandi apartemen.“Bagus, Gerald sudah pulang,” pikir Sylvia.






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.