LOGINAva found her mate in Alpha Declan years ago, but Declan has a younger brother with an insane big brother complex. He hates Declan and goes to crazy extremes to try and ruin his life. The brother, Sabin, is also an alpha. He took over a neighboring pack. Unfortunately, he also made it, so Ava had to leave Declan, and Declan thinks she has taken his brother as a mate. Now two years after she left him, she waltzes into his club to warn him of Sabin's new evil plans. When she learns that Declan has a new woman Dec sees the heartache, and now he doesn't know what to believe about what happened two years ago. He's determined to find out, though.
View MoreSudah pukul lima sore. Dengan gaun tidur yang tipis, Bella menunggu suaminya yang sudah dua bulan ini menjabat sebagai seorang CEO. Suami yang selalu tepat waktu tiba di rumah setelah selesai bekerja walau sesibuk apapun.
Ini adalah tahun ke empat mereka menjadi suami istri. Sejak duduk di bangku SMA pada tahun ketiga mereka berdua menjadi dua sejoli yang tidak terpisahkan. Pasangan yang begitu sempurna.
Steve William pemuda tampan, yang memiliki raut wajah yang tegas dan berkulit putih. Tubuh tinggi dan atletis. Pemuda yang memiliki berprestasi dalam mata pelajaran dan olahraga.
Bella Sophia gadis cantik dan imut. Serta memiliki tubuh yang seksi dan proposional. Kulit putih dan bersih bagai susu. Yang menjadikan Bella primadona di sekolah.
Mereka memutuskan menikah setelah lulus kuliah. Di mana masa pacaran mereka yang tidak sehat. Sejak SMA kelas tiga mereka melakukan hubungan selayaknya suami istri. Dan Steve lah yang mengambil kesucian Bella.
Bella yang sangat mencintai Steve pun sangat yakin dengan Steve yang selalu menjaga cintanya.
Dan setiap pertemuan mereka, atau di mana pun mereka memiliki kesempatan. Steve dan Bella akan saling melepaskan rindu dan hasrat mereka berdua. Tanpa bosan mereka terus saling memberikan kenikmatan tanpa jeda.
Biip Biip
Ceklek
Pintu rumah di buka oleh Steve. Dengan wajah kelelahan namun tidak lupa memberikan senyuman kepada istrinya.
"Sayang..." sapa Steve melihat Bella yang berlari kecil ke arahnya.
"Sayang, kamu kelihatan begitu lelah hari ini..." ucap Bella lembut sambil mengambil tas kantor dari tangan Steve.
Mereka berdua pun masuk bersama ke dalam rumah, rumah baru mereka yang baru saja mereka tempati satu minggu yang lalu.
Steve melonggarkan dasi yang bertengger di lehernya dan merebahkan dirinya di sofa.
"Sini aku bantuin sayang," ujar Bella dengan sengaja merapatkan dirinya ke Steve sambil membuka dasinya.
"Terima kasih sayang," ucap Steve yang tidak merespon akan sentuhan yang diberikan oleh Bella.
Dengan malas, Bella berdiri setelah melepaskan dasi dari kerah baju suaminya.
"Mau makan malam dulu ? Atau mau mandi ?" tanya Bella tepat di hadapan Steve yang sedang membuka kancing kemejanya.
Steve berdiri dan mengecup sesaat bibir Bella membuat Bella sangat bahagia.
"Apa malam ini aku yang harus memancing Steve pertama kali..?" pikir Bella.
Steve berjalan ke meja makan. Dan tersenyum merekah melihat begitu banyak masakan yang sudah di siapkan oleh Bella.
Steve menarik kursi meja makan dan duduk "Sepertinya, aku makan malam dulu. Tolong kamu siapkan air hangat untuk mandiku, sayang."
Bella tersenyum dan berjalan mendekat ke arah Steve, kemudian mengambil piring dan menyendokkan nasi secukupnya di piring Steve.
"Selamat makan sayang, aku siapkan air hangat kamu...!" seru Bella dengan senyuman manis dan menggodanya.
Dipikirannya sudah terlintas, malam ini akan menjadi malam hangat mereka lagi setelah satu tahun lebih mereka tidak melakukannya.
Dengan perasaan senang, Bella menyiapkan air hangat suam kuku di bathtub dan tidak lupa memberikan beberapa tetesan aroma therapi agar rasa penat dan lelah Steve ikut menguap.
Setelah selesai, Bella keluar kamar dan melihat Steve yang juga sudah menyelesaikan makan malamnya.
"Airnya sudah siap sayang," bisik Bella tepat di telinga suaminya.
"Terima kasih sayang," balas Steve dengan tersenyum.
Steve pun berdiri dari duduknya, kemudian membuka seluruh pakaiannya dan masuk ke dalam kamar mandi.
Bella mengambil pakaian kotor Steve dan memasukkannya di Laundry Bag. Setelah itu di bersihkannya meja makan dan mencuci piring bekas pakai Steve.
Karena mereka hanya hidup berdua, Steve dan Bella memutuskan tidak memakai Asistent Rumah Tangga.
Setelah selesai dengan pekerjaan rumahnya. Bella masuk ke kamar, kemudian Bella membuka lemarinya dan mencari gaun tidurnya yang paling menggoda dan seksi.
"Hmm, Perfect !" puas Bella melihat pantulan dirinya didalam cermin.
Tidak lupa Bella memakai lotion dan parfum di titik yang Steve sukai di tubuhnya.
Kurang lebih lima belas menit Bella menanti Steve dengan duduk di pinggir ranjang menghadap kamar mandi. Detak jantung Bella berdegup begitu kencang menanti dirinya yang harus bertindak agresif ke suaminya nanti.
Bella mengepalkan tangannya dan berbicara kepada dirinya sendiri, "Hari ini, harus terjadi!" untuk menguatkan tekadnya. Yang betapa rindunya akan sentuhan suaminya. Ia membaca segala macam artikel mengenai masalah ranjang sepasang suami istri.
Dan menurut artikel yang ia baca, pasangan suami istri memang kadang diserang rasa jenuh dalam hal tersebut. Oleh karena itu, salah satu dari pasangan harus bertindak lebih agresif atau melakukan diskusi dengan pasangan.
Ceklek
Steve keluar hanya dengan handuk yang menutupi tubuh bagian bawah dan menampilkan perut sixpacknya berjalan menuju ranjang.
Steve yang mendapati Bella duduk di tepi ranjang menaikkan alisnya dengan heran. "Kamu belum tidur ?"
Bella menjadi gugup dan mengepalkan tangan. Dengan wajah malu-malu, "Iya sayang," sahut Bella.
Sambil mengayunkan kakinya, Bella berkata dengan begitu pelan dan mesra "Hmm, sayang... bagaimana kalau hari ini kita..."
"Sudah sangat lama kita tidak melakukan itu..." sambung Bella dengan gusar.
Steve menatap Bella dengan perasaan bersalah "Maaf sayang, hari ini sangat melelahkan... Mari kita lakukan lain kali…hmm?!" sahut Steve dan memeluk bahu Bella.
"Lagi pula aku ada meeting penting besok pagi," sambung Steve.
"Padahal aku sudah memakai gaun seksi ini, tapi Steve masih tidak tergoda?" batin Bella penuh kekecewaan.
Dia mengikuti Steve yang berjalan menuju ranjang sambil berpikir "Tidak! Harus hari ini !"
Dengan gerakan cepat Bella berjongkok dan membuka handuk putih yang melingkar di pinggang Steve.
"Bella..!" kejut Steve melihat Bella menarik handuknya dan memasukkan miliknya ke dalam mulutnya.
"Kita harus melakukannya hari ini Steve! Ini semua juga demi rumah tangga kita. Aku ingin kita seperti dulu lagi, sayang." batin Bella yang sudah memegang kendali.
Steve yang awalnya tidak mau, akhirnya menikmati apa yang dilakukan Bella. Tanpa sadar Steve mendesah dan mendesis "Ahh,"
Bella dengan perlahan mengarahkan suaminya untuk duduk di tepi ranjang dan dirinya melanjutkan memanjakan milik suaminya di dalam mulutnya.
Dengan kedua lengannya Steve menahan bobot badannya di atas ranjang "Ugh Bella !" racau Steve sambil menutup mata.
Bella menutup matanya menikmati setiap moment yang sangat dia rindukan "Hmm, rasanya sudah sangat lama aku tidak menikmati milik Steve !" batin Bella dengan senang.
Tanpa jeda Bella mengulum dan menjilati milik Steve "Uhm rasa ini, aroma ini... Sangat aku rindukan..."
"Uh Bella, kalau kau terus begitu..A-ku...!" suara berat Steve mendominasi.
"Stop-pp Bella!" seru Steve dan menahan kepala Bella agar berhenti bermain dengan miliknya yang sudah tegap sempurna.
Dengan tatapan menggoda dan pose yang seksi "Bisakah kita melakukannya sekarang, sayang ?"
Steve melihat miliknya dan hasratnya pun sudah naik karena perlakuan Bella.
Pria itu berdiri dan mengangkat Bella, "Berbaring sayang!" suara berat Steve.
Raut wajah Steve yang mendominasi ingin bercinta sudah sangat lama tidak Bella lihat membuat dirinya begitu terangsang.
"Sudah sangat lama aku tidak melihat wajahmu yang sangat mendamba seperti ini Steve !" batin Bella bahagia.
Steve mengangkat kaki Bella dan melepaskan dalaman segitiga tipisnya yang berwarna pink.
"Kamu sudah sangat basah Bella !" bisik Steve.
Steve mulai mengarahkan miliknya di depan milik Bella. Dan siap untuk menancapkannya.
Tapi... Dengan tertunduk, Steve bergumam lirih, "Bella tunggu, kenapa jadi seperti ini ?"
Melihat miliknya yang tiba-tiba melemas tidak bertenaga.
Bella bangun dari tidurnya dan memeluk Steve, "Maaf sayang, aku tidak tahu kalau kamu sangat kelelahan seperti ini. Mari kita berhenti..." jawab Bella dengan lembut.
Dengan wajah tersenyum, Bella mengusap wajah Steve "Kamu bisa istirahat sayang, aku ingin minum coklat panas lalu menyusulmu beristirahat..."
Wanita cantik itu turun dari ranjang dan keluar dari kamar. Bella menutup pintu kamarnya dan berjalan menuju sofa ruang tamu. Dirinya terduduk lemas dan melihat miliknya yang sudah begitu basah.
"Hmmm..."
DeclanMy brother will die for this, but the girls' safety comes first. I want them out of there. I want Ava home so that I can get her some help. Something is wrong. I could see in the videos that she isn't healing as she should and that the last beating she took was horrendous.Camilla sighed, "Her light went out.""What?""She's not healing because her light went out. Something happened that made her reach her breaking point and her light went out."I could remember Sabin goading her in the video about finding out that I had a woman and how that had finally broken her."No," I whispered anguishedly.Trent spoke up, "This is not helping us get the girls home.""No, it's not, and if we get them home, we can work on Ava's light." Camilla put in."You'll fix her!" I shouted."You'll fix her, Declan! I'll do what I can, but it'll be you that has to get in there."Lasiter took a phone call and step
Declan I watched the videos, and that was the worst experience of my life, so I couldn't even imagine how it was for Ava and her sister. I was worried. Ava wasn't healing as a werewolf should, and the last beating she took almost made me come out of my skin. I had vomited several times, watching her go through what she went through. I knew she was still out there, somewhere in pain with injuries. It made me insane that I couldn't just run over there and bust the door down to get to her. "Trent, call Lass and have him station some vampires to watch the pack just in case Sabin gets wind of this and decides to move the girls." "Lasiter called me, and he's already taken care of that." It was good to have good friends. But, that vampire would walk through hell for me, and I would do the same for him. "Goodman! Call the meeting for an hour from now. I need a shower and to get myself and the clues I picked up together." Trent pulled o
Trent brought up the file, and it was full of video clips. They each just had the date it was filmed but no caption. I reached over him and scrolled the dates. The first video was taken the day before Ava called off our mating ceremony, then they were just random dates until I saw one was made the night she came to the club, and then several took place that month, and then one was dated today. I chose the one when she went to the club and pressed play.The video started with a basement with chains in a brick wall. Eve or Ava one was sitting chained to a chair in the corner. Then there was a commotion, and some of Sabin's packmates drug Ava in. I knew that was Ava; somehow, I just knew, so it was Eve in the chair. They chained Ava facing the wall, and Eve started crying. This was not going to be good."Shit Declan! I think we better pause this..." Lasiter trailed off because Sabin entered the room and started baiting and playing with Ava. Her face was already red
Declan I pushed play and leaned forward at my desk to study the footage of Ava in my club again. I had been obsessed and probably watched it a million times in the past month and a half because something was off. That's not the same Ava that I saw out and about with Sabin. The Ava I remember didn't have a poker face, and I always knew what she was thinking. That's what I saw in my club, but that's not what I saw when she was out with my brother. I've been thinking back to when she left me, and something wasn't right about that either, but I was too shocked, heartbroken, and angry to pay attention. I noticed the Ava with Sabin has a walk to get from point A to point B, but the Ava I remember from two years ago and the Ava that walked into my club that night walked like a sensual she-wolf. She was graceful, confident, and alluring. I had always loved her walk. Even the way she moved a stray hair from her face was sexy. I
Two weeks later"Sabin's taking me to the mating ritual of the alpha's son of the new moon pack. I'm to wear something that you've put your scent on." Eve placed a dress on my bed.I nodded and started undressing to slip it on for a while."I still haven't been able to
"You are one stupid bitch if you think you can make a move without me knowing about it," Sabin whispered with his nose pressed to my cheek.I was chained to the wall of the basement in my nightgown. I had gone home to my little apartment and cried myself to sleep. Sabin had been lett
I had not been so close to him in so long. Hell, I had not been in his space period in so long, and I had forgotten. I thought I remembered everything like it was yesterday, but I was wrong. So very wrong.I had forgotten how he seemed to be a live electrical wire and how I wanted to
I don’t know what I was thinking. Strutting my ass right up in his territory, his club, after what I did. Who does that? Who would do something so stupid? Apparently, that would be me, moron numero uno, but it’s too late now; his man, Trent, has already spotted me. Ho boy, and if look






Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.