Alpha Queen's Destined Hybrid (Book 1 of Destined Series)

Alpha Queen's Destined Hybrid (Book 1 of Destined Series)

last updateTerakhir Diperbarui : 2022-06-06
Oleh:  Hiraeth FaithTamat
Bahasa: English
goodnovel16goodnovel
10
6 Peringkat. 6 Ulasan-ulasan
62Bab
5.6KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

“Nothing could stop me, no one could, Kamilah, and I know that you know that. But unless you say no, then I’ll quit right here and there.” He said, his dark brown eyes melting my own. I avoided his heavy gaze, "Just leave, Magnus." He gritted his teeth, gold hues circling around his eyes, “No, let’s fight together. Me and you. Having you by my side gives me peace, Kamilah.” **** It’s a taboo to have a female alpha, but what more when the alpha queen gets together with the unwanted hybrid? Chaos. Kamilah Ziraili was born as an omega, and been obsessed with the son of the Alpha, Darian. But when the most feared Alpha Magnus, suddenly took an interest to her, things took a turn. Kamilah broke the werewolf rules, gaining her own power an making her the target for enemies for disrupting the balance. Finding out that her mate is Alpha Magnus himself, and what more, a hybrid, who offers to help her, chaos erupted in the world, along with her heart. And with her past love coming back into life, she’s forced what to choose. Her past, identity, or her own pack? “You can’t lead, you’re a female who can’t have her own pack.” He said, and I gave him a smirk. “No one loves a female who could lead. They want someone who would be willing to submit and don't expect me to do that. I won’t kneel down before any man no matter what." Book 1 of Destined Series (can be read as standalone)

Lihat lebih banyak

Bab 1

The ceremony night and BloodMoon

Bab 1: Aku Tidak Selingkuh, Aku Meneliti

“Kesetiaan itu bukan hukum alam. Itu cuma kesepakatan manusia.”

– Rayendra


Pukul sembilan lewat dua belas. Ruang sidang Fakultas Psikologi terasa seperti ruang interogasi. Bukan hanya karena AC-nya yang dingin, tapi juga karena tatapan para dosen senior yang menilai Rayendra Mahendra seolah-olah ia terdakwa.

Di layar proyektor tertera judul besar:

“Mengapa Orang Bisa Jatuh Cinta di Luar Pernikahan: Studi Eksperimen Keterikatan Emosional.”

Beberapa dosen tampak penasaran, tapi lebih banyak yang gelisah.

“Saudara Rayendra,” suara Pak Heru, Wakil Dekan, terdengar kaku, “apa Anda sungguh serius ingin meneliti... perselingkuhan?”

Rayendra menautkan jari-jarinya di atas meja, lalu mengangguk pelan.

“Saya tidak meneliti perselingkuhan, Pak. Saya meneliti kenapa seseorang bisa mencari kehangatan di luar rumahnya. Lebih dari enam puluh persen pasangan urban pernah mengalami hal ini. Itu bukan isu kecil.”

“Isu moral!” potong Bu Lilis, dosen etika. “Penelitian Anda bisa menormalkan pengkhianatan.”

Rayendra mengangkat sedikit sudut bibirnya. Senyum terukur, tidak berlebihan.

“Justru saya ingin memahami. Ilmu tidak menyalahkan. Ilmu hanya mencatat. Penilaian biar jadi urusan hati pembaca.”

Suasana ruang sidang mengeras. Beberapa dosen saling pandang, ada yang memilih diam, ada juga yang justru terlihat menunggu drama ini berkembang.

Rayendra berganti slide. Ia menjelaskan bahwa ia akan membuat platform anonim untuk menghubungkan orang-orang yang merasa tidak terpenuhi secara emosional. Tanpa sentuhan fisik, tanpa janji cinta. Hanya percakapan.

“Keintiman emosional seringkali lebih berbahaya daripada fisik,” ucapnya tenang.

Pak Heru akhirnya menarik napas panjang. “Proposal Anda akan dibawa ke forum etik minggu depan. Tapi... saya pribadi menganggap penelitian ini terlalu berani.”

Rayendra menunduk hormat. “Setiap teori besar selalu dimulai dari keberanian, Pak.”


Setelah keluar, Rayendra berjalan menyusuri koridor kampus yang mulai sepi. Poster seminar lama tentang toxic relationship masih menempel di dinding. Ia pernah menjadi pembicaranya. Ironis, pikirnya, membicarakan toksisitas hubungan orang lain, sementara rumah tangganya sendiri nyaris retak.

Di ruang dosen, ia membuka laptop dan masuk ke aplikasi riset buatannya: EmoLink. Dari luar, aplikasi ini tampak seperti platform konseling online. Tapi di baliknya, ia merancang sistem pemetaan emosi—semacam laboratorium virtual.

Notifikasi baru muncul. Satu peserta baru mendaftar.

Nama: Amelia Larasati
Usia: 29 tahun
Status: Menikah
Catatan pribadi: “Aku tidak butuh solusi. Aku hanya butuh seseorang yang mau mendengar, tanpa menyuruhku kuat.”

Rayendra membaca kalimat itu berulang-ulang. Ada luka yang nyata di sana.

Ia mengetik:

Hai, Amel. Aku Rayen. Aku tidak akan menyuruhmu kuat. Aku cuma akan mendengar, kalau kamu mau bercerita.

Beberapa menit hening. Lalu sebuah balasan muncul.

Amel: “Kamu beneran dosen psikologi?”
Rayen: “Ya. Tapi malam ini aku bukan dosen. Aku cuma orang yang ingin tahu kenapa hati bisa berpaling.”
Amel: “Kamu sendiri pernah selingkuh?”
Rayen: “Tidak. Aku meneliti.”

Rayen menunggu. Jantungnya berdebar aneh. Ia terbiasa menghadapi data, tapi kalimat Amel terasa berbeda. Nyata. Hangat.


Tak lama, Dino—teman sekaligus kolega—masuk dengan dua gelas kopi instan. Ia meletakkan satu di meja Rayen.

“Proposal lo ditolak?” tanyanya sambil duduk.

“Belum. Tapi sudah bikin heboh.”

Dino melirik layar laptop. “Lo bikin aplikasi mirip Tinder demi penelitian? Lo sadar, kan, kalau ketahuan, karier lo bisa tamat?”

Rayen terkekeh pelan. “Bukan Tinder. Ini laboratorium emosi. Gue cari data, bukan pasangan.”

“Data yang bisa bikin lo kebawa perasaan,” balas Dino cepat.

Rayen diam sejenak, menatap keluar jendela. “Kalau penelitian ini berhasil, kita bisa paham kenapa cinta bisa berpindah begitu saja. Itu bisa menyelamatkan banyak pernikahan.”

Dino mendengus. “Galileo aja dipenjara karena idenya.”

Rayen tersenyum tipis. “Tapi sekarang semua orang pakai teleskop.”


Malam semakin larut. Notifikasi EmoLink berbunyi lagi.

Amel: “Kalau nanti aku beneran jatuh cinta... kamu akan tetap jadi peneliti? Atau ikut jatuh juga?”

Rayen terdiam. Jemarinya menggantung di atas keyboard.

Akhirnya ia mengetik:

Kita lihat nanti, Amel. Kadang cinta juga ilmiah. Hanya saja... belum ada rumus pastinya.

Dan malam itu, tanpa sadar, penelitian Rayen resmi dimulai.

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

Ulasan-ulasanLebih banyak

raymark camanzo
raymark camanzo
Good plot good story
2022-03-25 03:30:20
0
0
George
George
Will read this when you updated more chapters hehe
2022-03-25 03:28:54
0
0
anasthasia
anasthasia
Kind of got used to werewolves story but this one is good!
2022-03-25 03:26:13
0
0
galaxytimothee
galaxytimothee
New book from my fave author! Going to binge read this...
2022-03-25 03:23:15
0
0
loveskies
loveskies
Alpha Magnus is such a ......... Please update author nim...
2022-03-25 03:21:30
0
0
62 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status