Alpha Queen's Destined Hybrid (Book 1 of Destined Series)

Alpha Queen's Destined Hybrid (Book 1 of Destined Series)

last updateLast Updated : 2022-06-06
By:  Hiraeth FaithCompleted
Language: English
goodnovel16goodnovel
10
6 ratings. 6 reviews
62Chapters
5.6Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

“Nothing could stop me, no one could, Kamilah, and I know that you know that. But unless you say no, then I’ll quit right here and there.” He said, his dark brown eyes melting my own. I avoided his heavy gaze, "Just leave, Magnus." He gritted his teeth, gold hues circling around his eyes, “No, let’s fight together. Me and you. Having you by my side gives me peace, Kamilah.” **** It’s a taboo to have a female alpha, but what more when the alpha queen gets together with the unwanted hybrid? Chaos. Kamilah Ziraili was born as an omega, and been obsessed with the son of the Alpha, Darian. But when the most feared Alpha Magnus, suddenly took an interest to her, things took a turn. Kamilah broke the werewolf rules, gaining her own power an making her the target for enemies for disrupting the balance. Finding out that her mate is Alpha Magnus himself, and what more, a hybrid, who offers to help her, chaos erupted in the world, along with her heart. And with her past love coming back into life, she’s forced what to choose. Her past, identity, or her own pack? “You can’t lead, you’re a female who can’t have her own pack.” He said, and I gave him a smirk. “No one loves a female who could lead. They want someone who would be willing to submit and don't expect me to do that. I won’t kneel down before any man no matter what." Book 1 of Destined Series (can be read as standalone)

View More

Chapter 1

The ceremony night and BloodMoon

Di Elyria, kota megah dengan menara kaca yang bersinar oleh mantra dan mobil terbang yang berdengung pelan seperti lebah raksasa, pagi selalu dimulai dengan hiruk-pikuk.

Jalan-jalan dipenuhi pedagang yang menjajakan kristal sihir, penyihir jalanan yang memamerkan trik kecil untuk koin, dan tentara kerajaan yang berpatroli dengan jubah berlapis rune.

Di tengah itu semua, markas Aliansi Aurora berdiri megah, sebuah gedung lima lantai dengan dinding marmer yang diukir simbol matahari terbit, lambang harapan kerajaan.

Eiran Voss berdiri di balkon lantai tiga, menatap kota dengan mata abu-abunya yang dingin. Rambut hitamnya yang acak-acakan tertiup angin, dan pedang roh di pinggangnya 'Zephyrion' berdengung pelan, seolah merasakan kegelisahannya.

Dia tidak suka pagi. Terlalu berisik, terlalu ramai, terlalu... cerah. “Manusia dan sihir mereka,” gumamnya, “selalu bikin kekacauan.”

“Eiran! Kau sudah lihat koran pagi ini?” Suara ceria yang tidak asing menyeruak, memecah keheningan. Liora Faye muncul di pintu balkon, memegang gulungan kertas ajaib yang memproyeksikan berita dalam gambar bergerak.

Rambut pirangnya bergoyang seperti ombak, dan senyum lebarnya seolah menantang matahari untuk bersaing. “Ada Badai Roh lagi di desa utara! Kita pasti disuruh ke sana!”

Eiran memutar mata, tidak menoleh. “Jangan berteriak di dekatku, Liora. Aku belum minum teh.”

Liora mendengus, lalu dengan iseng mengibaskan tangannya. Seketika, bunga-bunga kecil bermunculan dari lantai balkon, melingkari kaki Eiran seperti karpet hidup.

Bunga-bunga itu tiba-tiba berputar, menciptakan hembusan angin kecil yang mengacaukan rambut Eiran lebih parah. “Oops,” kata Liora, pura-pura tak bersalah, “tanganku tergelincir.”

Eiran menatap bunga-bunga itu dengan ekspresi datar, tapi tangannya sudah di gagang Zephyrion. “Liora, kalau kau ingin pedangku mengenal lelet mu, teruskan main-main.”

Liora tertawa, suaranya seperti lonceng. “Oh, ayolah, Voss. Kau terlalu serius! Lihat, bunga ini kuberi nama ‘Eiran Kesal’ cantik, tapi berduri.” Dia mengedipkan mata, lalu melompat mondar-mandir di balkon, jelas sengaja mengganggu.

Sebelum Eiran bisa membalas, pintu balkon terbuka lagi dengan bunyi keras. Kairos Thorne masuk dengan langkah lebar, seragam militernya yang rapi kontras dengan rambut merahnya yang sedikit berantakan. “Kalian berdua sudah bertengkar lagi?” katanya, suaranya berat tapi ada nada geli.

“Liora, berhenti ganggu Eiran. Dan Eiran, lepaskan tanganmu dari pedang itu sebelum kau bikin markas meledak.”

“Dia mulai duluan,” protes Liora, tapi matanya berbinar nakal. Dia memanggil bunga lain, kali ini membentuk mahkota kecil di kepala Kairos. “Lihat, sekarang kau Raja Bunga!”

Kairos menyentuh mahkota itu, lalu terkekeh. “Kau beruntung aku suka bunga, Faye.” Dia menoleh ke Eiran. “Raja memanggil kita. Badai Roh itu bukan cuma bencana alam, ada jejak sihir gelap di baliknya.”

Eiran mengerutkan kening, akhirnya tertarik. “Sihir gelap? Dari mana?”

“Belum tahu,” jawab Kairos. “Makanya kita harus ke ruang rapat sekarang. Sylva, Draven, dan Vesper sudah di sana, cuma kalian berdua yang sibuk... apa, main bunga dan pedang?”

Liora terkikik, tapi Eiran hanya mendengus dan berjalan menuju pintu, pedangnya berdengung lebih keras seolah setuju dengan kekesalannya. Liora mengikuti di belakang, sengaja melangkah terlalu dekat sampai Eiran memelototinya. “Jarak, Faye,” geramnya.

“Jarak apa? Kita satu tim, Eiran!” Liora menyeringai, lalu berbisik, “Kau tahu, kalau kau tersenyum sekali saja, mungkin dunia nggak akan kiamat.”

Eiran mengabaikannya, tapi sudut bibirnya sedikit berkedut, hampir tersenyum, tapi dia cepat menyembunyikannya.

Di ruang rapat, suasana lebih serius. Meja bundar besar dari kayu mistis bersinar lembut, dan peta holografik Elyria mengambang di tengah, menunjukkan desa-desa yang hancur oleh Badai Roh.

Sylva Reed duduk dengan kacamata tipisnya, menatap peta dengan fokus, bayangannya di lantai bergerak aneh seolah hidup. Draven Quill, yang duduk dengan kaki di atas meja, bersiul pelan, membuat angin kecil membawa kertas-kertas beterbangan, sampai Sylva memelototinya.

Vesper Hale, dengan rambut hijau keabuannya, mengamati peta sambil mengelus akar kecil yang muncul dari lengan bajunya.

Raja Eldrin, proyeksi sihirnya berdiri di ujung ruang, berbicara dengan suara berwibawa. “Aliansi Aurora, Badai Roh ini bukan bencana biasa. Ada laporan tentang bangsawan yang menyalahgunakan sihir alam untuk keuntungan pribadi, dan itu memicu kemarahan roh bumi. Kalian harus ke Desa Varyn, selidiki sumbernya, dan hentikan sebelum menyebar.”

Eiran, yang berdiri di sudut dengan tangan disilang, berkata pelan, “Bangsawan, lagi. Selalu mereka.” Nada dinginnya membuat ruangan hening sejenak, dan Liora menatapnya, mendadak serius. Dia tahu Eiran benci bangsawan karena masa lalunya, tapi tidak pernah bertanya lebih jauh.

“Jadi, kita ke Varyn, lawan badai, dan cari tahu siapa yang main-main dengan sihir gelap?” tanya Draven, menyeringai. “Keren. Aku bawa playlist sihirku buat perjalanan.”

“Jangan nyanyi di mobil terbang lagi,” kata Sylva tanpa menoleh, tapi sudut bibirnya naik. “Kau bikin burung-burung kabur terakhir kali.”

Vesper tertawa pelan. “Draven, kalau kau mau nyanyi, setidaknya minta akar-akar ku untuk ikut menari.”

Kairos mengangkat tangan, menghentikan candaan. “Fokus, tim. Kita berangkat sore ini. Eiran, kau pimpin strategi tempur. Liora, kau tangani analisis sihir alam. Sisanya, kita bagi tugas di jalan.”

Liora mengangguk, tapi matanya kembali ke Eiran, yang masih menatap peta dengan ekspresi gelap. Untuk sesaat, dia ingin mengatakan sesuatu, tapi bunga kecil di sakunya bergerak sendiri, seolah merasakan perasaannya.

Dia menghela napas, lalu tersenyum tipis. Kalau kau nggak mau cerita, Eiran Voss, aku akan cari tahu sendiri.

Di luar markas, langit Elyria mulai mendung, tanda Badai Roh mendekat. Di suatu tempat di kota, di kastel mewah, seorang bangsawan bernama Lord Zoltar memandang kristal gelap di tangannya, tersenyum licik.

“Mereka akan datang,” gumamnya. “Dan Aliansi Aurora akan jatuh.”

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

reviewsMore

raymark camanzo
raymark camanzo
Good plot good story
2022-03-25 03:30:20
0
0
George
George
Will read this when you updated more chapters hehe
2022-03-25 03:28:54
0
0
anasthasia
anasthasia
Kind of got used to werewolves story but this one is good!
2022-03-25 03:26:13
0
0
galaxytimothee
galaxytimothee
New book from my fave author! Going to binge read this...
2022-03-25 03:23:15
0
0
loveskies
loveskies
Alpha Magnus is such a ......... Please update author nim...
2022-03-25 03:21:30
0
0
62 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status