Alpha, You're Not on My List

Alpha, You're Not on My List

last updateLast Updated : 2026-09-14
By:  Aurora StarlingOngoing
Language: English
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
15Chapters
508views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

"A wolfless girl? How would you be my mate?" Kade Voss said that to me in front of a thousand people. The night before, he whispered you're my mate against my ear and took the only thing I had left to give. By noon he had named my stepsister his luna. By the time they found out I was pregnant, my own father had already picked the spot to bury me. So I ran. Kade rejected me through the bond while I was still lying on the forest floor, and I accepted it — the only other choice was dying. I should have died anyway. Instead the Lycan King found me. And called me granddaughter. Six years later I came back to the pack that threw me away. With a crown nobody can argue with. With a son who has his father's eyes. And with a selection — because a broken bond only heals under a stronger one, and every alpha on the continent wants the job. Kade wants it most of all. Six years married, still no heir. His council seat slipping. Desperate enough to beg a princess. He still doesn't know whose son is standing beside me. "Get in line."

View More

Chapter 1

Chapter 1

Dia rembulan yang sempurna. Aku cuma pungguk yang merindukan cahayanya.

Tok!

Tok!

Tok!

Suara palu hakim memecah keheningan ruang sidang siang itu, tanda berakhirnya sebuah ikatan suci bernama pernikahan. Jika kalian bertanya siapa yang bercerai, jawabannya adalah aku.

Reza berdiri, tubuhnya kaku mendekatiku. " Maaf," ucapnya pelan nyaris tak terdengar.

Aku terdiam, tidak langsung menyambut uluran tangan Reza yang hendak menyalamiku, sekuat tenaga ku tahan tangis yang ingin meledak.

Tidak, aku tidak boleh menangis di sini. Aku hanya mengangguk singkat, dengan sisa-sisa kekuatanku, aku berdiri dan akhirnya meraih uluran tangan Reza, kami bersalaman kemudian berpelukan singkat.

Reza sempat menoleh ketika kami sudah berada di luar gedung. Cuaca sudah mendung. "Abang antar pulang."

Aku menggeleng lemah, kami baru saja bercerai, dan aku butuh waktu untuk menenangkan hatiku yang porak poranda.

Sedang laki-laki yang baru saja mengubah statusku menjadi janda ini dengan entengnya menawarkan tumpangan seolah tidak pernah terjadi apa- apa diantara kami, yang benar saja.  "Enggak." Jawabku tegas, mataku sudah tajam sekali menembus manik matanya.

 "Oke, hati-hati nanti di jalan." Reza akhirnya mengalah dan melangkah pergi.

Kutatap langit yang sudah menghitam, langitpun tau kalau hati ini sakit, begitu sakit ketika melihat dia akhirnya berjalan mendahuluiku menampakkan punggung yang selalu ingin ku peluk dari belakang tapi tak pernah bisa.

Aku menghela nafas kemudian berlari kecil ke halte terdekat, namun belum juga sampai di halte, hujan sudah turun. Kubiarkan guyurannya menerpa tubuh ringkihku, biarlah, setidaknya itu bisa menghapus kesialan hidupku, mengalir bersama sisa hujan.

Kubiarkan tubuhku diterpa hujan, menantang langit yang tak lelah menumpahkan airnya. Aku menangis dalam diam, air mataku bercampur hujan membuatku terlihat begitu menyedihkan.

Pernikahan yang hanya berjalan genap enam bulan itu berakhir sudah, mengapa bisa menikah jika salah satunya tak ada rasa? Jawabannya terpaksa? Bukan, aku menikah bukan karena terpaksa, tapi mungkin Reza yang terpaksa menikah denganku.

Awal dari sebuah perjodohan antara dua keluarga, aku begitu senang ketika tau dijodohkan dengannya, dia orang yang kupuja sejak dibangku putih abu, kakak kelas yang sempurna, digilai banyak wanita, ketua OSIS, masuk tim basket, anggota Paskibra, dan begitu keren.

Jujur, dia penyemangatku untuk pergi ke sekolah setiap pagi, berusaha mencuri pandang disaat upacara bendera atau ketika jam istirahat tiba, sungguh indah semuanya.

Tanpa banyak basa-basi kuterima lamaran dari orang tuanya, perjodohan yang bagaikan sebuah anugerah untukku, begitu banyak mimpi yang telah kurajut.

 "Gue akan berhenti bekerja dan akan menjadi ibu rumah tangga yang sempurna, mengurus anak- anak dan suami tercinta," ucapku waktu itu di depan Loli, sahabatku.

"Emangnya Lo gak rugi resign dari pekerjaan ini, bahkan ini impian lo sejak dulu kan?"

"Impian terbesar gue adalah menjadi istri untuk kak Reza, melahirkan anak- anaknya dan jadi istri terbaik untuknya." Jawabku santai, pandanganku melayang jauh kedepan melewati batas nyata yang telah ditakdirkan untukku.

Satu kali aku bertemu dengannya sebelum pernikahan kami dilangsungkan. Dia baik, sama sekali tidak ada tanda-tanda bahwa ia menikahiku karena terpaksa.

Tidak banyak yang kami bicarakan waktu itu, hanya seputar rencana pernikahan. Aku terlalu gugup berhadapan dengannya.

Entah apa yang kubicarakan, semuanya tampak kacau keluar dari mulutku. Pesonanya benar-benar telah menghipnotisku.

Bagaimana tidak? Selama ini hanya melihatnya dari kejauhan, namun sekarang dia tepat berada di hadapanku, duduk di seberangku.

Ya Tuhan, rasanya aku berkali-kali mencubit lenganku sendiri, takut sekali kalau ini hanya mimpi.

Garis wajah yang sempurna, hidung tegak lurus menjulang, mata tajam dengan alis bak semut sedang berparade, ya Tuhan aku bisa tenggelam ditatap oleh mata itu.

Satu hal yang menjadi kesalahanku, aku tidak pernah bertanya perasaannya padaku sebelum pernikahan kami, ego ku terlalu mendominasi kala itu, yang ada dipikiranku hanyalah sebentar lagi ia akan jadi milikku, itu saja.

Sampai pada saat pernikahan itu benar- benar diberlangsungkan, hanya Tuhan yang tau betapa bahagianya aku, aku terlalu bahagia, sampai tak pernah ku perhatikan dengan jelas bagaimana mimik wajah sang mempelai pria, wajahnya mendung kala itu, aku tenggelam dengan perasaanku sendiri.

Dan disaat malam pengantin tiba, barulah aku tersadar dari mimpi yang telah kutenun sempurna itu, dia sama sekali tidak menyentuhku, dia pergi entah kemana malam itu, meninggalkan aku yang sudah terlanjur hanyut dalam euforia.

Ku pikir memang seperti itu, lumrah untuk pasangan yang baru menikah, yah aku terlalu lugu, aku bahkan tidak pernah memiliki pacar sebelumnya. Kutunggu dia dengan tiduran disofa sampai entah sejak kapan aku mulai lelah dan akhirnya tertidur.

Menjelang pagi, aku terbangun tapi ruangan itu masih sama, hanya aku makhluk hidup yang bernafas disana, dia tidak pulang. Hatiku berdenyut pilu, ini terasa janggal, aku mulai menyadari sesuatu, dia sengaja menghindariku.

 Aku berusaha menetralkan perasaanku yang sudah mulai berkecamuk, ku tepiskan rasa sakit hati, rasa kecewa, rasa tak diinginkan yang mulai terbangun di alam bawah sadarku. Aku masih menunggu nya, aku tidak berusaha untuk menghubungi, aku akan menunggunya pulang sendiri.

Pagi itu dia benar- benar pulang, aku tersenyum, aku tidak bertanya dari mana saja ia, mengapa tidak pulang, ada apa dengannya, tidak, aku tidak ingin bertanya, biar dia yang menjelaskan sendiri.

Setelah membersihkan diri, dia mengajakku sarapan, masih di area hotel tempat kami mereservasi penginapan.

Aku terus menunggunya bicara, dan saat itulah ia bicara.

"Maaf...."

"Karena tidak pulang tadi malam?" Tanyaku datar.

"Salah satu nya."

"Berarti ada banyak alasan untuk satu permintaan maaf ini?"

"Tidak banyak, hanya dua."

"Apa saja?" Aku mulai jengah bicaranya berbelit- belit.

"Aku hanya belum bisa menerima kenyataan bahwa aku menikahi wanita lain bukan kekasihku."

Deg...

Jantungku berhenti berdetak sepersekian detik, rahangku mengeras, berusaha mencerna kata-katanya. Ku telan saliva yang membeku di tenggorokanku, rasanya begitu sakit.

Ku pegangi erat gelas minumku, bolehkah jika aku menyiram air yang berada di dalamnya tepat ke wajah sempurna pria yang ada dihadapanku ini.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

No Comments
15 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status