MasukAres memberikan akupunktur kepada Ibunya Sinta di depan semua orang. Tenik yang Ares gunakan benar-benar menakjubkan, membuka para dokter yang berada di sana.
Para dokter dan perawat hanya bisa terpaku, bahkan dokter ahli seperti dokter Yaozi sangatlah terkejut, dengan keterampilan akupunktur Ares. "Bulannya itu...akupunktur 7 kehidupan yang legendaris?" ucap Dokter Yaozi dengan mata terbelalak. Jarum akupunktur terus melesat ke titik titik meridian. Tubuh ibunya Sintia yang awalnya layu, perlahan segar kembali, dengan kecepatan tang telihat oleh mata. "Ini terlalu ajaib!" teriak semua orang, mereka tidak akan percaya, jika tidak melihatnya secara langsung. "Ini barulah jenius medis yang sebenarnya!" ucap Dokter Yaozi dengan penuh semangat. Hanya butuh 2 menit, akupunktur tersebut selesai. Ares menghela nafas, dia sedikit lelah, karena mengeluarkan cukup banyak energi spiritual dan energi spesial yang ada di tubuhnya. "Baiklah, sekarang mari kita lakukan operasinya!" ucap Ares, sambil menatap semua orang. Para dokter yang mau mengambil tindakan operasi sebagai dokter pendamping, mengangguk sungguh-sungguh. Ibunya Sinta pun diberi obat bius, lalu dibawa ke ruang operasi. Ares mulai mengambil alih, saat Ares melakukan operasi, semua dokter hanya bisa kagum, karena teknik yang dia gunakan benar-benar indah di mata para dokter. Setiap sayatan selalu tepat dan cepat, tidak ada sayatan yang tidak tepat sasaran. Ares terlihat santai, tidak terlihat tegang sama sekali, sangat profesional. 1 jam kemudian, operasi selesai, para dokter keluar dari ruangan operasi. Sampai di luar, para dokter itu terus memuji keahlian Ares. "Dokter Ares, anda benar-benar sangat menakjubkan!" ucap para dokter, dengan penuh semangat. Ares hanya tersenyum, menanggapi pujian itu. Sinta dengan ekspresi khawatir menghampiri Ares dengan langkah terburu-buru. "Tuan muda,. bagaimana keadaan ibuku?" tanya Sinta. "Operasi berjalan dengan mulus, ibumu akan sadar beberapa jam lagi!" balas Ares, sambil tersenyum ke arah wanita itu. "Syukurlah," Sinta sangat lega, ekspresi khawatirnya di gantikan dengan ekspresi senang. Sinta langsung memeluk Ares, dengan erat karena saking senangnya. Dia tidak menyadari di sekelilingnya sedang banyak orang. "Ehem," para dokter berpura-pura batuk, hal itu langsung menyadarkan Sinta. Sinta buru-buru melepaskan pelukannya, dengan wajah memerah karena malu. "Dokter Ares anda sangat pandai dalam hal medis!bagaimana kalau anda bergabung dengan rumah sakit kami, masalah gaji kita akan memberi gaji tinggi!" ucap Dokter Yaozi, dengan ekspresi penuh harap. "Maaf dok, saya tidak ingin menjadi dokter, dan saya tidak semulia itu. Saya mengobati orang, tergantung suasana hati dan juga saya mengobati orang yang pantas di obati!" balas Ares dengan nada santai. Mendengar perkataan Ares, para dokter itu terkejut, dan sedikit kecewa. Dokter Yaozi menghela nafas tidak berdaya. Walaupun dia menginginkan Ares untuk bekerja di rumah sakit ini, tapi dia tidak bisa memaksa. Saat Dokter Yaozi secara tidak sengaja melirik dua wanita di belakang Ares, yaitu Meli dan Sisil, dia langsung tertegun. Karena kedua tersebut memiliki status cukup berpengaruh di kota moon, dan lebih tepatnya di dunia bawah tanah kota moon, bahkan banyak keluarga yang mewaspadai kedua wanita tersebut. Dokter Yaozi sangatlah penasaran dengan identitas Ares. Tapi dia sudah memiliki tebakan kasar, bahwa Meli dan Sisil merupakan Bawahan Ares, karena dia melihat dari tindakan dan perkataan Meli dan Sisil. Setelah mereka mengobrol sebentar, Ares pun pamit pergi kepada semua orang termasuk Sinta. Ares, Meli, dan Sisil pergi ke club moon light. Sampai di club moon light, mereka langsung pergi ke ruangan mewah, khusus untuk Ares. Ares duduk di sofa dengan santai, kedua wanita itu duduk di kiri dan kanannya. "Tuan muda, kami sudah menemukan vila! kami rasa, tuan muda akan menyukainya!" ucap Meli, lalu memperlihatkan sebuah foto di ponselnya. Ares melirik sebentar, lalu mengangguk puas. "Cukup bagus, aku menyukainya! langsung beli saja! aku ingin akan menempatinya hari ini juga!" ucap Ares. Meli mengangguk. Ares mentransfer sejumlah besar uang kepada Meli. Uang tersebut untuk membeli vila, dan juga untuk biaya kebutuhan di vila nanti. Pada awalnya Meli menolak, dia ingin membeli vila tersebut menggunakan uang Meli dan Sisil. Tetapi Ares langsung melarangnya, karena dia sudah menganggap kedua wanita itu sebagai wanitanya, dia tidak tega menggunakan uang wanitanya sendiri. "Jika kalian mau, kalian bisa tinggal di vila bersamaku!" ucap Ares, sambil memeluk pinggang ramping kedua wanita itu. "Apa kamu serius tuan muda?" tanya mereka dengan nada penuh semangat. "Tentu saja. Jika sudah membeli vila tersebut, mari kita berangkat ke vila bersama-sama!" balas Ares. Kedua wanita itu sangat senang. Meli buru-buru pergi untuk membeli vila tersebut, sementara Sisil menemani Ares. "Apakah belum ada misi yang serius?" tanya Ares kepada Sisil. "Belum ada tuan muda," balas Sisil, sambil menyandarkan kepalanya di dada Ares. Tujuan Ares ingin mengambil misi, tentu saja untuk menemukan wanita pemilik tubuh spesial itu. Jika dia mengambil misi perjalanannya di negara ini tidak hanya di satu tempat. Guru Ares pernah bilang, jika di negara chine sangat banyak sekali wanita pemilik tubuh spesial, tapi mereka tersebar, dan kebanyakannya berasal dari kalangan atas. "Tuan muda, apa kamu minat untuk mengikuti lelang?" tanya Sisil tiba-tiba. "Lelang? memangnya di mana yang ada lelang?" tanya Ares penasaran. "Tujuh hari kemudian, organisasi rumah dagang 5 naga akan mengadakan lelang besar, seluruh keluarga berpengaruh akan hadir dan mungkin ada beberapa keluarga dari kota sebelah juga yang hadir," Sisil menjelaskan. Ares tersenyum sambil mengangguk, dia berpikir untuk mengikuti lelang tersebut. "Kalo gitu, mari kita mengikuti lelang tersebut!" ucap Ares. Sisil mengangguk sambil tersenyum indah. Tangan wanita itu melingkar leher Ares, bibir merahnya terus mengecupi leher Ares. Ares dan Sisil saling menggoda, Ares di buat panas oleh wanita itu, dia langsung mengangkat wanita itu, lalu melemparkannya ke atas tempat tidur yang tersedia di sana. "Ahh...tuan muda, kamu sangat kasar!" ucap Sisil, sambil berpose menggoda. "Kamu sangat menggoda!" ucap Ares, dengan nada berat penuh hasrat. Ares menekan Sisil dibawahnya, lalu menyerang beberapa titik sensitif wanita itu. Dada besar Sisil di remas keras oleh Ares, sampai wanita itu mengerang nikmat. "Ahh...enak tuan! remas lebih keras," pinta Sisil, dengan nada menikmati. Ares mencium bibir Sisil, dan mereka pun berciuman dengan panas. Satu tangan Ares turun ke bagian bawah pakaian Sisil, lalu memainkan gua basah itu dengan keterampilan jari yang sangat baik. Sisil semakin mendesah kencang, tubuhnya bergeliat liar, di bawah serangan jari Ares di bagian guanya. "Tuan muda ahh ahh enak ahh!" racau Sisil. Setelah dirasa cukup pemanasan, mereka pun melakukan penyatuan yang sangat mereka sukai. Tubuh mereka saling terjerat, dengan hasrat yang membara dari keduanya.Ares menarik wajahnya dari area apem wanita itu. Dia pun duduk sambil menonton Desi yang sedang menikmati puncaknya itu.Setelah rasa nikmat itu berlalu, Desi membuka matanya, bangkit, lalu duduk.Ares menyandarkan tubuhnya, lalu memberi kode kepada wanita itu, dengan cara menunjuk batangnya.Desi berpikir sejenak untuk memahami kode itu, akhirnya dia mengerti apa maksud dari kode tersebut.Desi menyunggingkan senyuman tipis. Dia bergerak turun dari sofa, lalu berlutut di hadapan Ares. Mata indahnya itu terus menatap Ares dengan sorot mata panas. Kemudian tangan lembutnya mencengkeram batang Ares, lalu mulai mengocoknya naik turun."Aku kira... kamu gak ngerti," ucap Ares dengan nada main-main."Aku banyak belajar dari video dewasa! tentu saja mengerti," balas Desi dengan nada genit."Aku ingin melihat.... seberapa jauh kamu belajar! kalau kamu berhasil membuatku nikmat, berati kamu sudah sangat pandai," ujar Ares."Baiklah, akan aku tunjukkan," balas Desi.Desi menjulurkan lidahnya,
"Apa yang kamu inginkan?" tanya Ares dengan nada santai. Dia tak keberatan dengan permintaan wanita itu. "Sebenarnya aku ingin membuka usaha sendiri. Aku ingin berkembang, tidak mau selamanya menjadi pekerja," ucap Desi dengan tegas. "Itu bukan masalah! sebutkan saja berapa yang kamu butuhkan! aku akan memberikannya," ujar Ares dengan nada santai. Tangan nakal pria itu sudah merambat area payudara wanita itu, dan perlahan membuka kancing kemeja di area tersebut. Desi membiarkan apa yang di lakukan Ares, dia tampak fokus berpikir. "Aku ingin membuka tempat pemandian air hangat dan sekaligus tempat pijat! aku belum sih kalau masalah modalnya," ucap Desi. "Gak masalah! aku akan memberikan modal yang cukup untukmu membangun tempat pemandian dan tempat pijat yang mewah," Ares berkata dengan serius. Desi menggelengkan kepalanya. "Gak perlu terlalu mewah, tempat sederhana sudah cukup! kalau terlalu mewah, aku akan sulit mengembalikan uang tuan muda," ucap Desi buru-buru. Be
Ares mengambil ponselnya di kantungnya celananya, kemudian dia mengambil beberapa foto token tersebut, lalu mengirimkannya ke anggota di pusat Organisasi Star Moon.Ares menelepon seorang anggota pusat. Dia memberi instruksi untuk mencari tahu tentang token kunci tersebut.Tak lama, telepon berakhir."Masalah token selesai. Sekarang tinggal mengatasi masalah hasratku ini! kalau gak di atasi bisa bahaya," ucapnya dengan nada nakal.Ares bangkit, lalu melangkah pergi keluar dari ruangan tersebut. Tak lupa, dia menutup pintu ruangan itu.====Ares berkeliling di dalam gedung perusahaan. Sepanjang jalan dia bertemu banyak karyawan wanita, namun tak ada satupun yang menarik perhatiannya."Gak ada satupun yang menggugah selera," gumam Ares di dalam hati dengan nada pahit.Ares berpikir, jika dia tak menemukan wanita cantik di sini, dia akan pergi ke Club Moon Light untuk meminta jatah kepada Meli atau Sisil.Saat dia hendak masuk ke dalam lift dan turun ke lantai bawah, tiba-tiba ada seoran
Tiba-tiba, notifikasi pesan memecah suasana. Notifikasi pesan tersebut berasal dari ponsel Cantika. Cantika segera meraih ponselnya dan membuka pesan yang baru saja masuk itu. Setelah membacanya, Cantika berkata, "Ares, aku harus pergi! ada pekerjaan yang harus aku urus," ucap Cantika dengan nada lesu. Ares mengelus rambut bergelombang wanita itu dengan lembut sambil membalas, "Kalau kamu merindukanku, hubungi saja aku! aku pasti menemuimu." Cantika mengangguk, sambil menyunggingkan senyuman cerah. Cantika melepaskan pelukannya, mengambil tasnya, lalu bangkit. "Bu, aku pergi yah!" ucap Cantika kepada Tante Sandra. "Iya, hati-hati di jalan," balas Tante Sandra dengan nada lembut. "Dah... pria tampan, sampai berjumpa kembali," Cantika melambaikan tangannya ke arah Ares, lalu melangkah pergi dari ruangan tersebut. Cantika tak menanyakan kenapa Ares masih berada di sana. Entah karena dia lupa, tau tidak memedulikan hal tersebut. ==== Setelah Cantika sudah pergi jauh.
Ares terus mengamati patung itu dengan hati-hati. Setelah selesai mengamati patung tersebut, dia meletakkannya di meja. Ekspresi wajahnya tampak serius. Melihat ekspresi serius Ares, Tante Sandra dan Cantika menjadi penasaran. "Ada apa?" tanya Cantika penasaran. "Apa ada yang salah?" tanya Tante Sandra. "Patung kecil ini memiliki energi jahat. Patung ini berasal dari para kultivator jahat di jaman kuno," balas Ares dengan nada serius. Mendengar itu, Tante Sandra dan Cantika menjadi sedikit takut. "Apa kamu serius? kamu gak bohong kan?" Cantik memastikan kembali. "Aku serius! aku pun pernah menemukannya dulu saat sedang menjelajahi situs kuno," tegas Ares. "Ares... apa patung ini berbahaya?" tanya Tante Sandra dengan nada waspada. "Sangat bahaya! tapi... itu pun, kalau patung ini terus di simpan di dekat pemiliknya. Patung ini mengandung energi kematian. Kalau energi kematian terus meresap ke tubuh seseorang, energi kehidupan seseorang tersebut pasti terus melemah,
Ares menurunkan pandangannya ke arah payudara besar wanita dewasa itu. Tante Sandra mengikuti arah pandang Ares. Saat melihat posisi tubuhnya apalagi payudaranya yang menempel erat di tubuh Ares. Saat Tante Sandra ingin menarik jarak, Ares terburu-buru melingkarkan tangannya di pinggang Tante Sandra, agar wanita itu tak bisa menjauh darinya. Tante Sandra sangat terkejut dengan tindakan berani Ares. "Ares... kamu mau apa?" tanya Tante Sandra dengan nada sedikit waspada. "Tante, jangan menjauh... ini sangat nyaman," ucap Ares dengan nada nakal. "Ares, jangan gini... tante gak bisa seperti ini," ucap Tante Sandra diburu-buru sambil memberontak. Ares memperkuat kuncian tangannya di pinggang wanita itu. Ares mengeluarkan aura penggoda agar dirinya tampak lebih memikat. "Aku sangat menyukai tante," goda Ares dengan nada berani. Mendengar itu, Tante S







