/ Fantasi / Ampun Tuan, Aku Lemas! / Bab 6 Jenius Medis

공유

Bab 6 Jenius Medis

작가: Tristar
last update 게시일: 2026-01-01 04:33:35

Ares memberikan akupunktur kepada Ibunya Sinta di depan semua orang. Tenik yang Ares gunakan benar-benar menakjubkan, membuka para dokter yang berada di sana.

Para dokter dan perawat hanya bisa terpaku, bahkan dokter ahli seperti dokter Yaozi sangatlah terkejut, dengan keterampilan akupunktur Ares.

"Bulannya itu...akupunktur 7 kehidupan yang legendaris?" ucap Dokter Yaozi dengan mata terbelalak.

Jarum akupunktur terus melesat ke titik titik meridian. Tubuh ibunya Sintia yang awalnya layu, perlahan segar kembali, dengan kecepatan tang telihat oleh mata.

"Ini terlalu ajaib!" teriak semua orang, mereka tidak akan percaya, jika tidak melihatnya secara langsung.

"Ini barulah jenius medis yang sebenarnya!" ucap Dokter Yaozi dengan penuh semangat.

Hanya butuh 2 menit, akupunktur tersebut selesai.

Ares menghela nafas, dia sedikit lelah, karena mengeluarkan cukup banyak energi spiritual dan energi spesial yang ada di tubuhnya.

"Baiklah, sekarang mari kita lakukan operasinya!" ucap Ares, sambil menatap semua orang.

Para dokter yang mau mengambil tindakan operasi sebagai dokter pendamping, mengangguk sungguh-sungguh.

Ibunya Sinta pun diberi obat bius, lalu dibawa ke ruang operasi.

Ares mulai mengambil alih, saat Ares melakukan operasi, semua dokter hanya bisa kagum, karena teknik yang dia gunakan benar-benar indah di mata para dokter. Setiap sayatan selalu tepat dan cepat, tidak ada sayatan yang tidak tepat sasaran.

Ares terlihat santai, tidak terlihat tegang sama sekali, sangat profesional.

1 jam kemudian, operasi selesai, para dokter keluar dari ruangan operasi. Sampai di luar, para dokter itu terus memuji keahlian Ares.

"Dokter Ares, anda benar-benar sangat menakjubkan!" ucap para dokter, dengan penuh semangat.

Ares hanya tersenyum, menanggapi pujian itu.

Sinta dengan ekspresi khawatir menghampiri Ares dengan langkah terburu-buru.

"Tuan muda,. bagaimana keadaan ibuku?" tanya Sinta.

"Operasi berjalan dengan mulus, ibumu akan sadar beberapa jam lagi!" balas Ares, sambil tersenyum ke arah wanita itu.

"Syukurlah," Sinta sangat lega, ekspresi khawatirnya di gantikan dengan ekspresi senang.

Sinta langsung memeluk Ares, dengan erat karena saking senangnya. Dia tidak menyadari di sekelilingnya sedang banyak orang.

"Ehem," para dokter berpura-pura batuk, hal itu langsung menyadarkan Sinta.

Sinta buru-buru melepaskan pelukannya, dengan wajah memerah karena malu.

"Dokter Ares anda sangat pandai dalam hal medis!bagaimana kalau anda bergabung dengan rumah sakit kami, masalah gaji kita akan memberi gaji tinggi!" ucap Dokter Yaozi, dengan ekspresi penuh harap.

"Maaf dok, saya tidak ingin menjadi dokter, dan saya tidak semulia itu. Saya mengobati orang, tergantung suasana hati dan juga saya mengobati orang yang pantas di obati!" balas Ares dengan nada santai.

Mendengar perkataan Ares, para dokter itu terkejut, dan sedikit kecewa.

Dokter Yaozi menghela nafas tidak berdaya. Walaupun dia menginginkan Ares untuk bekerja di rumah sakit ini, tapi dia tidak bisa memaksa.

Saat Dokter Yaozi secara tidak sengaja melirik dua wanita di belakang Ares, yaitu Meli dan Sisil, dia langsung tertegun. Karena kedua tersebut memiliki status cukup berpengaruh di kota moon, dan lebih tepatnya di dunia bawah tanah kota moon, bahkan banyak keluarga yang mewaspadai kedua wanita tersebut.

Dokter Yaozi sangatlah penasaran dengan identitas Ares. Tapi dia sudah memiliki tebakan kasar, bahwa Meli dan Sisil merupakan Bawahan Ares, karena dia melihat dari tindakan dan perkataan Meli dan Sisil.

Setelah mereka mengobrol sebentar, Ares pun pamit pergi kepada semua orang termasuk Sinta.

Ares, Meli, dan Sisil pergi ke club moon light.

Sampai di club moon light, mereka langsung pergi ke ruangan mewah, khusus untuk Ares.

Ares duduk di sofa dengan santai, kedua wanita itu duduk di kiri dan kanannya.

"Tuan muda, kami sudah menemukan vila! kami rasa, tuan muda akan menyukainya!" ucap Meli, lalu memperlihatkan sebuah foto di ponselnya.

Ares melirik sebentar, lalu mengangguk puas.

"Cukup bagus, aku menyukainya! langsung beli saja! aku ingin akan menempatinya hari ini juga!" ucap Ares.

Meli mengangguk.

Ares mentransfer sejumlah besar uang kepada Meli. Uang tersebut untuk membeli vila, dan juga untuk biaya kebutuhan di vila nanti.

Pada awalnya Meli menolak, dia ingin membeli vila tersebut menggunakan uang Meli dan Sisil. Tetapi Ares langsung melarangnya, karena dia sudah menganggap kedua wanita itu sebagai wanitanya, dia tidak tega menggunakan uang wanitanya sendiri.

"Jika kalian mau, kalian bisa tinggal di vila bersamaku!" ucap Ares, sambil memeluk pinggang ramping kedua wanita itu.

"Apa kamu serius tuan muda?" tanya mereka dengan nada penuh semangat.

"Tentu saja. Jika sudah membeli vila tersebut, mari kita berangkat ke vila bersama-sama!" balas Ares.

Kedua wanita itu sangat senang. Meli buru-buru pergi untuk membeli vila tersebut, sementara Sisil menemani Ares.

"Apakah belum ada misi yang serius?" tanya Ares kepada Sisil.

"Belum ada tuan muda," balas Sisil, sambil menyandarkan kepalanya di dada Ares.

Tujuan Ares ingin mengambil misi, tentu saja untuk menemukan wanita pemilik tubuh spesial itu. Jika dia mengambil misi perjalanannya di negara ini tidak hanya di satu tempat.

Guru Ares pernah bilang, jika di negara chine sangat banyak sekali wanita pemilik tubuh spesial, tapi mereka tersebar, dan kebanyakannya berasal dari kalangan atas.

"Tuan muda, apa kamu minat untuk mengikuti lelang?" tanya Sisil tiba-tiba.

"Lelang? memangnya di mana yang ada lelang?" tanya Ares penasaran.

"Tujuh hari kemudian, organisasi rumah dagang 5 naga akan mengadakan lelang besar, seluruh keluarga berpengaruh akan hadir dan mungkin ada beberapa keluarga dari kota sebelah juga yang hadir," Sisil menjelaskan.

Ares tersenyum sambil mengangguk, dia berpikir untuk mengikuti lelang tersebut.

"Kalo gitu, mari kita mengikuti lelang tersebut!" ucap Ares.

Sisil mengangguk sambil tersenyum indah. Tangan wanita itu melingkar leher Ares, bibir merahnya terus mengecupi leher Ares.

Ares dan Sisil saling menggoda, Ares di buat panas oleh wanita itu, dia langsung mengangkat wanita itu, lalu melemparkannya ke atas tempat tidur yang tersedia di sana.

"Ahh...tuan muda, kamu sangat kasar!" ucap Sisil, sambil berpose menggoda.

"Kamu sangat menggoda!" ucap Ares, dengan nada berat penuh hasrat.

Ares menekan Sisil dibawahnya, lalu menyerang beberapa titik sensitif wanita itu. Dada besar Sisil di remas keras oleh Ares, sampai wanita itu mengerang nikmat.

"Ahh...enak tuan! remas lebih keras," pinta Sisil, dengan nada menikmati.

Ares mencium bibir Sisil, dan mereka pun berciuman dengan panas. Satu tangan Ares turun ke bagian bawah pakaian Sisil, lalu memainkan gua basah itu dengan keterampilan jari yang sangat baik.

Sisil semakin mendesah kencang, tubuhnya bergeliat liar, di bawah serangan jari Ares di bagian guanya.

"Tuan muda ahh ahh enak ahh!" racau Sisil.

Setelah dirasa cukup pemanasan, mereka pun melakukan penyatuan yang sangat mereka sukai. Tubuh mereka saling terjerat, dengan hasrat yang membara dari keduanya.

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요

최신 챕터

  • Ampun Tuan, Aku Lemas!   Bab 124 Selesai

    Sampai di luar, Ares pergi ke parkiran mobil, masuk ke dalam mobil, lalu melajukan mobilnya keluar dari tempat tersebut. Suara deru mesin mobil sport yang menggelegar bergema di sepanjang jalan yang di lewati mobil Ares. Ares kembali ke vila. Sampai di sana, Ares melihat ~ mobil milik Stevani sudah terparkir di garasi vila, tandanya wanita itu sudah pulang.Ketika dia masuk ke dalam vila, dia melihat wanita sudah berkumpul di ruang tamu. Bahkan, Tante Siska ada di sana."Sayang, kamu dari mana?" tanya Stevani dengan nada riang."Kepo banget sih..." balas Ares dengan nada main-main, lalu dia duduk di samping Stevani. Tangannya langsung melingkar di pinggang wanita itu."Ih, kok gitu sih!" Stevani cemberut lucu. Melihat ekspresi Stevani, semua wanita tertawa karena merasa geli."Tante, kamu ikut ke sini lagi," ujar Ares sambil menatap Tante Siska."Emangnya gak boleh kalau aku ikut ke sini?" tanya Tante Siska, ada sedikit keluhan di ekspresi wajahnya."Eh, enggak gitu kok tante! bole

  • Ampun Tuan, Aku Lemas!   Bab 123 Lanjut Yuk Tante

    "Tante... kamu malah menertawakanku," gerutu Ares dengan nada tak berdaya. "Hihi, maaf... Tante hanya merasa lucu saja!" ucap Tante Yuna. "Oh iya, kenapa Sandra gak bisa ikut?" tanya Tante Yuna. "Dia lagi sibuk! sama kayak tante," balas Ares. "Huh, sayang sekali! kalau janda itu bisa ikut, pasti kamu bisa mencicipinya," ucap Tante Yuna dengan nada main-main. "Tadi siang aku ke kantornya, dia memintaku membantunya menilai barang antik. Tadi, aku hampir saja bisa menidurinya... tapi sayangnya dia ada urusan mendesak," ucap Ares dengan nada lesu. Tante Yuna sedikit terkejut. "Benarkah? walaupun begitu... pasti kamu sudah berhasil dong mendapatkan beberapa keuntungan darinya?" tanya Tante Yuna ingin tahu. Ares menyeringai bangga, lalu dia berkata, "Tentu saja, aku sudah mencicipi tubuh bagian atasnya!" "Aku gak nyangka ~ dia akan semudah itu di taklukkan olehmu," ucap Tante Yuna dengan nada takjub. Setahu dia, temannya itu sulit di taklukkan pria. Setelah dia jadi janda,

  • Ampun Tuan, Aku Lemas!   Bab 122 Gak Kalah Dari Yang Muda++

    Tante Yuna menatap Ares dengan tatapan panas. Senyuman genit itu terlukis jelas di bibir seksinya. "Mau langsung... apa mau di kulum dulu?" tanya Tante Yuna dengan nada menggoda. "Terserah mertua saja," balas Ares sambil memeluk wanita itu, sehingga batangnya bergesekan langsung dengan apem wanita itu. "Langsung aja yah! kalau kelamaan, takutnya... ada yang datang," ucap Tante Yuna menyarankan. "Boleh... gak masalah," Ares langsung setuju. "Tante nungguin yah, aku main dari belakang," lanjutnya dengan nada nakal. Tante Yuna mengangguk setuju. Dia membalikkan tubuhnya, lalu sedikit membungkuk. Tante Yuna menopangkan tangannya di meja untuk menyeimbangkan tubuhnya. "Ayo.. masukin!" udang Tante Yuna dengan penuh godaan. "Oke. Aku masukin yah." Ares memosisikan batangnya di lubang apem wanita itu. Setelah posisinya pas, dia mendorongnya masuk ke dalam sana. "Ahhh... masuk!" Tante Yuna seketika mendesah keras sambil mendongakkan kepalanya saat merasakan benda besar itu me

  • Ampun Tuan, Aku Lemas!   Bab 121 Imbalan Satu Ronde

    Ares terkekeh pelan. "Hehe, aku bercanda! aku kesini mau kasih Tante sesuatu!" "Apa itu?" tanya Tante Yuna ingin tahu. Ekspresinya menjadi serius. Ares mengepalkan tangannya di hadapan Tante Yuna, saat tangannya di buka kembali, terlihat sebuah cincin dan gelang tergeletak di telapak tangannya. Mata Tante Yuna membelalak karena kaget. "Ares... cincin dan kalung ini sangat indah! gak kalah indah dari milik Keysha," ucap Tante Yuna. "Hey, ini kalung dan cincin yang sama kayak milik Keysha, hanya saja... desainnya aku ubah sedikit," balas Ares dengan santai. "Jadi... kalung dan cincin yang Keysha pakai, pemberian kamu?" "Iya. Itu pemberianku! cincin dan kalung ini bukan barang biasa... cincin ini sebuah cincin penyimpanan dan kalung ini sebuah kalung perlindungan!" ucap Ares menjelaskan. Mendengar itu, Tante Yuna sangat terkejut dan ragu. "Ares... bukannya... cincin menyimpan sudah langka, kenapa kamu me

  • Ampun Tuan, Aku Lemas!   Bab 120 Untuk Tante Sandra

    Ares mengeluarkan beberapa bahan langka yang akan digunakan untuk membuat kalung dan cincin penyimpanan. Potongan logam spiritual dan batu inti kecil tersusun rapi di hadapannya. Pertama, Ares membuat cincin penyimpanan terlebih dahulu. Semua bahan yang di butuhkan dia panaskan dengan api miliknya. Saat bahan tersebut sudah menyatu dan menggumpal menjadi cairan kental, Ares membentuknya menjadi bentuk cincin yang sangat indah. Setelah cincin terbentuk, Ares memberikan menerapkan beberapa susunan formasi di cincin tersebut. Tak lama kemudian, cincin tersebut telah selesai di jadikan cincin penyimpanan. Ares lanjut meleleh bahan untuk membuat kerangka kalung. Beberapa rapa menit kemudian, sebuah kalung indah selesai di buat oleh Ares. Ares meletakkan kalung tersebut, lalu dia mengambil sebuah batu berwarna biru gelap seukuran telapak tangan. Batu tersebut merupakan batu giok yang sangat langka. Ares ingin menggunakan batu tersebut untuk di jadik

  • Ampun Tuan, Aku Lemas!   Ban 119 Janji Desi

    Ares menatap Meli dan Sisil, lalu menjelaskan. "Kalau pakai cara biasa, akan membuang sia-sia bakatnya. Desi memiliki hal pendukung kultivasi yang sangat baik, bisa di bilang, sangat mirip dengan kalian berdua," Meli dan Sisil mengangguk paham. "Aku gak nyangka, ternyata Saudari Desi calon jenius," ucap Meli dengan antusias. "Iya... perkembangannya mungkin akan sangat cepat," tambah Sisil. "Kalau dia di bimbing sedari dulu, mungkin sekarang, dia sudah setara kalian," ucap Ares dengan santai. Meli dan Sisil mengangguk setuju. "Sangat banyak orang jenius, tapi sayangnya terpendam di kehidupan fana," ucap Meli dengan nada prihatin. Ucapan wanita itu di beri anggukan setuju oleh Ares dan Meli. === Beberapa menit kemudian, Desi membuka matanya. Dia telah selesai berkultivasi awal dan menyerap semua pengetahuan kultivasi yang di berikan oleh Ares. Desi bangkit berdiri, lalu menghampiri Ares dan langsung memeluk pria itu. Ekspresi wajahnya tampak sangat gembira. "Tuan muda, aku

  • Ampun Tuan, Aku Lemas!   Bab 104 Sembur Wajah Suami++

    Setelah sensasi nikmat itu berlalu, Tante Yuna mencabut batang Ares dari apemnya. "Tante... ayo kita lanjut!" ajak Ares sambil menarik Tante Yuna turun dari tempat tidur, lalu membawanya ke sisi suaminya. "Mau gaya apa yang kamu pakai menantuku?

    last update최신 업데이트 : 2026-04-02
  • Ampun Tuan, Aku Lemas!   Bab 96 Pengkhianat

    “Nona, aku tahu… kamu pasti terpesona olehku, bukan?” goda Ares kepada Cantika. Sebelum Cantika sempat menjawab, Keysha langsung mencubit pipi Ares dengan keras. Wajah wanita itu tampak kesal. “Mulai lagi! Kamu mulai lagi menggoda wanita!” bentak Keysha. “Aduh, Sa

    last update최신 업데이트 : 2026-03-31
  • Ampun Tuan, Aku Lemas!   Bab 88 Ramalan Kesedihan

    Beberapa menit kemudian, seorang pria bertubuh kekar dengan ekspresi dingin tiba di kediaman keluarga Xiyu. dia diantar oleh seorang asisten rumah tangga menuju aula utama. Saat melihat Ares, pria itu buru-buru membungkuk hormat. "Tuan muda," sapa pria itu. "Jangan t

    last update최신 업데이트 : 2026-03-30
  • Ampun Tuan, Aku Lemas!   Bab 82 Keysha Takluk?

    "Sayang, kamu datang! aku kira kamu gak akan me menemuiku," ucap Keysha manja, sambil menatap Ares dengan tatapan penuh cinta. "Tentu saja aku datang, aku ingin melihat wanitaku yang cantik!" balas Ares sambil mencolek hidung Keysha. Tak lama, pelukan itu terlepas, Ares melingkarkan tangannya di

    last update최신 업데이트 : 2026-03-29
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status