Home / Fantasi / Ampun Tuan, Aku Lemas! / Bab 5 Etika Medis Yang Buruk

Share

Bab 5 Etika Medis Yang Buruk

Author: Tristar
last update Last Updated: 2025-12-31 05:20:07

Ares menelepon Meli, menyuruhnya datang ke rumah sakit, membawa mobil yang cukup nyaman untuk membawa Ibunya Sinta. Ares bahkan tidak sudi, menyewa ambulans dari rumah sakit tersebut.

Saat Ares dan Sinta sedang membayar uang rawat inap ibunya Sinta. Tiba-tiba seorang Dokter pria dewasa, memimpin para dokter menghampiri Ares.

Ares mengerutkan kening.

"Maaf, apakah anda keluarga pasien pengidap tumor ganas itu?" tanya pria tersebut.

"Ya ada apa?" balas Ares, tidak sopan sama sekali.

"Saya merasa tersinggung! pasien di rawat di rumah sakit ini, tetapi akan di operasi di rumah sakit lain. Bukankah itu seperti menghina rumah sakit ini?" ucap dokter pria tersebut, dengan ekspresi muram.

"Jika memang menyinggung, kalian bisa apa?" balas Ares, dengan perkataan menantang.

Pria tersebut seketika terdiam wajahnya semakin gelap. Dia menatap Ares dengan tatapan tajam.

"Apakah anda tidak tau siapa saya?" tanya pria tersebut, dengan nada sedikit keras.

"Saya tidak tau! walaupun anda mempunyai latar belakang kuat, aku tidak takut sama sekali!" balas Ares.

"Ka kamu!" teriak dokter pria itu, sambil menunjuk wajah Ares.

"Jangan menunjukku seperti itu! kalo tidak, tanganmu sebagian gantinya!" ucap Ares, dengan nada dingin.

"Kau berani, aku akan," sebelum perkataan pria tersebut selesai, Ares menendang tangannya yang di pakai menunjuk wajah Ares.

BUGH KRAKK

"ARGGH"

Teriakan memilukan di ikuti tubuh yang terpental ke belakang.

"Kau tidak mendengar perkataanku! aku sangat muak melihat orang yang so berkuasa sepertimu! aku tau kau lah yang menyuruh kami dokter disini agar tidak mengambil tindakan operasi karena masalah biaya, kau begitu kejam!" kritik Ares, dengan nada keras.

Sinta menatap kejadian tersebut dengan tatapan tercengang, dan begitu pula dengan para dokter dan pengunjung rumah sakit.

"Tuan muda, sudah sudah tidak apa apa! aku tidak mau kamu mendapatkan masalah!" Sinta buru-buru menenangkan Ares.

Ares menatap Sinta, sambil tersenyum.

"Tidak masalah! aku paling suka mendapatkan masalah!" balas Ares, sambil menepuk kepala Sinta.

Sinta terdiam tidak bisa berkata-kata.

Sebuah mobil ferrari merah dan mobil rolls royce, berhenti di depan pintu masuk rumah sakit.

Meli dan Sisil keluar dari mobil ferrari, lalu seorang pria dewasa keluar dari mobil rolls royce.

Meli dan Sisil menghampiri Ares dengan langkah cepat, karena mereka melihat sepertinya ada keributan.

"Halo tuan muda," sapa Meli dan Sisil, menyapa dengan anggun.

Saat para dokter dan pria yang di pukuli Ares terkejut, saat melihat kedatangan dua wanita tersebut, Karena mereka mengenali kedua wanita itu.

"Maaf merepotkan kalian!" ucap Ares, sambil tersenyum.

"Tidak masalah! lagi pula kami bawahan anda!" balas Sisil sambil tersenyum menggoda.

Meli mengeringkan kening melihat pria terkapar dengan tangan patah, dia pun menanyakan apa yang terjadi.

Sinta menjelaskan kepada Meli dan Sisil. Setelah mengetahui masalah tersebut, kedua wanita itu sangat marah.

"Anda seorang petinggi dari keluarga sien sangat berani. Mariku lihat sampai kapan rumah sakit ini akan berdiri!" ucap Meli, dengan nada dingin.

"Tuan muda, apakah kamu ingin perang dengan keluarga kecil itu? jika iyah aku akan mengumumkannya secara langsung," sahut Sisil, dengan nada santai tapi kejam.

"Tidak perlu! tapi jika mereka mencari ulah, bantai saja!" balas Ares dengan nada santai.

Semua orang termasuk Sinta yang mendengar obrolan Ares bersama kedua wanita itu, sangat terkejut dan penasaran.

Apalagi Sinta, dia sangat penasaran siapa sebenarnya Ares. Mengingat karu Bank VIP milik Bank Dunia, dia sudah bisa menebak secara kasar, bahwa identitas Ares tidaklah sederhana.

Merekapun pergi dari rumah sakit itu, Ibunya Sinta di bawa dengan mobil rolls royce bersama Sinta, yang lainnya menggunakan mobil masing-masing.

"Nak, siapa sebenarnya tuan muda tadi? dia sangat tampan dan berkuasa," tanya Ibunya Sinta.

"Bu, dia temanku, uang untuk mengobati ibu, aku pinjam darinya!" jawab Sinta.

Mendengar hal itu, Ibunya Sinta menjadi sedih,

"Nak maafkan ibu, selalu merepotkan mu!" ucap Ibu Sinta.

"Ibu jangan bilang seperti itu! ibu dan adik adalah keluargaku yang berharga, aku hanya memiliki kalian, aku tidak ingin kehilangan kalian!" balas Sinta.

"Nak, tuan muda tadi sangat baik kepadamu, dan juga dia sangatlah menjunjung tinggi kebenaran. Ibu sangat kagum kepadanya. Di jaman sekarang jarang sekali orang kaya mau melirik orang biasa seperti kita!" ucap Ibunya Sinta.

"Tuan muda kami sangat baik, walaupun dia yah sedikit nakal!" sahut sopir mobil dengan nada bercanda.

"Pak sopir sangat mengenal tuan muda?" tanya Sinta penasaran.

"Aku tidak terlalu mengenalnya Nona, karena aku hanya bawahan biasa. Aku tahu kepribadian tuan muda dari rekan rekan yang sering bersama tuan muda di luar negeri!" balas Sopir itu menjelaskan.

"Berati identitas tuan muda sangat lah besar?" tanya Sinta penasaran.

Tapi sopir itu hanya tersenyum tidak menjawabnya.

Lebih dari 30 menit, mereka baru sampai di rumah sakit terbaik di kota moon.

Sinta cukup terkejut, karena Ares membawa Ibunya ke rumah sakit terbaik milik keluarga nomor 1 yaitu keluarga libo.

Beberapa perawat langsung membawa Ibunya Sinta menggunakan brankar atau tempat tidur dorong.

Ares dan kelompoknya mengikuti para perawat itu dari belakang.

Sampai di ruangan, seorang dokter yang sudah tua langsung memeriksa ibunya Sinta. Setelah memeriksa, dokter tersebut menghela nafas berat.

"Ada apa dok?" tanya Sinta khawatir.

"Nona tumor ibu anda sudah sangat parah. Jika di operasi sekalipun kemungkinan berhasil hanya 20%!" dokter tersebut menjelaskan.

"Dok, aku yang mengambil tindakan pengobatan, apakah bisa?" tanya Ares.

"Maksud anda?" dokter itu kebingungan.

"Sayapun ahli medis, saya hanya butuh peralatan operasi!" ucap Ares.

"Apakah anda seorang dokter?" tanya dokter tua itu, dengan ekspresi tidak percaya.

"Silakan cek saja ijin medis saya! nama saya Ares Sword, bisa di cek di internet!" balas Ares.

Dokter tua itu buru-buru menyuruh perawat mengecek data ijin medis Ares.

"Dok, tuan muda ini memang seorang dokter. Dia lulusan universitas luar negeri, dengan nilai terbaik, bahkan keterampilan medisnya sangat menakjubkan. Selain pengobatan modern, tuan muda ini ahli dalam pengobatan tradisional," ucap perawat tersebut.

Semua orang terkejut, karena Ares masihlah sangat muda, tapi dia sudah sangat menakjubkan dalam hal medis.

"Jika begitu, saya memberikan ijin kepada anda untuk mengambil tindakan!" Dokter tua itu memutuskan dengan tegas.

"Dan perkenalkan saya Yaozi Libo," ucap dokter tua itu, dengan ramah.

"Saya Ares Sword, salam kenal," balas Ares.

"Apa anda ingin mengambil tindakan sekarang?" tanya Dokter Yaozi.

"Sebentar, saya akan memberi akupunktur terlebih dahulu, untuk mengoptimalkan energi di tubuhnya," balas Ares.

"Baik!" Dokter Yaozi mengangguk. Dia tidak banyak bertanya, karena dia tau Ares seorang ahli medis tradisional juga.

Ares meminta jarum akupunktur kepada perawat.

Perawat tersebut pergi mengambilnya, dan tidak lama perawat itu kembali.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Ampun Tuan, Aku Lemas!   Bab 11 Wanita Cantik, Seorang Artis

    Mobil Ares meninggalkan tempat tersebut. Keadaan area tersebut masih gelap, listrik belum menyala kembali. Setelah mobil Ares sampai di tempat terang, dia berkata kepada wanita cantik di sebelahnya. "Nona, anda sudah bisa membuka mata!" ucap Ares. Wanita itu membuka mata perlahan, ekspresinya masih ketakutan. Setelah matanya terbuka, dia perlahan melirik Ares. "Sial, aku lolos dari mulut babi, sekarang malah berada di mulut anjing!" gumam wanita itu di dalam hatinya, dia berpikir jelek tentang Ares. Saat matanya menangkap sosok pria muda tampan dan berpenampilan keren di sebelahnya, matanya seketika membelalak. Yang dia lihatnya sekarang benar-benar berbeda, dengan apa yang dia pikirkan. Semua pikiran jelek tentang Ares, seketika terhapus dari pikirannya. Wanita itu pada awalnya berpikir, jika pria yang membawanya pergi setelah membunuh tuan muda zuge, pasti jelek, kasar, tidak jauh berbeda dengan tuan muda zuge. Tapi sekarang dia benar-benar di buat terpesona. Ares yang menya

  • Ampun Tuan, Aku Lemas!   Bab 10 Eksekusi Tuan Muda Zuge

    Terdengar deru mesin mobil dari luar kediaman, itu sangat jelas mobil Ares, yang keluar dari kediaman. Semua anggota keluarga xiyu termasuk Keysha menatap Meli dan Sisil, dengan penuh pertanyaan. "Nona, siapa sebenarnya tuan muda Ares, kultivasinya sangat tinggi, bahkan saya tidak bisa melihatnya sama sekali saat dia pergi!" ucap Tuan Donji, dengan ekspresi ngeri. "Dia adalah sosok sedang kalian pikirkan," ucap Meli sambil tersenyum main-main. Luming menyimpulkan dengan hati-hati. "Tunggu tunggu! tuan muda Ares adik seperguruan ke 3 dewa, sedangkan dewa pembantaian tidak di sebutkan. menurut informasi dewa pembantaian, yang paling muda dari ke 3 dewa, mungkinkah?" Luming menatap Meli dengan tatapan terkejut, dia sudah menyimpulkan jika Dewa pembantaian itu, adalah Ares. Meli mengangguk, membenarkan kesimpulan Luming. "Dia dia dia," Luming terkejut, sampai tidak bisa berkata-kata, otaknya sungguh berat menerima semua ini. "Luming kenapa?" tanya ayahnya, dengan ekspresi aneh.

  • Ampun Tuan, Aku Lemas!   Bab 9 Ares Turun Tangan

    Malam hari pun tiba. Ares dan kedua wanita itu pergi dari vila, menuju keluar xiyu. Tiga mobil sport melaju di jalanan kota, dengan kecepatan lumayan tinggi. Para pengendara lain menyingkir, saat melihat tiga mobil sport mewah. Mereka takut menggoresnya, jika itu terjadi, mereka tidak akan sanggup membayar bahkan hanya perbaikannya. 20 menit kemudian, tiga mobil tersebut berhenti di depan sebuah kediaman. Seorang petugas keamanan menghampiri mereka. Ares dan kedua wanita itu membuka kaca mobil masing-masing. "Maaf tuan dan nona muda, apakah anda memiliki janji dengan seseorang?" petugas bertanya dengan sopan. "Tidak memiliki janji, tapi tolong beritahu nona Keysha, jika nona Meli berkunjung!" Meli mengambil alih pembicaraan. "Baik, tunggu sebentar," balas petugas keamanan tersebut, lalu berbalik pergi. Tidak lama petugas terus kembali, dia langsung membuka pintu gerbang, kemudian memberi kode agar Ares dan yang lainnya untuk masuk. "Terima kasih pak," ucap Ares, saat mobilnya

  • Ampun Tuan, Aku Lemas!   Bab 8 Masalah Keysha

    Karena sudah sore, Ares pergi membersihkan diri. Saat dia sedang berendam di bathtup, tiba-tiba Meli dan Sisil masuk ke dalam, hanya menggunakan handuk mandi."Hihi, pintu kamar mandinya gak di kunci. Apa tuan muda menunggu kami?" goda Meli, sambil melepas handuknya, dengan gerakan menggoda."Hey, nona nona kalian sangat nakal!" balas Ares, sambil tersenyum nakal, matanya menatap tubuh polos kedua wanita itu dengan tatapan panas.Meli dan Sisil, masuk ke dalam bathtup, lalu mulai menyiram tubuh Ares dengan air, dan menggosoknya."Kami akan melayani tuan muda, nikmati pelayanan kami!" ucap Sisil, dengan tingkah menggoda."Haha, aku sudah seperti kaisar," ucap Ares, sambil tertawa senang.Meli teringat sesuatu, dia pun menanyakannya kepada Ares."Tuan muda, apa perlu kami menyebarkan berita jika anda ada di negara ini?" tanya Meli.Ares menggelengkan kepalanya,"Tidak perlu! biarkan mereka tau dengan sendirinya," balas Ares."Dengan kebiasaan tuan muda, yang suka mengupload semua misi y

  • Ampun Tuan, Aku Lemas!   Bab 7 Vila Baru

    Meli datang ke sebuah perumahan properti, dia di undang masuk ke dalam ruangan oleh seorang sales wanita.Di dalam ruangan tersebut, duduk seorang wanita muda cantik, yang serang fokus dengan laptop di hadapannya.Melihat Meli masuk, wanita itu menatap Meli sambiltersenyum, lalu mempersilakannya duduk."Nona Meli gimana? apa anda suka vila yang kami tawarkan?" tanya Wanita itu dengan ramah."Sebenarnya vila tersebut untuk tuan muda kami," balas Meli."Jadi begitu. Apakah tuan muda yang anda sebutkan menyukainya? jika tidak, saya bisa mencarikan yang lain!" ucap wanita itu buru-buru."Tidak perlu mencarinya yang lain! tuan muda saya menyukai, dan saya kesini bertujuan untuk membelinya langsung dari anda nona Kesyha!" balas Meli."Tapi nona, harga vila ini cukup tinggi! karena vila ini bisa dibilang vila termewah yang ada di kota moon!" ucap wanita yang bernama Keysha tersebut."Tidak masalah, tuan muda tidak keberatan jika itu masalah uang! Nona Keysha bisa menyiapkan dokumen yang di

  • Ampun Tuan, Aku Lemas!   Bab 6 Jenius Medis

    Ares memberikan akupunktur kepada Ibunya Sinta di depan semua orang. Tenik yang Ares gunakan benar-benar menakjubkan, membuka para dokter yang berada di sana. Para dokter dan perawat hanya bisa terpaku, bahkan dokter ahli seperti dokter Yaozi sangatlah terkejut, dengan keterampilan akupunktur Ares."Bulannya itu...akupunktur 7 kehidupan yang legendaris?" ucap Dokter Yaozi dengan mata terbelalak.Jarum akupunktur terus melesat ke titik titik meridian. Tubuh ibunya Sintia yang awalnya layu, perlahan segar kembali, dengan kecepatan tang telihat oleh mata."Ini terlalu ajaib!" teriak semua orang, mereka tidak akan percaya, jika tidak melihatnya secara langsung."Ini barulah jenius medis yang sebenarnya!" ucap Dokter Yaozi dengan penuh semangat.Hanya butuh 2 menit, akupunktur tersebut selesai.Ares menghela nafas, dia sedikit lelah, karena mengeluarkan cukup banyak energi spiritual dan energi spesial yang ada di tubuhnya."Baiklah, sekarang mari kita lakukan operasinya!" ucap Ares, sambi

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status