MasukSetelah ratusan tahun dikhianati dan dicabut kekuatannya oleh keluarga bangsawan yang haus kekuasaan, seekor rubah berekor sembilan (Gumiho) yang bernama Yoon Hae-rin harus menyamar sebagai manusia untuk membalas dendam dan mengambil kembali mutiara rubah yang menjadi sumber kekuatannya sekaligus delapan ekor miliknya yang sudah dicuri dan dirampas paksa oleh keluarga bangsawan Kang. Yoon Hae-rin dijaman modern menyamar sebagai mahasiswa kedokteran yang tangguh, cantik dan genius, ia secara perlahan masuk ke keluarga Kang untuk mendapatkan kembali mutiara rubahnya yang kini diwariskan dalam darah keluarga Kang. Perjalanannya tidak semulus yang dibayangkan. Rencana balas dendam Hae-rin tergoyahkan setelah bertemu dengan Kang Ji-hoon, salah satu keturunan keluarga bangsawan Kang yang menerima keberkahan dan kekuatan dari mutiara rubah miliknya, namun Hae-rin menyadari bahwa Ji-hoon berbeda dengan keluarga Kang lainnya. "Cinta ini akan membusuk dan menghilang seperti cinta pertamaku. Dendam adalah satu-satunya hal yang takkan pernah menghianatiku. Aku tidak akan menjadi lemah lagi" ucap Hae-rin " Hidupku milikmu Hae-rin, jika matiku membuatmu bebas dan bahagia, aku akan berkorban untukmu karena aku benar-benar mencintaimu" ucap Ji-hoon di sisa kekuatannya. Akankah balas dendam yang sudah Hae-rin rencanakan ratusan tahun berakhir bahagia?
Lihat lebih banyakYoon Hae-rin adalah siluman rubah berekor sembilan (Gumiho) yang hidup abadi. Parasnya yang cantik memikat banyak kaum lawan jenisnya di alam perinya.
Suatu hari Hae-rin yang berada di dunia fana mengalami kecelakaan, salah satu ekornya terluka, ia bersandar dibawah pohon yang lebat, kondisinya yang lemah butuh waktu untuk memulihkan diri dengan sendirinya. Ia menampakan wujudnya sebagai manusia, berpakaian sutra berwarna putih gaya jaman kuno yang terlihat klasik namun menawan, wajahnya yang sangat cantik memikat, kulitnya seputih porselen yang berkilau, menarik perhatian seseorang pria yang berada tidak jauh dari tempatnya. Pria itu tampak seperti bangsawan berpakaian mahal yang terbuat dari sutra, wajah yang tegas dan rupawan, duduk dengan gagahnya diatas kuda yang ia tunggangi. Rasa penasaran membuat pria itu mendekat, saat jarak mereka semakin dekat, pria itu dapat mencium aroma wangi dan segar yang ada pada wanita didepannya ini. "Wanita ini sungguh menawan" ucap pria itu lirih "Apa dia sedang terluka?" Pria itu bergegas menghampiri Hae-rin yang sudah lemas bersandar di pohon besar itu sambil memejamkan matanya. "Nona, kamu baik-baik saja?" Ucap pria itu dengan cemas Hae-rin samar-samar mendengar suara seorang pria, perlahan kelopak matanya yang sangat cantik itu perlahan terbuka, pemandangan pertama kali yang ia lihat adalah seorang pria yang sangat rupawan duduk tepat didepannya dengan wajah kawatir yang menghiasi wajahnya. Tatapan mereka bertemu, seolah saling terpesona satu sama lain, degup jantung mereka tak beraturan, darah berdesir, kelopak bunga seperti bertaburan dalam hati mereka. "Nona, kamu baik-baik saja?" Ucap pria itu kembali "Kakiku terluka, tuan" Hae-rin sambil menunjuk luka dikakinya Merasa kasihan pria itupun membantu Hae-rin "Aku akan mengobatimu" Pria itu mengambil sebuah obat seperti salep dalam sakunya, kemudian mengoleskan dengan perlahan ke kaki Hae-rin yang sedang terluka. "Sshhhhh" rintih Hae-rin " Apakah sakit? Aku akan melakukan dengan perlahan" ucap pria itu sambil meniup luka dikaki Hae-rin agar tidak perih "Terima kasih tuan, sudah membantuku" "Tidak masalah" Pria itu berdiri dari duduknya kemudian melangkah menuju kudanya, saat ia akan meninggalkan Hae-rin dalam hatinya ia merasa tidak tega. Ia berhenti dan berbalik kemudian berkata dengan lembut, "Nona, dimana rumah kamu? aku akan mengantar kamu pulang" Hae-rin yang mendengar itu merasa bingung harus menjawab apa, pasalnya ia hidup di alam peri, dengan perasaan bersalah ia harus berbohong dimana ia selama ini tinggal. "Rumahku berada tidak jauh dari sini tuan, namun rumahku sudah tidak layak huni karena serangan dari serigala beberapa hari yang lalu" "Lalu kedua orang tuamu?" "Sudah meninggal tuan" ucap Hae-rin sedih Melihat kesedihan dimata Hae-rin, pria itu akhirnya menawarkan diri untuk membawanya pergi "Kamu, apakah tidak keberatan ikut denganku? Kamu bisa tinggal dirumaku" "Tapi tuan, apakah ini pantas, aku melihat kamu bukan orang sembarangan" "Dari mana kamu tau aku bukan orang sembarangan, nona?" " Aku melihat pakaian tuan dan giok yang tuan kenakan sangat menawan dan terlihat mahal" "Mata kamu sungguh jeli nona, tapi tidak masalah aku akan mengatasi itu, mau kah kamu ikut denganku?" Tawarnya lagi Hae-rin merasa ragu pasalnya ia tidak pernah benar-benar meninggalkan alam peri nya, ikut dengan manusia fana di depanya akankah tidak akan berbahaya, Melihat keraguan dan ketakutan dimata Hae-rin, pria itu kemudian berkata dengan suara yang menenangkan, "Aku tidak akan menyakitimu nona, aku bersumpah dengan jiwaku aku melindungmu dan merawatmu dengan baik" Dengan keteguhan dan kesungguhan pria itu, Hae-rin goyah, akhirnya ia memutuskan untuk ikut bersama pria itu. "Baiklah tuan" Pria itu yang mendengar jawaban Hae-rin sungguh sangat bahagia, ia tersenyum samar menunjukan rasa bahagianya, namun senyum menawan itu tidak diketahui Hae-rin. Pria itu membantu Hae-rin menaiki kudanya, mengendong Hae-rin untuk duduk diatas kudanya, sedangkan ia duduk dibelakang Hae-rin sambil memegang kendali kuda. "Apa kamu sudah siap?" "Hemm" jawab Hae-rin Pria itu perlahan melajukan kudanya, meninggalkan tempat pertama kali mereka bertemu. Hembusan angin saat kuda melaju membuat rambut Hae-rin berkibar dengan menawan, aroma wangi dan segar tubuhnya membuat pria itu tampak lebih bahagia. "Tuan, siapakah nama anda?" Tanya Hae-rin disela-sela perjalanan mereka "Sebut saja Kang Yi, dan..nona?" ucap pria itu "Saya Yoon Hae-rin tuan" " Nama yang cantik, seperti orangnya" "Terima kasih tuan Kang, sudah menolongku" "Tidak masalah" Beberapa waktu kemudian kuda yang mereka tunggangi akhirnya benar-benar meninggalkan hutan belantara itu, Kang Yi membawa Hae-rin ke kawasan tendanya. Disana Hae-rin bisa melihat banyak tenda dan orang yang sedang berkumpul seolah menyambut mereka. Kang Yi turun dari kudanya, seorang pria lain datang menghampiri mereka dan membungkuk memberikan hormat kepada Kang Yi. "Salam Jendral Yi, akhirnya anda kembali" " Berdirilah Sang-min" "Tuan, anda bersama siapa?" Ucap Sang-min sambil melihat Hae-rin yang masih duduk diatas kuda "Dia sedang terluka, aku membawanya untuk diobati" ucap Kang Yi Kang Yi adalah seorang jendral pada jaman itu, sikapnya yang dingin, bringas dimedan perang dan tidak pernah dekat dengan wanita membuat Sang-min dan prajurit yang disana merasa terheran-heran saat tuannya membawa pulang wanita yang sangat cantik diatas kudanya. " Mari Hae-rin, aku akan membantumu" Kang Yi membantu Hae-rin turun dari kudanya kemudian menggendongnya ala pria sejati dan membawa ke tenda pribadinya. "Sang-min, siapkan makanan untuk kami" ucap Kang Yi sebelum meninggalkan mereka " Baik tuan" Saat Kang Yi dan Hae-rin hilang dari pandangan mereka, Sang-min dan beberapa prajurit lain mulai gaduh, mereka benar-benar tidak percaya bahwa Jendral yang dingin dan kaku itu memperlakukan wanita itu dengan sangat lembut dan hangat. "Sang-min, benarkah kita tidak salah lihat, Jendral kita bisa bersikap seperti itu?" Ucap Yong-hwa "Matamu tidak buta, yang kamu liat seperti itu, Jendral kita akhirnya diluluhkan wanita, kita akan mempunyai nyonya" Sorak ramai dan bahagia terdengar, mereka pasti akan berpesta jika tuan mereka benar-benar menikah dengan wanita yang dibawanya itu. Di dalam tenda Kang Yi membawa Hae-rin dalam ranjangnya, membiarkan Hae-rin duduk dengan tenang, dan berkata, " Istirahatlah disini, kamu sedang terluka, aku akan melihat kamu nanti" " Baik tuan Kang" Jendral Kang keluar dari tenda, meninggalkan Hae-rin seorang diri, Hae-rin melihat sekelilingnya suasana yang tampak asing dan dingin, ini pertama kalinya ia pergi sangat jauh dari rumahnya yang ada di alam peri, ia merasa sudah merindukan ranjang empuknya disana. Namun ia sudah membuat keputusan, terpesona dan jatuh hati dengan kebaikan Kang Yi membuat Hae-rin mau mengikutinya sejauh ini. Namun Hae-rin tidak mengetahui bahwa manusia fana tidak semua sebaik dan semurni seperti Hae-rin rasakan kepada Kang Yi. Keserakahan manusia fana ini yang nantinya akan membuat Hae-rin ke dalam takdir yang penuh dengan duri.Di sebuah ruangan tertutup Kang Dae Ho bersama guru spiritualnya melakukan suatu ritual yaitu membuat jimat pelindung dari sang gumiho, sebuah gelang yang terbuat dari benang merah yang direndam dari d*rah hati manusi*.Hari sebelum ritual Kang Dae ho, pria tua itu menyuruh semua kepala keluarga Kang untuk memberinya d*rah hati mereka masing-masing, tujuh cabang keluarga Kang yang masih berdiri kokoh melakukan semua yang diminta pria tua itu meskipun dengan tanda tanya besar.Pengambilan d*arah hati mereka sangatlah beresiko dan hal ini terbilang sesuatu yang aneh dan tabu untuk manusia jaman modern saat ini, sehingga mereka meminta bantuan dokter profesional yang bisa di percaya untuk menjaga rahasia.Ritual itupun dilakukan, guru spiritual mulutnya terlihat terus bergerak seperti mengucapkan sebuah mantra, udara di sekitar terasa menjadi lebih dingin dari biasanya, hingga sebuah cahaya tiba-tiba menyinari gelang yang di rendam d*rah itu dan secara perlahan meredup,"Semuanya sudah
Lee Dae-in istri dari Kang Jae Hoon masih terus memohon dan bersujud dibawah kaki pria tua itu, memohon belas kasihan dan pertolongan dari sang Penatua, alih-alih mendapatkan pertolongan Kang Dae ho malah memutuskan hubungan keluarga Kang Jae Hoon dengan keluarga Kang, pria tua itu mengatakan Kang Jae Hoon sekeluarga adalah aib dan parasit yang harus ia singkirkan, ia tidak ingin kejayaan yang telah dibangun klan Kang selama ratusan tahun runtuh karena kebodohan yang telah dilakukan keluarga Kang Jae Hoon,"Pergilah dari sini, aku masih memberimu muka untuk tidak menyeretmu keluar dengan paksa Dae-in""Kakek kumohon selamatkan kami, kami adalah keluargamu" ucap Lee Dae-in yang menangis meraung dibawah kaki pria tua ituKehormatan dan harga diri Lee Dae-in yang selama ini dijunjung tinggi kini telah hilangKeluarga lain yang hadir disana melihat semua itu mencemooh dalam hati mereka,"Tunggu surat pemutusan hubungan resmi dariku, pulanglah!""Tidak kek, kakek tidak bisa melakukan ini d
Hae-rin tampak ragu untuk mengatakannya, jemarinya memainkan ujung baju sementara matanya menatap lekat ke arah Seung-min, "Sebenarnya saat Jin-woo mengajakku ke ruang pribadinya untuk memperlihatkan koleksi barang kuno miliknya,...." lanjut Hae-rin dengan suara yang nyaris berbisik, "Aku melihatnya. Aku melihat kuas kuno itu di dalam sebuah kotak kaca kedap udara, diletakkan seperti sebuah pusaka suci." "Jadi kamu sudah melihatnya Hae-rin?" Hae-rin mengangguk sebagai balasan Seung-min terdiam sesaat, ia mencerna apa yang sedang terjadi, ia mengumpulkan kepingan puzel dari cerita leluhurnya, sesuatu yang membuatnya bingung adalah mengapa Jendral Kang Yi menyuruh leluhurnya mencari artefak kuno itu padahal benda itu telah disimpan sendiri oleh keluarganya, bahkan sekarang menjadi warisan di keturunannya. "Jadi benar benda itu berada di keluarga Kang, akan sulit jika mengambil benda itu di tangan mereka. Tapi Hae-rin ada hal yang membuatku bingung dan penasaran" "Apa?"
Kang Dae-ho, pria tua yang rambutnya telah memutih sepenuhnya, duduk bersila dikursi kebesaranya dengan mata terpejam. Pria tua itu salah satu dari tiga Penatua tertinggi, tugasnya bukan lagi mengurusi bisnis, melainkan menjaga denyut spiritual keluarga mereka yang berada di artefak kuno itu. Tiba-tiba, matanya terbuka lebar. Pupil matanya bergetar hebat. "Kemalangan ini..." bisiknya dengan suara parau yang gemetar. Pria tua itu merasakan pemilik asli dari kekuatan Artefak kuno itu telah muncul, selama ratusan tahun keluarga Kang secara turun temurun tidak pernah mengalami kemalangan ataupun kemuduran dalam hal apapun, keluarga Kang berdiri kokoh bagaikan batu karang, kekayaan mereka melimpah, pengaruh politik yang besar dan mempunyai keturunan yang luar biasa. PYARRR Bunyi gelas pecah Kang Dae-ho murka saat mendengar berita yang telah disampaikan pelayan pribadinya mengenai kemalangan yang terjadi di Keluarga Kang Jin Woo, "Panggil Kang Jae-hon segera menghadap kepadak
Pagi ini Hae-rin pergi kekampus seperti biasanya, semalam ia tidak bisa tidur dengan nyenyak pikiranya selalu dipenuhi bagaimana ia bisa menemukan petujuk dimana keberadaan kekuatan delapan ekor miliknya, ia berjalan tidak fokus hingga secara tidak sengaja ia menabrak seseorang pria. Bruk Tubuh
Setelah menunjukan koleksi lukisan leluhur kelurganya, Seung-min mengantar Hae-rin pulang ke rumahnya, dalam perjalanan Hae-rin memberanikan diri untuk bertanya mengenai Kang Ji Hoon, "Seung-min, boleh bertanya sesuatu?" "Bicaralah, apa yang ingin kamu ketahui?" "Mengenai temanmu" "Siapa, a
Kang Ji Hoon menoleh saat namanya dipanggil oleh sahabat dekatnya Seung-min, mereka adalah mahasiswa populer dari fakultas bisnis, tak hanya fisik Meraka yang rupawan, mereka juga dari keluarga terhormat. Seung-min mendekat kemudian berkata, "Kamu tetap menjadi pusat perhatian seperti biasany
" Jendral, hamba menemukan surat tersembunyi disini" Kakek Kang Ji yang mendengar itu tubuhnya menjadi berkeringat dingin, ia sudah menyembunyikan surat itu dengan baik namun mereka masih bisa menemukannya dimana surat itu ia simpan. Kemudian ia berusaha merebut surat itu agar tidak jatuh ketanga
![Thai Qu Cing Si Anak Kotoran 2 [Penyembuh yang Terkutuk]](https://www.goodnovel.com/pcdist/src/assets/images/book/43949cad-default_cover.png)





Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan