Home / Fantasi / Ampun Tuan, Aku Lemas! / Bab 86 Merebut Kembali

Share

Bab 86 Merebut Kembali

Author: Tristar
last update Last Updated: 2026-02-16 11:45:00

"A-anda, Tuan...Dewa...Pembantaian?" Tante Mery berkata dengan nada terbata. "Anda...tidak berbohong kan?"

"Tentu saja saja itu benar! Tuan Muda Ares adalah Tuan Dewa Pembantaian," ucap Gubernur Wijaya menegaskan kebenaran tersebut.

Beberapa anggota keluarga Xue yang sempat meragukan Ares, buru-buru bangkit lalu membungkuk hormat.

"Tu-tuan, maaf kami telah meragukan anda," ucap mereka serempak. Keringat dingin mengalir di pelipis mereka.

Ares tersenyum tipi
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ampun Tuan, Aku Lemas!   Bab 87 Juan Dan Luming Ingin Kuat

    Tuan Tua Panji menghela napas, lalu berkata dengan penuh kesungguhan, “Tuan Muda, Anda bisa tenang. Saya dan seluruh anggota keluarga akan melaksanakan apa yang Anda perintahkan.”Seluruh anggota keluarga Xue mengangguk serempak, ekspresi mereka tampak sungguh-sungguh dan penuh tekad.Ares mengangguk, senyuman tipis terukir di bibirnya.Keysha menatap Ares dengan tatapan penuh cinta, wanita itu semakin di buat luluh oleh Ares.“Inilah priaku! Walaupun dia nakal, Namun hatinya sangat baik,” batin Keysha penuh kebanggaan.Wanita cantik bernama Cantika itu pun menatap Ares. Yang awalnya dia hanya sedikit tertarik, tapi sekarang dia menjadi lebih tertarik lagi."Jarang sekali ada pria sepertinya!" ucap Cantika di dalam hati. "Tuan Muda, aku sangat kagum kepada anda!" ucap Tuan Gubernur Wijaya, ekspresi kagum itu terlukis di wajahnya. "Walau di luar sana anda terkenal sebagai orang yang kejam, tapi kenyataannya anda sangat l

  • Ampun Tuan, Aku Lemas!   Bab 86 Merebut Kembali

    "A-anda, Tuan...Dewa...Pembantaian?" Tante Mery berkata dengan nada terbata. "Anda...tidak berbohong kan?""Tentu saja saja itu benar! Tuan Muda Ares adalah Tuan Dewa Pembantaian," ucap Gubernur Wijaya menegaskan kebenaran tersebut.Beberapa anggota keluarga Xue yang sempat meragukan Ares, buru-buru bangkit lalu membungkuk hormat."Tu-tuan, maaf kami telah meragukan anda," ucap mereka serempak. Keringat dingin mengalir di pelipis mereka.Ares tersenyum tipis, sambil melambaikan tangannya, energi spiritual keluar memaksa orang-orang itu kembali menegakkan tubuh."Santai saja, gak perlu begitu sopan," ucap Ares.Niat Ares mengungkapkan identitasnya semata agar orang-orang itu tidak lagi meragukannya. Selain itu, mulai sekarang dia tidak akan menyembunyikan diri lagi. Kedatangannya ke Negara Chine bukan untuk bersembunyi, melainkan untuk mencari wanita pemilik tubuh spesial yang katanya ada di lingkungan kalangan atas. Karena itu, s

  • Ampun Tuan, Aku Lemas!   Bab 85 Minta Bantuan

    "Tuan, apa anda juga tahu siapa aku?" tanya pria muda yang seumuran dengan Luming. Pemuda itu tampak nakal dan ceria seperti Luming."Yo...kamu Juan! teman dekat Luming, memiliki hobi balap mobil sama seperti Luming, pernah di diselingkuhi wanita sebanyak dua kali, dan sekarang sedang berpacaran dengan wanita dari keluarga kelas tiga di kota ini," ucap Ares dengan nada main-main.Pria muda bernama Juan itu terkejut, sampai matanya melebar."Anda...anda kenapa tahu? aku-aku gak pernah kasih tahu siapa pun jika aku punya pacar!" ucap Juan dengan nada kaku.Semua anggota keluarga Xue menatap Juan dengan tatapan heran.Ares hanya tertawa lucu."Juan, kakak iparku ini sangat hebat! gak ada rahasia yang bisa kamu sembunyikan," ucap Luming dengan nada mengejek.===Ares menatap Tuan Tua Dandi."Apa kedatangan anda ke sini ada kaitannya dengan masalah keluarga anda?" tanya Ares dengan santai.Tuan Dandi mengangguk pelan, ekspresinya sedikit malu, karena Ares sudah menebak langsung apa maksud

  • Ampun Tuan, Aku Lemas!   Bab 84 Wanita Pemilik Tubuh Spesial

    Ares menatap Keysha dengan tatapan nakal, tangannya itu sudah hinggap kembali di payudara besar Keysha. "Sayang, gimana kalo kita lanjutkan?" tanya Ares dengan nada main-main. Keysha menyeringai genit, lalu mengambil inisiatif menyerang bibir Ares. Wanita itu sama sekali tidak menolak ajakan pria tersebut. Mereka kembali berciuman dengan penuh gairah. Tangan Ares mulai meremas payudara besar itu dengan penuh nafsu. Perlahan tangan Ares masuk ke dalam kerah Keysha, saat tangannya berhasil menggenggam payudara wanita itu secara langsung, Ares kembali meremasnya. "Ahhh...ahhh" desahan-desahan indah lolos dari mulut Keysha. "Enak, sayang?" tanya Ares dengan nada menggoda. Keysha mengangguk pelan, sambil menyunggingkan seringai genit, ekspresi wajahnya tampak sangat nakal sekarang. Saat Ares hendak mengeluarkan payudara besar itu, gangguan kembali datang. Kali ini, ponsel Keysha berdering, menandakan ada panggilan masuk. Keysha meraih ponselnya dan melihat nama penelepo

  • Ampun Tuan, Aku Lemas!   Bab 83 Kepergok Lulan

    Ares tiba-tiba terpikirkan sesuatu. dia mengangkat telapak tangannya tepat di hadapan mata Keysha. Dalam sekejap, sebuah kalung dan cincin yang sangat indah muncul di telapak tangan Ares, seolah tercipta dari kehampaan. Keysha yang melihat kejadian itu langsung tertegun. Matanya membesar, napasnya tertahan sejenak. “Wow, sayang… apa aku berhalusinasi?” gumam Keysha tak percaya. dia terus menggosok matanya berulang kali, memastikan apa yang dilihatnya benar-benar nyata. "Kamu gak berhalusinasi kok...ini nyata!" tegas Ares dengan nada meyakinkan. "Ini buat kamu!" Keysha menatap Ares dengan sorot mata penuh kebahagiaan dan cinta yang meluap. Senyum indah terukir di bibirnya. "Sayang, kalung sama cincin indah ini benaran buat aku?" Keysha masih sedikit skeptis, dan ingin menegaskannya kembali. Ares mengangguk sambil tersenyum hangat. Dengan gerakan lembut, dia melepaskan kalung yang dikenakan Keysha, lalu menggantinya dengan kalung yang dia berikan, Ares memasangkan kalung it

  • Ampun Tuan, Aku Lemas!   Bab 82 Keysha Takluk?

    "Sayang, kamu datang! aku kira kamu gak akan me menemuiku," ucap Keysha manja, sambil menatap Ares dengan tatapan penuh cinta. "Tentu saja aku datang, aku ingin melihat wanitaku yang cantik!" balas Ares sambil mencolek hidung Keysha. Tak lama, pelukan itu terlepas, Ares melingkarkan tangannya di pinggang Keysha, lalu berbalik ke arah Zaki Yilling. "Sayang, kamu sangat memesona, bahkan tuan muda dari keluarga Yiling yang sangat kaya menginginkanmu," ucap Ares dengan nada sarkasme. Mendengar ucapan Ares, ekspresi wajah Zaki semakin jelek. Tinjunya terkepal erat, suara tulang pun sampai terdengar. "Sayang, apa kamu tahu dia?" tanya Keysha dengan nada acuh. "Tentu saja, aku pernah bertemu dengannya di acara pameran mobil, dia ingin membeli mobil seharga 20 miliar, sampai aku yang miskin ini dia remehkan," ucap Ares dengan nada jijik. Ekspresi Keysha menjadi muram, dia tak terima prianya di rendahkan. "Zaki, kau sangat sombong!" ucap Keysha, sambil menatap Zaki dengan tatapa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status