Home / Fantasi / Ampun Tuan, Aku Lemas! / Bab 9 Ares Turun Tangan

Share

Bab 9 Ares Turun Tangan

Author: Tristar
last update Last Updated: 2026-01-02 23:20:10

Malam hari pun tiba.

Ares dan kedua wanita itu pergi dari vila, menuju keluar xiyu. Tiga mobil sport melaju di jalanan kota, dengan kecepatan lumayan tinggi.

Para pengendara lain menyingkir, saat melihat tiga mobil sport mewah. Mereka takut menggoresnya, jika itu terjadi, mereka tidak akan sanggup membayar bahkan hanya perbaikannya.

20 menit kemudian, tiga mobil tersebut berhenti di depan sebuah kediaman.

Seorang petugas keamanan menghampiri mereka. Ares dan kedua wanita itu membuka kaca mobil masing-masing.

"Maaf tuan dan nona muda, apakah anda memiliki janji dengan seseorang?" petugas bertanya dengan sopan.

"Tidak memiliki janji, tapi tolong beritahu nona Keysha, jika nona Meli berkunjung!" Meli mengambil alih pembicaraan.

"Baik, tunggu sebentar," balas petugas keamanan tersebut, lalu berbalik pergi.

Tidak lama petugas terus kembali, dia langsung membuka pintu gerbang, kemudian memberi kode agar Ares dan yang lainnya untuk masuk.

"Terima kasih pak," ucap Ares, saat mobilnya
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ampun Tuan, Aku Lemas!   Bab 12 Stevani Pemilik Tubuh Spesial

    Beberapa saat kemudian, mobil Ares sampai di vila. Stevani menatap vila mewah itu, dengan tatapan terpesona. Baru kali ini dia masuk ke vila semewah ini. "Oke, kita sudah sampai, ayo turun!" ajak Ares, sambil membuka pintu mobilnya. Saat Stevani ingin membuka pintu, dia tidak tau cara membuka pintu mobil sport itu. "Ehh, ternyata ini bukan mobil Ferrari atau Lamborghini! bagaimana cara membuka pintunya?" ucap Stevani, kebingungan. Ares yang menyadari hal tersebut, langsung membuka pintu mobil dari luar. Stevani keluar dari mobil dengan ekspresi sedikit malu. Saat dia melihat tampilan mobil Ares dari luar, matanya seketika membelalak. "Bukannya ini Pagani Zonda?" teriak Stevani. "Nona, apa kamu baru menyadarinya?" tanya Ares, sambil terkekeh. Stevani mengangguk tanpa sadar. "Ayo masuk ke dalam!" ucap Ares, lalu dia melangkah pergi. Stevani buru-buru mengejarnya dari belakang."Cantik kamu mau minum apa?" tanya Ares, sambil berjalan tanpa menoleh."Apa saja, yang penting bisa

  • Ampun Tuan, Aku Lemas!   Bab 11 Wanita Cantik, Seorang Artis

    Mobil Ares meninggalkan tempat tersebut. Keadaan area tersebut masih gelap, listrik belum menyala kembali. Setelah mobil Ares sampai di tempat terang, dia berkata kepada wanita cantik di sebelahnya. "Nona, anda sudah bisa membuka mata!" ucap Ares. Wanita itu membuka mata perlahan, ekspresinya masih ketakutan. Setelah matanya terbuka, dia perlahan melirik Ares. "Sial, aku lolos dari mulut babi, sekarang malah berada di mulut anjing!" gumam wanita itu di dalam hatinya, dia berpikir jelek tentang Ares. Saat matanya menangkap sosok pria muda tampan dan berpenampilan keren di sebelahnya, matanya seketika membelalak. Yang dia lihatnya sekarang benar-benar berbeda, dengan apa yang dia pikirkan. Semua pikiran jelek tentang Ares, seketika terhapus dari pikirannya. Wanita itu pada awalnya berpikir, jika pria yang membawanya pergi setelah membunuh tuan muda zuge, pasti jelek, kasar, tidak jauh berbeda dengan tuan muda zuge. Tapi sekarang dia benar-benar di buat terpesona. Ares yang menya

  • Ampun Tuan, Aku Lemas!   Bab 10 Eksekusi Tuan Muda Zuge

    Terdengar deru mesin mobil dari luar kediaman, itu sangat jelas mobil Ares, yang keluar dari kediaman. Semua anggota keluarga xiyu termasuk Keysha menatap Meli dan Sisil, dengan penuh pertanyaan. "Nona, siapa sebenarnya tuan muda Ares, kultivasinya sangat tinggi, bahkan saya tidak bisa melihatnya sama sekali saat dia pergi!" ucap Tuan Donji, dengan ekspresi ngeri. "Dia adalah sosok sedang kalian pikirkan," ucap Meli sambil tersenyum main-main. Luming menyimpulkan dengan hati-hati. "Tunggu tunggu! tuan muda Ares adik seperguruan ke 3 dewa, sedangkan dewa pembantaian tidak di sebutkan. menurut informasi dewa pembantaian, yang paling muda dari ke 3 dewa, mungkinkah?" Luming menatap Meli dengan tatapan terkejut, dia sudah menyimpulkan jika Dewa pembantaian itu, adalah Ares. Meli mengangguk, membenarkan kesimpulan Luming. "Dia dia dia," Luming terkejut, sampai tidak bisa berkata-kata, otaknya sungguh berat menerima semua ini. "Luming kenapa?" tanya ayahnya, dengan ekspresi aneh.

  • Ampun Tuan, Aku Lemas!   Bab 9 Ares Turun Tangan

    Malam hari pun tiba. Ares dan kedua wanita itu pergi dari vila, menuju keluar xiyu. Tiga mobil sport melaju di jalanan kota, dengan kecepatan lumayan tinggi. Para pengendara lain menyingkir, saat melihat tiga mobil sport mewah. Mereka takut menggoresnya, jika itu terjadi, mereka tidak akan sanggup membayar bahkan hanya perbaikannya. 20 menit kemudian, tiga mobil tersebut berhenti di depan sebuah kediaman. Seorang petugas keamanan menghampiri mereka. Ares dan kedua wanita itu membuka kaca mobil masing-masing. "Maaf tuan dan nona muda, apakah anda memiliki janji dengan seseorang?" petugas bertanya dengan sopan. "Tidak memiliki janji, tapi tolong beritahu nona Keysha, jika nona Meli berkunjung!" Meli mengambil alih pembicaraan. "Baik, tunggu sebentar," balas petugas keamanan tersebut, lalu berbalik pergi. Tidak lama petugas terus kembali, dia langsung membuka pintu gerbang, kemudian memberi kode agar Ares dan yang lainnya untuk masuk. "Terima kasih pak," ucap Ares, saat mobilnya

  • Ampun Tuan, Aku Lemas!   Bab 8 Masalah Keysha

    Karena sudah sore, Ares pergi membersihkan diri. Saat dia sedang berendam di bathtup, tiba-tiba Meli dan Sisil masuk ke dalam, hanya menggunakan handuk mandi. "Hihi, pintu kamar mandinya gak di kunci. Apa tuan muda menunggu kami?" goda Meli, sambil melepas handuknya, dengan gerakan menggoda. "Hey, nona nona kalian sangat nakal!" balas Ares, sambil tersenyum nakal, matanya menatap tubuh polos kedua wanita itu dengan tatapan panas. Meli dan Sisil, masuk ke dalam bathtup, lalu mulai menyiram tubuh Ares dengan air, dan menggosoknya. "Kami akan melayani tuan muda, nikmati pelayanan kami!" ucap Sisil, dengan tingkah menggoda. "Haha, aku sudah seperti kaisar," ucap Ares, sambil tertawa senang. Meli teringat sesuatu, dia pun menanyakannya kepada Ares. "Tuan muda, apa perlu kami menyebarkan berita jika anda ada di negara ini?" tanya Meli. Ares menggelengkan kepalanya, "Tidak perlu! biarkan mereka tau dengan sendirinya," balas Ares. "Dengan kebiasaan tuan muda, yang suka meng

  • Ampun Tuan, Aku Lemas!   Bab 7 Vila Baru

    Meli datang ke sebuah perusahaan properti, dia di undang ke sebuah ruangan, oleh sales wanita. Di dalam ruangan tersebut, duduk seorang wanita muda cantik, yang serang fokus dengan laptop di hadapannya. Melihat Meli masuk, wanita itu menatap Meli sambil tersenyum, lalu mempersilakannya duduk. "Nona Meli gimana? apa anda suka vila yang kami tawarkan?" tanya Wanita itu dengan ramah. "Sebenarnya vila tersebut untuk tuan muda kami," balas Meli. "Jadi begitu. Apakah tuan muda yang anda sebutkan menyukainya? jika tidak, saya bisa mencarikan yang lain!" ucap wanita itu buru-buru. "Tidak perlu mencarinya yang lain! tuan muda saya menyukai, dan saya kesini bertujuan untuk membelinya langsung dari anda nona Kesyha!" balas Meli. "Tapi nona, harga vila ini cukup tinggi! karena vila ini bisa dibilang vila termewah yang ada di kota moon!" ucap wanita yang bernama Keysha tersebut. "Tidak masalah, tuan muda tidak keberatan jika itu masalah uang! Nona Keysha bisa menyiapkan dokumen ya

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status