Home / Fantasi / Anak Haram Sang Kaisar / Bab 23 : Istrahat dan Pertarungan Sengit

Share

Bab 23 : Istrahat dan Pertarungan Sengit

Author: Bakpaokukus
last update Last Updated: 2025-11-15 04:47:42
"Persiapkan posisi dengan benar!!!" Ronaka memberikan komando dengan gema hingga langit-langit.

Suara guntur datang bersamaan, awan hitam berkemuluh bagai mendampingi peristiwa itu.

***

Cassian mendongak ke atas, kedua matanya hitam pekat penuh dengan rasa yang tak bisa ia jelaskan.

Mungkin kekhawatiran, di saat-saat seperti ini tiba-tiba ibunya, Cassandra hadir dalam ingatannya.

Entah apa yang sedang ibu lakukan sekarang.

Ia pasti khawatir karena aku belum mengunjungi kediamannya.

Ibu...aku pasti akan segera pulang.

Ia menutup kembali kedua matanya, guntur meraung bersahutan datang dengan mendung yang semakin bertumpuk dalam kegelapan yang merayap.

Masih di tanah yang sama namun area yang lain, pasukan pengawal sedang bekerja keras menyingkap para binatang sihir yang menghadang jalan.

Banyak di antara mereka adalah kalajengking, ular bahkan harimau. Berbeda dengan prajurit biasa, 10 pasukan elite Kekaisaran melesat dengan mudah melemparkan senjatanya dengan lincah dan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Anak Haram Sang Kaisar    Bab 44 : Pembersihan Dari Dalam

    Cassian mendesah dengan frustasi. Ia bukan berarti membeci kabar itu. Hanya saja, keadaan ia dan ibunya belum cukup stabil. Lalu tiba-tiba sebuah kehamilan? Sialan pak tua itu.Pantas saja tiba-tiba dia mengakui semuanya.Rupanya kau merasa bersalah karena hal ini. ***Cassian menggaruk bagian belakang kepalanya, kedua matanya yang sebelumnya tajam melerai dengan lembut. Kini wajahnya tak lagi kaku justru timbul dengan keteduhan."Aku turut senang kalau begitu, tolong jaga kesehatan ibu dengan baik. Apa ayah sudah tahu tentang ini?" tangannya mendekap kedua tangan Cassandra perlahan memberikan ketenangan. Cassandra mengangguk masih dengan wajah yang malu-malu, mata yang lebar berwarna biru, kulit yang masih kencang dan bentuk wajah bulat mungil dengan senyum bak mawar yang baru mekar itu, memang tak bisa dipungkiri tak akan ada yang mampu bertahan dengan godanya. Hanya saja kali ini waktunya memang

  • Anak Haram Sang Kaisar    Bab 43 : Aku Punya Adik?

    "Hahaha, sudah Bu. Kami tidak akan bertarung lagi." jelas Cassian dengan senyum canggungnya. ***Setelah Cassian kembali ke posisinya beserta Nolan, barulah Cassandra tersenyum lembut dengan napas yang lega. Di belakangnya, Wilona melirik dengan ketidaksukaan, pemicunya masih sama.Baginya bahkan bagi selir lainnya apalagi sang istri utama kaisar yakni permaisuri, kenyataan bahwa ia Cassandra seorang pelayan sangat menggores harga dirinya. Harga diri di sini adalah ketika Valerius menempatkan kedudukan yang sama antara istri lainnya yang merupakan seorang bangsawan bersama Cassandra yang hanya seorang rakyat jelata membuat mereka mempertanyakan kelayakan mereka sendiri. Status adalah segalanya di kekaisaran Magnus.Mungkin Valerius tak menyangka bahwa pikiran perempuan akan serumit itu, karena itu Wilona juga istri-istrinya yang lain tak pernah melakukan protes secara terang-terangan.Pernikahan mereka juga bagian dari politik bukan hal personal seperti yang ia dan Cassandra lakuka

  • Anak Haram Sang Kaisar    Bab 42 : Menghentikan Pertarungan

    "Kau mendapatkan elemen ganda? Trik apa yang kau gunakan? Apa ayah memberikanmu sesuatu?" tanya Ruby dengan suara menohok. Ia menutup ekspresi wajahnya dengan kipas lipat. ***Cassian mendengar pertanyaan Ruby bagai angin lalu. Ia menggunakan kelingking untuk mengorek telinga kanannya. Dari sana wajah Ruby semakin memerah dengan geram. "Bajingan sialan! Kau berani mengabaikanku?!" Cassian tersenyum miring, rasanya puas bisa memancing amarah gadis itu, ia hanya bermain-main karena tak berniat menjawab apapun dari orang yang tidak relevan. Ke empat elemen dari benih cahaya telah aktif, alasan kenapa petugas hanya bisa memindai dua elemen karena Seth telah melakukan sesuatu, entah apa ia perbuat dengan kekuatannya. Sekarang aku malah penasaran kemana tuan Seth selalu pergi.Katanya akan mengajariku sihir kuno, tapi yang ia lakukan selalu mondar mandir tidak jelas. Apa dia menemui seseorang? Setelah kejadian Kalaine di hutan merah, Seth yang memutuskan untuk menetap di hutan itu

  • Anak Haram Sang Kaisar    Bab 41 : Pemindaian Benih Roh

    Pagi hari Kekaisaran Magnus : Area Kompetisi Bunyi langkah sepatu satu persatu tiba di bangunan podium berdiameter seperkian yang amat luas. Sepuluh anak kaisar telah melangkah menuju kursi khusus pangeran dan para putri. Dari gerbang masuk, hiritan manusia dengan usia muda berbondong-bondong melaju dengan berbagai model kostum yang berbeda. TAKRuby membuka kipas lipatnya, ia menatap ke arah area luas dengan batu paving yang tertanam rapi, dari sana semua orang menetapkan pemberhentiannya masing-masing. Gadis itu membuka sela bibirnya "Sepertinya tahun ini lumayan banyak yang ikut. Mereka sungguh mendapatkan berkah dewa? Atau hanya ingin menonton?" cetus gadis itu dengan senyum miring. Cassian duduk menyilangkan kakinya, ia menatap setiap peserta yang hadir di area kompetisi, beberapa peserta mencuri perhatiannya dengan sesuatu yang menarik.Matanya menangkap seorang pemuda dengan tubuh tegak yang apik, rambutnya berwarna krim dengan kedua mata ungu cerah yang berkilauan. Se

  • Anak Haram Sang Kaisar    Bab 40 : Masa Lalu Dari Masa Lalu

    Valerius mencengkeram secarik kain di lututnya, ia paham betul mata dengan cahaya emas adalah sesuatu yang terkait erat dengan Dewa Vanressan, sang Dewa benua yang juga merupakan leluhur Magnus. "Vanressan adalah kakak adopsiku." ucap Nin dengan berat.***Valerius tiba-tiba terangkat dari duduknya, seakan tak percaya yang baru saja ia dengar. "Apa maksudnya?" Valerius bertanya dengan niat memastikan, namun Nin hanya diam tak berniat menjelaskan lebih lanjut. Kaisar mendesah dengan kasar melihat sekeliling ruangan itu. "Lupakan saja, aku tak berniat menggali lebih lanjut jika kau memang benar tak mau menjawab." cetusnya meninggalkan ruangan. Namun sebelum melangkah ke garis pintu luar, Nin kembali bersuara dengan lantang. "Aku bisa menceritakan beberapa hal yang kutahu selama anda tidak membocorkannya ke sembarang orang." ucap Nin kembali menutup matanya dengan kain putih yang terbuat dari sutra itu. Valerius terdiam seraya memutar balik badannya. "Setuju." ucapnya kembali dudu

  • Anak Haram Sang Kaisar    Bab 39 : Kakak Adopsi

    Pria itu mencengkeram kerah Cassian dengan wajah yang penuh keputusasaan. Namun daripada terbawa suasana emosional Cassian menepis jeratan pemuda itu dan berkata. "Tunjukkan jalannya!" ***Pemuda itu terhempas sedikit ke belakang, Ia berpaut pandang dengan Cassian untuk sesaat sampai akhirnya menyerah dan mulai memandu jalan. Langkah mereka terbilang cepat dan seirama. Dalam langkah itu juga Cassian melayangkan beberapa pertanyaan. "Apa yang sebenarnya terjadi?" cetusnya dengan napas yang terdorong gerakan cepat. "Dia keracunan makanan, katanya hari ini hanya makan sesuatu dari paviliunmu! Kau memberinya makan apa?!" pria berambut ungu muda itu mengatupkan rahangnya. "Siapa namamu?" Cassian bertanya dengan langkah cepat itu mengimbangi pelayan pria yang ada di hadapannya. "Dilaba." jawab pria itu singkat. Mereka berdua telah tiba di kamar para pelayan yang letaknya di dalam istana Bintang. Di sana Sena telah tergeletak dengan lemah mengucurkan cairan hitam dari ujung mulutn

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status