Share

Bab 1304

Author: Erlina
Camila bertukar pandang dengan orang tua Dylan. Jantungnya berdetak kencang ….

Inilah yang dinamakan canggung!

Canggung sekali!

Camila sudah tidak bisa bersembunyi lagi. Dia hanya ingin menggebuki Dylan saja. Hanya saja, sekarang orang tua Dylan sedang berada di tempat!

Jelas sekali Dylan mengkhianati Camila demi melindungi pengawalnya! Tadi Dylan sengaja memberi tahu gosip Edward dan Levon demi mengusir orang tua mereka berdua, guna untuk mengkhianati Camila!

Amarah di hati Camila seketika membeludak. Sebelum menuruni ranjang, dia menggertakkan giginya sembari mengentakkan kakinya. Dia diam-diam sedang meluapkan rasa penat di hatinya.

Barang yang diletakkan di atas nakas pun ditendang Camila hingga jatuh! Suara keras terdengar. Kemudian, barang itu bergelinding ke kolong ranjang.

Dylan tahu apa itu. Kedua matanya spontan terbelalak lebar!

Saat ini, kepala Camila masih kliyengan. Dia sama sekali tidak tahu apa yang telah ditendangnya. Dia juga tidak peduli, diam-diam membelalaki Dylan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 2445

    Rayden bertanya, “Apa Hayden nggak bawa kamera mini ketika pergi ke pegunungan?”Hayden mengangkat pundaknya tanda tidak berdaya. “Aku lupa, tapi cara yang diusulkan Kak Braden tadi itu boleh juga. Suruh Jayden lukiskan sosok orang itu, nanti kita teliti bersama.”Raut wajah Jayden menjadi berkerut. “Tapi, aku nggak bawa pensil untuk melukis. Gimana dong?”Hayden berkata, “Kalau begitu, lukisnya di rumah saja. Kita juga nggak buru-buru.”Jayden mengangguk. “Emm.”…Saat ayah dan anak-anak kembali ke rumah, Joseph dan Maria sedang mempersiapkan makan malam di dapur.Begitu memasuki rumah, anak-anak menyapa mereka, “Kakek, Nenek!”Joseph yang mengenakan celemek itu berjalan keluar dapur sembari mengambil centongan di tangan. “Eh, kalian sudah pulang.”Jayden dan Baby berlari untuk memeluk pahanya. “Kakek masak apa?”“Semuanya makanan kesukaan kalian. Ada sayap ayam kesukaan Baby dan juga tumis daging kesukaan Jayden. Ada juga tumis cumi-cumi kesukaan Hayden, telur tomat kesukaan Braden,

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 2444

    Braden berkata dengan serius, “Boleh-boleh saja meminjammu, tapi kamu mesti mengembalikannya! Kalau kamu nggak sanggup mengembalikannya di kemudian hari, kamu mesti menjamin dengan sesuatu.”Hayden segera mengangguk. “Nggak masalah!”Braden bertanya, “Kamu mau berapa?”Hayden berpikir sejenak. “Dua juta, deh!”Braden bertanya, “Dua … juta?”“Emm!”“Apa kamu yakin cuma dua juta?”“Yakin! Kenapa? Terlalu banyak atau sedikit?”Braden tidak berpikir kebanyakan. “Ya sudah dua juta saja. Aku akan pinjamkan kepadamu.”Hayden merasa sangat gembira. Dia terus mengangguk. “Kamu investasikan semuanya ke proyek barumu itu! Kak, berapa keuntungan yang bisa aku dapatkan dari uang dua juta?”Braden berterus terang, “Sekarang masih belum bisa disimpulkan.”Jayden berkata, “Kak, aku juga mau investasi.”Baby juga ikut meramaikan. “Kak Braden, aku juga mau investasi.”Braden mengangguk. “Boleh, kalian sebutkan saja angkanya. Aku akan mencatatnya. Nanti aku akan bagi dividen sesuai dengan nilai investasi

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 2443

    Menjelang pukul empat sore hari, Caden duluan menghubungi Naomi. “Istriku, tolong beri tahu Papa dan Mama untuk nggak usah jemput anak-anak di sekolah, biar aku saja yang jemput.”Naomi menyipitkan matanya sembari bertanya, “Memangnya kamu nggak sibuk?”“Emm, sudah selesai.”Naomi sengaja berkata, “Kamu sudah capek bekerja seharian, biar aku saja yang jemput.”Caden segera berkata, “Nggak usah! Aku searah juga! Lagi pula, tadi pagi aku juga sudah janji sama Baby untuk jemput dia pulang sekolah.”Tiba-tiba Naomi terdiam. Alhasil, Caden malah menjadi gugup.Hayden, Jayden, dan Baby juga ikut gugup ketika melihat Caden. Mereka semua menutup mulut kecil mereka lantaran takut akan mengeluarkan sedikit suara.Beberapa saat kemudian, Naomi berkata, “Baguslah kalau begitu, biar kamu pergi sana.”Caden terdiam. Hayden, Jayden, dan Baby juga terdiam. Mereka diam-diam menghela napas panjang.Naomi berkata, “Aku lagi di rumah Papa dan Mama. Kamu bisa bawa anak-anak ke sini untuk makan malam sebelu

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 2442

    Kedua bocah mengangguk secara bersamaan. “Emm, emm!”Caden menatap bayangan punggung mereka berdua. Setelah mereka memasuki roller coaster, Caden baru mengirim pesan singkat kepada Rayden. [ Rayden, apa kamu bisa angkat telepon saat ini? ]Caden tahu Rayden sedang menyelidiki master baru di dunia peretas. Caden tidak berani langsung menelepon Rayden, nantinya malah akan mengganggu waktunya.Hanya saja, tidak lama kemudian Rayden menelepon. Begitu panggilan diangkat, Rayden langsung bertanya, “Apa ketahuan sama Mama?”“Heh?” Terdengar nada cemas dari suara Rayden. “Apa Mama sadar kami ambil izin sendiri? Apa Mama marah? Apa Mama merasa nggak senang?”Caden terdiam.Anak-anak sangat mencintai Naomi. Apalagi Rayden adalah anak yang paling sensitif. Dia sangat mencintai ibunya. Memiliki keluarga yang utuh adalah impian terbesarnya. Dia sungguh berharap mereka sekeluarga bisa hidup gembira bersama.Itulah sebabnya Rayden sangat peduli dengan perasaan Naomi. Dia paling takut Naomi akan mara

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 2441

    Hayden menggeleng. “Nggak mirip!”Caden tidak merasa syok. Dia memperlihatkan foto Liman yang sedang mengenakan masker. “Apa mirip sama dia?”Hayden menggeleng lagi. “Nggak mirip juga!”Caden bertanya, “Apa kamu nggak kepikiran siapa dia? Di mana kamu pernah melihatnya?”Hayden berpikir sejenak, lalu membalas dengan kening berkerut, “Aku nggak kepikiran.”Kali ini, ekspresi Caden berubah serius. Tiba-tiba muncul seorang master di Kota Jawhar, bahkan bersembunyi di Gunung Giana. Hayden juga merasa familier dengannya … siapa orang itu?Beberapa saat kemudian, Putih pun telah kembali.Hayden langsung bertanya, “Gimana Putih? Apa kamu menemukannya?”Putih menjulurkan lidahnya kepada Hayden. Hayden sungguh merasa putus asa.Caden bertanya, “Apa kata Putih?”Hayden menjawab, “Putih menepati janjinya, hanya masuk sampai ke pintu batu pertama. Ia nggak masuk ke dalam, jadi dia nggak menemukan jejak kaki orang itu! Seharusnya dia masuk ke dalam.”Caden berkata, “Nanti kita lihat apa kata orang-

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 2440

    “Papa, kamu utus anggotamu ke Gunung Giana. Aku menyadari ada orang yang sangat aneh di sini.”Caden baru saja membawa Baby dan Jayden ke taman bermain. Usai mendengar, dia pun merasa bingung. “Siapa?”Hayden membalas, “Nggak tahu. Dia pakai masker, jadi aku nggak bisa melihat wajahnya dengan jelas, tapi aku merasa agak familier sama dia, tapi sepertinya juga nggak terlalu familier. Hanya saja, aku bisa memastikan dia cukup hebat dalam seni bela diri. Seharusnya selevel dengan Paman Andrew.”Caden mengernyitkan keningnya. “Kalian sempat bertarung?”Hayden mengangguk. “Emm! Aku dipantau dia sejak memasuki gunung. Dia terus mengamatiku, mewaspadaiku, dan bersikap nggak bersahabat! Tadinya aku ingin menyuruh Putih untuk melihat kondisi. Alhasil, baru saja aku selesai berbicara dengan Putih, dia malah melarikan diri.”“Setelah aku mengejarnya dan bertanya sama dia, dia malah nggak menjawab, melainkan langsung turun tangan. Kami pun bertarung sebentar. Setelah dia menyadari dia nggak sanggu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status