Share

Bab 211

Author: Rizu Key
last update publish date: 2026-04-16 23:01:21

Tina menatap wajah cantik majikannya yang tampak sedikit pucat karena kelelahan baik fisik maupun pikiran. "Kalau teman dekat, Tuan hanya dekat dengan Pak Samuel. Tapi saya ragu kalau Pak Samuel yang berkhianat. Bagaimana pun juga, mereka sudah seperti kakak adik, Nyonya."

Aya mengangguk. "Aku juga sepemikiran, Bi. Samuel selalu ada untuk Mas Ibra."

Tina ikut mengangguk menanggapi. "Terus... seingat saya teman dekat yang lain adalah Pak Niko. Tapi mereka tidak bisa dibilang terlalu dekat. Lalu.
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 299

    Aya menatap suaminya dengan tatapan haru. Matanya mulai berkaca-kaca menahan letupan kebahagiaan yang membuncah di dalam dada. Sikap Ibra yang begitu cekatan dan perhatian dalam mempersiapkan kelahiran anak mereka benar-benar menyentuh hatinya. Ini adalah pertama kalinya setelah enam tahun lamanya, akhirnya ia bisa merasakan perhatian dari seorang suami."Mas... terima kasih banyak, ya. Kamu selalu memikirkan segalanya dengan matang. Aku merasa sangat beruntung menjadi istrimu," bisik Aya tulus, memeluk pinggang Ibra dengan erat.Ibra membalas pelukan itu, menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Aya yang beraroma bunga lembut dan menenangkan. "Aku yang beruntung memilikimu, Aya. Sudah menjadi kewajibanku untuk memastikan kamu dan anak-anak kita mendapatkan yang terbaik. Apa lagi ini belum cukup untuk menebus ketidakhadiranku di kehamilan pertamamu," paparnya.Mereka berpelukan dalam keheningan yang sarat akan rasa cinta untuk beberapa saat. Kamar itu terasa begitu hangat, dipenuhi oleh

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 298

    Malam pun tiba menyelimuti kediaman keluarga Bagaskara. Suasana rumah yang megah itu berangsur sepi setelah Putra beranjak ke kamarnya untuk tidur. Sementara Lili juga sudah kembali ke kasur kucingnya yang ada di pojokan.Di atas ranjang berukuran king size, Ibra bersandar pada kepala ranjang dengan sebuah buku di tangannya. Namun, tatapan matanya sama sekali tidak fokus pada deretan kalimat yang tertulis di sana. Pikirannya masih tertuju pada ucapan Putra siang tadi di ruang tengah.'Tiga hari lagi Bunda ulang tahun. Ayah siapin hadiah buat Bunda. Terutama apa yang Bunda suka. Kan Ayah cinta sama Bunda.'Kalimat polos dari putra sulungnya itu terus terngiang, berputar-putar di dalam kepalanya. Ibra menghela napas panjang, menutup buku di tangannya dengan pelan lalu meletakkannya di atas nakas. Ia melirik ke samping, tempat di mana Aya sedang duduk bersandar sembari mengelus perutnya yang kian membuncit.Ada rasa bersalah yang tiba-tiba menyusup ke relung hati Ibra. Sebagai seorang su

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 297

    Kedua mata Lia membulat saat mendengar percakapan dua pemuda dan pemudi di hadapannya. Wanita itu kini kembali tersadar dari pikiran-pikiran di dalam kepalanya. "Cukup!" sentaknya tiba-tiba. Tatapannya yang tadinya bingung kini berubah tajam kembali."Enak saja kamu mengambil untungnya saja. Kalian pikir setelah kalian bersenang-senang, aku akan merawat kalian? Jangan bermimpi! Aku sudah cukup sakit melahirkan anak nggak berguna ini!" cecar Lia tajam.Dengan tangan yang masih sedikit gemetar karena sisa amarah dan ketakutan, Lia meraih pulpen dari tangan Niko. Tanpa membaca lebih detail lagi, ia menggoreskan tanda tangannya di atas materai yang sudah menempel di surat tersebut.Sret sret sretBegitu tanda tangan itu selesai dibuat, Niko segera menarik surat tersebut. Ia memeriksanya sejenak, memastikan semuanya sah, lalu memasukkannya kembali ke dalam map cokelat bersama dengan surat keterangan medisnya. Sementara dokumen bukti kejahatan ayah dan kakaknya sengaj

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 296

    Lia menelan ludah yang terasa getir. Ada kilat kepanikan di matanya, bukan karena mengkhawatirkan nyawa anaknya, melainkan karena ia sadar bahwa harapan terakhirnya kini sedang di ujung tanduk."Kalau Mamah menuntutku untuk bertanggung jawab sebagai anak keluarga Pramana, maka sesuai hukum, keluarga Pramana juga harus bertanggung jawab penuh atas diriku. Aku menuntut kompensasi atas seluruh pengabaian masa kecilku, dan aku menuntut keluarga ini menanggung seluruh biaya pengobatanku dan operasi yang nilainya milyaran rupiah," ancam Niko dengan nada yang menusuk."Milyaran rupiah?! Dari mana Mamah punya uang sebanyak itu sekarang?!" seru Lia panik. "Semua aset Papah dan Liam dibekukan oleh polisi!""Aku tahu," Niko tersenyum tipis, sebuah senyuman yang penuh dengan kemenangan pahit. "Dan aku juga bisa saja menyebarkan semua dokumen pengabaian anak ini, beserta rekam medis ini ke media massa. Bayangkan bagaimana tanggapan publik dan sisa kolega bisnis kalian saat mengetahui bahwa keluarg

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 295

    Lia tertegun sejenak mendengarkan nada anak bungsunya yang tak biasa. Baru pertama kali ini ia mendengar Niko bicara dingin padanya dan ia sedikit terkejut. Namun ego tingginya segera mengambil alih kembali."Apa maksudmu bertanya seperti itu? Jawab saja pertanyaan Mamah! Kapan kamu akan membebaskan Papah dan kakakmu?!" bentak Lia.Niko melepaskan pelukan tangan Gina di lengannya dengan lembut, memberikan senyuman tipis yang mengisyaratkan agar kekasihnya tetap tenang. Niko kemudian melangkah menuju meja kaca di depan sofa, lalu meletakkan tas kerja kulit hitamnya di sana. Dengan gerakan yang sangat tenang, ia membuka risleting tas tersebut dan mengeluarkan sebuah map tebal berwarna cokelat tua yang sejak semalam telah ia persiapkan tanpa sepengetahuan siapa pun.Klak!Niko menjatuhkan pelan map tebal itu di atas meja kaca. Namun gerakan itu mampu membuat vas bunga kecil di atas meja sedikit bergetar."Aku menolak," ucap Niko tegas, menatap lurus ke dalam manik mata ibunya. "Aku tidak

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 294

    Ruang keluarga itu seketika diselimuti atmosfer yang mencekam. Lia Pramana, ibu kandung Niko, duduk bersandar di sofa beludru impor dengan dagu terangkat tinggi. Tatapannya tertuju pada tangan Gina yang masih melingkar di lengan putra bungsunya, seolah sedang melihat kotoran yang menjijikkan.Lia mendengus sinis, mengabaikan pembelaan Niko. "Calon istri? Niko, jangan membuat Mamah tertawa. Baik selera hukummu di perusahaan dan juga selera wanitamu benar-benar murahan. Tapi lupakan soal perempuan itu. Kita punya urusan yang jauh lebih penting daripada membahas mainanmu." Wanita itu jelas menghina Gina.Niko tidak membalas. Rahangnya semakin mengeras, namun ia tetap berdiri tegak, membiarkan ibunya menumpahkan segala ucapan kasar yang sudah dipersiapkan sejak wanita itu memintanya pulang. Ia sendiri menggenggam tangan Gina dengan perasaan bersalah dan takut gadis di sampingnya itu akan tersakiti.Lia sedikit memajukan tubuhnya. Ia duduk tegap dengan dada membusung angkuh. Wajahnya dilap

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 60

    Tawa Ibra berhenti, tetapi kilatan di matanya justru semakin intens saat kembali menatap Aya. Ia mengusap sudut bibirnya yang sedikit basah akibat pagutan tadi, sebuah gerakan yang membuat wajah Aya semakin memanas."Hyper?" Ibra mengulang kata tersebut dengan nada mengejek. "Mungkin kamu ben

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 61

    Darah Aya terasa membeku. Ancaman itu adalah kelemahan terbesarnya. Ia menelan ludah, matanya mulai berkaca-kaca karena amarah yang tertahan. "Kamu... kamu jahat sekali. Ternyata kamu memang licik.""Itu bukan licik. Tapi begitulah dunia bekerja," jawab Ibra santai meski tiba-tiba dadanya nye

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 52

    Aya mengamati penampilan anaknya. Putra telihat bersinar. Tubuhnya bersih dan pakaiannya mahal. Bocah itu pun terlihat mengusap air matanya karena menahan rindu pada sang ibu."Bunda...." isak Putra.Tangan Aya terjulur mengusap pipi Putra dengan lembut. Lalu wanita itu memeriksa anaknya lagi. "Man

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 53

    Ibra tersadar. Pria itu menatap anaknya yang kembali lengket dengan ibu kandungnya. Vonis mandul yang ia derita nyatanya salah. Namun hal penting yang harus ia sadari adalah bahwa hanya Aya yang bisa membuatnya menjadi pria normal."Presdir?" panggil Putra lagi. Bocah itu menunggu jawaban darinya.

    last updateLast Updated : 2026-03-22
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status