Share

Bab 217

Author: Rizu Key
last update publish date: 2026-04-19 21:30:35

"Aku sudah memindahkan isinya ke tablet ini agar lebih mudah dilihat. Kamu harus lihat video dan beberapa dokumen di dalamnya."

Ibra mengambil tablet dari tangan Aya. Layarnya menampilkan sebuah folder bernama 'Pramana-Project'. Dengan jari yang masih kaku, Ibra menekan ikon video pertama.

Video itu tampak diambil secara sembunyi-sembunyi dari sudut sebuah ruangan yang terlihat seperti ruang kerja mewah. Kemungkinan besar merupakan kantor pribadi Hengki di kediamannya. Di sana, terlih
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 218

    Ibra terdiam. Ia masih terlihat menahan keterkejutannya itu pada salah satu orang dekatnya. Mengetahui bahwa sahabat mendiang ayahnya telah berkhianat, membuatnya seolah tak percaya."Kita akan tahu setelah dia diproses oleh hukum," jawab Ibra dengan kedua tangan terkepal erat.Aya menggenggam erat tangan Ibra. "Iya, Mas. Kita serahkan mereka pada yang berwajib."Dengan mengangguk tanda setuju, Ibra menyimpan flashdisk tersebut dan juga surat dari Niko. Beruntung Ibra tidak menyalahkan Samuel berkat nasihat istrinya.Ibra menarik Aya ke dalam pelukannya lagi. Ia kemudian mengecup kening istrinya cukup lama. "Terima kasih, Sayang. Kamu sudah sangat berani membawa ini padaku. Sekarang, biarkan aku yang menyelesaikan sisanya."Pelukan pun diurai. Ibra menatap wajah sang istri dan mengusap lembut pipi Aya. Ia kemudian duduk tegak. Sementara Aya mengusap perutnya.Pria itu meraih ponselnya untuk memanggil Samuel. "Segera masuk ke ruanganku, sekarang!" perintahnya.Tak lama kemudian, Samuel

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 217

    "Aku sudah memindahkan isinya ke tablet ini agar lebih mudah dilihat. Kamu harus lihat video dan beberapa dokumen di dalamnya."Ibra mengambil tablet dari tangan Aya. Layarnya menampilkan sebuah folder bernama 'Pramana-Project'. Dengan jari yang masih kaku, Ibra menekan ikon video pertama.Video itu tampak diambil secara sembunyi-sembunyi dari sudut sebuah ruangan yang terlihat seperti ruang kerja mewah. Kemungkinan besar merupakan kantor pribadi Hengki di kediamannya. Di sana, terlihat Hengki sedang duduk bersama seorang pria yang Ibra kenali sebagai CEO New World Development, pria yang tampil di berita saat ini. Bukan hanya mereka saja, ada satu orang lagi yang merupakan anak sulung Hengki Permana, kakak kandung Niko, Liam."Jangan khawatir." Suara Hengki terdengar jelas di speaker tablet. "Kita pasti bisa menghancurkan mereka," lanjutnya.Lalu Liam ikut bersuara setelah ayahnya. "Kepala IT Bagaskara memang ketat, tapi mereka punya satu celah yaitu loyalitas buta d

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 216

    Tangan Ibra sedikit gemetar saat membuka lipatan kertas di tangannya. Aroma kertas itu biasa saja, namun pesan yang tertulis di dalamnya terasa seperti hantaman palu di dalam dadanya. Ia mulai membaca baris demi baris tulisan tangan Niko yang tampak terburu-buru namun masih bisa terbaca dengan jelas.[Untuk Kak Ibra dan Kak AyaSemoga surat ini sampai di tangan kalian tepat pada hari di mana yang seharusnya. Aku tidak tahu apakah kalian akan percaya atau tidak pada pesanku ini. Aku sendiri tidak berhak meminta kepercayaanmu. Tapi tolong, demi keselamatan kalian, terutama Kak Aya, Putra, dan anak kedua kalian yang sedang dikandung Kakak Ipar, bacalah ini sampai selesai.]Ibra menghela napas. Ia menoleh ke arah Aya sejenak lalu mengusap perut istrinya dengan lembut, sebelum kembali membaca surat dari Niko.[Aku tahu jika Kakak sedang mencari keberadaan orang di balik Beatrice. Orang yang kemungkinan besar ingin mencoba meruntuhkan Bagaskara Group. Kakak mencurigai kompetitor jauh, Kakak

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 215

    Suasana di lantai eksekutif Bagaskara Group terasa mencekam. Ibra berdiri di depan jendela besar ruangannya, menatap gedung-gedung tinggi dengan rahang yang mengeras. Di belakangnya, beberapa staf IT tertunduk lesu."Bagaimana mungkin informasi soal proyek kita bisa dicuri dalam waktu kurang dari dua belas jam?" Suara Ibra rendah, namun penuh penekanan yang mengancam."Mohon maaf, Pak Presdir. Tapi tidak ada tindakan dan akses yang mencurigakan selama beberapa minggu terakhir ini. Bahkan keamanan sudah diperketat. Kami juga memastikan tidak ada informasi yang bocor," jelas kepala tim IT dengan suara gemetar."Tidak bocor? Lalu kenapa perusahaan baru bisa mempunyai ide proyek yang sama persis dengan kita? Bahkan mereka merilisnya lebih dulu? Apa kalau tidak bocor?" sentak Ibra.Semua orang terdiam. Termasuk kepala tim IT. Samuel yang berdiri di belakang sang Presdir pun juga memilih diam.Ibra memejamkan mata. Lagi-lagi ada yang berani berkhianat setelah semua hal

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 214

    Aya meremas jemari Tina, menyalurkan keyakinan yang sebenarnya juga tengah ia bangun di dalam hatinya sendiri. Tatapannya tajam, tidak ada lagi keraguan seperti beberapa menit yang lalu."Bi, dengarkan aku. Ini bukan sekadar surat atau flashdisk biasa. Di dalam sini ada bukti rencana sabotase terhadap proyek besar Mas Ibra. Ada rekaman suara, ada dokumen strategi yang mereka curi. Jika aku tidak bergerak sekarang, New World Development akan menghancurkan Bagaskara Group sebelum Mas Ibra sempat melawan," bisik Aya dengan nada mendesak.Tina menelan ludah, wajahnya masih menyiratkan kecemasan yang mendalam. "Tapi Nyonya sedang hamil. Di luar sana sedang tidak aman sejak masalah Nona Beatrice itu mencuat. Tuan Ibra pasti akan marah besar kalau tahu Nyonya keluar tanpa izinnya.""Dia akan lebih marah pada dirinya sendiri jika dia kehilangan segalanya hari ini, Bi. Aku nggak bisa hanya diam saja melihat suamiku dihancurkan dari dalam. Tolong, panggilkan Pak Santo. Minta dia siapkan dua mob

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 213

    Aya terpaku. Matanya melebar, menatap nanar pada deretan kalimat yang tertulis tapi saat ia kembali melanjutkan membaca. Napasnya tertahan di tenggorokan. Ekspresi tegar yang sedari tadi ia pertahankan runtuh seketika, berganti dengan raut kaget yang bercampur dengan rasa tidak percaya yang luar biasa."Bunda?" Putra menyentuh pipi ibunya yang mendadak pucat. "Bunda kenapa? Isinya jelek, ya? Apa Om Niko nakal dan bikin Bunda sedih?" tanya bocah itu dengan polosnya.Aya tidak segera menjawab. Ia masih menatap surat di tangannya. Lalu meletakkan surat itu ke meja kaca di depannya, dan meraih kembali kotak beludru hitam."Bunda?" Putra kembali menatap ibunya.Dengan tangan gemetar, Aya menarik sesuatu yang menyembul di dalam kotak. Saat bagian itu ditarik, ada sebuah ruangan kecil yang menyimpan benda kecil nan pipih berwarna silver metalik."Ini...." gumam Aya pelan, mengeluarkan sebuah flashdisk dari dalam kotak."Itu apa, Bun?" tanya Putra sembari menatap heran pada flashdisk di tanga

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 106

    Di saat yang sama, tepatnya di kamar VIP Irish Grand Hotel, suasana sangat berbeda. Tirai jendela masih tertutup rapat, membuat ruangan itu tampak temaram.Di atas tempat tidur king size, Ibra terbaring dengan napas yang tidak teratur. Keringat dingin membasahi dahinya, dan wajahnya nampak memerah

    last updateLast Updated : 2026-03-29
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 99

    Aya membaringkan Putra ke atas tempat tidur dengan gerakan selembut mungkin. Ia menyelimuti tubuh kecil itu, mengecup keningnya lama, seolah mencari kekuatan dari aroma lembut chamomile yang masih tersisa di kulit Putra.Wanita itu berusaha mengabaikan keberadaan sosok tinggi yang berdiri di ambang

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 97

    Ibra langsung menoleh pada anaknya, wajahnya berubah lembut seketika. "Bunda bilang dagingnya enak sekali, sampai dia ingin berterima kasih pada Ayah dengan cara... memijat bahu Ayah nanti di rumah," ucap pria itu dengan seenaknya.Kedua mata Aya membulat. "Aku nggak bilang begitu.""Benarkah, Bund

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 92

    Keesokan harinya, suasana di kantor milik Ibra tampak lebih sibuk dari biasanya. Meskipun kondisi fisiknya belum seratus persen pulih, Ibra bersikeras untuk datang sendiri. Pagi tadi, ia dengan tegas melarang Aya ikut."Kamu di rumah saja. Urus Putra. Jangan karena satu kali keberuntungan di rapat

    last updateLast Updated : 2026-03-27
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status