Teilen

Bab 249

last update Veröffentlichungsdatum: 08.05.2026 21:00:39

"Kenapa dia bisa tertangkap?" bisik Liam, tampak geram sembari mengepalkan kedua tangannya. Ia menatap Darmawan yang sejak tadi ia tunggu malah tampak begitu bodoh di depan umum.

Suasana di dalam ruang sidang utama Pengadilan Negeri itu mendadak sunyi senyap, seolah oksigen di ruangan itu terserap habis saat Darmawan duduk di kursi saksi. Hengki Pramana mencengkeram pinggiran meja hijau di depannya hingga buku-buku jarinya memutih.

Mata pria itu yang merah menatap Darmawan dengan kebe
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 250

    "Menarik sekali kuasa hukum Anda, Pak Hengki," ujar Rafael santai. "Dokumen yang Anda pegang itu memang terlihat asli. Sayangnya, 'keaslian' itu hanya di atas kertas yang sudah dipesan sebelumnya." Pria itu menatap sang Hakim Ketua."Yang Mulia, izinkan kami menunjukkan bukti tandingan untuk membantah 'bukti palsu' mereka. Sebuah bukti yang tidak bisa dibantah oleh kertas-kertas lama yang sudah dimanipulasi ini," lanjutnya dengan tegas. Sementara Ibra memilih diam memercayakan masalah ini padanya.Rafael kemudian meminta tim teknisnya untuk mengganti tampilan di layar proyektor. Kali ini, yang muncul bukan lagi video, melainkan sebuah rekaman audio percakapan telepon yang sangat jernih."Pak Darmawan, uangnya sudah masuk ke rekening luar negeri Anda. Pastikan mekanik itu benar-benar hilang. Jangan sampai ada satu pun benda yang tersisa di lokasi yang bisa dijadikan bukti."Suara itu sangat khas. Suara Hengki Pramana di masa mudanya, dua puluh tahun yang lalu, meskipu

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 249

    "Kenapa dia bisa tertangkap?" bisik Liam, tampak geram sembari mengepalkan kedua tangannya. Ia menatap Darmawan yang sejak tadi ia tunggu malah tampak begitu bodoh di depan umum.Suasana di dalam ruang sidang utama Pengadilan Negeri itu mendadak sunyi senyap, seolah oksigen di ruangan itu terserap habis saat Darmawan duduk di kursi saksi. Hengki Pramana mencengkeram pinggiran meja hijau di depannya hingga buku-buku jarinya memutih.Mata pria itu yang merah menatap Darmawan dengan kebencian dan juga kecemasan yang bercampur menjadi satu. Pria yang biasanya menjadi 'pembersih' jejaknya itu kini hanya menunduk, gemetar menghadapi ribuan pasang mata yang mengintai lewat lensa kamera yang saling berlomba berkilat seperti petir yang menyambar.Hakim Ketua kembali mengetuk palunya sekali lagi, memecah kesunyian yang mencekam tersebut. "Saksi Darmawan, harap berikan keterangan dengan sejujur-jujurnya sesuai dengan sumpah yang telah Anda ucapkan."Wajah Hakim Ketua tampak men

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 248

    Gedung Pengadilan Negeri yang berada di pusat kota sudah dikepung oleh massa dan awak media sejak pukul tujuh pagi. Saat mobil Ibra tiba, suasana sempat riuh, namun Ibra keluar dengan tenang. Ia mengenakan setelan jas abu-abu tua yang sangat pas di tubuhnya, memberikan kesan wibawa, tegas, dan juga dingin yang tak tergoyahkan.Samuel turun lebih dulu, membantu membukakan pintu untuknya dan mendampingi sang Presdir masuk ke dalam gedung. Ia berjalan di samping Ibra. Tak kalah gagah dari atasannya."Pak, Jaksa Penuntut Umum sudah menerima tambahan bukti yang kita kirim tadi malam. Mereka sangat antusias dengan kasus ini. Ini bukan lagi soal sengketa bisnis, ini akan bergeser menjadi kasus pembunuhan berencana," lapor Samuel yang baru saja membuka tabletnya."Bagus. Apa orang itu sudah datang?" tanya Ibra tanpa menoleh."Kabarnya mereka baru saja masuk lewat pintu samping dengan pengawalan ketat kepolisian. Dia terlihat seperti anjing tua yang terluka. Dia pasti ketakutan sekarang jika t

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 247

    Di layar itu, sebuah postingan berisi video singkat dan beberapa foto menjadi viral di media sosial. Isinya bukan sekadar narasi, melainkan foto-foto otentik dari tempat kejadian perkara belasan tahun lalu yang tidak pernah dipublikasikan.Ada foto mobil kepala keluarga Bagaskara yang hancur, dan yang paling mengerikan, video sebuah mobil lain yang terekam di kamera ponsel jadul yang tersembunyi. Videonya memang kurang jelas dan hanya beberapa detik saja. Namun pelat nomor mobilnya terlihat cukup jelas dan yang sangat dikenal Hengki. Miliknya sendiri beberapa tahun silam.Tak hanya itu, salinan dokumen forensik yang menunjukkan aliran dana dari perusahaan Pramana ke pihak-pihak yang menyabotase kendaraan kepala keluarga Bagaskara tersebar luas di internet."Dari mana... dari mana mereka mendapatkan semua ini?!" Hengki berteriak murka, hampir membanting tablet itu namun berhasil diselamatkan oleh Liam."Pah... ini... ini sudah ditonton jutaan orang dalam waktu satu jam!" Liam panik, wa

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 246

    Setelah Samuel dan Yudha pamit, Ibra kembali menatap foto keluarga di sudut mejanya. Ia mengusap wajah ayahnya di foto itu."Pah, sebentar lagi. Tidurlah yang nyenyak. Aku sudah tahu siapa iblis yang memakai topeng manusia itu. Dia akan membayar setiap tetes darah yang mengalir malam itu dengan kehancuran berkali lipat."Ibra mengambil ponselnya, mengirim pesan singkat kepada Aya.[Aya, jangan tunggu aku pulang. Tidurlah dulu.]Ibra mematikan lampu ruangannya, membiarkan kegelapan menyelimuti dirinya. Monster di dalamnya memang sudah bangun, dan kali ini, monster itu memiliki senjata paling mematikan. Senjata kebenaran yang tidak terbantahkan yang telah disembunyikan oleh keluarga Pramana.Kegelapan di ruang kerja itu seolah menjadi selimut hitam bagi amarah Ibra yang telah lama tertahan. Setiap napas yang ia hirup terasa berat oleh beban masa lalu, namun kini, ada binar kepastian di matanya. Setelah bertahun-tahun salah menaruh kepercayaan, akhirnya ia memegang ujung benang merah yan

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 245

    Detik jarum jam di ruang kerja Ibra seolah berbunyi lebih keras dari biasanya. Suaranya membelah kesunyian lantai teratas gedung Bagaskara Group yang kini hanya dihuni oleh sedikit staf karena pekerjaan ekstra.Sejak kepergian Samuel dan Yudha pagi tadi, Ibra tidak beranjak dari kursinya. Ia mengabaikan makan siang dan teh chamomile yang sudah mendingin, hanya demi menatap layar monitor yang menampilkan grafik pertumbuhan perusahaan milik Hengki Pramana di Pramana Group.Ibra menyandarkan punggungnya, memijat pangkal hidungnya yang terasa berdenyut. Pikirannya melayang pada kenangan belasan tahun silam. Ia ingat betul bagaimana Hengki sering datang ke rumah mereka, membawa buah tangan, tertawa bersama ayahnya, Ronal, seolah mereka adalah saudara kandung."Munafik," desis Ibra. Suaranya serak, penuh kebencian yang selama ini terkubur di bawah topeng ketenangannya.*Ibra mulai membuka akses ke arsip digital pribadi milik ayahnya yang tersimpan dalam hard drive terenkripsi yang selama i

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 89

    Di depan ruang rapat, Samuel tampak gelisah. Meski ia sudah cukup menguasai materi dan masalah soal kerjasama ini, namun dirinya hanyalah seorang asisten. Sedangkan klien yang hadir berasal dari Jerman dan termasuk orang yang berpengaruh dalam dunia bisnis.'Tenanglah, Sam. Kita harus selesaikan in

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-27
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 91

    Aya hanya mendengus melihat tingkah Ibra yang sok kuat, padahal tangannya masih sedikit gemetar saat memegang sendok. Ia memilih beranjak untuk mengambil gelas teh hangat yang ia bawa tadi."Minum ini setelah buburnya habis," ujar Aya sembari meletakkan gelas di meja nakas yang dekat dengan posisi

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-27
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 87

    "Emmmhhh...." Lenguhan pelan itu terdengar. Aya membuka kedua matanya dan menoleh ke arah suaminya.Pagi itu, cahaya matahari merayap masuk melalui celah gorden yang sedikit terbuka, menerangi kamar yang mewah. Aya baru saja bangun. Tubuhnya memang terasa pegal luar biasa, namun tanggung jawabnya s

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-26
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 85

    "Ah, maaf...." cicit Aya yang tersadar akan tindakannya. Wanita itu menegakkan badannya dan melepaskan genggaman tangannya.Ibra hanya diam dengan ekspresi datar. Membuat suasana semakin canggung. Aya cepat-cepat menoleh ke jendela dan membiarkan dirinya memandangi lampu jalanan yang mulai menyala.

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-26
Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status