Share

Bab 290

Penulis: Rizu Key
last update Tanggal publikasi: 2026-06-07 22:55:35

[Mamah]

Gina yang menyadari perubahan raut wajah kekasihnya ikut melirik ke arah layar ponsel. Ia bisa melihat guratan kecemasan sekaligus luka lama yang tiba-tiba mencuat di wajah tampan Niko.

"Siapa, Yang?" tanya Gina pelan, meskipun dia sebenarnya sudah bisa menebak dari reaksi kaku Niko.

"Mamah...." jawab Niko lirih. Suaranya terdengar tercekat di tenggorokan. Sudah berbulan-bulan lamanya wanita yang melahirkannya itu tidak pernah menghubungi nomornya. Bahkan saat dirinya pergi ke luar nege
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 290

    [Mamah]Gina yang menyadari perubahan raut wajah kekasihnya ikut melirik ke arah layar ponsel. Ia bisa melihat guratan kecemasan sekaligus luka lama yang tiba-tiba mencuat di wajah tampan Niko."Siapa, Yang?" tanya Gina pelan, meskipun dia sebenarnya sudah bisa menebak dari reaksi kaku Niko."Mamah...." jawab Niko lirih. Suaranya terdengar tercekat di tenggorokan. Sudah berbulan-bulan lamanya wanita yang melahirkannya itu tidak pernah menghubungi nomornya. Bahkan saat dirinya pergi ke luar negeri untuk melakukan pengobatan, tak ada satu pun yang peduli.Niko menatap ponselnya dengan bimbang, seolah-olah benda persegi itu adalah bom yang bisa meledak kapan saja dan melukainya. Jarinya menggantung di atas tombol berwarna merah, berniat untuk mengabaikan panggilan tersebut dan mematikan ponselnya.Namun, Gina segera menahan pergelangan tangan Niko. Gadis itu menggelengkan kepalanya dengan lembut. "Angkat aja, Mas. Siapa tahu ada hal yang benar-benar penting atau darurat."Niko menatap Gi

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 289

    Niko meletakkan cangkirnya ke atas meja. Ia memutar tubuhnya menghadap Gina. Tatapan matanya yang semula teduh kini berubah menjadi sangat dalam dan penuh kesungguhan. Ia meraih salah satu tangan Gina, menggenggam jemari lentik itu dengan kedua tangannya yang lebih besar."Kamu tenang saja, Sayang. Untuk sekarang aku baik-baik saja. Setidaknya aku sudah merasa lega karena meminta maaf pada Kak Ibra dan keluarganya," jawab Niko sembari menatap kedua mata Gina.Gina tersenyum. "Iya, Sayang. Aku juga ikut lega mendengarnya. Tapi... semua itu bukan salah kamu. Jadi kamu jangan merasa bersalah, Sayang," ucapnya mencoba menenangkan sang kekasih."Tapi darah Pramana juga mengalir di dalam diriku," balas Niko.Gina membalas menggenggam tangan Niko dengan erat dan hangat. Gadis itu menatap wajah Niko dengan tulus. "Kamu berbeda, Sayang. Kamu lebih mulia dari mereka. Lagian... maaf... kamu sudah terlalu lama menderita karena mereka. Jadi kamu nggak pantas menanggung dosa ayah dan kakakmu."Niko

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 288

    Acara tujuh bulanan Aya dan Ibra pun selesai. Satu per satu tamu mulai pamit undur diri, menyisakan ruang tamu keluarga itu yang kembali tenang.Di parkiran luar, Niko dan Gina berjalan beriringan menuju mobil SUV putih milik Niko. Sore itu pun terasa hangat, atmosfer di antara mereka juga terasa hangat dan penuh kenyamanan yang tak terucapkan setelah Niko meminta maaf kepada keluarga Bagaskara."Aku antar kamu pulang," ucap Niko sembari tersenyum lembut.Gina diam sejenak sebelum membalas. "Mas... Aku nggak usah pulang ke rumah ya malam ini?" ucapnya tiba-tiba, tepat saat Niko membukakan pintu mobil untuknya.Niko sempat terpaku sejenak, tangannya masih memegang gagang pintu. Kedua alisnya terangkat, menatap Gina dengan tatapan menyelidik namun lembut. "Eh? Tapi ini sudah petang, Sayang. Kak Hendra nanti nyariin. Aku bisa antar kamu pulang dulu sekarang, baru aku balik ke apartemen."Gina tersenyum manis. Ia melirik ke arah mobil sang kakak yang sudah lebih dulu

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 287

    Setelah mengatakan hal itu, Ibra kembali menatap Aya. Tangannya pun mengelus perut wanita itu dengan lembut. "Setidaknya dia berjasa dan aku tidak akan membiarkan siapa pun mencelakainya," tegas pria itu."Iya, Mas. Kita harus berterima kasih dan tahu balas Budi pada mereka berdua," sahut Aya sembari tersenyum manis. Dewi pun ikut tenang mendengarnya dan wanita paruh baya itu memilih mendekati sang cucu dan mengajaknya duduk, menjauh dari anak dan menantunya."Eh? Dia... Dia menendang," bisik Ibra dengan ekspresi penuh keterkejutan. Kedua alis tebalnya bahkan terangkat ke atas dan pria itu tampak senang. Tangan kanannya masih berada di perut Aya, merasakan pergerakan di dalam sana."Anak kita pintar sekali, kan? Dia tahu kalau ayahnya baru saja melakukan hal yang hebat," bisik Aya sembari menengadahkan wajahnya, menatap Ibra dengan penuh cinta."Ehem." Ibra berdeham pelan. Tampak samar bahwa pria itu salah tingkah. "Aku hanya melakukan apa yang harus dilakukan oleh seorang kepala kelu

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 286

    "Aku nggak meminta kalian untuk melupakan semuanya dengan mudah karena kesalahan mereka terutama Papah yang tidak bisa dimaafkan," lanjut Niko dengan mata yang mulai berkaca-kaca. "Tapi sebagai anak dan adik, aku merasa memiliki kewajiban moral yang harus kutunaikan sebelum aku menata kembali hidupku yang baru. Aku ingin kalian tahu bahwa aku mengutuk keras apa yang telah mereka lakukan. Aku sangat, sangat menyesal...."Ibra terdiam selama beberapa saat. Lalu pria kaku yang biasanya tidak banyak bicara itu menatap Niko dengan pandangan yang perlahan melunak. Ibra melangkah satu langkah ke depan, menghapus jarak di antara mereka. Alih-alih melayangkan amarah atau kata-kata makian, Ibra justru mengulurkan tangan kanannya ke arah Niko.Niko tertegun menatap telapak tangan Ibra yang terbuka di depannya."Tegakkan kepalamu, Niko," ujar Ibra dengan nada suara baritonnya yang tegas, namun sama sekali tidak ada nada permusuhan di dalamnya. "Semua itu bukan kesalahanku, dan jelas

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 285

    Di sana, berjalan berdampingan dua orang yang sangat Aya kenal dan sejak mulai acara dinantikan kehadirannya, Gina dan Niko. Aya hampir tidak mengenali Niko pada pandangan pertama saat kedua orang itu masuk dengan Pak Santo.Tatapan Aya terus tertuju pada mereka. Dewi pun juga ikut menatap kehadiran Gina dan Niko. Aya mengamati Niko, pria yang beberapa bulan lalu terlihat begitu pucat, kurus, dan lemah akibat digerogoti penyakit serta tekanan mental, kini berubah total. Niko terlihat jauh lebih segar, tubuhnya kembali berisi dan tegap, wajahnya yang tampan dan kalem itu, memancarkan rona merah yang sehat.Pakaian yang dikenakannya kini pas di tubuh, tidak kebesaran. Dan senyum tipis yang tulus tersungging di bibir Niko yang bergandengan tangan dengan Gina. Operasi besar dan serangkaian pengobatan intensif yang dijalaninya di luar negeri jelas telah membuahkan hasil yang luar biasa."Gina... Mas Niko....?" gumam Aya hampir tak terdengar.Gina yang menyadari pandangan Aya segera melamba

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 89

    Di depan ruang rapat, Samuel tampak gelisah. Meski ia sudah cukup menguasai materi dan masalah soal kerjasama ini, namun dirinya hanyalah seorang asisten. Sedangkan klien yang hadir berasal dari Jerman dan termasuk orang yang berpengaruh dalam dunia bisnis.'Tenanglah, Sam. Kita harus selesaikan in

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-27
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 91

    Aya hanya mendengus melihat tingkah Ibra yang sok kuat, padahal tangannya masih sedikit gemetar saat memegang sendok. Ia memilih beranjak untuk mengambil gelas teh hangat yang ia bawa tadi."Minum ini setelah buburnya habis," ujar Aya sembari meletakkan gelas di meja nakas yang dekat dengan posisi

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-27
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 87

    "Emmmhhh...." Lenguhan pelan itu terdengar. Aya membuka kedua matanya dan menoleh ke arah suaminya.Pagi itu, cahaya matahari merayap masuk melalui celah gorden yang sedikit terbuka, menerangi kamar yang mewah. Aya baru saja bangun. Tubuhnya memang terasa pegal luar biasa, namun tanggung jawabnya s

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-26
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 85

    "Ah, maaf...." cicit Aya yang tersadar akan tindakannya. Wanita itu menegakkan badannya dan melepaskan genggaman tangannya.Ibra hanya diam dengan ekspresi datar. Membuat suasana semakin canggung. Aya cepat-cepat menoleh ke jendela dan membiarkan dirinya memandangi lampu jalanan yang mulai menyala.

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-26
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status