Share

Bab 77

Author: Rizu Key
last update publish date: 2026-02-04 23:16:45

Terdengar helaan napas berat di belakang tubuh Aya. Wanita itu merasa takut. Ia takut pertanyaannya memancing emosi sang Presdir dan membuatnya tersiksa dengan percintaan kasar seperti beberapa waktu yang lalu.

"Ya," jawab Ibra. "Memang begitu. Di setiap generasi di keluargaku hanya akan terlahir satu keturunan saja. Maka dari itu... ketika aku tahu diriku impoten, aku tidak punya harapan lagi untuk keluargaku," lanjutnya.

Entah mengapa Aya merasa kasihan pada Ibra. Atau mungkin pada keluarga p
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Ida Nur Hidayati
ciiieee... ciiieee.....sudah mulai yaaa
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 205

    Aya terdiam. "Maksudnya?" tanya wanita itu heran."Itu baru spekulasi, Aya. Tapi... setidaknya kita memang harus berhati-hati," jawab Ibra."Iya, Mas. Aku mengerti. Setidaknya masalah ini harus segera diselesaikan supaya kita bisa hidup tenang," imbuh Aya."Ya sudah. Sekarang kita tidur. Ibu hamil nggak boleh begadang. Besok aku akan meminta laporan penyelidikan lagi," ujar Ibra lembut sembari mengelus perut Aya.Wanita itu perlahan berbaring. Ibra membantunya memakai selimut dengan gerakan lembut."Tidurlah," ucap Ibra lembut sembari mencium kening istrinya dan dirinya ikut berbaring. Tak lupa pria itu mematikan lampu utama dan menggantinya dengan lampu tidur.Malam itu, hujan turun rintik-rintik di luar. Di dalam kamar dengan pencahayaan yang remang-remang, Ibra berbaring menyamping, memeluk Aya dari belakang. Tangannya mengusap lembut perut Aya yang sudah besar, ingin merasakan gerakan halus dari calon buah hati mereka."Dia... semoga sehat dan semakin besar biar aku bisa merasakan

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 204

    Samuel tertegun mendengar perintah itu. "Audit menyeluruh, Pak? Termasuk keluarga dan orang kepercayaan Anda?" tanya pria itu.Ibra tidak menjawab. Matanya yang sedingin es sudah cukup menjadi jawaban. Samuel segera mengangguk patuh dan melangkah keluar dengan cepat, meninggalkan Ibra sendirian di ruang rapat yang kini terasa mencekam."Sam," panggil Ibra kemudian."Iya, Pak?""Periksa saja orang-orang terdekat. Termasuk para tim IT. Periksa mereka lagi. Juga... periksa para mitra saat ini. Apakah mereka melakukan tindakan yang mencurigakan akhir-akhir ini atau tidak. Soal keluargaku, biar aku sendiri yang memastikan," lanjutnya.Samuel menatap wajah sang Presdir. "Maaf, Pak. Apa Anda mencurigai Bu Aya?" tanyanya.Ibra diam lagi. Lalu pria itu menatap ke luar jendela yang menunjukkan gedung pencakar langit lain di sebelah gedung perusahaannya."Aku sendiri tidak percaya. Aya tidak pernah memiliki niat seperti itu. Tapi untuk meyakinkan dan mencari bukti kalau istriku tidak bersalah, a

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 203

    Semua orang terdiam. Termasuk Danu dan Wawan. Atmosfer di dalam ruangan itu pun berubah dingin dan penuh tekanan. Ibra kembali menunjukkan kekuasaan dinginnya.Ibra menatap mata mereka satu per satu. Tatapan tajam dan dingin yang selalu melekat padanya. "Saya harap kita akan melanjutkan kerjasama sesuai kontrak lama yang sedang berjalan. Namun untuk proyek baru ini, kami minta Anda sekalian memberikan waktu satu minggu lagi untuk pembuktian akhir. Keputusan final akan diambil minggu depan."Jawaban yang tegas itu tidak menyisakan ruang untuk debat. Meski beberapa wajah masih tampak ragu, mereka tahu bahwa Ibra telah memberikan jalan tengah yang paling logis. Rapat pun resmi ditutup dalam damai.Ibra menghela napas, menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi yang empuk dengan satu tangan yang mengetuk-ngetuk pelan meja.Satu per satu peserta rapat mulai meninggalkan ruangan dengan langkah terburu-buru, seolah ingin segera lepas dari atmosfer berat yang menyelimuti mereka selama dua j

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 202

    Suasana di dalam ruang rapat lantai lima gedung perusahaan Bagaskara Group terasa seperti medan perang yang dingin. Meskipun pendingin ruangan diatur pada suhu 22 derajat celsius, keringat dingin tampak mengintip di pelipis beberapa orang.Meja jati panjang yang mengilap di tengah ruangan seolah menjadi pembatas antara dua kubu yang sedang menimbang nasib. Sebagian dari mereka yang ingin melangkah maju demi keuntungan besar, dan satu kubu yang masih meragukan Bagaskara Group karena insiden yang menghebohkan beberapa waktu yang lalu.Ibra duduk di kursi kebesarannya, posisi punggungnya tegak, menunjukkan kekuasaan yang tak tergoyahkan. Di sebelah kanannya, Samuel, asisten kepercayaannya, telah menyiapkan setumpuk dokumen digital yang terpampang jelas di layar proyektor besar.Di dalam ruang itu, suasana terasa formal dan sedikit lebih tegang meski yang hadir adalah orang-orang yang sudah lama bekerja sama dengan Ibra. Ada beberapa direktur dari perusahaan rekanan yang cukup dekat secar

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 201

    Gedung pencakar langit berlogo Bagaskara Group itu tampak jauh lebih hidup hari ini. Setelah berhasil menangani masalah kebocoran data, hari ini adalah hari penting bagi perusahaan Ibra untuk kembali mendapatkan kepercayaan dari mitranya.Setelah menikmati waktu liburan tiga hari dua malam, Ibra kembali ke kursi kebesarannya. Ia sedang duduk di kursi kerja sembari memeriksa beberapa dokumen penting yang diserahkan oleh Samuel.Siang itu Ibra sedang menatap tumpukan laporan keuangan saat pintu ruangannya diketuk pelan kemudian terbuka perlahan. Ia tidak perlu bertanya siapa itu. Dari aroma parfum bunga yang lembut selalu mendahului langkahnya."Mas Ibra?" Sapaan lembut terdengar dari ambang pintu.Ibra langsung mendongak. Wajah yang tadinya kaku karena angka-angka, mendadak melembut dengan senyuman. Di ambang pintu, Aya berdiri dengan balutan dress sutera untuk ibu hamil berwarna pastel yang longgar namun tetap memancarkan keanggunan. Di tangannya, sebuah tas bekal tersampir."Aya? Kam

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 200

    "Sayang?" panggil Gina lembut."Hm?"Gina mengendurkan pelukannya dan mendongak menatap wajah pucat sang kekasih. Meski pucat, wajah Niko cukup tampan dengan alis tebal dan hidung yang mancung. Rahang tegasnya pun menambah ketampanannya yang memiliki sisi imut."Apa ada masalah? Sebenarnya Mas tadi mau minta tolong apa sama Putra?" tanya Gina sembari menatap wajah Niko.Pria itu diam sebentar. Lalu ia menarik pinggang Gina ke dalam pelukannya. "Kita makan, yuk? Aku sudah lapar," ajaknya. Pria itu sengaja mengalihkan pembicaraan.Gina pun tak berani bertanya lagi. Mereka akhirnya masuk ke dalam vila untuk makan pagi bersama.*Di sisi lain, sekitar pukul delapan, Ibra, Aya, dan Putra kembali ke vila mereka. Tina sudah menyiapkan buah-buahan segar di meja ruang tengah. Putra yang kelelahan tapi juga kekenyangan, segera merangkak ke sofa dan tertidur pulas dengan sekumpulan kerang yang masih dalam genggaman."Ya ampun, dia ketiduran," gumam Aya sembari mendekati anaknya."Biarkan saja."

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 106

    Di saat yang sama, tepatnya di kamar VIP Irish Grand Hotel, suasana sangat berbeda. Tirai jendela masih tertutup rapat, membuat ruangan itu tampak temaram.Di atas tempat tidur king size, Ibra terbaring dengan napas yang tidak teratur. Keringat dingin membasahi dahinya, dan wajahnya nampak memerah

    last updateLast Updated : 2026-03-29
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 99

    Aya membaringkan Putra ke atas tempat tidur dengan gerakan selembut mungkin. Ia menyelimuti tubuh kecil itu, mengecup keningnya lama, seolah mencari kekuatan dari aroma lembut chamomile yang masih tersisa di kulit Putra.Wanita itu berusaha mengabaikan keberadaan sosok tinggi yang berdiri di ambang

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 26

    Aya membeku. Dalam kegelapan dan kepanikan pukul satu dini hari tadi, ia salah mengambil kemeja. Ini bukan kemeja miliknya yang ia beli di pasar swalayan. Ini adalah kemeja milik Ibra yang dilempar pria itu begitu saja sebelum mereka bergumul semalam."Bunda kok bajunya besar sekali? Kayak baju rak

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 11

    Ibra semakin mengeratkan pelukannya. "Aku sudah membawa pasangan. Sebaiknya kamu pergi," usirnya membuat sang wanita kecewa.Kedua mata Aya mengerjap tak percaya. Tenyata ia diajak oleh sang Presdir hanya untuk mengusir para wanita penggoda."Pak... Lepaskan saya, dia sudah pergi," bisik Aya sembar

    last updateLast Updated : 2026-03-17
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status