Share

Bab 78 (18+)

Penulis: Rizu Key
last update Tanggal publikasi: 2026-02-05 21:25:28

"Hentikan...." ucap Aya merasa kegelian.

Tangan besar Ibra kini bergerak membelai dadanya. Menarik tangan Aya agar tak menutupi dada sintal itu. Lalu menarik tubuh Aya ke dalam pelukannya. Membuat Aya dapat merasakan debaran jantung Ibra yang menempel punggung.

"Aku ingin melakukannya sekarang," bisik pria itu dengan suara berat yang menggelitik.

Dagu Ibra menempel di baju Aya. Dan pelukannya cukup erat sehingga mustahil wanita itu bisa kabur.

"Ta-tapi tadi malam sudah...." cicit Aya dengan wa
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 250

    "Menarik sekali kuasa hukum Anda, Pak Hengki," ujar Rafael santai. "Dokumen yang Anda pegang itu memang terlihat asli. Sayangnya, 'keaslian' itu hanya di atas kertas yang sudah dipesan sebelumnya." Pria itu menatap sang Hakim Ketua."Yang Mulia, izinkan kami menunjukkan bukti tandingan untuk membantah 'bukti palsu' mereka. Sebuah bukti yang tidak bisa dibantah oleh kertas-kertas lama yang sudah dimanipulasi ini," lanjutnya dengan tegas. Sementara Ibra memilih diam memercayakan masalah ini padanya.Rafael kemudian meminta tim teknisnya untuk mengganti tampilan di layar proyektor. Kali ini, yang muncul bukan lagi video, melainkan sebuah rekaman audio percakapan telepon yang sangat jernih."Pak Darmawan, uangnya sudah masuk ke rekening luar negeri Anda. Pastikan mekanik itu benar-benar hilang. Jangan sampai ada satu pun benda yang tersisa di lokasi yang bisa dijadikan bukti."Suara itu sangat khas. Suara Hengki Pramana di masa mudanya, dua puluh tahun yang lalu, meskipu

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 249

    "Kenapa dia bisa tertangkap?" bisik Liam, tampak geram sembari mengepalkan kedua tangannya. Ia menatap Darmawan yang sejak tadi ia tunggu malah tampak begitu bodoh di depan umum.Suasana di dalam ruang sidang utama Pengadilan Negeri itu mendadak sunyi senyap, seolah oksigen di ruangan itu terserap habis saat Darmawan duduk di kursi saksi. Hengki Pramana mencengkeram pinggiran meja hijau di depannya hingga buku-buku jarinya memutih.Mata pria itu yang merah menatap Darmawan dengan kebencian dan juga kecemasan yang bercampur menjadi satu. Pria yang biasanya menjadi 'pembersih' jejaknya itu kini hanya menunduk, gemetar menghadapi ribuan pasang mata yang mengintai lewat lensa kamera yang saling berlomba berkilat seperti petir yang menyambar.Hakim Ketua kembali mengetuk palunya sekali lagi, memecah kesunyian yang mencekam tersebut. "Saksi Darmawan, harap berikan keterangan dengan sejujur-jujurnya sesuai dengan sumpah yang telah Anda ucapkan."Wajah Hakim Ketua tampak men

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 248

    Gedung Pengadilan Negeri yang berada di pusat kota sudah dikepung oleh massa dan awak media sejak pukul tujuh pagi. Saat mobil Ibra tiba, suasana sempat riuh, namun Ibra keluar dengan tenang. Ia mengenakan setelan jas abu-abu tua yang sangat pas di tubuhnya, memberikan kesan wibawa, tegas, dan juga dingin yang tak tergoyahkan.Samuel turun lebih dulu, membantu membukakan pintu untuknya dan mendampingi sang Presdir masuk ke dalam gedung. Ia berjalan di samping Ibra. Tak kalah gagah dari atasannya."Pak, Jaksa Penuntut Umum sudah menerima tambahan bukti yang kita kirim tadi malam. Mereka sangat antusias dengan kasus ini. Ini bukan lagi soal sengketa bisnis, ini akan bergeser menjadi kasus pembunuhan berencana," lapor Samuel yang baru saja membuka tabletnya."Bagus. Apa orang itu sudah datang?" tanya Ibra tanpa menoleh."Kabarnya mereka baru saja masuk lewat pintu samping dengan pengawalan ketat kepolisian. Dia terlihat seperti anjing tua yang terluka. Dia pasti ketakutan sekarang jika t

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 247

    Di layar itu, sebuah postingan berisi video singkat dan beberapa foto menjadi viral di media sosial. Isinya bukan sekadar narasi, melainkan foto-foto otentik dari tempat kejadian perkara belasan tahun lalu yang tidak pernah dipublikasikan.Ada foto mobil kepala keluarga Bagaskara yang hancur, dan yang paling mengerikan, video sebuah mobil lain yang terekam di kamera ponsel jadul yang tersembunyi. Videonya memang kurang jelas dan hanya beberapa detik saja. Namun pelat nomor mobilnya terlihat cukup jelas dan yang sangat dikenal Hengki. Miliknya sendiri beberapa tahun silam.Tak hanya itu, salinan dokumen forensik yang menunjukkan aliran dana dari perusahaan Pramana ke pihak-pihak yang menyabotase kendaraan kepala keluarga Bagaskara tersebar luas di internet."Dari mana... dari mana mereka mendapatkan semua ini?!" Hengki berteriak murka, hampir membanting tablet itu namun berhasil diselamatkan oleh Liam."Pah... ini... ini sudah ditonton jutaan orang dalam waktu satu jam!" Liam panik, wa

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 246

    Setelah Samuel dan Yudha pamit, Ibra kembali menatap foto keluarga di sudut mejanya. Ia mengusap wajah ayahnya di foto itu."Pah, sebentar lagi. Tidurlah yang nyenyak. Aku sudah tahu siapa iblis yang memakai topeng manusia itu. Dia akan membayar setiap tetes darah yang mengalir malam itu dengan kehancuran berkali lipat."Ibra mengambil ponselnya, mengirim pesan singkat kepada Aya.[Aya, jangan tunggu aku pulang. Tidurlah dulu.]Ibra mematikan lampu ruangannya, membiarkan kegelapan menyelimuti dirinya. Monster di dalamnya memang sudah bangun, dan kali ini, monster itu memiliki senjata paling mematikan. Senjata kebenaran yang tidak terbantahkan yang telah disembunyikan oleh keluarga Pramana.Kegelapan di ruang kerja itu seolah menjadi selimut hitam bagi amarah Ibra yang telah lama tertahan. Setiap napas yang ia hirup terasa berat oleh beban masa lalu, namun kini, ada binar kepastian di matanya. Setelah bertahun-tahun salah menaruh kepercayaan, akhirnya ia memegang ujung benang merah yan

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 245

    Detik jarum jam di ruang kerja Ibra seolah berbunyi lebih keras dari biasanya. Suaranya membelah kesunyian lantai teratas gedung Bagaskara Group yang kini hanya dihuni oleh sedikit staf karena pekerjaan ekstra.Sejak kepergian Samuel dan Yudha pagi tadi, Ibra tidak beranjak dari kursinya. Ia mengabaikan makan siang dan teh chamomile yang sudah mendingin, hanya demi menatap layar monitor yang menampilkan grafik pertumbuhan perusahaan milik Hengki Pramana di Pramana Group.Ibra menyandarkan punggungnya, memijat pangkal hidungnya yang terasa berdenyut. Pikirannya melayang pada kenangan belasan tahun silam. Ia ingat betul bagaimana Hengki sering datang ke rumah mereka, membawa buah tangan, tertawa bersama ayahnya, Ronal, seolah mereka adalah saudara kandung."Munafik," desis Ibra. Suaranya serak, penuh kebencian yang selama ini terkubur di bawah topeng ketenangannya.*Ibra mulai membuka akses ke arsip digital pribadi milik ayahnya yang tersimpan dalam hard drive terenkripsi yang selama i

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 43

    Putra kembali masuk ke dalam mobil mewah ayahnya. Bocah itu membuka pintu sendiri, namun ternyata kekuatannya kurang dan pintu masih tertutup. Ibra mengamatinya dalam diam. Lalu pria itu membukakan pintu tersebut untuknya."Makasih," ucap Putra ketus sembari duduk di bangku belakang.Ibra

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-21
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 46

    Bertambah satu hari. Aya tak bisa tidur sama sekali. Terlihat dari wajah lelahnya dan juga lingkar hitam di bawah kedua matanya. Wanita itu terus memikirkan keberadaan anaknya. Dan Ibra sama sekali tak bisa dihubungi.Wajah Aya pucat pasi, seperti tanpa tenaga. Bahkan ada lingkar hitam yang m

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-21
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 44

    Seseorang turun dari sebuah mobil mewah. Aya menyadari kehadirannya dan segera mendongak. Kedua matanya membulat saat melihat siapa yang saat ini berlari ke arahnya."Aya!"Sebelum wanita itu sempat merespon, tubuhnya dipeluk erat."Aya... astaga... Aku benar-benar rindu padamu, Ay... Bagaimana kab

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-21
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 42

    Pertanyaan polos namun tajam dari bocah berusia lima tahun itu menggantung di udara, menciptakan keheningan yang menyesakkan di dalam mobil mewah tersebut. Ibra, pria yang biasanya memiliki jawaban untuk segala negosiasi bisnis bernilai miliaran, kini mendadak diam. Lidahnya kelu, dan tenggorokan

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-21
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status