LOGIN" aku ke atas dulu ya.. mau ngerayu mama" pamit ida dengan suara pelan
" yang di jawab anggukan oleh pak dirga" " mama.. mama...." ida memanggil mertua nya sambil.mengetuk pintu " masuk aja da..." teriak bu sofi " mama lagi sibuk ga? aku mau bicara" setelah hampir 15 menit diam, ida akhir nya turun dari tubuh sang suami." " udah sayang, istirahat aja dulu. kamu pasti capek banget." bisik sang suami "kalo mandi pasti seger, kalau di sini terus makin lemas." " mandi bareng aja sayang." tawar arif " big no...yang ada ga akan mandi. ingat ronde kedua nya setelah isya." " aku perlu asupan energi. ronde kedua nanti akan lebih spektakuler" bisik ida dengan genit sambil mengedipkan sebelah mata nya. " dan ia pun berjalan ke kamar mandi tanpa sehelai benang menutupi tubuhnya." " oh my good, ada apa sama dia? dia menjadi liar seperti itu? tapi jujur aku suka istri ku yang seperti tad
" mas aku ga enak jadi nya. tadi mama sama papa berantem gitu." ucap ida sambil duduk di atas tempat tidur " nyante aja yang... udah biasa mereka seperti itu. biasa nya ada barang ga guna yang di beli sama mama." arif menjelas kan " hah.? perasaan tadi beli barang biasa aja deh mas, cuma beli baju sama cincin." jelas ida " kamu beli apa tadi?" " beli beberapa baju. itu juga mama yang pilihin, kata nya baju aku sekarang udah ga bisa di pake karena kurang pantas. tapi ga tahu deh ga pantas bagian mana nya.. aku hanya menghargai mama yang udah effort banget pilihin baju." jelas ida " its ok yang... makasih ya udah mau jadi teman buat mama." arif memeluk sang istri
" sepi banget pah, , pada kemana? mobil nya udah ada tuh." tanya arif sesampai nya di rumah "pada tidur kali.. cape habis shopping." jawab pak dirga " ayo der masuk.." ajak arif " mbok tun,...." panggil arif " iya mas..." jawab mbo tun " buatin minum ya....." perintah arif " mas deril mau minum apa?" tanya mbok tun " ice coffee" deril menjawab " mbok tun mengangguk sambil berjalan ke dapur." " bro, nih surat surat nya. loe lihat dulu aja." deril menyerahkan fotocopian suratnya "der, harga ga bisa kurang lagi?"
"sementara itu di lapangan golf para pria sedang asyik bermain golf sambil berbincang bisnis." " siapa rif?" tanya pak dirga selesai arif menutup telpon " deril pah,.minta DP. itu rumah nya udah di deal sama mama" " aku suruh deril ke sini aja, aku mau lihat copy surat surat nya sebelum DP." " yu lanjut" ajak pak dirga sambil.berjalan ke tengah lapangan dimana rekan rekannya sedang bermain " saat arif akan menyusul papa nya, HP nya kembali berbunyi {halo mah, ada apa?} {arif, kamu DP sama deril ya. mama sudah ok} {Deril sudah telpon aku, nanti dia akan kesini m
" aku ke atas dulu ya.. mau ngerayu mama" pamit ida dengan suara pelan " yang di jawab anggukan oleh pak dirga" " mama.. mama...." ida memanggil mertua nya sambil.mengetuk pintu " masuk aja da..." teriak bu sofi " mama lagi sibuk ga? aku mau bicara sebentar" ucap ida sambil berjalan ke arah ibu mertua nya " enggak.. duduk sini" bu sofi menepuk sofa di sebelah nya " sebelumnya ida minta maaf ya.. ida sempat menyembunyikan ini dari mama. ida pun menceritakan kronologi nya dari awal. nah gitu mah .." ucap ida setelah selesai bercerita " kenapa ga deal aja yang d
" mas, memang mas deril ga tahu kalau aku adik nya bang andre?" tanya ida ketika mereka di dalam mobil " nggak lah yang.. ga ada yang tahu.yang datang ke nikahan kita aja ga ada yang tahu kecuali yang udah lama temanan ma kita." jelas arif " Deril itu waktu nikahan kita lagi di Australia dia di mertua nya. kalau dia datang pasti dia dah tanya." " mas deril istri nya orang Australia?" tanya ida " bukan asli orang sana. istri nya itu keturunan Tionghoa tapi besar disana." " mas kembali ke masalah ruko.. kayak nya kemahalan deh ga jadi ga apa apa. kalau harga nya 5M., aku nyicil nya sampe kapan?" keluh ida " ya ga usah di cicil.. aku beliin buat kamu. kamu jadi istri aku aja sama aja itu nyicil seumur hidup" goda
jam sudah menunjukan pukul 9pagi saat aku terbangun. " aw...." aku merasakan sakit di seluruh tubuh ku karena permainan panas semalam bahkan m*ki ku terasa kaku. " sayang sudah bangun? mas arif memberikan ku segelas air
" sayang... kok lama bet di kamar mandi nya?" teriak mas arif " iya sebentar mas, aku mules." alasan ku " apa emang mau di kamar mandi aja biar nanti sekalian mandi ?" teriak nya lagi
" akhir nya kami sampai juga di hotel" " kami pun check in terlebih dahulu untuk menyimpan koper dan setelah nya langsung kembali ke taxi yang tadi kami naikin dari airport untuk pergi ke collesium"
" sayang bangun udah jam 8" mas arif mengecup kening ku " mmmmh" aku bergunam sambil merentangkan tangan. " mas udah mandi?" tanya ku s







