Share

BAB 21

last update Tanggal publikasi: 2026-08-13 20:01:57

BAB 21

Lukas dari sisi ruangan mengawasi percakapan antara kaisar, Orlando, Rodigo, dan Valecia palsu. Tentu sebagai Canes Venatici, harusnya ia maju untuk menyapa kaisar. Sayangnya Lukas tidak tertarik untuk menyapa. Ia lebih ingin mendengarkan pembicaraan orang-orang itu. Lebih lagi Valecia palsu dan kaisar.

Mengingat perkataan Rohis Laxmus hari itu dan undangan tidak langsung kaisar, pasti ini mengenai Pangeran Luke yang masih hidup. Bisa dibilang ba
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Anchia (Dendam Yang Belum Usai)   BAB 22

    BAB 22Lukas sedikit menyesali tindakan gegabahnya ketika menyebut nama Anchia di depan Valecia beberapa jam yang lalu. Tadinya ia hanya berusaha untuk memastikan bahwa Valecia yang dilihatnya adalah Anchia. Klien yang entah kenapa mau menjadikan Frederika dan Tierry sebagai musuh. Dilihat dari reaksi wanita itu saat terakhir kali, tebakan Lukas tidaklah salah. Valecia yang ada di kediaman Frederika adalah Anchia.Hanya saja Lukas juga tidak terlalu yakin. Tetapi kalau dipikir-pikir tindakan Lukas juga termasuk berisiko. Jika wanita itu memang musuhnya Frederika dan ia menyebut nama Anchia di depan Valecia yang asli, maka kliennya dalam masalah.Lukas sedikit terbawa emosi saat melihat Orlando dengan bangganya memamerkan Valecia sebagai tunangan. Mungkin ia bisa menganggap ini sebagai pertaruhan. Jika Anchia benar-benar datang malam ini, maka tebakannya benar.Jika tidak ....Tidak. Lukas tidak bisa menjadikan wanita itu sebagai kemungkinan yang membahayakan diri sendiri. Lagi pula h

  • Anchia (Dendam Yang Belum Usai)   BAB 21

    BAB 21 Lukas dari sisi ruangan mengawasi percakapan antara kaisar, Orlando, Rodigo, dan Valecia palsu. Tentu sebagai Canes Venatici, harusnya ia maju untuk menyapa kaisar. Sayangnya Lukas tidak tertarik untuk menyapa. Ia lebih ingin mendengarkan pembicaraan orang-orang itu. Lebih lagi Valecia palsu dan kaisar. Mengingat perkataan Rohis Laxmus hari itu dan undangan tidak langsung kaisar, pasti ini mengenai Pangeran Luke yang masih hidup. Bisa dibilang bahwa Valecia palsu itu ingin bertemu secara pribadi dengan kaisar untuk membahas tentang Lukas. Menarik. Lukas tersenyum di balik gelasnya. Kira-kira apa yang mungkin dibahas oleh gadis itu tentang Lukas, sementara guild saja belum memberikan informasi tentang pangeran sama sekali. Dari sisi ruangan Lukas melihat kaisar undur diri bersama kasimnya, Rohis Laxmus. Begitu melepas kepergian tamu terhormat itu, tanpa sengaja mata Lukas beradu papas dengan Orland

  • Anchia (Dendam Yang Belum Usai)   BAB 20

    BAB 20 Beberapa hari setelah pembicaraan serius dengan Canes, sedikitnya Lukas menyadari bahwa Canes ada benarnya. Bahkan setelah pria itu berangkat untuk menjalankan perintah Lukas menuju perbatasan selatan Riety, ia masih memikirkan hal tersebut sembari memikirkan objek dari pembicaraan mereka. Anchia. Memang benar bahwa tidak ada orang Sirius yang memiliki rambut berwarna perak dengan mata sebiru itu. Bisa dibilang bahwa ciri-ciri wanita itu sangatlah langka. Jadi, tidak heran jika Canes meragukan Anchia. Wanita itu memang terlalu misterius. Memegang batu penyamaran membuat Lukas juga tidak bisa memastikan Anchia adalah sosok aslinya atau malah Valecia yang sengaja mempermainkan Lukas demi memperkuat Tierry dan Frederika. Hanya saja jika benar begitu, maka tidak ada alasan untuk wanita itu menghancurkan bisnis ayahnya. Lukas memilih menyesap minuman dari gelas anggurnya sambil meli

  • Anchia (Dendam Yang Belum Usai)   BAB 19

    BAB 19 Anchia sedih jika mengingat hari di mana dirinya menolong orang asing itu. Ia pikir orang itu pergi karena rumahnya yang kumuh dan jelek. Anchia sempat punya harapan saat itu kalau dia akan kembali untuk mengambil barangnya. Tetapi sampai Anchia mati dan hidup lagi, orang itu tidak kembali sama sekali. Bukan berarti Anchia berharap orang itu membalas kebaikannya. Hanya saja apakah Anchia salah jika mengharapkan ucapan terima kasih yang tulus dari seseorang?  Bahkan di detik kematian saat orang yang dianggapnya ayah dan suaminya, Anchia berharap mereka tidak membunuhnya. Ia tidak masalah jika saat itu mereka akan membuang Anchia setelah habis-habisan memanfaatkannya. Setidaknya Anchia ingin mendengar mereka berterima kasih atas kerja keras selama ini. Sayang sekali itu tampaknya tak akan pernah terjadi. “Anchia?” panggil Canes. Anchia mengangkat kepala dengan wajah yang setengah

  • Anchia (Dendam Yang Belum Usai)   BAB 18

    BAB 18 “Apa!” Lukas terkejut mendengar teriakan Anchia. Wanita itu menggebrak meja karena gagasannya yang ingin membakar barang bukti dari pelabuhan itu. Lukas terkesan karena Anchia punya pengetahuan yang dalam seperti itu terlepas dia berbohong atau tidak. Sayangnya, dugaan-dugaan yang Anchia katakan tentang Tierry itu benar. Jika barang bukti tak segera dimusnahkan, maka Tierry akan mengambilnya lagi. Fagos sudah diperintah untuk mengawasi kediaman Tierry. Ia juga mendapat kabar dari Count Laxmus tentang pertemuan siang ini oleh para menteri, tetapi belum mendapat laporan tentang isi dari pertemuan itu.  Tidak disangka-sangka bahwa Anchia datang membawa hal-hal yang menjadi pertanyaan Lukas. Wanita ini, semakin sering Lukas bertemu dengannya malah semakin unik. Caranya melarikan diri pun terkesan natural seperti tadi sore. “Anda tidak mungkin berencana untuk membakar benda itu di t

  • Anchia (Dendam Yang Belum Usai)   BAB 17

    BAB 17 “Selamat datang. Nona.” Elijah dengan senyum ramah menyambut Anchia. Tampaknya wanita itu sudah terbiasa dengan kedatangan Anchia. Dia tidak terkejut lagi atau bahkan tidak merasa heran sama sekali. Apa Anchia sudah memberikan kenyamanan pada orang-orang ini dengan pola kedatangannya? Anchia tersenyum diam-diam di balik tudung jubahnya. Baguslah jika mereka tidak terlalu waspada lagi pada Anchia. Memang seharusnya tidak begitu karena ia tak berniat menjadikan orang-orang Marquess Canes Vanatici sebagai musuh. Mereka mungkin berguna di masa depan. Ada baiknya jika menjalin pertemanan meski seminim mungkin. “Selamat malam, Eli,” sapa Anchia dengan nada suara ramah. “Ramai pengunjung?” Elijah tertawa kecil. “Tidak juga. Tetapi kami baru mendapatkan hasil memuaskan dari ekspedisi terakhir Tuan Marquess,” wanita itu sedikit berbisik pada Anchia. Itu pasti mengenai perburuan di Pelab

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status