BAB 3“Benar ini tempatnya, Fagos?”Pria berambut cokelat terang yang bernama Fagos itu mengangguk. “Benar, Yang Mulia.”“Ayo masuk.”“Anda tidak menyamar?” Fagos agak sedikit syok menyadari bahwa atasannya itu tidak mengeluarkan artefak penyamaran. “Bagaimana jika ada yang mengenali Anda?”Pria yang dipanggil ‘Yang Mulia’ itu menyeringai. “Tidak ada yang mengenaliku di kekaisaran ini, Fagos. Buang jauh-jauh kekhawatiranmu itu.”Tanpa memedulikan Fagos, pria itu melangkah dengan santai menuju pintu masuk Rodeo sambil mengenakkan topengnya dan mengambil nomor lelang sebelum akhirnya duduk di bangku paling belakang dan paling atas. Ikut berbaur dengan pendatang yang lain.Tempat busuk ini bahkan lebih busuk ketika sudah sampai di dalamnya dan melihat langsung.Yah, ia tidak tertarik untuk ikut lelang. Ia datang hanya mau melihat sudah separah apa sepak terjang tempat ini. Eksploitasinya sudah sejauh mana untuk tetap dibiarkan. Tetapi, dari pada membiarkannya, ia berniat memukul dengan k
Last Updated : 2026-06-29 Read more