Share

BAB 17

last update publish date: 2026-08-11 20:01:19

BAB 17

“Selamat datang. Nona.” Elijah dengan senyum ramah menyambut Anchia.

Tampaknya wanita itu sudah terbiasa dengan kedatangan Anchia. Dia tidak terkejut lagi atau bahkan tidak merasa heran sama sekali. Apa Anchia sudah memberikan kenyamanan pada orang-orang ini dengan pola kedatangannya?

Anchia tersenyum diam-diam di balik tudung jubahnya. Baguslah jika mereka tidak terlalu waspada lagi pada Anchia. Memang seharusnya tidak begitu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Anchia (Dendam Yang Belum Usai)   BAB 25

    BAB 25Canes Venatici didik oleh ayahnya menjadi bangsawan sejati, berwibawa dan terhormat. Tetapi jika mendiang Pyrus Venatici melihat kelakuan putranya saat ini, dia bisa mati dua kali. Mungkin jantung Pyrus tidak akan bertahan melihat Canes menyeringai mempermainkan anak kecil. Memanjat pohon, melompat dari dahan ke dahan hanya untuk membuntuti atau menyelidiki seseorang.Sayangnya, jiwa bebas Canes diterima dengan baik oleh Lukas. Pria itu mengizinkannya menjadi agen informan. Selain karena memang pada dasarnya Lukas tidak boleh meninggalkan ibukota. “Apa yang Tuan inginkan?”Canes menyeringai pada anak jalanan yang berhasil diseretnya ke gang antara dua bangunan. Wajah anak itu tegang dan setengah ketakutan. Mungkin dia sedang berpikir kalau Canes akan membunuhnya, mengambil organ dalamnya, lalu membuang mayatnya begitu saja di gang gelap itu.“Kau tahu rumah Topazy Regen?” tanya Canes dengan wajah serius. Bukan tanpa alasan ia bertanya pada anak-anak gelandangan. Karena bagi C

  • Anchia (Dendam Yang Belum Usai)   BAB 24

    BAB 24‘Prank!’Suara pecahan kaca keras menghantam dinding. Air menetes di dinding sisa isi dari vas bunga kaca yang dilempar membentur keras. Suara napas kemarahan yang terengah mengisi ruangan itu.“N-nona?”Valecia menoleh pada pelayan yang berdiri gemetar di dekat pecahan vas bunga yang tadi dilemparnya. Tangan Vale terkepal, meremas surat beserta amplop yang dipegangnya. Surat itu baru sampai siang ini karena terhambatnya jarak dan juga harus diterima secara diam-diam.“Siapa!” Vale berteriak dalam ruangan itu. Membuat Si Pelayan makin mundur ketakutan. “Venatici,” gumamnya. “Beraninya dia memutus rute kerja sama pertamaku ke Osirus!”Napas Vale tersengal. Buku jarinya memutih dan rambut hitamnya yang tergerai itu berantakan. Selama hampir sembilan tahun pelariannya, belum pernah sekali pun Vale mendengar kegagalan rencana yang ia buat untuk Frederika. Ia bahkan rela tidak menjalani debut kedewasaan demi menghindari hidup yang merepotkan. Merelakan orang lain menggantikan posisi

  • Anchia (Dendam Yang Belum Usai)   BAB 23

    BAB 23Memberikan harapan untuk Anchia bisa selamat.Entah kenapa kalimat itu terdengar agak berat sekaligus. Mudah saja bagi Lukas menyelamatkan seseorang, tetapi jika orang tersebut bersalah dalam suatu kejahatan, maka ia harus menyerahkannya. Hanya beberapa orang di kekaisaran ini yang kebal hukum. Bahkan mungkin mereka juga bisa kehilangan kekebalan hukum itu jika rakyat sudah menginginkannya.“Itu artinya Anda datang ke Venatici hari itu bukan untuk mencari Valecia, melainkan mencari perlindungan untuk diri Anda sendiri.” Lukas menatap wajah Anchia yang berdiri. Perlahan wanita itu menarik tangannya dan duduk kembali.“Mungkin benar,” balas Anchia dengan suara yang agak halus. “Saya mungkin bisa melarikan diri setelah semuanya selesai. Tetapi saya membawa nyawa beberapa orang. Saya tidak bisa membiarkan mereka mati.”Lukas menghela napas. “Sepertinya banyak hal yang lewat untuk Anda jelaskan.”Anchia diam dan Lukas bisa menyimpulkan bahwa hal-hal tersebut sangat mustahil untuk A

  • Anchia (Dendam Yang Belum Usai)   BAB 22

    BAB 22Lukas sedikit menyesali tindakan gegabahnya ketika menyebut nama Anchia di depan Valecia beberapa jam yang lalu. Tadinya ia hanya berusaha untuk memastikan bahwa Valecia yang dilihatnya adalah Anchia. Klien yang entah kenapa mau menjadikan Frederika dan Tierry sebagai musuh. Dilihat dari reaksi wanita itu saat terakhir kali, tebakan Lukas tidaklah salah. Valecia yang ada di kediaman Frederika adalah Anchia.Hanya saja Lukas juga tidak terlalu yakin. Tetapi kalau dipikir-pikir tindakan Lukas juga termasuk berisiko. Jika wanita itu memang musuhnya Frederika dan ia menyebut nama Anchia di depan Valecia yang asli, maka kliennya dalam masalah.Lukas sedikit terbawa emosi saat melihat Orlando dengan bangganya memamerkan Valecia sebagai tunangan. Mungkin ia bisa menganggap ini sebagai pertaruhan. Jika Anchia benar-benar datang malam ini, maka tebakannya benar.Jika tidak ....Tidak. Lukas tidak bisa menjadikan wanita itu sebagai kemungkinan yang membahayakan diri sendiri. Lagi pula h

  • Anchia (Dendam Yang Belum Usai)   BAB 21

    BAB 21 Lukas dari sisi ruangan mengawasi percakapan antara kaisar, Orlando, Rodigo, dan Valecia palsu. Tentu sebagai Canes Venatici, harusnya ia maju untuk menyapa kaisar. Sayangnya Lukas tidak tertarik untuk menyapa. Ia lebih ingin mendengarkan pembicaraan orang-orang itu. Lebih lagi Valecia palsu dan kaisar. Mengingat perkataan Rohis Laxmus hari itu dan undangan tidak langsung kaisar, pasti ini mengenai Pangeran Luke yang masih hidup. Bisa dibilang bahwa Valecia palsu itu ingin bertemu secara pribadi dengan kaisar untuk membahas tentang Lukas. Menarik. Lukas tersenyum di balik gelasnya. Kira-kira apa yang mungkin dibahas oleh gadis itu tentang Lukas, sementara guild saja belum memberikan informasi tentang pangeran sama sekali. Dari sisi ruangan Lukas melihat kaisar undur diri bersama kasimnya, Rohis Laxmus. Begitu melepas kepergian tamu terhormat itu, tanpa sengaja mata Lukas beradu papas dengan Orland

  • Anchia (Dendam Yang Belum Usai)   BAB 20

    BAB 20 Beberapa hari setelah pembicaraan serius dengan Canes, sedikitnya Lukas menyadari bahwa Canes ada benarnya. Bahkan setelah pria itu berangkat untuk menjalankan perintah Lukas menuju perbatasan selatan Riety, ia masih memikirkan hal tersebut sembari memikirkan objek dari pembicaraan mereka. Anchia. Memang benar bahwa tidak ada orang Sirius yang memiliki rambut berwarna perak dengan mata sebiru itu. Bisa dibilang bahwa ciri-ciri wanita itu sangatlah langka. Jadi, tidak heran jika Canes meragukan Anchia. Wanita itu memang terlalu misterius. Memegang batu penyamaran membuat Lukas juga tidak bisa memastikan Anchia adalah sosok aslinya atau malah Valecia yang sengaja mempermainkan Lukas demi memperkuat Tierry dan Frederika. Hanya saja jika benar begitu, maka tidak ada alasan untuk wanita itu menghancurkan bisnis ayahnya. Lukas memilih menyesap minuman dari gelas anggurnya sambil meli

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status