Home / Fantasi / Ayah, Jangan Bunuh Aku! / Chapter 110 - Zilan

Share

Chapter 110 - Zilan

Author: Nyx
last update publish date: 2026-05-16 22:32:33

“Kalau begitu maka pasti sangat nyaman untuk tinggal di Kediaman Xu, bukan? “ Tanya Ning Xueqin sekali lagi.

“Ya… “Jawab pelayan wanita itu dengan ragu.

Ning Xueqin menganggukkan kepala dan melihat bahwa pelayan ini cukup keras kepala dan enggan untuk mengatakan apa yang sebenarnya terjadi.

Jika begitu maka dirinya juga tidak dapat membantu banyak, namun Ning Xueqin juga tahu kenapa orang orang seperti pelayan wanita ini enggan untuk mengatakan kesulitan mereka kepadanya.

Di hadapan para pe
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 206 - Hukuman

    Gerakannya cepat dan ringan, orang-orang dewasa pun tidak bisa menangkis serangannya.Ning Xueqin menatap pria paruh baya ini dengan dingin, lalu menarik tangan pria paruh baya ini untuk membantingnya ke tanah.Awalnya Yue Long agak khawatir, namun siapa yang menyangka jika Ning Xueqin dengan tubuhnya yang semungil itu justru dapat dengan mudah membanting Pejabat Li ke tanah.Lalu Mei Qian sudah siap dan menyiapkan kursi untuk Ning Xueqin. Ning Xueqin segera duduk dan menatap ke bawah dengan tatapan mengejek.“Aku berikan kesempatan untukmu, katakan kembali kata katamu tentang wanita tadi,” ucap Ning Xueqin.Yue Long berdiri di samping Ning Xueqin dan menonton tontonan bagus ini di dalam diam.Pejabat Li, Li Ming, dibantu oleh pelayannya untuk berdiri dan merapihkan pakaiannya lalu menatap Yue Long.“Tuan muda Yue, apa maksudnya ini? Apakah ini wanita yang datang bersama mu?” tanya Li Ming berusaha untuk memulihkan martabat terakhirnya.“Benar,” jawab Yue Long dengan ringan.Tidak ber

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 205 - Pejabat Li

    “Tuan Putri, kamu sudah datang.”Yue Long menatapnya dengan tatapan cerah dan membuka payung untuk memayungi dirinya.“Tidak perlu payung, cuaca malam ini bagus. Kita harus menikmatinya,” balas Ning Xueqin.Yue Long menganggukkan kepalanya dan menyimpan kembali payungnya. Sementara mereka berdua berjalan menyusuri jembatan.“Setiap orang yang datang kemari akan melepaskan lampion untuk permohonan mereka, apakah Tuan Putri ingin mencobanya?” tanya Yue Long.“Boleh… sudah lama mendengarnya, aku merasa penasaran,”jawab Ning Xueqin sembari melirik ke sungai di bawah jembatan ini.Penuh dengan cahaya warna warni, lampion air dilarungkan ke sungai dan penuh dengan harapan.Baru saja akan berjalan lagi, tiba-tiba ada seorang gadis muda yang menabrak bahu Ning Xueqin.“Maaf, Nona!” seru gadis muda itu sebelum akhirnya lari secepat kilat.Mei Qian ingin mengejarnya namun Ning Xueqin mengangkat tangannya dan menahan Mei Qian.“Apakah Tuan Putri baik-baik saja?” tanya Yue Long dengan khawatir.“

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 204 - Festival Lampion

    Ning Xueqin membalikkan tubuhnya dan tidak ingin diganggu lagi oleh siapapun, dia menenangkan dirinya sendiri lalu menghela napas kasar.Dia saat ini adalah Tuan Putri Kekaisaran Ning yang terhormat, jika seorang Xie Guang tidak menginginkannya maka bukankah dia bisa mencari orang lain?Tidak perlu sampai mencelakai gadis baik lainnya kan seperti di drama televisi umumnya?Ning Xueqin merasa bahwa pemikiran ini terlalu konyol untuk diutarakan, hanya percintaan anak anak semata.Setelah dua atau tiga bulan, dia akan melupakannya dengan cepat dan beralih kepada pria lain yang lebih cakap.Ning Xueqin dengan cepat tertidur lelap dan melupakan semua permasalahan yang terjadi saat ini. Keesokan harinya, Ning Xueqin mendengar kabar bahwa Zilan sudah mendapatkan informasi yang mereka inginkan.“Tuan Putri, berdasarkan informasi yang Zilan dapatkan. Jenderal muda Xie memiliki seorang kekasih masa kecil bernama Zhu Yuezhi,” lapor Zilan.“Bukankah ini adalah putri dari pejabat yang bersalah? D

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 203 - Gadis Lain

    Mendengarkan tawaran dari Nyonya Gu ini bukan hanya Ning Xueqin yang mengalami syok melainkan putranya, Xie Guang juga mengalami kejutan.“Ibu, jangan bicara omong kosong. Pernikahan Tuan Putri bukanlah hal sembarangan,” tegur Xie Guang dengan dingin.Ning Xueqin menaikkan salah satu alisnya dan merasa, bukankah Xie Guang ini terlalu tegas? Bahkan terhadap Ibunya sendiri?Tapi semakin Xie Guang seperti ini maka semakin Ning Xueqin ingin membuatnya merasa kesal.Sebelumnya Xie Guang telah membuatnya kesal sampai hampir mati, pertama telah membohonginya akan menjatuhkannya dari burung esnya itu.Lalu juga meninggalkannya begitu saja sebelum dia sadar, juga Xie Guang menghancurkan rencana sandiwaranya di hadapan Ayahnya.Tentu saja membuatnya kesal dan ingin memberikan sedikit balas dendam pada Xie Guang.Bukan balas dendam yang kejam dan tanpa ampun, hanya saja dia merasakan kepuasan dari wajah kesal Xie Guang.“Tuan muda Xie sangat Agung, aku hanya seorang Tuan Putri yang terombang-amb

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 202 - Putraku

    Xie Guang tidak salah tingkah, juga tidak menunjukkan tingkah laku penjilat seperti yang orang lain lakukan, hanya bersikap dingin dan kaku seperti boneka salju.“Sudah merupakan kewajibanku, jika bukan Tuan Putri sekalipun aku masih akan melakukan hal yang sama,” jawab Xie Guang tanpa keraguan.Ning Xueqin mendengus ketika mendengarkan hal ini, Xie Guang ini bahkan tidak ingin membiarkannya merasa senang sedikitpun.Apa salahnya mengucapkan satu atau dua kata yang menghibur? Apakah di setiap kata harus sangat menyakitkan?Ning Xueqin merasa kesal dan memikirkan ide untuk membalas dendam pada Xie Guang agar dia bisa melampiaskan kekesalannya.Perjamuan pun berjalan dengan tenang dan normal sekali, layaknya perjamuan sebelum sebelumnya.Ning Xueqin beberapa kali memperhatikan Xie Guang yang menolak untuk menyentuh anggur.“Apakah kamu tidak menyukai anggur? Atau kamu memandang rendah anggur yang diberikan oleh Istana?” tanya Ning Xueqin sambil bertopang dagu dan menatap Xie Guang.“Men

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 201 - Xie Guang Kembali

    Namun tidak butuh waktu lama bagi Ning Xueqin untuk mengetahui jawaban yang sebenarnya, mengingat Ayahnya yang berpenampilan ceria dan penuh semangat maka hasilnya sudah bisa ditebak.Pastilah menang.Karena jika kalah maka Ayahnya akan terlihat muram, bahkan tidak akan memiliki waktu untuk menyiapkan sesuatu yang disebut dengan kejutan itu.Itu terdengar konyol namun pada saat yang sama adalah alasan yang masuk akal, Ning Xueqin menoleh ke arah pasangan Jenderal Xie yang terkejut dengan kepulangan Putra mereka.“Sangat mengejutkan ya, Nyonya Gu dan Tuan Xie.”Ning Xueqin tertawa pahit ketika mengatakan ini lalu memandang sudut wajah Xie Guang yang tajam dan tegas seperti yang dia ingat.Dia tidak bisa mengingat kejadian tahun lalu, saat dirinya putus asa dan kebingungan. Apakah akan ada orang dari Kekaisaran Ning yang akan menjemputnya?Siapa yang menyangka bahwa Xie Guang akan datang dan mengalahkan seluruh Kekaisaran Zhong untuk membawanya pulang.Meski tidak ramah namun orang ora

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 85 - Imbang

    “Tuan muda dan Nona muda dari Keluarga Mei kehabisan bendera milik mereka sehingga di diskualifikasi! “ Seru Kasim Yu dari samping. Ning Xueqin memandang dengan terengah engah dan tidak menyangka bahwa sistem yang akan digunakan adalah sistem eliminasi langsung. Awalnya dia berpikir bahwa siapapu

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 84 - Ruang Ganti

    Di ruang ganti ini disediakan beberapa pakaian wanita untuk berkuda, mirip dengan pakaian pria. Sebuah pakaian atas dan celana yang terpisah sehingga mempermudah ruang geraknya. Ning Xueqin melepaskan ikatan rambutnya dan mengganti model sanggulnya menjadi satu sanggul polos. Dia mengencangkan ik

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 81 - Rebut Bendera

    Memikirkannya sekilas pun Ning Xueqin sudah mendapatkan gambaran apa yang akan dipilih oleh Ning Chuan untuk menyelamatkan karirnya. Bagi orang ambisius seperti Ning Chuan yang tidak memiliki hal penting lain di dalam hatinya kecuali tentang kekuasaan dan tahkta. Ning Xueqin tidak sulit untuk men

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 75 - Qingxian

    Ning Xueqin pun melangkah keluar dan memandang Kasim Yu yang menunggu di luar dengan senyum miring lalu menyeka air matanya dengan mudah. Seperti yang dikatakan, beberapa orang terkadang tidak bisa ditundukkan dengan cara lembut dan membutuhkan cara yang lebih keras. Kebetulan Kaisar Ning ini

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status