MasukNing Xueqin menoleh kepada Yue Long dengan senyum canggung yang tidak nyaman, karena meskipun dirinya membenci Ning Chuan namun dia tidak pernah bertindak terang-terangan.Dia merasa tidak bahagia ketika ada orang lain yang mengetahui masalah konflik internal ini namun dengan cepat menyembunyikannya.“Tidak masalah, aku akan mengurusnya.”Kemudian mereka pun segera kembali ke tujuan awal mereka bersama dengan tambahan satu orang, yaitu Li Zhen.“Terima kasih kepada Tuan Putri untuk menyelamatkanku!” seru Li Zhen.“Ya, sekarang aku ingin menawarkanmu sesuatu. Jika kamu ingin maka kamu bisa menjadi pelayanku, kamu akan membantuku bersosialisasi dengan wanita wanita bangsawan di Ibukota,” balas Ning Xueqin.Li Zhen terlihat berpikir dan berusaha untuk memutuskan apa yang akan menjadi pilihannya kelak.“Li Zhen akan melayani Tuan Putri… namun bisakah Tuan Putri membawa Ibuku keluar dari rumah? Jika tidak maka Ibuku pasti akan mati,”mohon Li Zhen dengan pasrah.“Itu adalah hal yang mudah,
Gerakannya cepat dan ringan, orang-orang dewasa pun tidak bisa menangkis serangannya.Ning Xueqin menatap pria paruh baya ini dengan dingin, lalu menarik tangan pria paruh baya ini untuk membantingnya ke tanah.Awalnya Yue Long agak khawatir, namun siapa yang menyangka jika Ning Xueqin dengan tubuhnya yang semungil itu justru dapat dengan mudah membanting Pejabat Li ke tanah.Lalu Mei Qian sudah siap dan menyiapkan kursi untuk Ning Xueqin. Ning Xueqin segera duduk dan menatap ke bawah dengan tatapan mengejek.“Aku berikan kesempatan untukmu, katakan kembali kata katamu tentang wanita tadi,” ucap Ning Xueqin.Yue Long berdiri di samping Ning Xueqin dan menonton tontonan bagus ini di dalam diam.Pejabat Li, Li Ming, dibantu oleh pelayannya untuk berdiri dan merapihkan pakaiannya lalu menatap Yue Long.“Tuan muda Yue, apa maksudnya ini? Apakah ini wanita yang datang bersama mu?” tanya Li Ming berusaha untuk memulihkan martabat terakhirnya.“Benar,” jawab Yue Long dengan ringan.Tidak ber
“Tuan Putri, kamu sudah datang.”Yue Long menatapnya dengan tatapan cerah dan membuka payung untuk memayungi dirinya.“Tidak perlu payung, cuaca malam ini bagus. Kita harus menikmatinya,” balas Ning Xueqin.Yue Long menganggukkan kepalanya dan menyimpan kembali payungnya. Sementara mereka berdua berjalan menyusuri jembatan.“Setiap orang yang datang kemari akan melepaskan lampion untuk permohonan mereka, apakah Tuan Putri ingin mencobanya?” tanya Yue Long.“Boleh… sudah lama mendengarnya, aku merasa penasaran,”jawab Ning Xueqin sembari melirik ke sungai di bawah jembatan ini.Penuh dengan cahaya warna warni, lampion air dilarungkan ke sungai dan penuh dengan harapan.Baru saja akan berjalan lagi, tiba-tiba ada seorang gadis muda yang menabrak bahu Ning Xueqin.“Maaf, Nona!” seru gadis muda itu sebelum akhirnya lari secepat kilat.Mei Qian ingin mengejarnya namun Ning Xueqin mengangkat tangannya dan menahan Mei Qian.“Apakah Tuan Putri baik-baik saja?” tanya Yue Long dengan khawatir.“
Ning Xueqin membalikkan tubuhnya dan tidak ingin diganggu lagi oleh siapapun, dia menenangkan dirinya sendiri lalu menghela napas kasar.Dia saat ini adalah Tuan Putri Kekaisaran Ning yang terhormat, jika seorang Xie Guang tidak menginginkannya maka bukankah dia bisa mencari orang lain?Tidak perlu sampai mencelakai gadis baik lainnya kan seperti di drama televisi umumnya?Ning Xueqin merasa bahwa pemikiran ini terlalu konyol untuk diutarakan, hanya percintaan anak anak semata.Setelah dua atau tiga bulan, dia akan melupakannya dengan cepat dan beralih kepada pria lain yang lebih cakap.Ning Xueqin dengan cepat tertidur lelap dan melupakan semua permasalahan yang terjadi saat ini. Keesokan harinya, Ning Xueqin mendengar kabar bahwa Zilan sudah mendapatkan informasi yang mereka inginkan.“Tuan Putri, berdasarkan informasi yang Zilan dapatkan. Jenderal muda Xie memiliki seorang kekasih masa kecil bernama Zhu Yuezhi,” lapor Zilan.“Bukankah ini adalah putri dari pejabat yang bersalah? D
Mendengarkan tawaran dari Nyonya Gu ini bukan hanya Ning Xueqin yang mengalami syok melainkan putranya, Xie Guang juga mengalami kejutan.“Ibu, jangan bicara omong kosong. Pernikahan Tuan Putri bukanlah hal sembarangan,” tegur Xie Guang dengan dingin.Ning Xueqin menaikkan salah satu alisnya dan merasa, bukankah Xie Guang ini terlalu tegas? Bahkan terhadap Ibunya sendiri?Tapi semakin Xie Guang seperti ini maka semakin Ning Xueqin ingin membuatnya merasa kesal.Sebelumnya Xie Guang telah membuatnya kesal sampai hampir mati, pertama telah membohonginya akan menjatuhkannya dari burung esnya itu.Lalu juga meninggalkannya begitu saja sebelum dia sadar, juga Xie Guang menghancurkan rencana sandiwaranya di hadapan Ayahnya.Tentu saja membuatnya kesal dan ingin memberikan sedikit balas dendam pada Xie Guang.Bukan balas dendam yang kejam dan tanpa ampun, hanya saja dia merasakan kepuasan dari wajah kesal Xie Guang.“Tuan muda Xie sangat Agung, aku hanya seorang Tuan Putri yang terombang-amb
Xie Guang tidak salah tingkah, juga tidak menunjukkan tingkah laku penjilat seperti yang orang lain lakukan, hanya bersikap dingin dan kaku seperti boneka salju.“Sudah merupakan kewajibanku, jika bukan Tuan Putri sekalipun aku masih akan melakukan hal yang sama,” jawab Xie Guang tanpa keraguan.Ning Xueqin mendengus ketika mendengarkan hal ini, Xie Guang ini bahkan tidak ingin membiarkannya merasa senang sedikitpun.Apa salahnya mengucapkan satu atau dua kata yang menghibur? Apakah di setiap kata harus sangat menyakitkan?Ning Xueqin merasa kesal dan memikirkan ide untuk membalas dendam pada Xie Guang agar dia bisa melampiaskan kekesalannya.Perjamuan pun berjalan dengan tenang dan normal sekali, layaknya perjamuan sebelum sebelumnya.Ning Xueqin beberapa kali memperhatikan Xie Guang yang menolak untuk menyentuh anggur.“Apakah kamu tidak menyukai anggur? Atau kamu memandang rendah anggur yang diberikan oleh Istana?” tanya Ning Xueqin sambil bertopang dagu dan menatap Xie Guang.“Men
“Tadi, saat kamu datang ada berapa orang yang berjaga di depan? “ Tanya Ning Xueqin. Zilan tampak berpikir sejenak dan berusaha untuk menenangkan dirinya sendiri. “Hanya ada dua, satu telah mati maka seharusnya hanya tersisa satu lagi. “Jawab Zilan. “ Baiklah, tidak masalah. Satu orang tidak aka
Zilan tampak berusaha mengingat ngingat tambang apa yang sebenarnya ada di Kabupaten Jianyue. “Tambang biji besi. “ Ucap Zilan dengan yakin setelah berpikir sejenak . “Kamu yakin? “ Tanya Ning Xueqin dengan wajah menggelap. Dirinya berpikir bahwa yang ada di sini mungkin tambang emas atau tamban
Mendengar ini membuat Ning Xueqin tidak dapat menahan diri untuk tidak tersenyum miris. Dirinya ternyata hanyalah seorang anak yang lahir dari kesalahan, pantas saja… Kaisar Ning selalu menatapnya dengan tatapan rumit. Seolah olah pria itu selalu mengalami perdebatan batin setiap kali melihat dir
Kaisar Ning yang tidak pernah mengurus langsung anak anaknya ini tiba tiba merasa bingung dan pusing. “Sudah, sudah, jangan menangis lagi. Aku tidak akan bertanya lagi. “Ucap Kaisar Ning. Ning Xueqin menganggukkan kepalanya namun tangisannya tidak bisa langsung dihentikan. Setelah lewat beberapa







