แชร์

Chapter 206 - Hukuman

ผู้เขียน: Nyx
last update วันที่เผยแพร่: 2026-08-11 23:25:46

Gerakannya cepat dan ringan, orang-orang dewasa pun tidak bisa menangkis serangannya.

Ning Xueqin menatap pria paruh baya ini dengan dingin, lalu menarik tangan pria paruh baya ini untuk membantingnya ke tanah.

Awalnya Yue Long agak khawatir, namun siapa yang menyangka jika Ning Xueqin dengan tubuhnya yang semungil itu justru dapat dengan mudah membanting Pejabat Li ke tanah.

Lalu Mei Qian sudah siap dan menyiapkan kursi untuk Ning Xueqin. Ning Xueqin segera duduk dan menatap ke bawah dengan ta
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chaptee 214 - Salah Paham

    “Tuan muda Xie sekarang sudah kembali ke setelan awal, sayang sekali bahwa aku kemarin terlalu lemah untuk menikmati wajah kecemasanmu,”goda Ning Xueqin.Xie Guang hanya diam saja dan tidak membalas, hanya menatapnya dengan tatapan yang dalam dan rumit.“Kenapa menatapku seperti itu, Tuan muda Xie? Apakah kamu melihat sesuatu yang tidak pantas?” canda Ning Xueqin sekali lagi.Ning Xueqin tidak takut Xie Guang melihat sesuatu yang tidak pantas darinya, hanya berpikir bahwa Xie Guang tidak akan berani melakukannya.Xie Guang adalah seorang pemuda yang sangat teguh pada pendiriannya dan aturan kesopanan, sehingga memiliki wajah yang sangat tipis.Sedikit godaan dan candaan sudah berhasil membuatnya merasa malu, baru Ning Xueqin sadari bahwa meski Xie Guang memasang wajah yang tidak tersentuh dan dingin.Tetapi telinganya tidak dapat berbohong, telinganya yang putih pucat itu berubah menjadi kemerahan ketika merasa malu.“Tuan Muda Xie, telingamu memerah!”seru Ning Xueqin.Xie Guang denga

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 213 - Pingsan

    “Aku akan memanggil tabib,” ucap Xie Guang setelah tiba di dalam kamarnya namun Ning Xueqin dengan susah payah menahan tangannya dan menggelengkan kepalanya.“Tidak boleh… ada orang luar yang tahu bahwa aku terluka!”seru Ning Xueqin dengan penuh penekanan.“Lalu bagaimana dengan luka ini?” tanya Xie Guang tampak kebingungan.Jika pada waktu santai maka Ning Xueqin pasti akan menertawakan Xie Guang yang cemas dan gelisah seperti ini.Sayang sekali bahwa kali ini dia bahkan tidak memiliki tenaga untuk melakukan itu, dia bahkan kesulitan untuk mengatakan sepatah kata yang utuh.Dengan tangan yang gemetar, dia meraba dadanya sendiri dan mengambil sesuatu sebelum akhirnya mengeluarkan sebuah botol giok kecil.“Oleskan… ini!”perintah Ning Xueqin sambil terbatuk-batuk.Xie Guang tidak ragu-ragu lagi dan langsung membuka jubah luar Ning Xueqin dan menyisakan pakaian dalamnya yang lebih tipis.“Maafkan aku, Tuan Putri.”Xie Guang mengoleskan obat itu dengan hati-hati dan Ning Xueqin terlihat m

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 212 - Terluka Lagi

    Keduanya tampak canggung satu sama lain, namun keduanya sama saja dengan sifat keras kepala yang sama membuat keduanya memutuskan untuk bertahan di tengah situasi yang sunyi itu.Ning Xueqin perlahan-lahan merasa agak mengantuk, jadi dia memejamkan matanya dan mulai tertidur sementara Xie Guang diam-diam menonton penampilan Ning Xueqin yang lucu dan imut itu.Semuanya berjalan dengan tenang dan aman sampai akhirnya tengah malam berlalu dan Ning Xueqin tiba-tiba membuka matanya kemudian menyapu lengannya.Dia menegakkan punggungnya dan melihat sekitar dengan dahi yang berkerut, dia merasa agak takut dan tidak nyaman kala sebuah angin dingin menerpa lengannya.Tidak biasanya dia merasakan seperti ini, apalagi di dalam hembusan angin ini seperti ada hawa membunuh yang disamarkan.Namun sudah menunggu hingga beberapa waktu pun tidak ada pergerakan sedikitpun yang membuat Ning Xueqin mengendurkan kewaspadaannya.Mungkin dirinya terlalu waspada sehingga hal sepele ini pun mengganggunya, dia

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 211 - Canggung

    Xie Guang menatapnya dengan lelah sebelum akhirnya menghela napas dan kembali fokus pada koroner yang sedang memeriksa mayat.Sementara Ning Xueqin tersenyum penuh kemenangan, dia sangat bahagia ketika bisa membuat Xie Guang merasa kesal.Pemuda ini terlalu kaku! Usianya baru lima belas tahun namun begitu menahan diri seolah olah sudah hidup selama seratus tahun!Ning Xueqin benar-benar tidak tahu apa yang dihadapi oleh pemuda ini sampai-sampai dirinya harus begitu dingin.Jika dilihat dari orang tuanya, maka sikap Tuan Xie cukup dingin dan datar tapi tidak sampai sepenuhnya kaku seperti putranya.Kalau Nyonya Gu bahkan lebih jauh lagi, Nyonya Gu memiliki kepribadian yang ceria dan aktif. Bagaimana bisa cocok dengan sifat putranya? Ning Xueqin duduk di kursi yang ada sandaran sembari menatap kepergian dua orang pelayan setianya.Sekarang hanya tersisa dirinya, Xie Guang, seorang koroner tua yang sudah renta serta puluhan mayat yang dingin ini di sini.Namun Ning Xueqin tidak merasaka

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 210 - Menginap

    Ning Xueqin mengerutkan dahinya dan merasa jijik dengan mayat-mayat ini. Meskipun dia bukan orang yang banyak protes atau mudah merasa risih, namun mayat-mayat ini sudah didiamkan selama beberapa waktu.Sehingga baunya cukup menyengat dan penampilan mereka juga menjijikkan, membuat Ning Xueqin merasa muak dan ingin muntah.Namun dia tidak ingin membuat keributan sehingga hanya menundukkan kepalanya dan meminimalisir udara yang dia hirup di sini.Tiba tiba ada kantung wewangian yang diserahkan kepadanya, Ning Xueqin mendongak untuk melihat siapa yang memberikannya.Ternyata itu adalah Xie Guang, namun dirinya tidak langsung menerimanya dan menatap Xie Guang dengan tatapan penuh tanda tanya.“Terimalah,”desak Xie Guang padanya.“Tidak, terima kasih atas niat baik Tuan muda Xie. Namun nanti jika Nona Zhu datang dan melihat maka takutnya akan salah paham, ini hanya akan merugikan Tuan muda Xie,” balas Ning Xueqin mengulurkan tangannya dan mengambil sapu tangan untuk menutup wajahnya.Xie

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 209 - Bertengkar

    Xie Guang masih tidak percaya bahwa dirinya, seorang gadis kecil yang dimanjakan masih bisa mendeteksi keberadaan pasukan rahasia yang mengawalnya.“Lupakan saja, fokuslah dengan masalah ini. Orang ini harus dipertahankan nyawanya, sisanya bunuh saja,” perintah Ning Xueqin.Ning Xueqin mengayunkan cambuknya dan menjerat leher seorang pembunuh bayaran yang merupakan pemimpin timnya.Pasukan rahasia yang dipimpin oleh Xie Guang dengan sangat cepat melumpuhkan pembunuh bayaran ini.“Hal ini aku ingin mendapatkan jawabannya sampai tuntas, mau tidak mau merepotkan Tuan muda Xie untuk hal ini,” ucap Ning Xueqin lalu berbalik dan naik ke atas kereta kuda.“Tunggu sebentar, Tuan Putri!” panggil Xie Guang dari belakang.Ning Xueqin menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang untuk melihat Xie Guang.Lalu Xie Guang juga berjalan mendekat dan menundukkan kepalanya dalam-dalam.“Untuk masalah ini harus merepotkan Tuan Putri untuk datang ke kediaman hamba dan memberikan kesaksian, jika Tuan Pu

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 85 - Imbang

    “Tuan muda dan Nona muda dari Keluarga Mei kehabisan bendera milik mereka sehingga di diskualifikasi! “ Seru Kasim Yu dari samping. Ning Xueqin memandang dengan terengah engah dan tidak menyangka bahwa sistem yang akan digunakan adalah sistem eliminasi langsung. Awalnya dia berpikir bahwa siapapu

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 84 - Ruang Ganti

    Di ruang ganti ini disediakan beberapa pakaian wanita untuk berkuda, mirip dengan pakaian pria. Sebuah pakaian atas dan celana yang terpisah sehingga mempermudah ruang geraknya. Ning Xueqin melepaskan ikatan rambutnya dan mengganti model sanggulnya menjadi satu sanggul polos. Dia mengencangkan ik

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 81 - Rebut Bendera

    Memikirkannya sekilas pun Ning Xueqin sudah mendapatkan gambaran apa yang akan dipilih oleh Ning Chuan untuk menyelamatkan karirnya. Bagi orang ambisius seperti Ning Chuan yang tidak memiliki hal penting lain di dalam hatinya kecuali tentang kekuasaan dan tahkta. Ning Xueqin tidak sulit untuk men

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 75 - Qingxian

    Ning Xueqin pun melangkah keluar dan memandang Kasim Yu yang menunggu di luar dengan senyum miring lalu menyeka air matanya dengan mudah. Seperti yang dikatakan, beberapa orang terkadang tidak bisa ditundukkan dengan cara lembut dan membutuhkan cara yang lebih keras. Kebetulan Kaisar Ning ini

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status