Beranda / Romansa / BIRAHI SANG DOSEN / Bab 5 Hasrat yang Digantung (3)

Share

Bab 5 Hasrat yang Digantung (3)

Penulis: Irbapiko
last update Terakhir Diperbarui: 2025-09-13 18:55:08
Dalam perjalanannya Ryan juga baru teringat kalo hari ini ia ada janji dengan Rani siangnya setelah jam mengajar usai. Yup, Cafe Casanova tempat mereka janjian untuk berdiskusi sambil mejelaskan tugas-tugas buat Rani sang mahaisiswi yang meski agak mungil bodinya tapi cantik dan menyegarkan tubuhnya.

Seketika sambil nyetir bayangan Rani mucul lagi di imajinasi Ryan.

“Hmmmm...’”meski agak kecil bodinya tapi Ryan masih ingat Rani berpakaian sangat ngepres ke badannya sehingga bentuk dada dan bokongnya terlihat membentuk dan jadinya seksi sekali.

“Entah hari ini dia berpenampilan seperti apa yah?” tanya Ryan dalam hati.

Sementara itu di tempat lain yaitu di rumah Papa Sudono dan Mama Tyas terlihat kesibukan suami istri itu yang terlihat sedang mempersiapkan tas besar, pakaian serta keperluan lainya untuk mereka menuju Kota Gudeg Yogyakarta dimana besok mereka berdua ada tugas seminar nasional dan kunjunga ke beberapa kampus selama seminggu di Kota pelajar itu.

Mbak Muti dan Kang Karjo yan
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • BIRAHI SANG DOSEN   Bab 100 Akhir yang Indah

    Beberapa bulan kemudian di suatu malam, suasana rumah tangga Ara dan Raffi penuh dengan ketegangan. Ara telah mengalami kontraksi dan harus segera dibawa ke rumah sakit. Kondisinya memburuk dengan cepat, dan dokter memutuskan untuk melakukan persalinan darurat, meskipun usia kandungannya masih prematur.Raffi: (panik) "Tidak, ini terlalu cepat. Apa yang terjadi? Apakah Ara dan bayi kita baik-baik saja?"Ryan dan Tania, yang telah tiba di rumah tangga mereka untuk membantu dengan persiapan untuk kelahiran, juga terlihat sangat khawatir.Ryan: (menghampiri Raffi dan mencoba menenangkan) "Tenanglah, Raffi. Dokter akan melakukan yang terbaik untuk Ara dan bayi."Tania: "Kita harus mempercayai para profesional medis. Mereka akan merawat Ara dengan baik."Raffi: (meraih tangan Ara yang dipersiapkan untuk dibawa ke ruang operasi) "Ara, aku di sini, sayang. Aku takkan pernah meninggalkan

  • BIRAHI SANG DOSEN   Bab 99 Pesta Kecil Kehamilan Ara

    Ryan dan Tania duduk bersama di ruang tamu, wajah mereka penuh dengan kebahagiaan dan antisipasi. Mereka sangat antusias setelah ada kabar bahwa Ara, putri satu-satunya mereka, sedang hamil. Meskipun kehamilan Ara baru berusia satu bulan, keduanya merasa sangat senang dengan berita itu.Ryan: (tersenyum) "Tania, ini adalah kabar yang luar biasa. Kita akan segera menjadi kakek dan nenek!"Tania: (tersenyum lebar) "Iya, Ryan, aku tidak sabar untuk menyambut cucu pertama kita. Meskipun Ara baru hamil satu bulan, ini sudah membuatku begitu bahagia."Ryan: "Aku setuju. Ini adalah momen yang kita tunggu-tunggu. Kita akan menjadi pendukung yang baik bagi Ara dan Raffi selama kehamilan mereka."Tania: "Aku yakin Ara dan Raffi akan menjadi orang tua yang hebat. Mereka telah mempersiapkan diri dengan baik."Mereka berdua merenung sejenak, mengingat saat-saat ketika Ara masih kecil da

  • BIRAHI SANG DOSEN   Bab 98 Ara Hamil

    Malam itu, setelah makan malam bersama, Ara dan Raffi memutuskan untuk berjalan-jalan di sepanjang pantai yang tenang. Angin laut sepoi-sepoi, dan bulan purnama bersinar terang di langit. Mereka berjalan berdua, tangan dalam tangan, sambil berbicara tentang masa depan mereka.Ara: (sambil tersenyum) "Kamu tahu, Raffi, aku merasa sangat beruntung memilikimu. Dan aku berharap suatu hari kita bisa memiliki keluarga kita sendiri."Raffi: (sambil menggenggam tangan Ara) "Aku juga, Ara. Aku sangat ingin kita memiliki anak-anak kita sendiri, tapi aku juga tahu bahwa kita harus bersabar."Ara: "Tentu saja, Raffi. Kita pasti akan bersabar. Yang terpenting, kita saling mendukung dan tetap bahagia bersama."Mereka melanjutkan berjalan-jalan, mendekati ombak yang berdesir di pantai. Tiba-tiba, Ara merasakan sesuatu yang aneh dalam dirinya. Dia merasa tidak enak badan, dan perutnya terasa berdenyut-denyut.

  • BIRAHI SANG DOSEN   Bab 97 Tiga Pasangan Bercinta

    Malam tiba dengan tenang di hotel dekat pantai itu. Pemandangan bintang di langit malam seperti menyaksikan cinta yang berkembang di dalam hati pasangan-pasangan ini. Ruangan-ruangan mereka dipenuhi dengan nuansa cinta dan keintiman yang tak tertandingi.Ara dan Raffi, yang masih merasa seperti pasangan pengantin baru, berada di kamar pengantin mereka. Kamar itu dihiasi dengan indah, dengan bunga-bunga segar yang terletak di atas ranjang besar. Cahaya lembut dari luar jendela menyoroti keindahan kamar itu.Ara duduk di pinggiran ranjang, tersenyum pada Raffi yang berdiri di depannya. Matanya penuh dengan hasrat dan keinginan. Mereka tahu ini adalah malam yang mereka tunggu-tunggu sejak lama.Raffi mendekati Ara dengan perlahan, matanya tidak pernah meninggalkan pandangan pada istrinya yang cantik itu. Dia mencium lembut bibir Ara, merasakan rasa manis cinta mereka.Raffi: (dengan suara rendah) "Aku mencintaimu, Ara, lebih dari apapun di dunia ini.

  • BIRAHI SANG DOSEN   Bab 96 Liburan Bersama Tak Terduga

    Ara dan Raffi telah merencanakan liburan romantis di sebuah hotel dekat pantai, berharap bisa menghabiskan waktu berdua dan merayakan keberhasilan mereka dalam menghadapi berbagai rintangan, termasuk kesulitan untuk memiliki anak.Mereka tiba di hotel yang indah itu dengan senyuman cerah di wajah mereka. Pantai yang berkilauan di bawah sinar matahari yang hangat membuat mereka merasa seperti berada di surga. Mereka merencanakan untuk menikmati waktu berdua, berenang di laut, berjalan di pantai, dan menikmati makan malam romantis.Namun, saat mereka memasuki kamar hotel mereka, mereka mendapati kejutan yang tak terduga. Di kamar tersebut, ada sebuah karangan bunga indah dengan kartu bertuliskan, "Selamat Liburan!" Ara dan Raffi saling memandang dengan heran. Mereka tidak merencanakan karangan bunga ini. Namun, senyum mereka kembali muncul, merasa senang atas perhatian yang diberikan oleh pihak hotel.Setelah beberapa jam

  • BIRAHI SANG DOSEN   Bab 95 Ikhtiar Raffi dan Ara

    Setelah Ara menyelesaikan studinya di Jerman, Raffi sangat antusias untuk memulai babak baru dalam kehidupan mereka, yaitu memulai keluarga mereka sendiri. Mereka berdua telah menunggu cukup lama, dan sekarang saatnya untuk memperluas keluarga mereka.Raffi dan Ara menghabiskan waktu lebih banyak bersama-sama, mencoba memperbanyak intensitas hubungan suami-istri mereka. Mereka merasa bahwa saat yang tepat untuk merencanakan kehadiran anak pertama mereka. Setiap malam mereka meluangkan waktu untuk saling mendekatkan diri, berbagi cinta, dan mengejar hasrat mereka yang sudah tertahan begitu lama.Selain itu, Raffi dan Ara juga rajin berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan informasi tentang asupan yang diperlukan agar mereka segera bisa memiliki momongan. Mereka menjalani serangkaian tes kesehatan dan mengikuti saran dokter dengan disiplin.Ketika hasil tes akhirnya keluar, dokter memberi tahu mereka bahwa semuanya be

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status